Naruto : The Lost World

Desclaimer : Jelas bukan punya saya!

Warning : Gaje!, Au!, imajinasi Author!, OOC!, Absolute Typo!, bikin sakit mata!, GAK SUKA JANGAN BACA!.

Pairing: [Naruto X ?] [Sasuke X ?]

Summary : Naruto dan Sasuke harus terjebak di dunia lain karena artefak peninggalan Kaguya, Selama di dunia lain tersebut Naruto dan Sasuke ditemani oleh seorang gadis penjaga perpustakaan Babylonia dan juga seekor iblis berwujud gadis kecil yang terkurung di dalam katana milik Naruto, bagaimanakah perjalanan Naruto dan Sasuke dalam menjelajahi dunia tersebut dan apakah mereka dapat kembali ke dunia mereka.

-Opening theme : Faith by MADKID-

Chapter 0

Now or Never

Kamera memperlihatkan wajah Naruto yang awalnya tertunduk lalu terangkat menampakan wajahnya yang tengah serius

Just fight it out

Lalu kamera berganti memperlihatkan Sasuke yang awalnya menghadap ke arah kiri kamera dengan tubuh yang melayang lalu menoleh ke arah kamera

Just fight it out

Lalu kamera berganti lagi dimana kali ini memperlihatkan Ophis dan Ashuramaru yang menoleh ke arah kamera secara bersamaan

Just fight it out

Lalu kamera lagi-lagi berganti memperlihatkan Arthuria yang awalnya membelakangi kamera lalu menoleh ke arah kamera dengan air mata yang menetes dari kedua matanya

Just fight it out

Hingga akhirnya kamera beralih lagi dan kali ini memperlihatkan Gilgamesh yang tersenyum licik ke arah kamera

Sfx frist

Layar meredup lalu judul cerita ini muncul secara tiba-tiba seperti gambar yang rusak

Sfx second

Lalu seluruh layar tiba-tiba jadi rusak

Night sky reflect in my eyes

Kamera bergeser lalu memperlihatkan Naruto yang duduk di tepian Babylonia

hikaru hoshi te o nobashi

Kamera mendekat dan memperlihatkan wajahnya Naruto dimana ia sedang memandang langit yang cerah dengan iris mata yang seharusnya berwarna biru langit namun kini berwarna hitam kelam

semaru jikan de nijinde iku mirai

Kamera berganti dan kini memperlihatkan masa lalu Naruto bersama Kyubi di dalam hutan kematian dimana Naruto berdiri di hadapan Kyubi yang tengah tertidur dengan pulasnya

But I want to be honest with myself

Kamera bergeser dimana kini Naruto tengah memandang Konoha dari atas patung wajah Hokage ke-empat

Come clean kazamuki (ah?)

Kamera berganti dan kini memperlihatkan keseluruhan perpustakaan Babylonia yang luas

Kaete tsukuru scene

Kamera yang bergerak untuk memperlihatkan keseluruhan perpustakaan Babylonia kini berhenti ketika menemukan keberadaan Ophis yang tengah membaca sebuah buku di salah satu sudut perpustakaan

Keep it real, ikita akashi (ah?)

Ophis yang awalnya duduk dengan tenangnya tiba-tiba saja berdiri ketika ia merasakan sesuatu dan tak memperdulikan buku yang tadi ia baca terjatuh ke lantai

Nokosu masterpiece

Dengan tergesa-gesa Ophis berlari ke arah pintu masuk dimana tampak sosok Sasuke yang tengah menunggunya

Everybody betray me

Kamera berganti dan kini memperlihatkan Kushina yang tengah terduduk di tanah sembari memeluk jasad Menma yang terbujur kaku di permukaan tanah

No furete kureta kimi no yubi

Kamera mendekat memperlihatkan Kushina yang mempeeratkan pelukanya pada Menma dengan air mata yang mulai menetes dari kedua matanya

Every thing betray me

Kamera kembali berganti dan kini tampak Arthuria yang seorang diri berdiri di hadapan singgahsananya yang kosong

That's not it asete mo yuruganai

Layar tiba-tiba saja rusak lalu kembali seperti semula, namun Arthuria kini telah duduk di singgahsananya hanya saja ia tak sendirian lagi karena dia tengah di kelilingi oleh segerombolan Assassin yang tampak siap untuk membunuhnya

nanbyakkai datte nan hyaku man-kai datte

Kamera berganti dan kali ini memperlihatkan Jibril yang sedang berdiri di atas Avantheim

kizu kasanete mo yuzurenai my faith

Namun ketika Kamera bergerak mundur tampak Jibril yang tidak sendirian karena di belakangnya tampak sebuah batalion Angel Knight yang siap untuk berperang

sonzainoshōmei itsu datte myself

Kamera lagi-lagi berganti dan yang terlihat kali ini adalah raja Arthur yang tampak siap untuk menghadapi pertempuran dengan ditemani Jiraiya, Minato, Fugaku, dan Hiasi yang berdiri di belakangnya

I gotta make a change

Kamera bergeser dan kini memperlihatkan Kakashi dan Obito yang tengah bersiap untuk berperang

(make a change yeah)

Layar tiba-tiba rusak namun meskipun buram masih tampak dengan jelas kalau layar tengah memperlihatkan masa lalu Kakashi dan Obito yang tengah bersama dengan seorang gadis

yuganda sekai de ashiato tadotte

Kamera berganti dan tampak Arthuria yang tengah berdiri di depan jendela kamarnya sembari memandang matahari terbit dengan pandangan yang memancarkan kekawatiran

koe ni naranai sakebi o osaete

Sementara itu Naruto dan Sasuke yang tengah berada di perpustakaan Babylonia tiba-tiba saja menoleh ke arah lain ketika merasakan sesuatu

nanbyakkai datte nan hyaku man-kai datte

Tidak jauh dari keberadaan Naruto dan Sasuke tampak Ophis yang tengah menutup buku yang tengah ia baca sedangkan Ashuramaru kembali mengubah wujudnya jadi sebuah Katana ketika ia juga merasakan sesuatu

I Findcreate myself

Setelah Ashuramaru kembali menjadi wujud Katananya dengan cepat Naruto mengambilnya lalu menyusul Sasuke yang lebih dulu pergi

Now or Never

Kamera berganti dan memperlihatkan wajah Naruto dari samping lalu bergerak cepat ke depan menunjukan wajah seriusnya Naruto yang tengah menatap ke arah kamera

Chapter : Prolog

-Arc : Babylonia-

'Bukalah matamu wahai reinkarnasi Ashura, dirimu telah terpilih sebagai lambang dari kebaikan, cahaya, dan harapan!'

"S-siapa kau"

'Kau akan tahu siapa aku jika waktunya sudah tiba, jadi bangkitlah dan penuhi keinginanku wahai simbol kemuliaan!'

Ketika membuka kedua matanya Naruto cukup terkejut karena hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit ruangan berwarna putih, beberapa kali ia mengedipkan kedua matanya barulah ia menyadari kalau ia tengah berada di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh warna putih.

"Ini dimana?"

Kedua matanya memandang ke segala penjuru ruangan, setelah beberapa saat ia sadar kalau dia sedang berada di rumah sakit Konoha namun yang menjadi pertanyaanya sekarang adalah kenapa ia bisa berada disana, karena terlalu larut dalam pemikiranya sendiri Naruto yang tidak menyadari kalau ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan yang tengah ia tempati hingga pikirannya pun langsung buyar ketika ia mendengar suara dari sosok yang amat ia kenali.

"Kau sudah sadar, dobe?"

Seketika pandangannya Naruto pun tertuju pada sosok tersebut, dimana tampak Sasuke yang tengah berdiri di samping tempat tidur yang tengah ia tempati.

Penampilanya tak jauh berbeda dari terakhir kali mereka bertemu, hanya saja kedua matanya di tutupi oleh sebuah kain berwarna hitam, serta tangan kanan yang dililiti oleh perban.

"Sasuke?"

Naruto berusaha mengangkat tubuhnya memposisikan dirinya untuk duduk diatas kasur pasien yang tengah ia tempati lalu kembali menoleh ke arah Sasuke, melihat perubahan yang ada pada sahabatnya tersebut, terbesit keinginan untuk bertanya kepada Sasuke tentang apa yang baru saja sahabatnya itu alami, namum entah kenapa ia merasa ragu untuk menanyakan hal tersebut sayangnya rasa ingin tau lebih menguasai dirinya jadi ia pun memutuskan untuk bertanya pada sahabatnya tersebut.

"Sasuke, apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?"

"Apa kau tak mengingat apa yang telah terjadi pada kita berdua, dobe?"

"Berhenti memanggilku begitu!, dan jawab saj_"

Sebelum Naruto dapat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja ia merasakan rasa nyeri yang luar biasa pada kepalanya, kepingan-kepingat peristiwa yang baru saja ia alami mulai terlintas di ingatanya, dari pertarunganya melawan Obito, Madara, Kaguya, hingga pertarungan terakhirnya melawan Sasuke. Ia mengingatnya, ia mengingat pertarungannya dengan Sasuke dan ia tau alasan kenapa ia bisa berada di ruangan inap pasien rumah sakit Konoha.

"Kau baik-baik saja, dobe!"

Dengan dipenuhi rasa kehawatiran Sasuke bertanya pada Naruto mengenai kondisinya, Sasuke sadar kalau Naruto baru saja sadar dari komanya dan kondisinya masih belum pulih sepenuhnya, terbesit rasa penyesalan dalam lubuk hatinya karena ialah penyebab dari komanya Naruto, meskipun ia telah merelakan sesuatu yang menjadi ciri khasnya sebagai Uchiha, namun ia merasa itu belum cukup untuk menutupi kesalahan yang telah ia perbuat.

"Uhm... A-aku baik-baik saja"

"Sasuke"

"Hm?"

"Ada yang inginku tanyakan, ini penting"

Merasa kalau Naruto tengah menatapnya dengan pandangan serius, Sasuke menarik salah satu kursi yang ada di dekatnya untuk ia duduki, melihat Sasuke yang sudah duduk Naruto pun mulai bertanya, awalnya ia hanya ingin menanyakan bagaimana keadaan Konoha selama ia tak sadarkan diri atau bagaimana keadaan teman-temannya setelah peperangan berakhir, namun ia lebih memilih menanyakan sesuatu yang sedari tadi terus menganjal di hatinya.

"Sasuke, ...apa yang terjadi pada kedua matamu?"

Sasuke cukup terkejut ketika Naruto menanyakan hal tersebut karena dari sekian banyak pertanyaan yang menurutnya akan Naruto tanyakan padanya, malah pertanyaan yang tak ingin Sasuke dengar yang malah keluar dari mulutnya Naruto.

Mengeluarkan udara yang ada di paru-parunya melalui mulut lalu mengalihkan pandangannya dari Naruto, pada saat itu Naruto sedikit terkejut karena Sasuke mengalihkan pandangannya darinya namun tanpa Naruto ketahui kalau di dalam pikirannya Sasuke merasa kalau ia terlalu bodoh karena berpikir kalau Naruto pasti tak akan menanyakan hal tersebut kepadanya, tapi entah kenapa hatinya mengharapkan hal tersebut jadi untuk mengungkit hal tersebut hatinya jadi terasa berat, hingga dengan berat hati Sasuke pun terpaksa mengatakannya kepada Naruto.

"Kedua mataku sudahku berikan pada orang lain"

"A...!?, a-apa maksud dari ucapanmu itu, Sasuke?"

Naruto sangat terkejut dengan perkataan Uchiha terakhir itu, ia mencoba menanyakan kepada Sasuke apa maksud dari perkataanya barusan, namun pertanyaanya tak diperdulikan oleh Sasuke yang kembali memfokuskan pandangan pada Naruto.

"Aku tak mau membicarakannya lagi, dobe"

"Kenapa kau lakukan itu?"

"Ini untuk menebus dosaku di masa lalu"

Mendengar itu Naruto hanya bisa tertunduk sembari mengepalkan kedua tangannya, ia merasa tak berguna karena ketika sahabatnya membutuhkanya ia malah tidak dapat berbuat apa-apa.

'Jangan lagi' ia merasa kesal dan sedih bercampur menjadi satu, perasaan yang ia rasakan ini entah kenapa sama seperti ketika kematiannya Neji dulu.

"Kau akan mengerti kenapa aku memberikannya ketika kau tau kepada siapa mata itu aku berikan"

"Siapa?"

"Mata itu aku berikan padamu"

"Eh...?"

Kali ini Naruto tidak dapat berkata apa-apa, ia hanya bisa terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka, peryataan yang Sasuke lontarkan kali ini benar-benar telah menghantam otaknya sehingga ia kesulitan mencerna makna dari perkataan Sasuke barusan.

"A-apa?"

"Bukankah sudahku katakan kalau mata itu aku berikan padamu"

"Aku tidak memintamu untuk mengulang kata-katamu, tapi kenapa mata itu kau berikan padaku!?"

"Karena tidak ada pilihan lain selain memberikanya padamu"

"Ugh... setidaknya jelaskan lebih detail padaku!"

Dia benar-benar kesal dengan kelakuan si pantat ayam ini, namun tidak ada gunanya mengeluh dengan keadaannya yang seperti ini, dengan menundukkan wajahnya sehingga wajahnya tertutupi oleh helai-helai rambutnya, Naruto berusaha memikirkan alasan kenapa Sasuke memberikan matanya kepadanya, ia bahkan sempat berpikir kalau Sasuke hanya sedang bercanda dengannya namun ketika ia menoleh ke arahnya.

'Tampaknya ia benar-benar serius dengan perkataannya'

Mengalihkan pandangannya ke arah jendela, namun bukan pemandangan di luar sana yang ia lihat melaikan pantulan wajahnya di kaca jendela meskipun terlihat samar-samar tapi ia masih dapat melihat pantulan dirinya, tidak banyak perubahan yang terjadi pada dirinya hanya saja iris mata berwarna biru cerah miliknya kini telah di gantikan oleh iris mata berwarna hitam kelam dan Rinne-Sharingan yang tengah aktif.

Cukup lama ia memandangi dirinya di kaca jendela tersebut, perasaan tidak enak mulai merasuki jiwanya hingga suara Sasuke menghancurkan segalanya.

"Mata itu aku berikan padamu karena mata milikmu mengalami kebutaan"

"Kenapa baru kau katakan sekarang...! Apa buta?"

Rasa kesal yang Naruto rasakan seketika hilang dan di gantikan oleh rasa penasaran yang kuat, mengalihkan pandangannya dari kaca jendela dan kembali memandangi Sasuke yang sedari tadi terus memandanginya.

"Bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi padaku setelah pertarungan kita waktu itu, Sasuke?"

"Selain kau kehilangan tangan kirimu, kau juga kehilangan kedua penglihatanmu akibat efek dari ledakan yang disebabkan oleh benturan dari dua jutsu yang kita buat.

"Lalu kau berikan kedua matamu padaku?"

"Uhm"

"Lalu bagaimana denganmu, maksudku adalah apa kau masih bisa melihat?"

"...itu-"

"...Maaf!, aku malah menanyakan sesuatu yang sudah jelas, ...aku memang bodoh"

"Jangan terlalu memikirkanya, karena ini adalah keinginanku sendiri, selain itu aku tidak harus memiliki mata untuk dapat melihat"

"Eh?"

"Karena dengan tangan kanan yang Orochimaru buatkan untuk-ku, aku jadi dapat merasakan apa yang ada disekitarku lalu membayangkannya di pikiranku"

Sasuke mengangkat tangan kanannya yang dililiti oleh perban untuk memperlihatkannya pada Naruto, sedangkan Naruto yang mendengar ucapanya Sasuke hanya bisa syok dimana hanya ada satu hal yang terlintas di pikiranya mengenai kemampuan baru milik sahabatnya ini.

'Bagaikan melihat melalui indra ke-enam'

Itulah yang terlintas di pikiranya Naruto, namun yang menjadi pertanyaanya sekarang adalah bagaimana cara kerja dari kemampuan baru milik Sasuke tersebut.

"Bagaimana cara kerjanya?"

"Tangan ini dapat merasakan dan menyerap Cakra yang ada di sekitarku, dengan kata lain kemampuan ini hampir sama seperti Senjutsu milikmu"

"Aku mengerti, jadi tangan itu dapat merasakan apa yang ada di sekitarmu contohnya saja jika ada sesuatu di hadapanmu lalu tangan itu akan merasakan Cakra alam yang mengalir di sekitarnya dan kau pun akan membayangkan di pikiranmu apa itu?"

"Uhm"

"Selain itu tangan itu juga dapat menyerap Cakra yang ada di sekitarmu layaknya Senjutsu, sehingga kau tak perlu khawatir jika seandainya kau kehabisan Cakra karena tangan itu akan menyerap Cakra alam lalu menyalurkanya padamu. Namun yang menjadi pertanyaanku selanjutnya adalah... Bagaimana cara tangan itu melakukanya?"

"Tangan ini Orochimaru buat menggunakan Sel DNA Hokage pertama, Senju Hashirama. Lalu ia tanamkan DNA Jugo ke dalamya sehingga tangan ini dapat menyerap Cakra alam"

"Aku mengerti"

Merasa kalau Naruto tampaknya sudah mulai memahami kondisi yang saat ini tengah mereka alami, Sasuke akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya dan berniat pergi karena merasa suhu udara yang ada di sekitarnya mulai terasa dingin selain itu orang-orang yang sedari tadi berkeliaran di sekitar rumah sakit ini tampaknya sudah tidak ada dimana itu menandakan kalau hari sudah menjelang malam, namun ketika ia baru saja akan melangkahkan kakinya Sasuke ingat akan tujuan awalnya menemui Naruto dan dengan cepat ia menoleh ke arah Naruto yang tengah memandangi sang rembulan yang tampaknya mulai menampakkan dirinya.

"Jika kau ingin melihat sesuatu yang menarik, datanglah ke hutan kematian"

Setelah mengucapkan apa yang menjadi tujuan utamanya menemui Naruto, perlahan Sasuke meninggalkan Naruto hanya diam memandangi kepergiannya, setelah pintu tertutup Naruto langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang, ia menatap lelah atap kamar rumah sakit yang selalu berwarna putih, kepalanya terasa sakit ketika ia mengingat lagi semua yang Sasuke katakan kepadanya.

'jika kau ingin melihat sesuatu yang menarik, datanglah ke hutan kematian'

Kata-kata itu terus mengganggu pikiranya, sudah berjam-jam ia terus memikirkan apa yang dapat membuat seorang Uchiha Sasuke tertarik dan hampir semua jawaban yang dia pikirkan berisi ketidakpastian.

'Ya hampir semua...'

Naruto terdiam seolah menyadari sesuatu, ia bergegas bangkit dan berjalan menuju jendela, dan saat sampai didepan jendela ia langsung membukanya dimana tubuhnya yang hanya ditutupi oleh pakaian tipis langsung dihantam oleh dinginnya angin malam, dengan tergesa-gesa ia pergi melalui jendela dan melewati atap-atap rumah penduduk ia tidak memperdulikan keadaannya yang saat ini masih dalam keadaan pemulihan karena yang menjadi tujuannya saat ini adalah pergi ke hutan kematian.

"Kecuali hal-hal yang berhubungan dengan... Kaguya"

Ketika berada di depan hutan kematian, Naruto perlahan menurunkan kecepatannya iris mata hitam kelam miliknya terpukus pada sekelilingnya berusaha mencari apa yang dimaksud oleh Sasuke dengan 'sesuatu yang menarik'.

Langkah kakinya semakin membawanya masuk ke dalam hutan, namun ia sama sekali tak menemukan apa yang ia cari hingga iris hitam kelam miliknya menemukan sesosok makhluk berbentuk seperti rubah raksasa dengan sembilan ekor yang melambai-lambai.

"Kurama!"

Salah satu dari sembilan Bijuu dan merupakan yang terkuat diantara para Bijuu... Kyuubi, Naruto sempat berpikir kalau Kurama-lah yang Sasuke maksud, namun jika ia pikirkan lagi itu tak masuk akal, karena Sasuke sudah pernah bertemu dengan Kurama secara langsung sebelumnya.

"Akhirnya kau sadar dari koma-mu bocah, selain itu tampaknya si bocah Uchiha itu juga sudah menceritakan kepadamu mengenai mata sialan itu"

"Uhm"

Melihat Naruto yang tampaknya tengah mencari sesuatu, membuat Kurama jadi terasa geli hati melihatnya karena ia tahu apa yang tengah bocah Uzumaki itu cari.

"Tampaknya ia juga sudah menceritakan hal itu padamu?"

"Kau tau apa yang dimaksud oleh Sasuke, Kurama!?"

"Uhm"

Perlahan Kurama mengangkat salah satu ekornya memperlihatkan apa yang ada dibalik ekornya itu, dimana tampak sebuah batu berukuran besar dimana terdapat sebuah tulisan yang mengeluarkan cahaya berwarna hijau terang, melihat hal yang tak masuk akal itu bukanya syok ataupun terkejut malahan Naruto hanya diam memandanginya, di dalam pikirkannya hal-hal semacam ini bukanlah kejutan lagi jika itu sudah berhubungan dengan sosok Otsutsuki Kaguya.

"Ini...?"

Bersambung~

-Next Chapter : Sasuke Side-

Hallo semua!, ini merupakan Fic pertama yang aku Upload, temanya adalah isekai maaf jika pendek namaya juga Prolog, jadwal Updatenya paling lambat 2 minggu sekali namun jika tidak ada halangan mungkin seminggu sekali, Fic ini sudah kubuat Sketsa kasarnya jadi aku sudah ada ide untuk cerita ini dari awal hingga akhir, namun jika ada yang ingin memberikan saran atau keritik silahkan saja dan jika ada yang ingin menambahkan karakter atau semacamnya katakan saja akan aku pikirkan lagi namun jika itu berhubungan dengan jalan cerita yang sudah aku buat, cerita ini mungkin akan ada 2 season tambah 7 extra/movie chapter, season pertama mungkin ada sekitar 21 arc dan satu arc bisa 3 chapter lebih, dalam chapter ini diperlihatkan Kurama yang tak berada dalam tubuh Naruto karena Saat bertarung melawan Sasuke, Sasuke sempat menarik Kyuubi dari dalam tubuh Naruto menggunakan Rinne-Sharingan kalau di Animenya Sasuke hanya mengambil Cakra milik Naruto namun disini aku buat Sasuke menarik Kyuubi dari dalam tubuh Naruto, alasan kenapa Naruto masih hidup itu karena Cakra Ashura yg ada dalam tubuh Naruto yang telah menyelamatkanya meskipun akibatnya ia tak dapat lagi mengunakanya (Cakra Ashura) sekarang, ini merupakan alasan kenapa Sasuke lebih dulu sadar ketimbang Naruto karena cakra Indra-lah yang telah menyembuhkan Sasuke, kapan Naruto dan Sasuke ke dunia lainnya mungkin 3 chapter lagi..., karena sudah semua maka saya ijin pamit, jaa ne~.