Kisah cinta dua Rubah Ekor Sembilan.
Fanfiction ini ditulis oleh:
Author fanfic Azainagamasa53
Wattpad Azainagamasa 53
Perkumpulan Author dan Reader
Disclamers:
1.Fate Exstra CCC by Typemoon dan Kinoko Nasu
2.Naruto Shipudden by TV Tokyo and Masashi Kishimoto.
Pair: NaruTama(Naruto Uzumaki x Tamamo no Mae)
Charakter: Uzumaki Naruto,. Tamamo no Mae
Genre: Romance,. Fantasy.
Episode 1: Perjumpaan.
*Sedikit Info:
Meski setingan tempat dan karakter kuambil dari Masashi Kishimoto, namun alur cerita milik gua, jadi jangan protes kalau Naruto tidak kawin dengan Hinata meski sudah jadi Hokage, karen Hinata melerakan dirinya menjadi Istri dari Toneri dengan syarat Toneri tidak menghancurkan bumi.
Mulai ceritanya:
Pada suatu hari seorang lelaki berambut pirang jabrik yang merupakan seorang Shinobi hebat dari desa Konoha Yang merupakan pahlawan perang dunia shinobi, mulai bosan dengan kehidupannya, sebagai seorang pahlawan, ia pun memutuskan untuk mempelajari beberapa jutsu dan melatih kemampuannya agar tidak tumpul.
Meskipun dunia sedang damai, tak menutup kemungkinan ada pihak yang menginginkan perang akan mengacaukan perdamaian yang sudah dibuat, maka dari itu Naruto terus melatih kemampuannya, meskipun secara diam-diam, kenapa demikian, itu karena ia tidak ingin semua yang ia lakukan diketahui oleh semua orang, banyak jurus yang telah ia pelajari, hingga akhirnya ia menguasai sebuah jutsu yang bisa digunakan untuk memanipulasi ruang dan waktu, atau Jigokan no jutsu.
Banyak hal yang telah berlalu, namun Naruto tak melupakan semuanya, mulai dari penyerangan Toneri, Invasi Otsutsuki bersaudara dan lain-lain, hinggak akhirnya Naruto merasa kurang nyaman dengan kondisi desa Konoha dan menyerahkan tanggung jawab desa kepada Sasuke.
Sasuke pun menerima tanggung jawab itu dengan menjabat sebagai Hokage desa Konoha, Naruto tau kalau Desa akan jauh lebih aman ditangan Sasuke dari pada dirinya yang merupakan seorang bujang lapuk tak laku-laku.
Bukan karena tak ada yang ingin dengannya, namun karena tak ada yang sesuai dengan hatinya. Setiap hari Naruto berjalan mengelilingi seluruh dunia Shinobi mencari ilmu pengetahuan dan juga jutsu-jutsu terlarang dari seluruh negara lalu mempelajarinya.
"Jutsu yang bisa membuka celah dunia baru? Hem... kelihatannya patut dicoba," gumam pelan Naruto saat membaca salah satu perkamen jutsu yang ia curi dari Kirigakure.
Naruto pun membuat banyak bunshin dan mereka mulai mempelajari semua jutsu yang ada di perkamen yang ia curi dari berbagai negara dan desa-desa ninja. Banyak desa-desa yang memburu Naruto karena di anggap sebagai pencuri barang berharga, dengan begitu, hubungan para desa dengan Konoha bisa rusak.
Menyadari hal itu Sasuke langsung mengajak Naruto untuk berdiskusi mengenai hal tersebut.
"Naruto, bisakah kau mengembalikan semua perkamen yang kau curi?" pinta Sasuke pada Naruto yang saat itu sedang membaca salah satu perkamen jutsu.
"Em... hal itu bisa saja aku lakukan... tapi setelah aku menguasai semuanya," jawab Naruto.
"Tapi Naruto hubungan Konoha dan negara lain akan semakin buruk jika kau tidak mengembalikan perkamen itu dan meminta maaf pada negara yang bersangkutan!" tegas Sasuke.
Naruto mengalihkan pandangannya dari perkamen-perkamen yang ada di tangannya ke wajah Sasuke, pandangan Naruto terkesan dingin dan sangat kesepian.
"Ya terserahlah, silahkan saja, jika mereka mau memusuhi Konoha karena itu sudah bukan tanggung jawabku," jawab Naruto dengan nada datarnya, ia benar-benar tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi.
"Kalau begitu, terpaksa aku akan melawanmu dan mengembalikan semua yang telah kau curi dari mereka. Demi perdamaian yang kita perjuangkan sejak lama!" Sasuke lalu mencabut pedangnya dan memperlihatkan mata mengerikannya kepada Naruto, yah Mata Rinnegan dan juga Sharinggan.
"Sasuke... tak aku sangka kau sudah berubah menjadi budak perdamaian. Tapi tak masalah, karena aku juga ingin membunuhmu," ejek dan ungkap Naruto sembari menciptakan ratusan bunshin dengan tubuh yang berselimut chakra Orange dari Kyuubi.
"Naruto! Sejak kapan kau punya lidah sepedas itu!" seru Sasuke, ia benar-benar marah dan tidak senang akan ejekan yang ia dapatkan.
Namun bukannya mendengarkan Naruto malah langsung menyerang dengan kecepatan penuh.
Wush
Trank!
Sasuke berhasil menahan sabetan pisau chakra Naruto dengan pedang kusanagi ditangannya.
"Hooh... hebat juga, aku tidak tau kau bisa berkembang hingga sejauh ini," puji Naruto dengan nada mengejek sembari mendorong chakranya yang berbentuk seperti pedang itu.
Trererererek!
"K-kau p-pikir aku se-selemah itu. Tidak Naruto! justru kaulah yang terlalu lemah!" seru Sasuke lalu dengan cepat ia mengalirkan chakra miliknya keseluruh tubuh.
"Chidori Nagashi!"
Treeeeeeeet Blaaaaaarrrr!
Petir yang sangat kuat keluar dari tubuh Sasuke, namun Naruto dengan cepat menhindarinya lalu berubah dalam mode biju dan menembakan bola energy berwarna hitam dengan kekuatan yang sangat besar.
"Bijudama!"
Boooom
Arena pertarungan langsung hancur, akan tetapi sasuke masih hidup dan menggunakan Susano'o miliknya untuk bertahan dan kali ini dalam mode sempurna, terlihat seperti seorang prajurit samurai dengan armor lengkap membawa Katana yang terbuat dari Chakra dan Sasuke berada di dalamnya.
Mereka pun saling serang satu sama lain hingga akhirnya menghancurkan banyak hal yang ada di sekitar mereka, termasuk pondok kecil buatan Naruto.
Terlihat Naruto mulai terdesak, kenapa? Itu karena yang melawannya bukan hanya Sasuke, Sasuke mendapatkan bantuan dari ninja-ninja lainya.
"Cih! Tidak kusangka kalau kau membawa bantuan sasuke," ucap pelan Naruto yang merasa terpojok akan keadaannya sekarang.
"Matilah kau Naruto!" seru Sasuke sembari mengayunkan pedang Susano'o ke arah Naruto yang sedang terbaring di tanah karena tak sanggup menggunakan mode biju.
Namun yang tak disangka sangka oleh semua orang muncul, Naruto tersersenyum sembari bergumam.
"Buaka"
Deng!
Pedang Susano'o milik Sasuke terhenti ketika Naruto menangkapnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Sasuke ketika melihat Naruto dapat menahan tebasan Susano'o sempurna yang katanya dapat membelah gunung hanya dengan satu tangan dalam mode base atau mode biasa. Padahal dalam mode biju saja Naruto sudah terlempar kesana-kesini.
Bukan hanya Sasuke, tapi seluruh Anbu yang bersama Sasuke juga kaget.
"Tubuhnya mengeluarkan sinar merah," ucap tak percaya mereka.
"Sasuke! Aku akan mengambil Susano'o milikmu!" seru Naruto pada saat itu sembari tersenyum, sedangkan Sasuke masih, tercengang akan hal yang ia lihat dengan matanya.
Lalu tiba-tiba pedang dari monster chakra milik Sasuke langsung tertarik ke depan, bukan hanya pedangnya, namun Susano'onya juga tertarik ke arah Naruto hingga akhirnya lepas dari Sasuke.
"Tidak mungkin," gumam Sasuke sembari menatap ke arah Naruto, terlihat pedang dan Susano'o milik Sasuke yang terbuat dari gumpalan chakra murni itu terserap ke dalam tubuh Naruto.
"Heh, ada apa Sasuke, kau kaget aku bisa menyerap chakra?" tanya Naruto pada Sasuke.
"Bagaimana bisa kau memiliki kemampuan sehebat ini Naruto?" tanya Sasuke dengan pandangan tak percaya.
Naruto hanya diam, lalu memandang ke arah tubuhnya sendiri.
'Sebenarnya aku tidak mau menggunakannya, karena aku belum bisa mengendalikannya, tapi apalah daya ku,' batin Naruto.
"Fuin jutsu dari desa Uzumaki, aku mempelajari semuanya," jawab Naruto sembari menatap santai Sasuke dan para Kage lainnya.
"Jadi kau menyegel chakra milikku" tanya Sasuke.
"Kenapa? Apa kau takut tidak bisa menggunakan Susano'o kembali Sasuke?" tanya Naruto pada saat itu.
"Cih jangan remehkan aku!" seru Sasuke sembari menatap tajam Naruto.
Wussssh.
Tubuh Naruto langsung terbakar oleh api hitam, namun sayang Naruto sama sekali tidak berteriak, ia malah diam saja, bahkan api yang seharusnya tidak akan padam dalam waktu tujuh hari tujuh malam, mulai mengecil hanya dalam beberapa detik saja.
Tak berlangsung lama api hitam itu padam dengan cepat, terlihat Naruto sama sekali tidak terluka, jangankan terluka, merusak pakaiannya saja tidak.
"Harus aku aku api hitamu memang hebat Sasuke, tapi masih belum kuat untuk membunuhku," ungkap Santai Naruto sembari mendekat, terlihat rumput-rumput yang Naruto pijak menjadi layu dan kering.
"Sabaku sotaisou fuin!" seru seorang lelaki berambut merah bata, lalu dengan cepat pasir yang sangat banyak jumlahnya hingga membentuk seperti gelombang, menindih tubuh Naruto dan mengurungnya ke dalam tekanan pasir yang sangat kuat.
"Berhasilkah?" gumam tanya Gaara pada saat itu.
Blaaaarrrrr!
Sebuah tangan raksasa yang terbuat dari chakra keluar dari dalam kuburan pasir itu.
Semua orang kaget melihat hal itu, karena tangan chakra itu berwarna biru tua dan memakai baju kain dari chakra dan tangan kedua muncul, saat mengangkat tubuhnya, terlihat wujud dari Susano'o sempurna milik Sasuke yang baru saja diisap Naruto muncul ke permukaan.
Sasuke, Gaara dan beberapa kage lainnya kaget melihat Naruto bisa menggunakan Susano'o bahkan itu dalam wujud sempurna, dan stabil.
"Sasuke, Gaara, Kurutsuchi, Darui dan para Kage lainnya, apa kalian terkejut dengan yang aku lakukan?" tanya Naruto memandang mereka dengan pandangan meremehkan.
Sasuke mulai marah dan ikut menggunakan Susano'o miliknya untuk melawan Naruto mereka bertempur, Naruto melawan lima Kage, Darui langsung menggunakan serangan serangan petir hitam miliknya, begitu juga dengan Kurutsuchi yang merupakan Tsuchikage, menggunakan elemen tanah terkuatnya.
Gaara Menggunakan elemen pasirnya yang sangat kuat untuk menghancurkan Susanoo yang Naruto gunakan, Namun Naruto bisa mengatasinya dengan menggunakan api hitam miliknya.
Setelah semua serangan gagal Naruto pun merapalkan beberpa segel tangan yang rumit, hingga akhirnya dua bunshin Naruto yang sedang mengumpulkan senjutsu muncul di dalam Susanoo, lalu Naruto pun menyentuh kedua bunshinnya, tangan Naruro menyala dan kedua tubuh bunshin Naruto menghilang, Naruto pun langsung masuk dalam mode sage.
"Unlimited Senjutsu!" gumam Naruto Sasuke kaget, Naruto menggunakan sage mode di dalam Susanoo yang artinya akan memperkuat monster chakra Naruto, namun pada kenyataannya Naruto sudah bisa dikalahkan dalam 5 hari, seluruh gulungannya di ambil kembali sedangkan Naruto di biarkan sekarat di tengah hutan.
"Uhug-uhug!" Naruto menatap langit malam yang gelap tanpa adanya bintang dan bulan dan sangat terasa dingin, hawa dingin yang sangat menusuk tulang bisa Naruto rasakan, tubuhnya bergemetar ketika merasakan hawa dingin.
Darah terus keluar dari dalam tubuhnya, Naruto hanya bisa tersenyum kecut ketika itu.
"Sejak awal, aku dan Kurama tidak pernah menyukai dunia Shinobi, aku tak sebaik yang kalian sangka, selama ini aku mencari kekuatan sebenarnya hanya untuk balas dendam,"
"Cinta, heh emangnya aku masih bisa jatuh cinta ketika, orang yang mencintaiku dengan tulus, begitu mudahnya berpaling, hanya demi bumi dan kedamaian dunia shinobi," keluh Naruto sembari memejamkan matanya.
Terlihat tangan dan kakinya terpisah dengan tubuhnya lalu tubuhnya juga terpenggal, hingga bagian dada dan perutnya terpisah begitu jauh, seluruh isi perutnya berserakan di hitam, bahkan ada yang dimakan oleh burung.
"Jadi kau ingin hidup di dunia yang baru?"
"Yah dimanapun asalkan bukan dunia Shinobi," jawab Naruto melalui suara hatinya, karena mulutnya sudah tidak bisa digerakan.
"Kalau begitu, selamat, tuan Uzumaki Naruto, kau akan hidup kembali di dunia baru yang aku ciptakan, jadi apa ada permintaan?"
"Aku ingin Kurama dan seluruh kekuatanku masih ada dan bisa digunakan di dunia baru" jawab Naruto.
"Baiklah di mengerti."
Tak lama waktu berselang, Naruto merasa ada cahaya yang mengenai wajahnya, ia pun terbangun dan menatap ke arah sekitar.
"Dimana ini? Kenapa aku berada di hutan belantara yang sama sekali tak aku kenal?" gumam tanya Naruto.
Naruto pun berjalan santai menelusuri hutan itu, yang tanpa siapapun sadari, Naruto telah menginjak daerah kekuasaan para Yokai, yang sangat sakral dan pantang untuk dimasuki oleh manusia.
Naruto hanya menatap kagum susunan bendera berlambang rubah dan patung patung rubahnya.
Naruto sebenarnya sadar jika ia sedang di awasi, Namun Naruto memilih diam karena mereka sama sekali tidak mengganggu bagi Naruto.
Secara tiba-tiba Sesosok monster raksasa datang dan menyerang Naruto, Naruto yang sejak tadi hanya diam langsung melompat menghindari serangan yang diarahkan kepadanya.
Duaaarrrrr!
"Goaaaarrrrrrr!" Raung monster itu.
Naruto hanya diam saja, wajahnya begitu santai melihat monster bergada besar itu.
Di balik pepohonan terlihat orang orang bertelinga hewan yang mengawasi Naruto kaget.
"Oni! Untuk apa monster tak berotak itu kemari?" tanya seorang lelaki bersisik dan berekor kadal.
"Aku tidak tau, tapi sebaiknya kita harus melaporkan hal ini pada Kyuubi sama!" sahut gadis berambut hitam panjang dengan telinga kucing.
"Ah kau benar, Ayo!"
Kembali ke tempat Naruto.
"Apa yang kau mau dariku? Kenapa kau menyerangku?" tanya Naruto pada mahluk itu.
"Aku merasakan kekuatan rubah berekor yang sangat kuat dari dalam tubuhmu! Maka dari itu aku akan mengalahkanmu!"
"Oh," gumam Naruto yang langsung mengeluarkan jubah chakra dengan warna orange, tubuh Naruto pun tertutupi oleh aura chakra biju.
"Hoooh, kau langsung serius menghadapiku, sungguh diluar dugaan," ucap monster bertubuh raksasa dengan kulit hijau dan bermata 3.
Naruto hanya memasang tampang malas, lalu tak lama kemudian Naruto melesat menyerang mahluk itu.
Tak tinggal diam Oni itu langsung mengayunkan gada besarnya ke arah Naruto, namun ternyata ayunan gada itu tidak mengenai Naruto.
Blaaarrrrrr!
Tanah pun hancur ketika di hantam gada besar itu.
Dooom!
Sebuah tinju raksasa terbuat dari chakra berwarna orange berhasil mengenai wajah dari monster itu dan membuatnya jatuh pingsan.
Naruto pun menghilangkan mode Bijunya lalu menyentuh wajah sang Oni dengan tujuan mendapatkan kekuatan Oni.
"Tunggu!"
Sebuah suara yang bernada perintah dari seseorang yang ada di belakang membuat Naruto menghentikan tindakannya, ia menatap ke arah belakang.
Terlihat seorang perempuan bertelinga rubah dengan bulu orange, berambut panjang di ikat dengan pita biru, di bagian belakang menjadi mode twintail, berwarna magenta.
Mengenakan Hakama atau pakaian tradisional jepang yang seksi berwarna biru dengan garis putih, kulitnya putih, bermata coklat, ia juga memiliki ekor rubah berbulu lebat.
Gadis itu di kawal oleh orang-orang bertubuh setengah hewan, kebanyakan yang mengawalnya adalah manusia rubah.
"Siapa kau, kenapa kau ada disini?" tanya perempuan itu.
"Namaku Uzumaki Naruto, aku hanya orang yang kebetulan lewat, kau?" jawab dan dan tanya Naruto.
"Kau! Berani sekali bertanya dengan tidak sopan seperti itu kepada pemimpin kami, Kyuubi-sama!" seru marah para pengawal itu pada Naruto.
Mereka sudah siap menyerang Naruto, namun gadis itu menahan mereka, ia menatap mayat Oni yang ada disamping Naruto.
"Kyuubi?" tanya Naruto.
"Yah aku adalah Kyuubi, Tamamo no mae, pelayan dari Amateratsu-sama," ujar gadis itu membenarkan.
mereka berdua saling menatap satu sama lain.
'Jadi Oni ini salah sangka, dia mengira aku pemimpin para manusia setengah hewan karena memiki aura dari Kyuubi, tapi nyatanya ada kyuubi lain disini,' batin Naruto.
'Apa mungkin dia mengalahkan Oni itu sendirian, sebaiknya aku menanyakannya nanti,' batin Tamamo sembari menatap lekat Naruto, mata coklat dan biru shapir saling berpandangan, membuat suasana menjadi sejuk.
"Pengawal tangkap dan penjarakan Oni itu! Lalu kau manusia, ikut kami!" perintah Tamamo pada Naruto
Bersambung
