Title: Your Sick Game of Hide and Seek

Main Cast:

- Choi Siwon

- Cho(i) Kyuhyun

- Kim Ryeowook

- Shim Changmin

- Park Chanyeol

Other Cast: random boy group(s) and girl group(s), OC

Warning: Might be OOC, AU, BL, Typo(s), and etc

Disclaimer: They belongs to God and themselves


CHAPTER I

- Letnan Cho... But, you're already married -


Seorang pembunuh yang handal, haruslah memiliki manajemen waktu yang baik, ambang kesabaran yang tinggi, keahlian yang memadai, dan toleransi terhadap hal – hal monoton. Agar dapat menjadi lawan tanding yang seimbang, seorang penyidik professional harus mengikuti pola dasar seorang pembunuh yang handal. Dan semua itu telah dimiliki olehnya, Letnan Cho Kyuhyun.

Pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pembunuh handal, akan tampak rapi, sehancur apapun bentuk korbannya. Tidak seperti kasus yang ada didepannya saat ini. Terlalu terburu – buru dan berantakan. Mungkin penyebabnya karena amarah sesaat, atau kekecewaan yang tak tersalurkan dan tiba – tiba meledak di waktu yang tidak tepat. Dan yang terakhir, karena kebodohan. Tipe pembunuh paling buruk yang pernah ada.

Matanya memandang bosan kearah pria gemuk yang duduk didepannya, saat ini mereka berada diruang interogasi. Jika saja Kim Bakjoo, nama pria didepannya itu, mau mengakui pembunuhan yang telah dilakukannya, Kyuhyun bisa pulang tepat sebelum jam makan malam. Jemarinya mengetuk pelan meja diantara mereka, ia pun menghela nafas.

"Ayolah, aku tidak ingin terlambat untuk makan malam, kau juga pasti begitu. Menu makanan dipenjara tidak terlalu buruk, aku dengar malam ini menunya sup daging spesial"

"Tidak tertarik"

"Kau bisa mengakui semuanya dengan alasan pembelaan diri. Kau bahkan dipersilahkan memanggil pengacara mu"

"Tapi aku tidak membunuh si bajingan itu!"

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Ia hanya punya satu jam sebelum jam makan malam, sedangkan jarak dari kantornya itu ke rumah bisa memakan waktu hingga lima belas menit, belum lagi ditambah macetnya jalanan Seoul di malam hari, mungkin akan memakan waktu sekitar dua puluh hingga dua puluh lima menit. Belum lagi ia harus mengetik laporan penahanan tersangka, yang juga akan memakan waktu sekitar lima belas menit.

"Lalu? Apa dia melompat – lompat kegirangan sampai dia terjungkal jatuh kelantai dasar dan mati?"

"Ya, kau tahu, dia gila"

"Jawaban bagus, Kim Bakjoo-ssi. Sayang sekali itu tidak akan membuat mu keluar dari permainan petak umpet bersama Satuan Kepolisian Seoul. Mungkin bahkan kau akan diajak main lompat tali dengan Kepala Kepolisian kami, Jung Yunho-ssi"

Lalu hening. Kim Bakjoo menatap geli pada Kyuhyun sebelum tertawa terbahak. Kyuhyun sendiri hanya diam dengan wajah datar, sebelah tangan ia gunakan untuk menopang dagunya. Ia menunggu pria didepannya untuk berhenti tertawa, karena jujur saja, ia sudah tidak peduli kalau nanti harus pulang setelah jam makan malam.

"Lucu sekali, Letnan Cho!"

"Ya, aku sebenarnya ingin bekerja sampingan sebagai seorang pelawak dan berhenti menjadi seorang penyidik saat ini juga, jika saja aku tidak tertahan bersama seseorang yang keras kepalanya hampir menyamai batu"

Sarkasme tadi langsung menggigit lawan bicaranya. Pria gemuk itu seketika terdiam, senyum diwajahnya luntur dan digantikan dengan dengusan dan ekspresi keruh. Tahu bahwa penyidik berwajah manis didepannya ini tidak akan melepaskan dirinya begitu saja.

"Aku tidak membunuh Hyunsang sialan itu"

"Baiklah. Tetapi kalian berkelahi kan? Begini, yang ku bayangkan adalah saat itu kalian berkelahi, karena masalah yang melibatkan harta, tahta, serta wanita. Lalu, kalian mulai baku hantam dan kau mendorong Park Hyunsang hingga jatuh dari atap gedung kantor kalian yang memiliki dua belas lantai. Park Hyunsang terjun bebas menghantam aspal hingga kepalanya pecah dan otaknya berserakan. Serta menyebabkan Kim Joonmyeon, CEO kalian, yang baru saja keluar dari pintu lobi, nyaris pingsan"

Kali ini, ia dapat melihat keringat dingin dan wajah tegang dari pria itu. Kyuhyun menyeringai dalam hati, karena sebentar lagi, pria ini pasti akan mengakui perbuatannya. Tipe orang bodoh dan keras kepala seperti Kim Bakjoo, adalah mayoritas pembunuh gagal yang ia temui. Mereka semua bersuara keras dan mencoba terlihat lebih mengintimidasi, sayang hal itu tidak pernah bertahan lama.

"Aku tidak berkelahi dengannya! Dia tersandung kakinya lalu jatuh kebawah"

"Wah, kali ini kau menghina ku, Kim Bakjoo-ssi. Tidak ada orang dewasa yang tersandung kakinya lalu dapat melewati tembok pembatas setinggi pinggang pria dewasa. Bahkan Park Hyunsang itu cukup pendek untuk ukuran seorang pria, jadi sangat tidak mungkin"

Ia bersandar pada kursinya lalu melipat kedua lengannya didada, menunggu pernyataan jujur dari pria didepannya ini. Sekali pun Kim Bakjoo tidak bersalah karena kematian Park Hyunsang, namun pria itu tetap akan masuk penjara karena penggelapan uang perusahaan. Hanya saja hukumannya terlalu ringan, dan Kyuhyun terlalu risih melihat seorang pembunuh bodoh dengan pembunuhan amburadul seperti Kim Bakjoo dibiarkan lolos hukuman begitu saja. Bahkan anak sekolah dasar bisa memecahkan kasus tolol ini, itu menurut Kyuhyun.

"Baiklah, sudut bibir mu lebam, di kuku mu ada bekas darah dan sedikit kulit. Kita akan tahu milik siapa itu semua setelah melakukan tes DNA, dan akan ku pastikan kau mendekam lebih lama dipenjara karena kasus mu akan naik satu tingkat lebih berat, Kim Bakjoo-ssi"

Kyuhun menyalakan komunikatornya sembari menikmati gelagat pria didepannya ini yang tampak semakin panik. Tepat saat ia hampir menyelesaikan perkataannya untuk melakukan tes DNA pada seseorang disambungan komunikatornya, pria gemuk itu langsung memutus kalimatnya dan menumpahkan pengakuannya dengan sedikit terburu – buru. Tidak masalah untuknya karena ia sudah menyalakan alat perekam suara tepat sebelum menyalakan komunikatornya.

Cukup puas dengan pengakuan dari pria itu, ia pun segera memanggil petugas lain untuk mengamankan Kim Bakjoo sebelum berjalan keluar menuju kubikelnya. Menulis laporan dan menyerahkan salinan laporan itu kepada seluruh pihak yang memerlukan, lalu masuk kedalam mobilnya, berniat segera pulang. Namun, belum sempat kakinya menginjak pedal gas, seseorang mengetuk kaca sampingnya. Menghela nafas pelan, ia lalu menurunkan kaca mobil dengan tampang kesal yang kentara diwajah.

"Ada apa, Ryeowook?"

"Tolong antar aku ke bar dekat rumah mu, Letnan Choi"

"Pink Magic? Bar nya si Yesung? Dan jangan panggil aku begitu"

"Ya , ya, ya"

Setelah temannya itu masuk, ia pun segera melajukan mobilnya, membelah jalanan kota Seoul yang ramai, namun masih cukup lancar. Ryeowook, atau nama lengkapnya Kim Ryeowook, merupakan salah satu petugas yang langsung bekerja dibawahnya. Namun, Kyuhyun lebih menganggap pemuda itu sebagai teman dekat dari pada rekan kerja di kantor. Mereka sudah hampir delapan tahun bekerja dalam satu divisi dan satu tim bersama. Bahkan, ia tahu bagaimana temannya itu sudah tiga tahun ini menyukai pemilik bar dekat rumahnya. Walaupun hal itu tetap tidak menghentikan Ryeowook untuk mengagumi pria tampan lain.

"Kenapa kau tidak mau dipanggil begitu?"

"Aneh saja rasanya. Aku terbiasa dipanggil dengan 'Cho' ditempat kerja"

"Letnan Choi, tapi –"

"Kim Ryeowook"

"Baiklah, Letnan Cho... Tapi, kau kan sudah menikah"

Kyuhyun memilih diam, tidak menimpali perkataan temannya itu. Setelah sepuluh menit berlalu, mereka pun sampai didepan sebuah bar dengan papan nama berpendar yang cukup mencolok, Pink Magic. Ia kembali melajukan mobilnya setelah menurunkan Ryeowook disana, dan hanya butuh sekitar sepuluh menit lagi untuk sampai kerumahnya. Melewati gerbang kompleks perumahan elit tersebut, mobilnya berjalan dengan kecepatan sedang menuju bagian paling ujung kompleks perumahan tadi lalu masuk melewati pagar yang terbuka secara otomatis dan menghentikan mobilnya didepan pintu rumah. Kyuhyun tahu salah satu pelayan disana yang akan memarkirkan mobilnya menuju garasi.

Kakinya melangkah masuk kedalam rumah tersebut. Rumah yang cukup besar itu, bahkan lebih pantas jika disebut mansion. Ia berjalan menuju tangga setelah menyerahkan tas kerjanya pada salah satu maid yang menghampirinya. Saat lima langkah lagi ia akan menaiki tangga, seorang pria tinggi memanggil namanya dan segera menghampirinya dengan dahi berkerut kesal. Pria itu berdiri didepannya, secara otomatis juga menghalangi jalannya. Kyuhyun menghela nafas berat, terlalu lelah menghadapi pria yang merupakan kepala pelayan dirumahnya ini. Dan juga orang kepercayaan suaminya.

"Tuan Choi Kyuhyun, anda terlambat pulang dan menelantarkan acara makan malam dengan para tamu"

"Acara makan malam…?"

Ia mencoba mengingat ingat, acara makan malam apa yang dimaksud kepala pelayannya ini. Jangan salahkan dirinya kalau sampai lupa tentang acara seperti itu, karena dengan kasus pembunuhan Park Hyunsang yang memperlambat kinerjanya menyelesaikan kasus utama yang ia tangani, cukup untuk membuat kepalanya berasap. Ia memijit pangkal hidungnya sebelum mengerjap cepat. Oh! Acara makan malam bersama kolega suaminya!

"Pekerjaan ku tidak bisa ditunda, Chanyeol"

"Setidaknya anda harus sadar dengan posisi anda sebagai istri dari Tuan Besar Choi dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mempermalukannya"

"Kau tidak tahu apa – apa, Chanyeol. Menyingkirlah sebelum aku –"

"Baby? Kau sudah pulang?"

Suara familiar dari seseorang, memadamkan perdebatan tadi. Kyuhyun berbalik dan mendapati suaminya berjalan cepat kearahnya. Ia mundur selangkah saat pria yang lebih tua dua tahun darinya itu, akan memeluknya. Bukan karena ia tidak suka, namun Kyuhyun cukup sadar diri dengan keadaannya sekarang. Ia baru saja pulang dari TKP kasus utamanya serta kasus bodoh tadi yang menyebabkan beberapa noda darah, debu, ataupun partikel kotor lain, menempel diseragamnya.

"Ya, aku baru sampai dan belum berganti baju… Maaf karena tidak bisa menemani mu di acara makan malam ini, Siwon hyung"

"Tidak apa, aku mengerti. Jangan berwajah murung seperti itu, Letnan. Lagi pula, aku baru saja akan menutup acaranya. Tidak apa bukan kalau kau hadir sebentar saja? Aku hanya ingin mengenalkan istri ku yang manis pada mereka"

Kyuhyun mengangguk, membiarkan pria itu menggandeng tangannya menuju ruang makan. Ia tersenyum kaku pada semua orang yang ada disana saat sang suami memperkenalkannya dan mengatakan alasan keterlambatannya. Ia dapat merasakan lengan suaminya itu memeluk pinggangnya dengan erat selama pria itu berbicara. Acara makan malam pun berakhir beberapa menit setelahnya. Banyak yang mencoba berbasa basi dengannya, namun segera ia balas dengan tegas dan tanpa celah. Ia sudah terlalu lelah untuk berdiri disana.

Setelah semua tamu pulang, ia berjalan menaiki tangga, diikuti sang suami, menuju kamar mereka. Kepalanya masih berdenyut sakit memikirkan kasus utama yang ia tangani, dan acara makan malam tadi benar – benar tidak membantu. Kyuhyun tahu, hal itu sudah menjadi konsekuensinya saat menikah dengan sang suami yang merupakan seorang pebisnis muda dan sangat sukses dalam dunia bisnis.

"Aku mau mandi dulu"

"Jangan terlalu lama, atau aku akan menyusul mu"

Kyuhyun memandang datar suaminya itu yang sedang tersenyum, sebelum berbalik dan berjalan menuju kamar mandi. Ia tidak berendam, namun ia menghabiskan waktu cukup lama berdiri diam dibawah shower yang mengguyur tubuhnya dengan air hangat. Kasus utama yang sedang ia selidiki adalah sebuah kasus pembunuhan berantai. Hari ini timnya kembali terlambat menemukan korban selanjutnya, dan berakhir dengan kematian yang cukup sadis untuk korbannya itu. Entahlah, ia sudah terlalu meradang dengan penghinaan yang dilontarkan oleh pembunuh berantai ini.

Mengirimkan pesan melalui email kantornya, mengatakan bahwa hanya ia yang boleh memecahkan permainan berbahaya ini. Memberi pesan ambigu tentang siapa yang akan menjadi korbannya dan hanya memberikan waktu yang singkat untuk dapat menyelamatkan korbannya. Dan hari ini, ia menemukan korban ketiga dalam keadaan yang cukup mengenaskan. Jika yang datang bersamanya bukanlah Ryeowook, tapi penyidik muda yang baru lulus, bisa – bisa mereka muntah dan minta pindah divisi.

Tiga korban dalam kurun waktu satu bulan, lawan mereka tidak main – main dalam melakukan pembunuhan ini. Rencananya tersusun rapi dan bersih. Mengingat kasus ini, jujur saja menambah sakit dikepalanya, apa lagi saat wajah Yunho terlintas di benaknya. Atasannya itu meminta ia untuk menangani kasus ini lebih cepat, tetapi juga memperlambat kinerjanya dengan melempar beberapa kasus pembunuhan konyol pada tim nya. Jika saja pria bermata musang itu bukan atasannya, mungkin sudah dari kemarin Kyuhyun meneriaki pria itu dan memaki makinya.

Menghela nafas berat, ia pun segera menyelesaikan mandinya dan keluar dari sana setelah mengeringkan tubuhnya. Pandangannya melirik sang suami yang sedang membaca buku sambil bersandar pada kepala ranjang, lalu pandangannya jatuh pada piyama baby blue bergambar Pikachu yang ada diatas ranjang. Terlalu lelah untuk mendebat pilihan sang suami, lagi pula tidak ada yang melihatnya seperti ini selain pria itu. Setelah selesai mengenakan piyamanya, ia naik keatas ranjang dan menarik ujung baju suaminya itu.

Kyuhyun yang melihat sang suami menutup buku, segera memutar tubuhnya membelakangi pria itu dan memeluk bantal yang ada disampingnya. Matanya terasa berat, namun ia ingin memastikan bahwa pria itu benar – benar akan tidur dan memeluknya, bukan malah pergi ke ruangan kerja dan bercumbu dengan tumpukan kertas yang entah apa isinya itu, Kyuhyun tidak peduli. Setelah merasakan lengan kekar itu melingkari perutnya dan menarik punggungnya hingga menempel dengan dada kokoh milik sang suami, barulah ia menyunggingkan senyuman kecil dan menutup kedua matanya.

"Tidurlah, Letnan. Untuk saat ini, berhentilah memikirkan pekerjaan mu, tubuh mu juga butuh istirahat. Aku tidak ingin kau sakit"

"Kau juga, hyung. Bukan hanya aku. Good night, Siwonnie"

"Good night, Baby Kyu"

Tidak butuh waktu lama hingga ia terlelap dalam pelukan sang suami. Tubuh lelahnya menjadi lebih rileks setelah merasakan sang suami mendekapnya erat. Malam itu, ia tertidur dengan perasaan aman, dan untuk sesaat, tumpukan beban dari kasus yang ia tangani, terangkat dari pundaknya.


To Be Continued


Review jika berkenan :)