Title : The Moon Song

Words : 944

Pair : -

Genre : Drama, musical

WARNING OOC, typos, etc

A/N : Bab ini pendek, mungkin one shoot, mungkin akan ada sequel, lihat saja nanti XD

TAKASHIMA REI mengerjap melihat apa yang dibawa oleh Sawamura Eijun selain tas berisi belanjaan untuk membuat onigiri. Jemari lentiknya mulai memperbaiki letak kacamata, iris hitamnya menatap pemuda yang sedang nyengir didepannya.

"Apa-apaan tas besar itu, Sawamura?" Tanya Rei begitu penasaran.

Para manager juga begitu, menatap Eijun bertanya-tanya, terlebih Eijun menghabiskan waktu setengah jam hanya untuk pergi ke konbini terdekat. Padahal biasanya hanya sepuluh menit saja.

"Iyaaaaaaa," Eijun menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menaruh tas belanjaannya di atas meja panjang. Lalu setelah itu dia melepaskan tas besar di punggungnya dan ditaruhnya didekat tas belanja. "Ano, tadi aku tidak sengaja melewati sekumpulan orang yang sedang mengadakan undian berhadiah gitu. Karena ada orang yang tidak sabar menunggu, kuponnya diberikan padaku dan mau tidak mau aku menunggunya. Dan ternyata nomor yang diberikan tadi keluar dan aku mendapatkan ... ini."

"Ini?" Rei mendekat dan melihat Eijun membuka tas besar itu. Alangkah terkejutnya Rei melihat gitar disana. "Gi—Gitar?"

Eijun terkekeh pelan, tidak tahu harus berbuat apa. "Karena aku yang memenangkan gitar ini, aku disuruh mengisi data diri dan segala macam. Ah aku tidak terlalu paham. Jadi aku hanya melakukan yang disuruh saja."

Dahi Rei mengerut dalam. "Kau tidak dibodoh-bodohi kan?"

"Ap—?! Ti-Tidak kok!" Eijun berteriak kaget. Merasa terhina karena Rei berpikir seperti itu.

Rei hanya mengendikkan bahunya singkat. "Aku hanya khawatir kau malah dibodoh-bodohi nantinya."

Eijun cemberut. Dia ingin membalas ucapan Rei tapi tidak berani. Jadi dia hanya diam memandang gitar itu. Jujur saja, Eijun punya gitar di rumahnya di Nagano yang mungkin sekarang masih berbaring di atas kasurnya. Melihat gitar barunya mengingatkan Eijun tentang hari-harinya di Nagano ketika musim panas tiba, dia dan teman-temannya akan mampir ke bukit dan bernyanyi disana.

"Ah! Sawamura-kun!" Haruno yang sedari tadi memerhatikan kemudian menyeru, memanggil Eijun. "Kau bisa bermain gitar?"

Eijun mengerjap pelan. "Bisa sih..." jawabnya skeptis. Sudah berbulan-bulan dia tidak memetik gitar, dia juga tidak tahu apa jarinya masih terbiasa atau malah sudah kaku. "Memangnya kenapa? Haruno,"

Haruno tersenyum. "Boleh request lagu?"

"Heeee?" Eijun mengerut, mulai merasakan adanya aura tidak enak.

"Waaah! Boleh juga tuh, Haruno!" Sachiko menyeru setuju. Diangguki Yui yang juga berdiri di sebelahnya.

Takako tersenyum padanya. "Sambil menunggu waktunya makan malam. Kenapa tidak?"

Eijun menelan salivanya gugup. Tidak percaya hal ini. Lantas dia menatap Rei seolah sedang meminta izin. Eijun sebenarnya gatal ingin bermain gitar. Mumpung didukung para manager yang cakep-cakep ini, kenapa tidak? Begitulah yang dia pikirkan.

Rei diam sesaat melihat iris emas Eijun yang berkilau-kilau itu. Sambil memasang gestur berpikir selama beberapa saat, akhirnya dia mengangguk. "Yah, boleh saja. Jangan terlalu berisik." Katanya memberi izin.

Yatta! Eijun tanpa sadar menyeru didalam hati. Dengan berapi-api dia mulai mengambil gitar itu, menyetelnya, memeriksa nadanya, lalu memosisikan duduknya agar lebih nyaman. "Lagu apa? Haruno," tanya Eijun pada Haruno.

"Ah, ini mungkin film lama ... tapi ... apa Sawamura-kun tahu lagu The Moon Song, dari film 'Her'?"

Eijun memiringkan kepalanya. Merasa tidak asing dengan film itu. Matanya terpejam mencoba mengingat sesuatu. Lalu kembali terbuka disaat tahu film yang dimaksud Haruno. Film Her, Wakana pernah memintanya menemani untuk menonton film itu, dan lagunya yang berjudul The Moon Song yang selalu didengar oleh Wakana. "Tahu." Jawabnya mantap. "Aku juga sering mendengarkannya dulu, hm ... aku masih ingat sih lagunya seperti apa. Tapi kalau ada yang salah, maaf saja ya. Hahahaha!"

Rei mendengkus geli lalu duduk di salah satu kursi di sebelah Eijun, berniat untuk mendengarkannya.

Pertama-tama, Eijun hanya mencari nada yang menurutnya sama dengan apa yang dia ingat. Lalu setelah menemukannya, Eijun tersenyum kecil dan mulai bermain. Petikan indah Eijun membuat para manager dan Rei terhanyut. Dia sendiri tidak menyangka bahwa jari-jarinya tidak kaku.

I'm lying on the moon

Eijun mulai bernyanyi, membuat mereka yang mendengar speechless karena suaranya yang berat dan merdu.

My dear, I'll be there soon

It's a quiet starry place

Time's we're swallowed up

In space we're here a million miles away

Eijun memberi senyum singkat pada Rei dan para manager sebelum akhirnya dia menutup mata dan kembali bernyanyi.

There's things I wish I knew

There's no thing I'd keep from you

It's a dark and shiny place

Kembali kelopaknya terbuka, memancarkan iris emasnya yang memandang lurus penuh nostalgia tentang kampung halamannya. Rindu bermain di sungai bersama teman-temannya, rindu berkemah setiap malam ke gunung, rindu menjahili Wakana dengan memberinya kembang tanduk atau menonton film horor bersama-sama di malam hari.

But with you my dear

I'm safe and we're a million miles away

We're lying on the moon

Haruno menutup mulutnya merasa terhanyut dalam suara Eijun yang tidak pernah dia duga akan sebagus ini. Dia memang sering mendengar Eijun bersenandung bersama Kuramochi Yoichi—teman sekamarnya sekaligus kakak kelasnya. Tapi Haruno tidak pernah menyangka bahwa Eijun semerdu ini.

It's a perfect afternoon

Your shadow follows me all day

Making sure that I'm

Okay and we're a million miles away

Lagu berhenti, sebelum itu dia memainkan jarinya, membentuk nada abstrak yang belum dia dengar tetapi tidak terlalu buruk. Setelah itu, Eijun tersenyum, mendongak dan terkejut melihat ekspresi para manager. Rei yang merona entah kenapa, Haruno yang menitikan air mata bersama dengan Yui, Sachiko ikut merona bersama Takako.

"E—Eh? Suaraku begitu jelek ya?!" Eijun menyeru ketakutan. Sementara para kakak kelas serta teman-temannya berhenti di ambang pintu saat Eijun sedang bernyanyi, begitu terpukau mendengar suara Eijun.

Eijun tidak sadar, mereka yang mendengarnya menjadi suka dengan suaranya. Di tambah, menenangkan hati para senpai dan teman-temannya dari kekalahan mereka dengan Inashiro beberapa hari yang lalu.[]

SONG : "The Moon Song" oleh Karen Odalam film 'Her'

tbc/end?