Disclaimer : Kuroko No Basuke is belong to Tadotoshi Fujimaki-Sensei. The story is belong to FEAITSATSU

Title : My Dearest Fated Omega

Rate, Genres : M, Drama - Romance

Cast : Kagami Taiga, Kuroko Tetsuya

A/N : Typo, EYD berantakan, OOC, Garing, Abal-abal, dll.

Summary : "Apa aku bisa memiliki kebahagianku sendiri?" -Kuroko Tetsuya. "Baik atau Buruknya pandangan orang lain terhadapmu, yang aku tahu bahwa saat ini aku mencintaimu. Jadi cukup cintai diriku juga, My Dearest Omega"-Kagami Taiga.

.

.

.

My Dearest Fated Omega

.

.

.

Chapter 1

Bulan April merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Ya, tidak hanya bunga sakura yang bermekaran pada bulan ini, tapi juga pada bulan ini merupakan bulan dimana seluruh peserta didik baru memulai hari pertama mereka disekolah tujuan masing-masing.

Salah satu peserta didik baru itu adalah seorang pemuda berambut baby blue yang sedang berjalan menuju SMA Teiko untuk mengikuti acara pembukaan. Kuroko Tetsuya -nama pemuda itu- adalah seorang pemuda bertubuh mungil, berkulit pucat, dan merupakan seorang Omega. Ya, Omega yang memiliki kedudukan terendah dalam status sosial masyarakat. Berbeda dengan Alpha -yang memiliki kedudukan tertinggi dan disegani- dan Beta -yang memiliki kedudukan menengah atau rata-rata- Omega dalam status sosial masyarakat cukup diremehkan, terutama bagi seorang Omega laki-laki. Banyak masyarakat merasa kehadiran Omega laki-laki sangat mengganggu, terutama mengenai Pheromone yang dikeluarkan atau ketika mereka -Omega laki-laki- sedang mengalami In Heat yang bisa membuat kericuhan. Kedua hal tersebut menjadi daya tarik sendiri bagi Alpha dan omega laki-laki berbeda dengan Omega wanita.

Akan tetapi kebanyakan dari masyarakat merasa dua hal diatas yang dimiliki oleh Omega laki-laki sangatlah merepotkan sehingga banyak yang memandang remeh mereka. Maka dari itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan ketika seorang Omega -baik laki-laki maupun perempuan- wajib mengenakan Collar sebelum mereka menemukan Mate dan untuk mencegah seorang Alpha tidak sembarangan menggigit Omega ketika masa Heat terjadi.

Berbicara mengenai Mate, banyak dari pihak Omega yang ingin sekali mempunyai pasangan Alpha, agar diri mereka terlindungi apabila masa Heat datang. Begitupun sebaliknya bagi Alpha untuk meredakan massa In Rut. Dan yang paling special dari Mate adalah apabila baik Alpha atau Omega bertemu dengan Fated Pair mereka. Hal yang indah bukan? Kuroko juga ingin merasakan hal tersebut sebelum masa Heat nya datang. Bertemu dengan Fated Pairnya sendiri.

'Apabila matamu bertatapan dengan seorang Alpha, lalu mencium wangi khas yang membuat jantungmu berdebar. Makan dipastikan itu adalah Fated Pair' batin Kuroko mantap seraya memasuki gerbang SMA Teiko, menuju Ballroom untuk mengikuti upacara penerimaan murid baru

"Hei, lihat! Mukanya imut sekali~" ujar seorang murid pada teman-temannya.

"Wah.. baru kulihat Omega laki-laki secara langsung" sahut temannya seraya menunjuk Kuroko.

"Rasanya ingin kupeluk, kulepas Collar itu kemudian kucium leher putihnya dan kusimpan dikamarku, hahaha"

"Kau gila! Ahahaha"

Kuroko -dengan wajah memerahnya- yang menjadi perbincangan oleh kumpulan Alpha tersebut sontak mempercepat langkahnya memasuki Ballroom.

RING.. RING.. RING..

"HEI KALIAN ANAK KELAS 2 CEPAT KEMBALI KE KELAS. BERHENTI MENGGANGGU MURID BARU!!" Teriak seseorang berambut merah dengan alis bercabang. Kagami Taiga. Kumpulan Alpha yang mendengar teriakan tersebut langsung tergesa-gesa meninggalkan tempat karena tidak mau mencari masalah dengan orang tersebut

"Ah, sial! Kita ketahuan ketua OSIS"

"ck! Ayo kembali! Jangan cari gara-gara dengan si Kagami!"

"Sial!"

"Huh. Aku malas berurusan dengan dia"

"HEI! MALAH KABUR KALIAN, PADAHAL BELUM KUBERI PELAJARAN" Kesal Kagami karena tidak sempat menangkap mereka.

"Mattaku, Kagamicchi. Kenapa marah-marah sih?" Ujar seorang pemuda yang berada dibelakang Kagami seraya mengacak-ngacak surai kuningnya.

Dengan geramnya, Kagami berbalik dan menunjuk pemuda yang bersurai kuning tersebut. "Heh, Kise kuso Ryouta! Ini harusnya tugasmu sialan sebagai seksi kemanan OSIS!"

Gemas melihat ekspresi marah ketuanya, pemuda yang dipanggil Kise melingkarkan lengannya ke leher Kagami dan mengecup pipinya hingga membuat wajah Kagami memerah.

CUP.. BLUSH..

"Hiddoi, Kagamicchi. Aku kan sedang masa Heat kemarin. Bagaimana kalau aku berkeliaran sembarangan dan tiba-tiba ada yang melepas paksa Collarku ini, ne?"

"Itu bukan alasan sehingga kau bisa melalaikan tugasmu"

"Ma ma, kagamicchi~~ jahat~ uhh~~" ujar Kise lirih ditelinga Kagami seraya mengecup pelan bagian leher si Alpha namun hanya ditanggapi oleh ekspresi datar.

"apa yang lakukan?"

"Hmm~~ cup~~.. menggodamu?"

"Meh, aku tidak mempan bitch"

"Uhh.. Kagamicchi.. bagaimana kalau kita bermain sebentar, ne?"

SRET..

Dengan paksa Kagami melepaskan diri dari Kise dan menatap Kise datar, sedangkan yang ditatap hanyak menundukkan kepalanya tanpa melihat lawan bicaranya. Entah sudah berapa kali dia ditolak oleh orang yang ada di depannya ini, namun hatinya masih belum terbiasa menerima penolakan tersebut.

"..."

"Dengar Kise. Jangan terlihat murah hanya untuk mendapatkan perhatianku. Kau harus menghargai dirimu sendiri. Aku tidak mengasihanimu hanya karna embel-embel Omegamu. Aku pedulimu padamu sebagai temanku" jelas Kagami seraya tersenyum lembut dan menepuk pelan kepala Kise, namun Kise tetap tidak bergeming.

"..."

"Baiklah. Aku masuk duluan ke Ballroom. Kau bisa menyusulku nanti"

Tap.. tap.. tap..

"Daijoubu?" tanya seseorang tepat berada di depan Kise. Sepeninggal Kagami orang ini langsung buru-buru mendatangi Kise. Karena dia mendengar percakapan mereka tadi, dia melihat semuanya, dan dia tahu Kise akan menangis lagi seperti yang sebelumnya.

"Hiks.. hiks.. padahal aku.. hikss.. sudah.. hiks.. lama menyukai dia.. hiks"

"..."

"hiks.. kenapa.. dia.. hiks.. tidak pernah melihatku.. hiks.. sedikit saja.. kenapa.. hiks.. Aominecchi?"

SRET..

Aomine Daiki. Nama pemuda yang bertanya tadi segera menarik tangan Kise dan langsung merengkuhnya, mencoba membuat nyaman si Omega tetapi hal tersebut membuat si Omega semakin menangis tersedu-sedu

"Ssshhhh... Sudah-sudah. Ada aku"

"Hiks.. hiks.. tapi.. hiks.."

Aomine semakin mengeratkan pelukannya. Hatinya terasa sakit melihat orang yang dicintainya terluka seperti ini. Tidak, dia tidak mau menyalahkan atau marah pada Kagami hanya karena Kagami tidak mau membalas perasaan Kise. Kagami tau dia mencintai Kise seperti Kise mencintai Kagami. Cinta bukanlah sesuatu yang dipaksa bukan? Yah, biarkan kali ini dia yang menghibur Kise, membuat Kise lupa tentang Kagami barang sejenak.

"Aku mencintaimu Kise" bisik Aomine.

.

.

.

Ballroom

Kuroko bersyukur masuk tepat pada waktunya, mengingat suasana di dalam ballroom begitu ramai. Tentu saja ramai. Tahun ini SMA Teiko menerima murid baru sebanyak 300 siswa. Tidak mudah untuk bisa menjadi murid disini, karena ujian masuk yang ada pada SMA Teiko sangatlah susah. Kuroko akui itu dan dia bersyukur berkat usahanya selama ini akhirnya dia bisa menjadi salah satu siswa yang duduk disini. Dirinya tidak bisa berhenti untuk tidak tersenyum seraya memperhatikan Kepala Sekolah yang sedang mendapatkan gilirannya untuk memberikan sambutan.

"Maru kita sambut Kepala Sekolah SMA Teiko, Shuzo Nijimura-san"

CLAP..CLAP..CLAP..

"Ohayou Gozaimasu, seluruh siswa baru. Saya ucapkan selamat datang pada SMA Teiko. Seperti yang kita ketahui SMA Teiko merupakan salah satu SMA terbaik dengan lingkungan yang nyaman untuk semua khususnya untuk Omega. Bapak harap kalian bisa mengikuti tata tertib yang berlaku sehingga bisa menciptakan suasana lingkungan yang baik. Itu saja sambutan dari saya, sisanya biar OSIS yang mengurus jalannya acara. Sekali lagi selamat datang di SMA Teiko. Arigatou Gozaimasu" tepukan riuh di dalam ballroom kembali terdengar setelah diakhirinya sambutan dari Kepala Sekolah.

"Baiklah. Selanjutnya adalah sambutan dari ketua OSIS SMA Teiko yaitu, Kagami Taiga. Dia juga akan menjelaskan mengenai peraturan ospek untuk besok. Untuk Ketua OSIS, silahkan untuk naik ke podium"

CLAP..CLAP..CLAP..

Tiba-tiba suasana di ballroom menjadi hening. Ketua OSIS yang dipanggil langsung berdiri dari bangku paling belakang tempat dimana dia duduk. Dengan santainya dia berjalan menuju podium, matanya menatap lurus dan terlihat angkuh, semua orang yang melihatnya langsung tahu bahwa dia adalah Alpha. Oh, jangan lupakan seluruh Omega yang melihat Alpha ini langsung memerah wajahnya. Tak terkecuali Kuroko. Baru pertama kali dirinya melihat seorang Alpha sampai seperti ini. Hatinya juga entah kenapa berdetak dengan kencang.

DEG.. DEG.. DEG

'pe-perasaan apa ini? Dia tampan sekali' batin Kuroko panik. Dia langsung menangkup kedua pipinya, takut ketahuan bahwa pipinya sudah sangat merah.

"Tampan sekali. Sepertinya dia belum mempunyai pair"

"Tidak sia-sia aku bisa masuk kesini. Hehehe"

"Badannya bagus sekali"

"Rahangnya ingin ku cium~~"

Kagami yang mendengar pujian-pujian itu hanya menganggapnya angin lalu, dirinya sudah sangat terbiasa mendengar hal tersebut dari orang-orang sekitarnya khususnya dari para Omega yang baru pertama kali melihatnya.

"Selamat pagi semuanya" sapa Kagami yang berada di atas podium. Dirinya menatap semua wajah-wajah murid baru yang ada di ruangan ini. Hingga matanya bertemu dengan mata Kuroko yang juga menatapnya.

DEG

'Apa ini? Omega berambut Biru itu manis sekali'

'Eh? Apa ini?'

Baik Kagami ataupun Kuroko, entah kenapa keduanya merasa seperti ada sengatan listrik ketika mata mereka bertemu. Tubuh keduanya tiba-tiba terasa sedikit panas.

'shit! I almost gettin' hard' batin Kagami berusaha tenang dan mencoba menahan diri agar tidak mengeluarkan pheromone Alphanya. Kuroko juga tiba-tiba merasa lubang belakangnya sedikit basah.

Mengatur nafasnya sejenak Kagami kembali bersuara "Perkenalkan saya Kagami Taiga selaku Ketua OSIS SMA Teiko. Saya akan menyebutkan daftar nama kelompok berserta pembina kelompok untuk ospek besok. Yang sudah mendapat nama kelompok berserta pembina bisa untuk perkenalan terlebih dahulu sebelum pulang. Bisa dipahami?"

"Ha'i"

"Baiklah. Kelompok 1... Blah..Blah.."

.

.

.

KELOMPOK 9 (Halal Squad)

PEMBINA : Kagami Taiga Akashi Seijuuro

ANGGOTA : Furihata Kouki, Satsuki Momoi, Kuroko Tetsuya, Takao Kazunari, Sakurai Ryo, Hayama Kotaro, Koganei Shinji, Izuki Shun, Kasamatsu Yukio, Mibuchi Reo.

Kelompok 9 atau *ehem* Halal Squad sedang berkumpul membentuk lingkaran di halaman belakang sekolah untuk sesi perkenalan dan sesi diskusi mengenai barang bawaan untuk ospek besok.

"Perkenalan terakhir silahkan berdiri" Ujar wakil ketua OSIS a.k.a Akashi Seijuro yang menatap pemuda berambut biru yang berada di urutan terakhir sesi perkenalan. Seluruh anggota kelompok langsung menatap pemuda yang ditunjuk tersebut termasuk Kagami yang dari awal memang tertarik dengan Omega satu ini.

"Ha'i" sahut Kuroko seraya bangun dari duduknya.

Kagami yang mendengar suara Kuroko hanya bisa memejamkan mata menahan gairah yang sudah ingin meledak

'ugh suaranya lembut sekali, bagaimana kalau dia mende- ah sialan pikiran laknat'

"Wa-watashi Kuroko Tetsuya Desu. Dari SMP Seiho. Tinggal di Jalan Seirin. Salam kenal semuanya" ujar Kuroko seraya membungkukan badannya dan kemudian duduk kembali.

"Baiklah, itu saja untuk sesi perkenalan. Kemudian, ini adalah kertas yang berisi keperluan ospek besok. Silahkan dipersiapkan" Akashi menyodorkan kertas kepada pemuda bernama Furihata yang duduk disebelahnya untuk dioper ke teman-teman yang lain.

"Apa semua sudah menerimanya?" Kagami yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba bertanya dan kemudia berdiri.

"Sudah senpai"

"Baiklah. Bagi yang masih belum mengerti bisa bertanya melalui nomor teleponku atau Akashi yang sudah ada dikertas tersebut. Kita sudahi untuk hari ini" Kagami langsung meninggalkan kelompoknya dengan terburu-buru. Dia ingat harus memberi kunci ruangan kepada petugas piket yang ada di kelasnya.

"Ha'i senpai. Arigatou Gozaimasu" Jawab semua anggota kelompok 9, lalu mulai bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing.

"Hati-hati di jalan minna" ucap Akashi sambil tersenyum hangat yang membuat semua wajah Omega disana -kecuali Kuroko- memerah. Dirinya berbalik menyusul Kagami atau mungkin ke arah yang berbeda mengingat Kagami pasti punya urusan lain.

.

.

.

Kuroko berjalan sendirian menyusuri hutan kecil yang berada tepat di samping SMA Teiko. Jalan yang dipenuhi dengan bunga sakura tersebut merupakan jalan pintas tercepat untuk bisa sampai ke halte bus. Dirinya memejamkan mata sejenak, masih tidak percaya bahwa senpai yang membuatnya tertarik menjadi pembina di kelompoknya. Ah tiba-tiba wajahnya menghangat. Berhenti sejenak, Kuroko menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk mengenyahkan pikiran anehnya.

SREK..SREK

'suara apa itu?' dirinya menengok ke kanan dan ke kiri melihat dari mana suara itu berasal. Namun nihil tidak ada apa-apa.

SREK..SREK

Suara itu kembali terdengar dan semakin dekat. Dirinya mulai sedikit panik karena tidak melihat ada apa-apa. Sambil memejamkan matanya karena panik, Kuroko mulai berjalan kembali dengan sedikit tergesa-gesa.

BRUK

Ah, dirinya menabrak sesuatu dan akan terjatuh. Namun sebelum itu terjadi, Kuroko merasa ada sepasang lengan yang melingkari pinggang mungilnya. Menangkapnya agar tidak terjatuh.

"Hei~ kau tidak apa-apa?" Tanya sebuah suara dengan lembut tepat di telinga Kuroko. Dirinya bisa mencium wangi mint yang menguar dari orang di depannya dan dia kenal suara ini.

DEG

"Ka-Kagami-senpai" cicit Kuroko setelah membuka matanya. Dia melihat Kagami yang sedang memandangnya. Wajah Kuroko tiba-tiba memerah.

"fyuh~, untung saja kau tidak jatuh. Wajah manismu bisa terluka nanti" ujar Kagami lega seraya tetap memandang Kuroko yang wajahnya memerah. Ah manis sekali. Dia menjadi gemas sendiri melihat Omega ini. Tanpa sengaja dia meremas pelan pinggang Kuroko sehingga membuat Kuroko berjengit.

"Ugg~~ eto.. senpai.. tolong lepaskan aku" ujar Kuroko pelan. Dirinya seperti ingin meleleh dengan posisi seperti ini dan lagi saat Kagami meremas pinggangnya entah kenapa dia tidak risih akan hal tersebut.

"Tidak mau~" goda Kagami. Ah, ini benar-benar tidak seperti dirinya. Biasanya dia sangat dingin dan juga tidak pernah berinteraksi seintim ini dengan Omega lain. Mengingat hal tersebut Kagami menjadi senang.

"Onegai, senpai. Aku kira suara apa tadi dan kenapa senpai ada disini?" Kuroko bertanya seraya mengangkat kepalanya dan menatap Kagami dengan wajah memelas membuat wajanya menjadi lebih manis.

"Gzz.. Kau manis sekali. Dan aku selalu lewat sini ketika pulang" ujar Kagami menarik Kuroko mendekat kemudian menyandarkan kepalanya ke pundak Kuroko, menghirup aroma manis yang keluar dari lehernya. Perbedaan tingginya dengan Kuroko tidak menjadi masalah dan Kagami malah semakin menyamankan kepalanya di pundak Kuroko.

"mmhhh~ Se-senpai" Kuroko bingung harus bicara apa lagi, dirinya benar-benar malu tapi juga senang disaat yang bersamaan. Dia juga merasa geli ketika rambut Kagami mengenai lehernya. 'lembut sekali rambutnya'

"..."

"..."

Tiba-tiba Kagami mengangkat sedikit kepalanya untuk menatap wajah Kuroko, Kagami menyadari Kuroko adalah Omega tercantik dan termanis yang pernah dilihatnya. Terlebih lagi wangi tubuh Kuroko sangatlah manis seperti madu.

"Hei, boleh kucium?" entah terkena angin jenis mana, kalimat tersebut keluar begitu saja.

BLUSH

"..."

"Boleh?" tanya Kagami lagi.

Entah setan apa yang merasuki Kuroko, dirinya menganggukkan kepalanya sambil menatap Kagami.

"Yokatta" dengan senang hati, tangan kiri Kagami naik ke atas menyentuh kepala kuroko, menariknya untuk lebih mendekat ke dia.

"Kalau kau malu, kau tutup matamu saja" bisik Kagami lirih. Mendengar kalimat tersebut Kuroko langsung memejamkan matanya. Melihat hal tersebut Kagami juga ikut memejamkan matanya seraya mendekatkan kepalanya, hingga hidung mereka bersentuhan dan-

CUP

-Kedua bibir mereka bertemu. Lembut. Satu kata yang bisa dideskripsikan dari keduanya saat ini. Kagami mengelus surai biru Kuroko dengan lembut mencoba memberi pesan secara tersirat bahwa dirinya tertarik dengan Kuroko dan hanya mendapat respon remasan di kemejanya. Hingga lima detik berlalu akhirnya Kagami terpaksa memutuskan ciuman mereka karena merasa orang didepannya seperti tidak bernapas.

"Hei, bernapaslah melalui hidungmu" ujar Kagami lembut seraya memandang Kuroko yang sudah meleleh. Pikirannya benar-benar kosong, hingga dia lupa caranya bernapas.

"Gomennasai, ini.. ini ciuman pertamaku" lirih Kuroko dengan wajah tertunduk. Kagami yang mendengarnya entah kenapa semakin senang karena dia menjadi yang pertama bagi Kuroko. Begitupun sebaliknya.

"Ini juga ciuman pertamaku" sahut Kagami. Dengan lembut dia mengelus pelan bibir Kuroko, tangannya yang lain mengelus leher Kuroko yang terdapat Collar.

BLUSH

"Wajahmu memerah, apa kau marah? Hmm?" tanya Kagami yang masih tetap pada kegiatannya. Ah, dia jadi ingin mengecup Kuroko lagi.

Menggeleng pelan Kuroko menjawab "Iie, Kagami-senpai"

"Kalau begitu, boleh kucium lagi?"

"..."

"Tidak boleh yaa?"

"leh.."

"Hmm? Kau bilang apa?"

"Bo-boleh"

"Hehe, aku bisa mati terkena diabetes tahu kalau kau terus bersikap menggemaskan seperti ini" Kekeh Kagami, wajahnya semakin tampan ketika ketawa seperti itu sehingga membuat jantung Kuroko berdebar kencang.

Mendekatkan wajahnya kembali, Kagami kembali berkata "Nah Kuroko, aku mulai yaa"

Kuroko yang masih terpaku hanya bisa diam ketika senpainya itu mulai memejamkan mata, dirinya langsung ikut memejamkan mata dengan erat, bingung juga harus menjawab bagaimana.

CUP.. 1 kecupan

"Aku tertarik denganmu Kuroko"

CUP.. 2 kecupan

"Hngg~ ah~ Se-Senpai"

CUP.. 3 kecupan

"Apa kau tertarik denganku juga? Bolehkah aku mengenalmu lebih jauh?"

CUP.. 4 kecupan

"Ah~ Eto.. Berhenti dulu sebentar senpai"

CUP.. 5 kecupan

"Tidak bisa, kau terlalu manis"

Kagami terus memberi kecupan lembut di bibir Kuroko, hingga akhirnya kecupan itu turun ke dagu Kuroko dan berakhir di lehernya. Dirinya mengecup lama Collar Kuroko, hingga membuat empunya semakin memerah malu

"Ah, geli~ hngg~"

"Manis, kau manis"

"uhhh~~ onegai~~ hngg~~ Kagami-senpai"

Merasa sudah sedikit keterlaluan, dengan menghisap leher Kuroko sehingga menjadi merah, Kagami menyudahi cumbuannya. Dia masih tetap merangkul pinggang Kuroko.

"Daijoubu?" Kagami khawatir melihat keadaan Kuroko yang sedikit berantakan akibat ulahnya.

"Hosh..hosh.. aku malu sekali senpai" cicit kuroko dengan wajah tertunduk

"Gomen. Aku sudah keterlaluan"

"..."

"Tapi aku serius, aku tertarik denganmu Kuroko, apa kau juga?" tangan kiri Kagami memegang dan mengangkat dagu Kuroko untuk bisa berhadap dengannya.

"Aku... Apa boleh memangnya?"

"Hah? Siapa yang bilang tidak boleh?"

"Kau tahu senpai? Kau Alpha dan aku hanyalah seorang Omega biasa"

Gemas melihat ketidakpercayaan diri Omega didepannya Kagami langsung memeluk Kuroko.

"apa kau mendengarnya?" tanya Kagami kepada Kuroko yang berada dipelukannya dan langsung dijawab anggukan pelan

"Detak jantungku. Berdebar keras sekali. Padahal seumur hidupku aku tidak pernah seperti ini"

"Senpai. ."

"Kuroko.."

"Ada ap–"

"Apa kau pernah percaya dengan istilah Fated Pair? Kau pernah mendengarnya bukan?" Jantung Kuroko langsung berdebar kencang. Dirinya entah kenapa merasa belum siap membahas ini. Kemana kepercayaan dirinya tadi?

"Eto.."

"Bila mata Omega dan Alpha bertemu, lalu kedua jantung berdebar kencang mencium wangi yang khas maka –"

"Kagami-senpai–"

"–dipastikan itu adalah fated pa–"

"CUKUP SENPAI"

Suasana tiba-tiba menjadi sunyi setelah Kuroko berteriak dengan sangat kencang. Kagami terdiam. Kuroko juga sama. Dia tidak percaya bisa berteriak seperti itu.

"Kuroko.."

"Gomen senpai, aku sudah harus pulang"

"Tapi.. tunggu"

"Permisi senpai. Matta ashita ne" setelah mengucapkan salam perpisahan Kuroko langsung meninggalkan Kagami begitu saja. Dirinya langsung berlari secepat yang dia bisa, dia tidak sanggup rasanya entah kenapa ingin menangis. Bahkan dia tidak berani melihat kebelakang.

"Hahh.. aku sudah keterlaluan. Sial. Bodoh sekali kau Kagami!"

.

.

.

.

.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam. Namun Kuroko masih tidak bisa tertidur, dirinya masih mengingat kejadian tadi, kejadian dimana senpainya menciumnya. Ya, ciuman tadi terasa memabukkan dan dia ingin merasakannya lagi. Namun dia mengingat juga kejadian dimana dia berteriak kepada Kagami setelah pemuda itu berkata serius dengannya. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Kenapa dia merasa takut setelah Kagami membahas mengenai fated pair? Dan apa benar senpainya adalah fated pairnya?

TES. .

Air matanya tiba-tiba menetes. Dia menyesal sudah berteriak seperti tadi. Dia tidak seharusnya langsung meninggalkan senpainya. Dia harus meminta maaf besok.

"Hiks.. hikss.. Daisuki.. Kagami-senpai.. hiks" bisik Kuroko kemudian terlelap dalam tidurnya.

TO BE CONTINUE

Note : Hai semuanya, this is FEAITSATSU. Salam kenal semoga kalian suka dengan ceritaku. Tolong dukung aku yaa(ʃƪ3)

Jangan lupa kasih vote ke aku. Saran dan kritik yang baik sangat membantu aku. See you chapter 2.