DISCLAIMER:
Cerita ini hanya cerita penggemar(Hanya imajinasi), seluruh karakter dan plot dari cerita yang kugunakan untuk membuat cerita ini semuanya milik pengarangnya masing-masing. saya tak memiliki apa-apa, saya hanya manusia kecil yang ingin menulis sebuah cerita namun masih baru menemukan keberanian akhir-akhir ini.
(Jumat, 14 Agustus 2020)
"cuaca hari ini benar-benar sedang bagus, benar bukan?" aku yang tertidur diatas atap sekolah sambil memandangi langit yang mulai memerah menanyakan suatu pertanyaan kepada 'angin' lalu bangun sambil menarik nafas dengan sangat dalam.
Umumnya seorang pelajar sepertiku tidak diperbolehkan masuk ke atap sekolah dikarenakan alasan keselamatan. Akan tetapi aku bisa malas-malasan disini saat istirahat disini tanpa ketahuan guru sama sekali karena keamanannya yang longgar. Walaupun sekolah ini benar-benar sekolah yang sangat berlimpah uang sehingga penyedian peralatan sarana pembelajarannya dan juga fasilitas lainnya sangat tercukupi tanpa kurang sedikitpun, akan tetapi penjagaanya masih perlu diperbaiki. Yah, aku tidak dapat menegeluh sih karena disini adalah tempat aku dan teman-temanku berkumpul bersama.
Benar juga aku belum memperkenalkan diriku. Aku adalah murid kelas tiga sekolah menengah atas di salah satu sekolah paling kaya di kota ini. Aku adalah seorang Magus rendahan yang tidak Memiliki Simbol sihir yang membuatku tidak dianggap sebagai Magus yang kompeten oleh Mayoritas Magus di Menara Jam London dikehidupanku yang sebelumnya. Aku yang hanya bisa mengandandalkan beberapa sihir yang kupelajari dari Rin, Illya dan dari kelas yang kuikuti di Menara Jam juga teknik-teknik militer yang kupelajari saat menjadi tentara bayaran berusaha mewujudkan janji-ku padanya.
Aku yang terus mengejar bayang-bayang dia terus berlari dan berlari mengarungi kehidupan yang penuh dengan darah dan api. Aku yang sebagai tentara bayaran selalu dipaksa oleh kondisiku yang tidak bisa menyelamatkan para korban yang berada didepan mataku. Aku mulai merasa lelah dan pada akhirnya aku telah dijatuhi hukuman mati. Walaupun aku merasa lelah akan semua kekosongan ini akan tatapi aku tidak bisa membenci mereka yang telah menghianantiku.
Penyesalanku itu hanya ada satu, dan itu adalah aku tidak bisa kembali bertemu dengan gadis itu. Tawa gadis itu yang selalu menemani hariku, sosok gadis itu yang selalu menyapaku saat aku bangun dipagi hari dan saat aku kembali kerumah gadis itu akan selalu membukakan pintu sambil memberikan senyuman yang sangat mempesona. Aku tidak dapat kembali bertemu dengannya kembali, dan aku telah terlahir kembali. Aku terlahir kembali sebagai anak biasa dari keluarga yang biasa saja, bukannya aku mau memprotes apa yang sudah kudapatkan.
Hidup baruku benar-benar berbeda dari kehidupanku yang sebelumnya, perbedaan pertama adalah penampilanku. Aku yang sekarang walaupun memiliki wajah yang sama dengan kehidupan ku sebelumnya memiliki perbedaan di warna rambutku, rambutku sekarang memiliki warna hitam yang sangat gelap seperti Rambut yang dimiliki oleh Rin. Warna matakupun berganti dari kuning keemasan menjadi biru lautan. Aku juga tidak menyadang nama Emiya Shirou lagi, sekarang namaku adalah Argento Riverwood. Seperti namaku yang berubah aku juga bukan lagi seorang warga kelahiran jepang lagi, sekarang aku adalah seorang warga negara amerika yang melanjutkan SMA-ku di Jepang karena perkerjaan ayahku yang menuntutnya untuk berada disini.
Kau ingin tahu apa pekerjaan ayahku?
Pekerjaan ayah adalah menjadi seorang perancang karakter untuk sebuah perusahaan game yang tidak terlalu besar di Jepang(tapi juga bukan sebuah perusahaan hitam). Ayahku termasuk otaku yang sangat menggilakan Jepang sehingga saat ayah tahu bisa bekerja disini dia menjadi sangat histeris karena terlalu bahagia. Walaupun pekerjaan ayah semakin berat saat ayah pindah kesini akan tetap sepertinya ayah tidak memperdulikannya karena kecintaan ayah terhadap Negara Jepang ini.
Namun, aku juga sedikit mendapat masalah karena kencintaan ayah terhadap negara ini. karena ayah termasuk yang sangat mengidolakan anime dan game-game dari jepang ayah selalu memberiku anime atau game yang ayah beli dan menyuruhku bermain bersama disaat waktu senggang. Yah, aku tidak terlalu mengeluh soal bermain bersama karena aku juga selalu menemani Illya saat gadis itu bermain atau sedang menonton anime kesukaan Loli itu, tapi yang membuat-ku bermasalah itu karena aku yang tidak terlalu bisa mengikuti cara bermain ayahku yang sangat cepat sehingga aku biasanya hanya bisa menyusahkan ayahku. Walaupun aku yang selalu menyusahkan ayahku, ayah tidak pernah mengeluh tentang itu sama sekali namun selalu membantuku mengatasi rintangan yang ada dalam permainan. Kurasa pria itu adalah ayah yang memiliki kesabaran yang sangat tinggi(mungkin).
"HMM?!" tiba-tiba aku terputus dari pikiranku saat aku mendengar suara pintu yang terbuka. Kalau pintu itu terbuka berarti mereka sudah datang kemari. Mereka adalah teman-teman baikku selama aku disini.
"Siang Emiya-kun" temanku yang pertama kali keluar dari pintu itu adalah Hakuno Kishinami, gadis ini adalah teman pertamaku. Aku bertemu dengan hakuno saat aku pertama kali kembali memasuki sekolah menengah atas ini(dan aku sangat merasa bernostalgia karenanya). saat itu aku melihat hakuno sedang dibully oleh teman sekelas gadis itu. Akupun langsung dengan cepat menolong gadis malang itu, oleh karena itu kehidupan SMA-ku yang kedua ini benar-benar "Berwarna-warni" oleh berbagai hal.
Yah, yang penting aku dan Hakuno-chan Berteman dengan sangat akrab, bahkan aku sering diajaknya untuk bermain kerumah hakuno. Di dalam rumah tuan putri ini pun aku disambut dengan sangat ramah oleh kedua orang tuanya(calon mertua) dan mereka selalu menyuruhku untuk lebih sering datang kesana untuk bermain bersama anak mereka. Aku sebagai laki-laki sejati sudah tugasku untuk...tidak sering bermain dirumahnya. Aku tahu kalian pasti akan tanya kenapa, jawabnya adalah aku tidak ingin orang lain membullynya karena selalu menerima anak laki-laki kedalam rumahnya dan mengira kami melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Hakuno adalah gadis yang sangat lembut dan baik hati, gadis itu memiliki hak untuk dijaga(itulah yang aku pikirkan).
"YO Shirou! Apa kau sedang memikirkan yang tidak-tidak terhadap Haku-chan?" Suara yang menyebalkan ini adalah milik Juumonji Issei. Manusia(yang otaknya berisi otot) ini adalah teman satu klub memanahku, dan dia adalah orang yang paling berotot diantara anggota klub memanah. Aku dan Issei bisa dibilang rival dalam hal memanah, karena manusia satu ini sangat berotot makanya Issei dapat menarik busur panah dengan sangat mudah dan pria ini dapat mengenai sasaran dengan mudah dalam beberapa kali latihan saja. Akan tetapi teknik memanahku masih lebih baik daripada teknik Issei dan aku tidak pernah meleset sekalipun(Bukan berarti aku iri akan bakat milik Issei atau apapun, OK!). Karena kami adalah pemanah paling unggul di sekolah kami makanya kami sering dijadikan kandidat untuk banyak kompetisi memanah di daerah maupun nasional dan kamipun dapat memenangi hampir semuanya.
"se..selamat siang senpai" pria muda yang dengan malu-malu menyapaku ini adalah Juumonji Reikan. Dia adalah adik dari Issei dan masih menginjak kelas satu. Karena Reikan termasuk anak yang pemalu makanya anak ini sering sekali dibully oleh teman sekelas. Mengetahui hal itu Issei langsung memprotes terhadap pihak sekolah, Issei benar-benar sangat ketat dalam hal menjaga orang yang disayanginya.
"Yahalo Emiya-senpai" "Yahalo Emiya-senpai"
Yang memanggilku ini adalah teman dari Reikan. Mereka adalah anak kembar sehingga menyusahkanku untuk membedakan mereka karena mereka memiliki penampilan dan aroma yang sama(bukan berarti aku mengendus bau mereka karena aku ingin lho. Aku cuman tidak sengaja,OK!), jadi satu-satunya cara membedakan mereka adalah dengan cara mereka mengikat rambut mereka dan itu sama sekali tidak membantuku. Oh iya nama mereka adalah Tou Mayu dan Tou Miyu. Mereka adalah pasangan kembar dengan rambut hitam panjang sebahu yang dimana mayu mengucirnya kearah kanan dan miyu kearah sebaliknya.
"selamat Siang, bukankah sudah kubilang kalau jangan sebut aku dengan nama itu kalau sedang berada di tempat umum. Apa kalian sudah lupa?" mereka semua sudah mengetahui bahwa aku adalah seorang yang terlahir kembali dan mereka entah kenapa dapat menerima dengan cepat. Kau tanya kenapa bisa seperti itu? Jawabnya sangat simpel, saat itu aku sedang berlatih menggunakan sihirku dan lupa untuk memasang pembatas ruang. Kemudian teman-temanku secara tidak sengaja melihat ku menggunakan sihir. Aku sudah melupakan kapan waktu itu, namun semua temanku langsung dengan histerisnya memborbadirku dengan pertanyan. Entah pertanyaan itu tentang bagaiman aku bisa melakukan hal itu sampai apa aku bisa mengajari mereka sihir. Aku terus dibanjiri pertanyaan sehingga aku menyerah dan memberi tahu mereka semua yang aku tahu tentang sihir dan hal yang paling mengejutkan adalah mereka menanyai aku apakah aku adalah seorang yang telah bereinkarnasi. Aku pun tidak memiliki pilihan selain menjawab dengan jujur. Urgh, ak tidak dapat menang melawan anak-anak walaupun aku sudah melewati berbagai macam kesulitan sebagai tentara bayaran.
Pokoknya sejak hari itu aku mengajari mereka Sihir(yah, sihir yang dapat kuajarkan hanyalah sihir penguatan dan sihir analisa struktural). Dari antara semua temanku hanya Issei yang paling bersemangat mempelajari sihir, dia bahkan dapat menguasai sihir penguatan dengan baik dan dapat menandingiku dalam hal kekuatan fisik. Begitu juga yang lain, mereka semua dapat mempelajari sihir yang susah payah kupelajari bertahun-tahun dengan mudah dalam kurun waktu sebulan. Yah setidaknya aku masih memiliki sihir proyeksi yang dapat memperbolehkanku membuat tiruan [Noble Phantasm].
'Hah, aku merasa mencurangi anak kecil saja dengan menggunakan [Reality Marble]-ku'.
"Bagaimanapun juga apa kita benar-benar mau melakukan itu?" aku bertanya kepada mereka.
Dan mereka menjawab dengan sangat antusias"Tentu Saja, kami Tidak sabar melakukannya"
Kami berencana untuk melakukan belajar bersama dirumah Hakuno, dan karena besok tidak ada kegiatan belajar mengajar disebabkan adanya kecelakaan disekolah sehingga kami diharuskan untuk berada di rumah sampai senin Minggu depan. Kegiatan Klub juga akan diliburkan dan mulai besok sampai hari minggu kami berencana menginap di rumah Hakuno. Hakuno walaupun terlihat biasa saja akan tetapi memiliki orang tua yang sangat kaya. Hakuno memiliki rumah bertingkat tiga dengan luas yang bisa menandingi Disney (Hanya bercanda yang benar cuma dua kali besar rumahku di kehidupanku yang sebelumnya). Dan gadis itu hanya seorang anak tunggal yang membuatnya sering kesepian dirumah sehingga dia terkadang mengajak kami untuk bermain(atau hanya aku saja).
"kalau begitu apa yang kita tunggu lagi? Mari kita langsung ke sana".
"Aru-kun, kita ini bakal menuju rumahku bukan rumahmu. Kenapa kau yang malah bersemangat?" pertanyaan Hakuno benar-benar menusuk langsung ke inti rasa sakit.
'aku rasa aku sudah mulai menjadi terlalu bersemangat saat akan mengunjungi rumah Hakuno'.
"Mau bagaimana lagi lagian rumahmu punya banyak peralatan memasak yang sangat beraneka ragam. Semua itu membuatku ingin mencoba semua untuk menyempurnakan bakat memasakku".
"Aru-kun, kau benar-benar sudah tak tertolong lagi ya?" Hakuno mengejekku sambil tertawa kecil.
"Aku heran kenapa kalian masih belum pacaran juga?" Issei bertanya sambil melihat perbincangan kami.
"benar juga, kalian itu selalu saja bermesraan di manapun kalian berada" Mayu mempertegas apa yang dikatakan Issei.
"Aku juga berpikiran serpeti itu" Miyu menyetujui pendapat kakaknya.
"Aku juga...berpikir kalian itu sangat serasi" Reikan bergumam menyuarakan perstujuannya.
"Kalian ini, Bisakah kalian tidak berkata yang aneh-aneh" aku memprotes mereka sambil menahan agar tidak terlihat memalukan.
"..." Hakuno hanya bisa terdiam sambil menundukkan mukanya sehingga wajahnya tidak terlihat oleh rambut panjangnya.
"daripada kita hanya disini membahas hal-hal yang tidak perlu terhadap persiapan ujian minggu depan lebih baik kita segera bergerak dan menuju rumahnya Haku-chan" aku berdiri sambil berjalan menuju pintu keluar.
"Mou, kan sudah kubilang itu adalah rumahku kenapa kau yang malah berkata seperti tiu adalah rumahmu sendiri" Hakuno memprotes Argento akan tetapi dia sama sekali tak terlihat merasa terganggu dengan sikapnya, malahan Hakuno seperti merasa senang yang ditunjukan wajahnya yang tersenyum lebar.
'Gadis yang aneh' adalah pikiran Argento ketika melihat Hakuno.
(Hakuno Residence, 20:00)
Shirou: "Gawat"
Shirou: "Ini Gawat!"
Issei: "Kau kenapa Argento? Tiba-tiba berteriak seperti itu"
Shirou: "aku lupa membawa baju gantiku"
Issei "HAAAAH, bagaiman kau bisa melupakan sesuatu yang begitu penting ketika kau sudah bersemangatnya ingin kesini".
Shirou: "Maaf-maaf, aku akan kembali untuk mengambilnya terlebih dahulu".
Hakuno: "Aru-kun bisa menggunakan pakaian yang ada disini. Mumpung aku punya yang pas dengan ukuranmu. kau tidak perlu repot-repot kembali kerumahmu lagi".
Shirou: "tidak perlu, aku sudah terlalu banyak merepotkan dengan memaksa untuk ikut menginap disini jadi aku akan menggunakan bajuku sendiri supaya menambah repot dirimu".
'padahal aku sudah susah payah menjahit baju itu untukmu' Hakuno bergumam dengan nada yang sangat rendah sehingga aku tidak tahu apa yang ia katakan.
(On The Way)
Aku sudah mengambil barangku dari rumahku(dan menghindari ayahku yang melihat iri karena aku yang sangat mudah berdekatan dengan warga jepang dibanding dia walaupun yang mungkin ada dibenaknya hanyalah tentang situasi kehidupan yang seperti permainan simulasi kencan). Aku berjalan dengan sedikit cepat karena tidak ingin membuat yang lain menunggu.
Dalam situasi seperti ini aku sering berpikir tentang kehidupanku yang berbubah dari seorang prajurit yang hanya mengenal tugas dan sekarang aku kembali belajar di sekolah dan tidak perlu menghawatirkan situasi peralatan sekolah untuk diperbaiki(yang membuatku merasa bosan disaat tertentu) dikarenakan kekayaan sekolah yang besar dan pengelolaan yang aku bisa bilang cukup baik.
'dan kupkikir aku tidak bisa kembali tersenyum waktu itu'.
Waktu itu aku berpikir bahwa aku sama sekali tidak berhak mendapat kehidupan kedua ini dan hanya menjalakannya dengan setengah hati. Yah aku juga bukan orang yang jenius sejak dari awal dan aku hanya bisa mendapat nilai yang diatas rata sebagai nilai tertinggiku. Akan tetapi aku mulai berubah seiring berjalannya waktu dan mulai menjalani hidup ini dengan lebih serius(Walaupun aku masih tidak bisa mengatasi nilai akademisku sih).
"kurasa aku harus mulai berlari, awannya sudah mulai terlihat gel..."
Aku tiba-tiba berhenti karena merasakan goncangan di udara. Aku merasakan goncangan yang sangat kuat yang membuatku menggigil ketakutan. Namun, goncangan itu tiba-tiba berhenti dan diganti dengan aroma hewan buas dimana-mana. Aku juga bisa mencium bau darah dari kejauhan dan aku berlari kearah aroma itu.
Sesampai aku disana aku menjumpai seorang gadis kecil berambut merah panjang sepunggung yang dikucir samping dan memiliki satu tanduk diarah kiri. Anak itu memiliki luka disekujur tubuhnya dan sedang berbaring tak berdaya. Perhatianku seketika tertuju kepada makhluk yang ada didekatnya. Dia adalah pria tampan dengan kulit yang sangat pucat dan mata yang merah menyala. Dia mengenakan setelan jas hitam berkemeja merah dengan celana kain hitam dan sepatu kulit berwarna hitam. Rambutnya yang dirapihkan kearah kiri membuatnya terlihat seperti seorang pengusaha yang korupt. Terdapat darah di sekitar kukunya dan aku langsung mengira itu adalah darah dari sang gadis tersebut. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi aku hanya tahu apa yang harus aku lakukan saat itu juga.
Aku dengan cepat membuat 2 buah [Black Key] dan melemparkan salah satunya kearah bayangannya(aku tidak tahu itu bayanganya atau bukan jadi kulempar saja) kemudian yang lainnya kearah dada kirinya. Satu [Black Key] berhasil mengenai banyangan tersebut namun ternyata itu bukanlah bayangannya melainkan hanyalah [familiar]-nya yang membuatnya mengindari serangan keduaku. Aku telah gagal menghentikan pergerakannya namun aku berhasil menghentikan bantuannya. Dia saat ini berada jauh dariku tapi aku tidak akan menurunkan pertahanku karena aku tahu dia pasti bisa memperdekat jarak antara kami dengan sangat cepat. Aku tahu semua itu karena sudah berpengalaman menghadapi yang sejenis dengan mereka.
"Siapa Kau ini!"
dia berteriak dengan terlihat mengintimidasi, namun aku tidak perlu berkata apa-apa karena ancaman seperti itu tidak terlalu memberiku rasa takut yang begitu dalam seperti yang Berserker berikan kepadaku. Ancamannya hanya membuatnya terlihat seperti anak kecil yang sedang marah-marah.
Aku lantas memanggil partner faforitku [Kanshou] dan [Bakuya] tapi aku merasa ada sebuah keanehan saat memanggil pedang faforitku ini. Aku yang merasa aneh saat memanggil pertnerku tidak menampakkannya diwajahku dan segera memasang kuda-kuda untuk menunjukan kesiapanku untuk bertarung. Dia yang merasakan aura membunuhku langsung menyiapkan posisinya dan dia seperting mencoba untuk merapal mantera sihir. Aku pun tidak akan kalah dan menyiapkan sihirku.
[TRACE ON]
Saat aku mengucapkan mantera itu aku merasakan tubuhku bertambah kuat namun anehnya aku tidak merasakan adanya hambatan saat melakukannya. Aku memiliki banyak hal yang ingin kucari tahu tapi prioritasku adalah mengalahkannya. Seketika itu juga aku langsung berlari kearahnya dan diapun melakukan hal yang sama. Dia mengayunkan tangan kanannya dan seluruh banyangan disekitarnya menyerbuku. Dengan cekatan aku membelah sihirnya dengan kedua pedangku dan seluruh bayangan itu langsung kembali ke wujud asalnya.
Aku tidak tahu kenapa tapi dia tiba-tiba berhenti dan melihatku dengan ekspresi bingung. Aku dengan cepat menggunakan kesempatan itu membuat banyak [Black key] disekitarku dan menerbangkannya kearah dia. Kali ini seranganku berhasil mengenainya dan menusuknya diberbagai tempat seperti di dadanya, di perutnya, di lengannya, dan di kakinya. Namun, seranganku ini tidak berakhir sampai disitu karena aku langsung berada didepannya dan seketika itu juga.
FWOOOOOOOSh.
Clang Clang Clang.
Vampir itu dengan tenaga yang masih tersisa berusaha menangkis semua seranganku dengan tangannya yang sekeras besi.
Clang Clang Clang
Tapi aku tidak langsung mundur dan tetap menyerangnya dari samping, bawah dan atas sampai aku harus melompat untuk menyerangnya dibarengi aku menghindar serangan darinya. Dia benar-benar kuat walaupun vampir ini sudah tertusuk oleh armamen suci masih bisa bertarung dengan sangat baik.
Aku mencoba menjauh darinya dan memulai serangan yang andalanku.
[TRACE ON]
Aku melempar pasangan pedang pertamaku dan membuat sepasang berikutnya. Dia berhasil menangkis serangan pertama namun seakan terdapat gaya magnet pada pedang itu yang membuat pasangan pedang itu berputar haluan kembali kearahku. Setelah dia berhasil menangkis pedang pertama aku langsung melempar pasangan kedua dan membuat pasangan pedang ketiga. Pada pedang yang ketiga aku tidaklah langsung melemparnya melainkan aku memiliki rencana yang lain.
[TRACE: OVEREDGE]
Bagaikan sayap yang tumbuh di belakanku [Kanshou] dan [Bakuya] bertumbuh menjadi sangat besar dan sangatlah berat. Bukan hanya daya serang yang bertambah pedangku juga menjadi semakin berbahaya baginya. Kenapa? Karena dengan mejadikannya seperti itu pedangku akan memiliki kembali fungsi aslinya yang hilang yaitu kekutan untuk dengan mudah membasmi monster.
[Triple Crane Wings]
Aku langsung memenggal kepalanya dengan sangat mudah menggunakan kedua pedangku yang kuperkuat melebih batasnya dan pedang yang lain berhasil memotong kaki dan tangannya. Aku yang masih khawatir akan vampir itu yang kemungkinan masih bisa hidup dari serangan itu langsung dibuat bingung dengan apa yang terjadi selanjutnya.
[The monster had been subjugated, gaining experience point]
[The experience has reached a sufficient level]
[Argento Riverwood rose from level 0 to level 5]
[Skill Unlimited Blade Works(Infinite creation of swords) acquired...]
Ada begitu banyak kotak pesan yang muncul dan membuatku merasa pusing saat melihatnya. Dan kotak pesan itu terus keluar sampai beberapa saat kemudian dan saat itu aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhku namun aku masih harus mengurus gadis yang melihatku dengan mata yang penuh ketakutan.
'kurasa ini akan jadi sedikit sulit'
Author's Note:
Ini adalah cerita yang sudah lama aku baca dan aku sangat tertarik dengan ceritanya. Yah, aku tidak punya alasan yang bagus untuk menggabungkan cerita ini selain hanya untuk bersenang-senang. baiklah untuk itu yang bisa kubilang saat ini
Adios
Emiya Shirou(Argento Riverwood)
Human
Level 0 to 5
HP: 85/85 to 145/145
MP: 270/270 to 945/945
Strength: 13 to 73
Endurance: 20 to 80
Agility: 16 to 76
Dexterity: 71 to 131
Magic: 10 to 70
Magic resistance: 30 to 90
SP: 0 to 10 JP: 0 to 5
Job. None
Unique skill:
Unlimited Blade Works (Infinite Creations of Swords), Swords incarnation, Sword Saint, Denial of Nothingness (Fake), Bad Luck.
Skill:
Sees through Lv 3 to 4, Sky Eye Lv 3, Battle Observation Lv 7, Clairvoyance Lv 3 to 4, Teritory Creation Lv 1, Item Construction Lv 5, Archery lv 7, Artilery Mastery Lv 2, Trowing Lv 9, Club Mastery Lv 4, Staff Mastery Lv 4, Spearsmanship Lv 9, Short-Swords Mastery Lv 10, Magic Detection Lv 6, Anomaly Detection Lv 6, Tracking Lv 5, Breath and Walking Lv 5, Automatic HP Recovery Lv 1, Automatic MP Recovery Lv 1, Illness Resistance Lv 3, Magical-damage Resistance Lv 1, Physichal-damage Resistance Lv 1, Fatigue Resistance Lv 2, Pain Imunity Lv 7, Master Chef Cooking Lv 3, House Chore Lv 3, Repair lv 4, Structural analysis Magecraft Lv 10, Reinforcement Magecraft Lv 9, Alteration Magecraft Lv 6.
Initially available Job List:
Swordsman, Archer, Trainee Monk, Giant Slayer, Dragon Slayer, Hero(Fake), Hero Slayer, Vampire Slayer, Magus, Wizard, Chef, Husband, Eroge Main Character, Student, Magus Killer Disciple, Blacksmith, Servant(Sabre), Servan(Archer), Servant(Berserker), Servant(Assassin), Servant(Avenger), Evil God, Demon lord, Adventurer, Negotiator, Servant(Rider), Spy, Alchemist, Healer, Servant(Caster), Master, Servant(Ruler), Swords.
Initially available Skill list:
Fear Resistance, Body strengthening, Riding, Stress Resistance, Poison Resistance, Paralysis Resistance, Hostility Perception, Blacksmith, Alchemist, Heal, Cure, Sudden Temperatur Changes Tolerance, Crisis Perception, Presence Concealment, Silent Movement, Document Handling, Load carrying, Writing, Martial Art, Superhuman Strength, Shapeshifting, Mistification, Command Seal Creation, Soul Strengthening, Night Vision, Vital Strike, Strength Enhancement, Endurance Enhancement, Agility Enhancement, Dexterity Enhancement, Magic Enhancement, Mana Burst, Battle Instinct, Revelation, Rebel, Avenger, Mad Enhancement, God Authority, Minion Creation, Familiar Creation, Self-enhancement(Worship), Blessing, EXP Sharing, EXP Doubling, Summoning Art, Runecraft Art, Endless Sexual Stamina, Sexual Art, Charm Face, Sins Authority, Soul Manipulation, Petrification Resistance, Packing, Main Character Charisma, Hunger Resistance.
