It's Hurt

By

Ygymkim71

Genre: Hurt, Drama, Romance, Humor little bit.

Rate: sewaktu-waktu bisa berubah.

I'm Not The Only One•

•••


You and me we made a vow

For better or for worse

Baekhyun mungkin memiliki tubuh Chanyeol sebagai suaminya, tapi tidak dengan hati lelaki tersebut. Meskipun mereka sudah menikah dan menjalankan kehidupan rumah tangga dengan normal, layaknya pasangan suami istri pada umumnya, tetapi tetap saja Baekhyun tidak akan pernah bisa memiliki hati seorang Park Chanyeol.

Layaknya pasangan suami istri?

Sebenarnya tidak juga, Baekhyun hanya menyiapkan sarapan, memilihkan setelan jas, mencarikan dasi yang cocok, kemudian membantu Chanyeol menyimpulkan dasi dengan benar, hanya itu, tak lebih. Bagaimana dengan sex? Jangan harap! Chanyeol sama sekali tak pernah menyentuh Baekhyun. Walaupun Baekhyun adalah istri sahnya dimata agama dan negara.

Chanyeol tak pernah sekalipun melirik kemolekan tubuh Baekhyun. Bahkan tak ada ketertarikan sedikitpun pada Baekhyun. Chanyeol hanya menganggap Baekhyun sebagai asisten pribadinya, dia tidak pernah menganggap Baekhyun sebagai istrinya.

Menurut Chanyeol istrinya adalah Kang Seulgi. Tak ada yang tau kalau Chanyeol memiliki dua istri, Byun Baekhyun istri sahnya dan diketahui oleh banyak orang sedangkan Kang Seulgi adalah istri kedua Chanyeol, dialah orang yang Chanyeol cintai.

I can't believe you let me down

But the proof is in the way it hurts

Sungguh menyakitkan bagi Baekhyun untuk membagi suaminya dengan orang lain. Seulgi. Wanita yang jelas jelas dicintai oleh Chanyeol -suaminya sendiri- Baekhyun akui pernikahannya bersama Chanyeol tidak dilandasi cinta melainkan perjodohan kedua orang tuanya yang sepakat akan menjalankan kerjasama dengan Keluarga Park. Anggap saja pernikahan Baekhyun sebagai pernikahan bisnis dan tidak seharusnya Baekhyun berharap banyak pada pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta itu.

Seharusnya Baekhyun bersyukur Chanyeol mau menerimanya dan menjalankan bisnis keluarga mereka dengan baik dan benar. Seharusnya Baekhyun tidak berharap pada Chanyeol mengenai cinta, seharusnya Baekhyun tau itu.

Enam bulan setelah pernikahannya dengan Chanyeol, lelaki itu tanpa mengatakan apapun pada Baekhyun melangsungkan pernikahan keduanya bersama Kang Seulgi di pulau jeju. Chanyeol menjadi lelaki yang berbeda saat bersama Seulgi, dia berubah menjadi sangat romantis,dan hangat, berbanding terbalik jika bersama dengan Baekhyun, Chanyeol akan menjadi sosok yang menyeramkan dan dingin, tak banyak bicara, dan selalu marah ketika Baekhyun membantahnya.

Tak adil bukan.

Tapi itulah yang baekhyun rasakan.

Menjadi perebut calon suami orang, Baekhyun dicap seperti itu oleh teman-teman Chanyeol.

For months on end I've had my doubts

Denying every tear

Berbulan bulan Baekhyun berdiam diri. Menerima setiap hinaan yang ia terima setiap kali bertemu dengan Seulgi. Jika harus dihitung berapa kali Baekhyun menangis, mungkin jawabannya berkali-kali Baekhyun menangis meratapi kisah hidupnya.

Baekhyun memilih untuk diam dan bertahan demi keluarganya. Meskipun sebenarnya keluarganya mengira bahwa Baekhyun hidup dengan baik dan Bahagia bersama Chanyeol.

I wish this would be over now

But I know that I still need you here

Baekhyun ingin mengakhiri semua ini. Kesalahan yang terjadi dalam hidupnya. Baekhyun berhak bahagia. Baekhyun berhak melanjutkan hidupnya dengan bahagia. Baekhyun tak berhak menerima semua caci dan makian yang terus ia terima dari pihak ketiga. Baekhyun tidak salah. Baekhyun tidak merebut Chanyeol dari pihak manapun. Lantas mengapa Baekhyun yang menjadi pihak yang disalahkan?

Mengapa?

Pagi hari sebelum matahari menunjukan sinarnya Baekhyun sudah bangun. Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu segera pergi ke dapur membuatkan sarapan untuk suami sah, kata Baekhyun di mata agama dan negara.

Baekhyun membuatkan scramble egg dan secangkir kopi hitam pahit untuk Chanyeol. Dan membuatkan sandwich inkigayo dan segelas susu hangat untuk Seulgi.

Ya. Mereka tinggal bersama. Chanyeol membawa pulang Seulgi ke rumah yang ia tempati bersama Baekhyun. Menjadikan Baekhyun sebagai asisten rumah tangga. Membiarkan Seulgi menghinanya, Baekhyun pantas mendapatkan semua itu kata Chanyeol.

Setelah selesai menaruh sarapan untuk sepasang suami istri itu, Baekhyun memilih kembali ke dalam kamarnya. Menunggu kedua orang itu pergi menjalankan aktivitas mereka seperti biasa, Chanyeol ke kantor, dan Seugi ke butik.

Rencananya hari ini Baekhyun sudah membulatkan tekad pergi ke kediaman Park. Ia ingin membicarakan masalah yang sudah terlanjur berat baginya, Baekhyun sudah tidak tahan lagi kalau boleh jujur, ia akan mengatakan semuanya kepada orang tua Chanyeol begitupun dengan kedua orang tuanya.

Siang itu Baekhyun sudah duduk bersama Nyonya Park di ruang tamu keluarga Park.

"Ibu ada yang ingin aku bicarakan. Awalnya aku ingin berbicara kepada ayah dan ibu, tapi saat ini hanya ibu yang ada" Baekhyun gugup sekaligus takut mengatakan apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangganya bersama Chanyeol.

"Katakan, nak. Ibu mendengarkanmu." Nyonya Park menyesapkan teh hangat yang baru saja disajikan.

"Begini ibu. Baekhyun ingin cerai." Sejujurnya Baekhyun sedang menunggu reaksi dari Nyonya Park, Ibu mertuanya. Kepala Baekhyun makin merunduk, ia tidak bisa menunjukan wajah sedihnya pada ibu mertuanya.

Nyonya Park mencoba tetap tenang meskipun hatinya bertanya tanya mengapa menantu kesayangannya meminta cerai? Apakah anaknya melakukan kesalahan fatal sehingga membuat Baekhyun memutuskan untuk bercerai sebagai jalan keluarnya?

"Ceritakan masalah mu, nak. Mengapa Baekhyunie ingin bercerai?" Tanya Nyonya Park.

"Ibu yakin ingin mendengarnya?" Nyonya Park mengangguk dengan wajah kelewat serius.

Baekhyun menghembuskan nafas panjang, ia menceritakan semua yang terjadi selama kehidupan pernikahannya bersama Chanyeol. Baekhyun juga menceritakan tentang Kang Seulgi istri kedua Chanyeol yang ikut tinggal serumah dengannya. Bagaimana Chanyeol memperlakukan dirinya layaknya seorang asisten rumah tangga, Baekhyun mengadukan semua ketidakadilan yang ia terima selama kurang lebih dua tahun belakangan ini.

Nyonya Park menangis, isakan pilu memenuhi ruang tamu rumahnya. Ia tidak menyangka Chanyeol melakukan hal seperti itu kepada menantu kesayangannya.

Nyonya Park berlutut di hadapan Baekhyun sambil menangis ia menggenggam erat kedua tangan menantunya, "Baekhyun maafkan Ibu, nak. Maafkan semua kesalahan yang dilakukan Chanyeol."

"Bu, ibu jangan seperti ini." Baekhyun membantu Nyonya Park duduk, "Bu, aku sudah memaafkan semua kesalahan yang Chanyeol-ssi buat." ujar Baekhyun, tangannya terulur mengusap air mata yang membasahi pipi mulus ibu mertuanya.

Nyonya Park mengangguk. "Lakukan nak. Ceraikan Chanyeol. Ternyata anak lelaki kesayanganku berperilaku buruk terhadapmu" nyonya park mengelus surai hitam Baekhyun, "Mungkin karena kami kurang mendidiknya dengan baik, Maafkan ibu yang gagal mendidik Chanyeol dengan baik."

"Tidak bu, Chanyeol sungguh baik" Baekhyun memejamkan mata, air matanya berjatuhan, "Aku bisa melihatnya bu, Chanyeol anak yang baik. Chanyeol tidak salah, aku yang salah karena aku datang dan merusak masa depan yang ia inginkan bersama Seulgi."

"Tidak sayang, kau tidak bersalah. Ini salah ibu, nak" Nyonya Park merengkuh bahu bergetar Baekhyun. Ia tidak tega membiarkan menantunya terlalu lama menerima semua kebencian yang ditimbulkan karena ulahnya yang memaksa Chanyeol menikahi Baekhyun.

"Ibu akan menyiapkan surat cerai. Ibu akan melindungimu sampai semua kekacauan ini selesai, sayang. Dan ibu pastikan Chanyeol dan Jalangnya itu tidak akan mengganggumu lagi" itulah janji yang bisa Nyonya Park berikan kepada Baekhyun.

"Terima kasih, Bu"

.

.

Malam itu Chanyeol pulang lebih dulu. Lampu ruang tamu mati menandakan Baekhyun ataupun Seulgi sedang tidak ada dirumah. Rumah itu kosong sebelum Chanyeol pulang dan menghidupkan semua lampu yang ada di rumah megah nan mewahnya.

Chanyeol mendesah pelan ketika ia mendudukan tubuhnya di sofa empuk ruang tamu rumahnya. Di atas meja tersebut, ada amplop coklat yang sedari tadi menarik perhatiannya minta dibuka dan dibaca.

Tangan besarnya meraih amplop tersebut, membuka, mengeluarkan isinya, kemudian membacanya. Amplop itu berisi surat gugatan cerai dari Baekhyun. Setelah membacanya, Chanyeol merasakan hatinya berdenyut kesakitan seolah-olah tak menerima bahwa ia telah digugat cerai oleh istri pertamanya.

Ddrrt… ddrrttt….

Ponsel di saku celananya bergetar. Satu pesan masuk dari Baekhyun. Itulah yang Chanyeol lihat.

From: Baekhyun.

Chanyeol-ssi.

Apakah kau sudah pulang? Kau sudah membaca surat itu?

Tangan Chanyeol meraba dada sebelah kirinya. Kini Chanyeol sedang dilanda kebingungan karena dadanya berdenyut sakit setelah membaca dan menerima pesan dari Baekhyun. Chanyeol tidak tau mengapa dadanya bisa sesakit ini, padahal sebelumnya ia merasa baik baik saja.

Dengan cepat Chanyeol mulai mengetikan sesuatu pada kolom pesan di ponselnya.

To: Baekhyun.

Seharusnya kau memberikan surat ini kepadaku sejak awal.

Chanyeol menatap kosong ke arah surat cerainya. Bukankah seharusnya ia senang karena Baekhyun menggugat cerai, seharusnya begitu. Tapi hatinya menjerit, memberontak mengatakan tidak, ia tidak terima diceraikan Baekhyun.

Ponselnya bergetar lagi, kali ini Chanyeol berharap pesan tersebut dari Baekhyun. Namun sayang satu pesan masuk itu berasal dari Seulgi.

From: My home

Oppa maafkan aku, malam ini aku tidak bisa pulang. Irene unnie baru saja mengalami hal buruk, jadi aku harus menemaninya.

Buruk! Ini buruk bagi Chanyeol. Baekhyun pergi meninggalkannya, Seulgi berhalangan tak bisa pulang. Chanyeol sendirian di rumah super besarnya itu.

Langkah kakinya membawa tubuh lelahnya ke dalam kamar tidur Baekhyun kemudian membaringkan tubuh besarnya pada ranjang Baekhyun. Chanyeol Menghirup sisa aroma strawberry yang tertinggal pada selimut istri pertamanya itu. Matanya menatap kosong langit-langit kamar tidur Baekhyun.

Chanyeol membayangkan wajah Baekhyun yang sedang tersenyum manis untuknya, saat Baekhyun menyiapkan sarapan, membenarkan dasinya yang miring, menunggunya pulang, kemudian wajah Baekhyun yang berubah sedih ketika Chanyeol membawa pulang Seulgi dan memperkenalkan wanita itu kepada Baekhyun sebagai istri keduanya.

Chanyeol mencintai Baekhyun lebih besar dibandingkan rasa cintanya pada Seulgi.

Bodohnya Chanyeol baru menyadarinya setelah semuanya hampir berakhir.

Keesokan paginya Chanyeol terbangun dalam keadaan linglung. Dia berharap kalau surat cerai dari Baekhyun hanyalah sebuah kembang tidur, tapi kenyataan berkata lain. Surat itu benar adanya bahkan Chanyeol memeluknya ketika sempat tertidur tadi.

Chanyeol memeriksa ponselnya berharap ada pesan masuk dari Baekhyun. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman kala mendapati satu pesan masuk berasal dari Baekhyun, Chanyeol segera membuka pesan tersebut.

From: Baekhyun.

Kau sudah menandatanganinya?

Tapi bukan itu yang Chanyeol inginkan. Bukan pertanyaan itu yang ingin Chanyeol dapatkan. Bodoh memang.

Chanyeol menarik nafas panjang kemudian menghembuskan secara perlahan. Ia membalas pesan tersebut.

To: Baekhyun.

Bisa bertemu?

Ada yang ingin aku bicarakan.

Tak beberapa lama setelah itu ponsel Chanyeol bergetar. Lelaki itu melirik malas ke arah layar ponselnya yang bertuliskan baekhyun is calling… tanpa pikir panjang Chanyeol segera menerima panggilan tersebut.

"Baekhyun" panggil Chanyeol hati-hati.

"Apa yang ingin kau bicarakan, Chanyeol-ssi? Kita bisa membicarakannya disini," ujar Baekhyun sedikit ragu, ini pertama kalinya Baekhyun menghubungi Chanyeol.

"Aku ingin bertemu denganmu. Apa kau bisa?"

Chanyeol mendengar Baekhyun menghela nafas kasar di ujung seberang sana.

"Maafkan aku Chanyeol-ssi. Tapi aku sedang tidak di korea. Aku berada di suatu tempat yang jelas tidak di korea."

"Katakan saja dimana itu, aku akan datang kesana."

"Maafkan aku Chanyeol-ssi. Aku tidak bisa memberitahumu."

Apa Baekhyun baru saja menolaknya. Dan Chanyeol pantas mendapatkan penolakan setelah apa yang dia perbuat pada Baekhyun. Kebisuan melanda Chanyeol maupun Baekhyun, keduanya saling menunggu siapa yang lebih dulu melanjutkan pembicaraan.

"Apa kau sudah menandatangani surat itu Chanyeol-ssi?" Hingga Baekhyun lah orang pertama yang memutuskan kebisuan itu.

"Aku akan menandatanganinya setelah aku bertemu denganmu." Lagi lagi Chanyeol mendengar Baekhyun menghela nafasnya. "Aku berjanji menandatangani surat itu Baekhyun, jadi mari kita bertemu dan membicarakannya."

"Baiklah, aku akan mengirimkan alamatnya." Ujarnya Sebelum akhirnya Baekhyun menutup sambungan telepon secara sepihak.

Sementara Chanyeol tersenyum lebar. Setidaknya ia bisa bertemu dengan Baekhyun untuk yang terakhir kalinya.

.

.

.

Chanyeol dikasih kenikmatan beristri dua malah disia-siakan.