KELUARGA WARNA-WARNI
.
.
.
Namjoon and Seokjin with their babies;
Yoongi. Hoseok. Jimin. Taehyung. Jungkook.
.
Family. Humor. Romance.
Yaoi. AU
.
.
.
.
.
Menikah diusia muda adalah salah satu tantangan zaman sekarang. Ketika usia produktif sedang dibutuhkan di beberapa lapangan pekerjaan, yang mengharuskan anak-anak muda usia itu bekerja lebih giat. Agar tunjangan kehidupan bisa terpenuhi. Maka urusan menikah bukan menjadi prirotas utama mereka.
Anak muda masa kini lebih menjadi kritis dan realistis. Membangun keluarga sekarang sama saja memburamkan masa depan. Ketika sudah berkeluarga maka tidak ada lagi kata bersenang-senang. Setiap hari, setiap pekerjaan yang kita lakukan semata hanya agar keluarga kita bisa tercukupi kebutuhannya. Dan itu sungguh merepotkan.
Tapi itu tidak berlaku bagi Kim Namjoon; pria berusia duapuluh delapan tahun. Disaat usianya sedang produktif dan matang, dia sudah memiliki keluarga; seorang suami lainnya yang bernama Seokjin dan kelima anak laki-lakinya yang menggemaskan. Dia menikah dengan Seokjin yang setahun lebih tua darinya, saat berusia duapuluh tiga tahun. Suatu keputusan yang beresiko, karena pernikahan diusia muda rentan akan perpisahan. Tapi benarkah?
Bagaimana kalau kita mengenal keluarga warna-warni ini terlebih dahulu.
.
.
.
.
Kim Namjoon—28 tahun, merupakan seorang pegawai disalah satu perusahaan swasta. Suami dari Seokjin dan ayah dari kelima anaknya. Bisa dibilang Namjoon ini lelaki yang luar biasa; karena hanya dia seorang yang sudah berkeluarga diantara teman-temannya yang lain. Namjoon adalah pribadi yang lembut dan juga penyabar.
Kim Seokjin—29 tahun, suami dari Namjoon dan menjadi bapak rumah tangga. Hum, sebut saja begitu karena dia bekerja dirumah seharian. Membangunkan suami tercinta dan anak-anaknya, memasak, mencuci, membersihkan rumah dan mengajarkan anak-anaknya. Persis seperti para ibu lainnya, hanya saja dia ini laki-laki.
Yoongi, anak pertama mereka yang berusia enam tahun, baru masuk sekolah dasar. Sangat suka membantu bundanya—Seokjin—memandikan adik paling bungsu. Dia sangat dekat dengan adik bungsunya dibanding yang lainnya.
Hoseok, anak kedua berusia lima tahun. Belajar di taman kanak-kanak kelas B. Hoseok anak yang paling aktif; lari sana-sini, loncat sana-sini, menari sana-sini. Tapi dia yang paling takut dengan hantu. Dan juga bentakan kakaknya, Yoongi.
Jimin dan Taehyung, si kembar tapi tidak identik. Berusia tiga tahun dan belum bersekolah. Jimin lahir lebih dulu dibanding Taehyung, beda sepuluh menit. Mereka berdua selalu melakukan hal-hal menyenangkan bersama. Seperti; mengerjai Hoseok dengan gambar hantu-hantuan, menyembunyikan bola basket mini milik Yoongi, hingga ikut tidur dengan ayah-bunda mereka, bahkan mereka punya kamar sendiri. Dan khusus Jimin, dia ini sebenarnya sangat menyayangi kakak tertuanya. Dia selalu menyukai setiap Yoongi menyuapinya makan. Tapi Yoongi tidak pernah peduli dengannya.
Dan yang paling kecil, Jungkook. Baru berusia satu tahun tiga bulan. Dua minggu yang lalu giginya mulai tumbuh dua dan dia sudah bisa berjalan meski belum lancar. Merupakan anak kesayangan bunda Seokjin dan keempat kakaknya.
.
.
.
.
"Bunda, ada undangan dari sekolah untuk acara perayaan hari anak." Yoongi memberikan undangan itu untuk Seokjin.
"Bunda, Ibu guru bilang bunda disuruh ke sekolah." Itu Hoseok yang baru saja kembali dari kebun belakang. Seokjin menaruh Jungkook di roda miliknya dan beralih pada Hoseok.
"Kapan bunda harus ke sekolah?"
"Aku tidak tahu."
"Lalu kenapa bunda disuruh kesana!" Yoongi mengencangkan suaranya yang membuat Hoseok kaget dan langsung menunduk. "Aku duluan yang kasih bunda undangan. Jadi bunda haru ke sekolahku dulu!"
"Huwee~!"
"Bunda! Taehyungi jatuh kedalam lubang!" Jimin datang dengan wajah dan baju kotor penuh lumpur dan bau tidak sedap.
"Astaga, Taehungi!"
Seokjin buru-buru ke kebun belakang untuk melihat Taehyung yang katanya terjatuh didalam lubang. Meninggalkan Hoseok yang masih menangis, Jimin yang sangat kotor dan Yoongi yang sedang mendorong roda Jungkook.
"Yoongi hyung, mandiin aku dong. Aku kotor nih" Jimin merentangkan tangannya. "Mandi saja sendiri!"
"Huwe~~" Jimin melihat kearah Hoseok yang semakin kencang menangis karena mendengar teriakan Yoongi lagi. "Kenapa Hoseok hyung yang nangis?"
"Jimin! Ayo mandi sama bunda sama Taehyungi juga!" Seokjin terburu-buru ke kamar mandi dengan Taehyung digendongannya.
"Ga mau! Aku mau dimandiin sama Yoongi hyung."
"Tapi aku tidak mau!"
"Huwe~~~"
"Bunda~ Yoongi hyung tidak mau mandiin aku."
"Ish, mandi sama bund asana!"
"Bunda~"
"Dda~ dda~ dda~"
"Huwee~ bunda, huwe~~"
Duh, sepertinya malam ini Seokjin harus meminum obat sakit kepala lagi.
.
.
.
.
Okay, its just a prolog.
Lemparin aku batu gapapa kok, apalagi yang bacan. Aku ikhlas.
Masih ada yang ingat aku pernah bilang, mau bawain sesuatu yang baru dan segar? Dan ini dia~
Ini udah lama loh ada di file tapi belum sempet dipublish. Berhubung lagi ga terlalu sibuk jadi aku mau publish ini. Plis jangan liat dari kata-kata dalam ceritanya ya, emang ada bapak rumah tangga? Aku aja bingung. Mana si Seokjin dipanggil bunda lagi?!
Hahahaha, maafkan selera humorku yang cetek ini ya. Ini bertujuan buat menghibur aja kok, kalo belum ada yang terhibur ya, maklumin saja. Karna aku bukan pelawak.
Okay, ada yang berkeinginan ngasih saran? Silahkan~
