Hidden Lover
Kuroko No Basket © Fujimaki Tadatoshi
Hidden Lover © Ale-ssana22
M- Rated Fic
Tags : Romance, Omegaverse, Hurt/Comfort, CEO!Aomine, Model!Kise, Yaoi, R18
Pairing : Aokise
.
.
.
.
Pemandangan kota Tokyo dari kamar hotel Presidential Suite malam hari itu begitu menakjubkan. Sepasang iris biru tampak menatap tajam dari balik kaca jendela yang memisahkannya dengan gemerlap dunia di bawah kakinya.
Pria Alpha dengan postur tinggi besar itu lalu melihat ke arah jam tangan yang harganya sebanding tiga mobil limousine di pergelangan kirinya. Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Sudah waktunya dia pergi.
Dia akan menghadiri rapat tertutup dewan komisaris dan board of directors yang akan digelar beberapa saat lagi. Pria itu lalu mengambil jas hitam diatas kasurnya dan menatap bayangan dirinya di depan cermin untuk beberapa saat.
Aomine Daiki, CEO of Dairyuu Corp.
Hanya satu langkah lagi sebelum dia resmi dinobatkan sebagai orang nomor satu di perusahaan yang bergerak di beberapa bidang termasuk pengimpor mobil sport dan sejumlah kendaraan mewah milik keluarganya.
Dia hanya perlu turun ke ruang pertemuan dan membubuhkan tanda tangannya di atas kertas yang akan menjadikannya pemegang saham terbesar salah satu perusahaan terkaya di Jepang.
Aomine menghela nafasnya dalam - dalam, kemudian merapikan jas hitam yang tampak begitu elegan di badannya. Dia lalu melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari kamar Presidential Suite hotel bintang 5 yang ia tinggali.
Dua bodyguard yang berjaga di depan kamarnya menyambutnya dan mengikutinya dari belakang. Melewati lorong lantai tertinggi yang berlapiskan karpet mewah, Aomine berjalan dengan wajahnya yang masih datar.
Saat ia melewati kamar 707, tiba - tiba pintu kamar itu terbuka dan seseorang ambruk di hadapannya.
Aomine dengan reflek menangkap lelaki itu dan menyangga tubuhnya yang terlihat lemas. Sebuah wangi menyengat memasuki indra penciuman Aomine, dan seketika itu juga ia menyadari bahwa wangi itu adalah pheromone seorang Omega.
"T...Tolong… Tolong aku...ssu..."
Kedua iris biru Aomine terbelalak lebar saat ia melihat wajah cantik yang menatapnya tak berdaya, dengan bibir merahnya bergemetaran saat ia meminta tolong padanya. Pria berkulit tan itu langsung memutar pandangannya tajam ke arah pintu dan menjumpai seorang lelaki paruh baya dengan wajah kemerahan dan perut yang menggantung di pinggangnya.
Aomine mengangkat tubuh lelaki yang jatuh dalam pelukannya dengan mudah lalu menatap tajam ke arah lelaki tua yang terlihat terkejut sekaligus bergidik ketakutan.
"A...Aomine-sama…"
Aomine membuat gestur pada kedua bodyguardnya dan meninggalkan tempat itu. Dia berjalan kembali menuju kamarnya, tak menghiraukan teriakan lelaki tua yang hanya memakai handuk mandinya.
"Ngggh… Pa… Panas...ssu…"
Sebuah erangan lemah luput dari bibir lelaki berambut pirang yang ia topang. Tangan kirinya mencengkram pundak Aomine kuat sementara tangan yang lain berusaha menarik ujung kain blazernya untuk menutupi bagian bawahnya yang terlihat basah.
Aomine lalu membaringkan lelaki itu dengan perlahan di atas kasur dalam ruangan Presidential Suite miliknya. Saat ia hendak beranjak pergi, tiba - tiba sepasang tangan menangkap lehernya dan menariknya ke bawah.
"S… Sakit… T..Tolong aku…"
Alpha berkulit tan itu tersentak saat suara lembut si pirang membisik di samping telinganya dengan nada melas. Hangat nafasnya yang bersentuhan dengan kulit di lehernya membuat Aomine bergidik, seperti ada sesuatu dalam dirinya tiba - tiba terbangunkan.
"Aku akan memanggil dokter, sepertinya dia memberikanmu suatu obat. Ini terlalu berbahaya!" Ujar Aomine sambil berusaha menenangkan lelaki yang masih menahannya.
Dia berusaha keras untuk melepaskan dirinya tanpa menyakiti si pirang sambil menguatkan diri karena bernafas di tengah - tengah pheromone pekat. Tapi semua usaha Aomine sia - sia saat ia mendengar isak tangis dari lelaki di bawahnya yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Hiks… Hiks… T..Tolong aku…"
Permintaan yang terucap dari bibir mungilnya seperti melepaskan tali yang mengikat kesadaran diri Aomine dan membuatnya kalap. Seketika itu juga, lelaki Alpha dengan badan lebih besar melumat bibir lelaki di bawahnya dalam sebuah ciuman mendalam.
Aomine menggerakkan tangannya bebas, menelusuri lekuk tubuh lelaki tampan yang sekilas terlihat cantik di bawahnya.
"H..Hyah!" Si pirang tersentak saat Aomine menggulung baju turtle neck miliknya ke atas dan membuat dadanya terekspos sempurna.
Tak menghabiskan waktu, Aomine menciumi dan menyesapi kulit kenyal di leher dan tulang selangka lelaki yang wajahnya makin memerah di bawahnya, meninggalkan jejak biru keunguan sebagai pertanda dominasinya sebagai Alpha.
Aomine tenggelam dalam kenikmatan seperti ekstasi saat ia merasakan kehangatan dalam tubuh seseorang yang bisa merubahnya menjadi seperti hewan liar. Desahan - desahan erotis yang luput dari bibir lelaki pirang berwajah cantik yang ia setubuhi malam itu tidak akan pernah meninggalkan pikirannya.
Ini adalah pertama kalinya seorang Alpha sepertinya takluk pada hasrat dan nafsu dalam candu percumbuan dengan seorang model yang terkenal sebagai Beta...
To be continued….
Note:
Halooo! Lama hiatus tiba - tiba pengen nulis lagi hahaha!
Alright, enjoy fanfic omegaverse super OTP ku ya! Kalo rame makin semangat nih : Jangan lupa tinggalin jejak :D
