Lima lembar foto di selipkan dengan amat baik di halaman buku favorite Kyungsoo, Scandal in Spring seri Wallflower dari Lisa Kleypas. Sambil tersenyum getir, ia memandang sebentar foto-foto sebelum bergegas menyembunyikannya dari dunia. Setidaknya begitulah cara pikir seorang idol, atau ini hanya suatu emosi Kyungsoo saja meski ia berada di rumahnya sendiri.
Privasinya hanya beberapa persen, jadi dirumah ia bisa mendapat semua itu sepenuhnya.
Buku itu tersusun rapi bersama buku-buku lain di rak yang menjulang di kamarnya. Ia tak mempercayai Jongin menyimpan foto mereka berdua di Roma barang satu lembar pun. Tentu saja Kyungsoo menyelundupkan foto mereka lebih dulu ke rumah ayahnya dengan beralasan.
Oleh-oleh dari Roma untuk ayah Kyungsoo adalah sesuatu yang menggaet simpati Ryewook, sehingga manager imut itu mengizinkan mereka mampir sebentar ke kediaman Do sebelum ke kantor agensi untuk memulai latihan.
Wajah Kyungsoo masam sewaktu Ryewook memperingatkan latihan vocal di lakukan siang hari, sementara Kyungsoo amat letih harus menggerakkan badan di kelas dance sesampainya di kantor. Demi Tuhan ia baru menginjakkan kaki ke dataran setelah berjam-jam di pesawat.
"Bagaimana Roma? Bosan ya? Kau keliatan tak asing lagi dengan kota itu karna sering pergi kesana." Tanya Ryewook kemudian selesai mengoceh soal latihan.
Kyungsoo mendengus. "Ya. Tidak. Roma bukan tempat membosankan." Katanya menyindir. Seharusnya Ryewook menanyakan hal itu begitu menjemput di bandara. "Disana aku bisa melakukan kegiatan manusia."
"Oh, maafkan aku Kyung." Tetap fokus pada gadget, Ryewook bergumam menyesal. "Sayang sekali banyak schedule yang harus dilakukan begitu kau di Seoul."
Tanpa menjawab apapun, Kyungsoo hanya memandang ke luar jendela van yang melaju sedang. Ia lelah berharap agensi memberinya hari libur yang wajar, yang akan Kyungsoo lakukan di Seoul. Bukan lagi mengirimnya ke luar negeri, walaupun tak akan menolak kalau itu Roma.
(Bad)Couple
Sequel of Oneshoot by weyyy
Jongin x Kyungsoo
AU. Drama. GS for uke's. Typo's. OOC. Rated M
Mata Ravi berpendar ke seluruh ruangan restaurant, menemukan seorang laki-laki muda duduk santai di meja paling sudut. Terkesima melihatnya mengenakan setelan jas mahal yang sepertinya di jahit khusus, dengan rokok terselip di jari juga sepatu mengilap di bawah meja. Ravi menyapa Kim Jongin, kaget dan kagum melihat sosok sahabat masa SMAnya banyak berubah.
"Kau tau sulit sekali bertemu denganmu sekarang." Ejek Jongin begitu Ravi datang ke meja, tersenyum lebar menanyakan kabar. Cara mereka memberi salam tak berubah dari dulu.
Fakta kalau Jongin menunggu hampir sebulan untuk pertemuan ini. Mengesampingkan pekerjaan yang menyita waktu, ia rela melakukannya demi Kyungsoo. Jongin terbang secepatnya ke Korea begitu Ravi memberitahu VIXX punya waktu luang, pada akhirnya. Dan Jongin meninggalkan meeting begitu saja, belum sempat mengganti baju sejak dua puluh jam yang lalu, membuat ibunya mengomel saat diberi kabar kepulangan yang tiba-tiba.
"Sepi sekali, aku menduga kau membooking restaurant, Kim." Ravi masih menggumam kagum. Jika tampilannya seperti seorang idol, maka Jongin pemilik agensinya. Terlihat seperti itu. "Kan aku bilang apa, kalau kau gagal jadi seleb kau pasti jadi orang hebat seperti ayahmu." Ingatannya berputar mengingat mereka pernah mengikuti audisi jalanan semasa sekolah.
"Aku tak berniat begitu." Jongin menggeser kotak rokoknya ke tengah meja. "Rokok?"
"Tidak, terima kasih. Selagi masih menari aku tidak menyentuh benda itu."
Jongin membalasnya dengan tawa ringan. "Aku tak suka basa-basi, Wonsik. Terus terang saja, dimana Kim Jaehwan?"
"Ah, jadi kau susah payah menemuiku cuma untuk bicara dengannya? Biarkan kita ngobrol sampai malam, sudah lama sekali tidak bertemu." Ravi antusias, terasa asing mendengar Jongin memanggil nama aslinya mengingat dulu saling menyebut bro. "Sebentar lagi dia menyusul, manager hyung tadi meneleponnya."
Pelayan datang untuk meletakkan beberapa camilan dan minuman dingin yang segar. Tapi belum cukup mendinginkan pikiran Jongin.
"Sebenarnya ada apa? Kenapa mau bertemu Jaehwan hyung ketibang teman lamamu ini?"
"Ini soal Dyo." Tanggap Jongin serta merta.
"Apa?"
"Kau tau kan, anggota E-Girl."
Ravi nyaris menyemburkan minumnya. "Wow. Kalian kenal dari mana? Wow, Kim." Masih belum percaya, Ravi menanggapinya terkejut secara berlebihan menurut Jongin. "Mereka girlgrup paling populer saat ini dan kau sungguh kenal Dyo?"
Di ujung pintu restaurant, Ken akhirnya masuk berjalan agak tergesa mendekati mereka. Jongin memperhatikan sosoknya seksama. Perasaannya agak kalut tapi ia tak kehilangan percaya diri. Aura selebriti yang kuat menyelubungi Ken.
"Maaf tadi aku jawab telepon dulu. Ah, kau temannya Wonsik?" Ken menyalami Jongin kemudian bergabung duduk. Melihat tampilan laki-laki muda di depannya, Ken merasa heran, Kim Jongin tampak seperti orang penting. "Katanya mau bertemu denganku. Ada perlu apa ya?"
Cara Ken bicara sangat sopan, sungguh konyol kalau mereka menganggap Jongin penggemar Ken. Bahkan rela membooking tempat ini untuk bicara secara privasi.
Ravi melirik teman lama dan hyungnya itu bergantian, menyikapi keadaan supaya tidak terlalu kaku. "Ah, begini hyung. Ini Kim Jongin, teman lamaku. Kami dulu sekolah di SMA yang sama-"
"Langsung saja," ujar Jongin memotong, "aku tau kalian tak punya waktu banyak. Aku sangat menghargai keputusamu untuk memenuhi permintaan pertemuan privasi ini. Tujuanku untuk membicarakan Do Kyungsoo."
Mulut Ken terbuka lalu tertutup. Jongin dapat melihat dari matanya kalau dia shock, tapi laki-laki itu pandai mengendalikan diri.
"Kenapa dengan Kyungsoo?"
"Dia milikku." kata Jongin mutlak. Menarik sebatang rokok yang baru, menyalakannya. "Kuperingatkan untuk tidak menyimpan perasaan apapun padanya karena dia milikku, Jaehwan-ssi." Kepulan asap keluar dari mulut Jongin.
Mata Ravi agak membelalak mendengar nada bicaranya. Temannya itu ternyata tidak banyak berubah. Kim Jongin memang begitu. Sangat tidak lucu repot-repot membooking restaurant untuk berkelahi.
"Tapi aku menyukainya."
"Hyung.." Ravi beralih menatap Ken yang duduk di sebelahnya. Hyungnya itu mengutarakan tanpa takut dan ia merasa tak enak dengan Jongin.
"Aku menyukai Kyungsoo." Ken mengulang, rahang Jongin mengeras. Ia memperhatikan gerak Jongin lalu pening darimana seorang Kyungsoo bisa mengenal laki-laki semacam ini. "Seberapa keras usaha untuk menjauhkan aku dari Kyungsoo, itu tidak menghilangkan fakta bahwa memang aku suka padanya. Aku akan mengalah kalau itu yang Kyungsoo mau, tapi aku tetap menyukainya."
Terjadi hening sejenak mereka saling mengunci dalam ketegangan. Ravi menengahi dengan hati-hati. "Hyung, apa keuntungannya? Tidak mungkin kau memberitahu Dyo dan memintanya untuk dating."
"Aku tak minta apapun, aku cuma bilang aku menyukainya." Benar. Walaupun tak ingin mengakui di depan orang lain tapi itu kebenaran yang ada. Ken berpikir lelaki yang sepertinya orang penting ini diam-diam menjalin hubungan dengan Kyungsoo atau semacamnya. Ia akan terima. "Itu saja jawabanku kalau itu soal Do Kyungsoo."
"Mengatakan Kyungsoo milikku sudah cukup buatmu, bukan?" Jongin menjeda dengan tajam. Ia tak ingin pertemanan dengan Ravi terganggu karena hal ini. Lalu melanjutkan dengan tenang, "Tidak peduli seberapa kau menyukai dia, itu tak mengubah fakta yang ada kalau dia milikku." balasnya.
"Baiklah." Senyum Ken tersirat tipis, mengakui kekalahan. Laki-laki di depannya begitu jatuh cinta pada Kyungsoo, begitu pintar, dia dapat melihatnya. Cara Jongin mengatakan dia miliknya, dia tampaknya orang hebat meski harus diakui Ken kurang suka dengan seorang perokok. Tetapi Kyungsoo akan aman bersama Jongin. "Anggap saja aku penggemar Kyungsoo kalau begitu."
Ken akan menerimanya, tak ada niatan buruk untuk menghalangi meski tak bisa membohongi diri sendiri. Do Kyungsoo adalah gadis yang selalu ia kagumi. "Jangan khawatir, Kim Jongin-ssi."
.
.
Setelah tiga bulan lamanya E-Girl mempersiapkan mini concert di pusat Seoul. Agensi telah meraih banyak keuntungan atas kesuksesan konser, mereka tampak belum mau memberi ketenangan dengan menuai keberhasilan comeback musim panas, dan setuju memberi tujuh hari liburan untuk mereka.
Semacam, E-Girl pantas mendapat libur panjang dari semua kerja keras yang telah di lakukan.
Bertema mafia girl dengan sentuhan konsep seksi, Kyungsoo tetap konsisten dengan warna hitam pada rambutnya untuk kepentingan comeback. Membuat sosoknya sangat menggoda.
Musik video mereka sukses menggaet viewers tinggi. Musik yang bertahan di atas tangga lagu, melakukan perform di beberapa televisi dua minggu penuh, dan hari ini tiba untuk goodbye stage.
Ah, hari libur. Memikirkannya saja Kyungsoo sudah tak sabar. Begitu pun dengan anggota lain.
Setelah mengganti baju selesai perform terakhir, Ryewook dengan senang hati mengantar gadis-gadisnya berlibur. Anggota Korea akan pulang ke rumah masing-masing, sementara anggota Cina hanya di beri jatah empat hari pulang ke negaranya dan kembali lagi ke Seoul setelahnya.
Kyungsoo menjadi anggota terakhir yang Ryewook antar ke rumah, karna jarak rumah lumayan jauh dari dorm.
"Sepertinya ayahmu ada dirumah." ujar Ryewook begitu van yang membawa mereka berhenti di halaman. Ada mobil lain yang terparkir sehingga wanita itu mengatakan dengan nada menyesal, "Aku akan langsung kembali ke kantor, sampaikan salam untuk ayahmu Kyungie."
"Tak apa unni. Aku tau kau sibuk." balas Kyungsoo lalu keluar dari van. "Terima kasih, sampai ketemu lagi minggu depan."
"Baiklah, selamat liburan sayangku. Tetap jaga pita suaramu, jangan makan sembarangan oke?" Ryewook terus melambai, sengaja menurunkan kaca mobil sampai kendaran itu telah menjauh dari rumah Kyungsoo.
Dahinya mengerut melihat mobil yang entah sejak kapan berada di halaman rumah. Itu bukan mobil ayahnya. Sambil membenarkan tas di punggungnya, Kyungsoo menyelinap masuk rumah dengan jantung berdegup. Siapa pemilik mobil ini.
Perasaan menyelimutinya dengan kerinduan, Kyungsoo tak mampu berkata-kata melihat Kim Jongin ada di hadapannya. Tersenyum, laki-laki itu amat sangat jangkung dengan pakaian kasual.
Jongin memang memberitahu kalau ia ada di Korea sejak pagi, tapi kedatangan di rumahnya adalah kejutan. Selama ini mereka menjaga komunikasi lewat ponsel, tak pernah menyinggung soal kepastian hubungan diantara mereka, keduanya memutuskan untuk membiarkannya mengalir.
"Hai." sapanya. Darahnya berdesir lega sampai urat nadinya, ketika Kyungsoo menerjang dengan pelukan. Jongin menciumi puncak kepala Kyungsoo, merengkuhnya, merasakan lekuk tubuhnya yang indah, pinggangnya yang ramping, sehingga rasa ingin menghangatkan tubuhnya mendamba. Ia tak bisa menahan untuk tidak berpikir demikian.
"Aku merindukanmu."
"Aku juga merindukanmu." balas Kyungsoo parau, mendongak untuk menatap Jongin. "Terima kasih karna sudah menungguku."
"Aku tidak keberatan menunggu berbulan-bulan." Ia mengusap pipi Kyungsoo yang lembut, menekan satu ciuman di bibir. "Comeback kali ini.. aku menyukainya. Lagu kalian bagus sekali."
Senyum Kyungsoo melengkung, "Aku senang kau berkomentar soal grupku."
"Tapi kau terlalu menggoda di MV, apa sutradaranya memintamu melakukannya?"
Kyungsoo menggeleng, tertawa kecil melihat gurat kesal di wajah Jongin, "Dad mana?" tanyanya kemudian. Di pastikan ayahnya memang tak ada dirumah, atau kalau tidak Jongin tak akan berani menciumnya terang-terangan.
"Aku menyesal karna tidak bisa manahannya lebih lama. Dad-mu sibuk sekali saat aku datang beliau mengobrol sebentar dan mengijinkanku tinggal. Katanya ada meeting penting, dan baru bisa pulang dini hari."
"Tidak aneh melihatnya sibuk."
"Aku akan menemanimu sampai tiga hari ke depan. Setelah itu aku harus kembali ke Roma." Jongin meraih tangan Kyungsoo, menciuminya. Sungguh ia tak mau melewatkan waktu bersama barang sedetik. "Kau mau pergi kemana untuk mengisi liburan? Ayo pergi bersamaku."
"Jalan berdua? Demi tuhan aku ingin sekali tapi aku tak berani. Kau tau kan, ini Seoul."
Jongin mengusap kepala Kyungsoo sayang, mengajaknya duduk di sofa. "Tidak masalah kalau kita dirumah saja."
"Bagaimana kalau nonton film di sini? Aku akan masak kue. Tapi aku mau mandi dulu."
"Akan kutemani kalau begitu."
Kyungsoo terkekeh, "Kau ini."
Meski begitu, walau ia belum memastikan apa-apa tentang hubungan mereka, yang keduanya tau mereka saling menyimpan rasa telah lama.
"Jongin," Panggil Kyungsoo pelan. Sorot matanya sarat akan tulus. "Aku mencintaimu." Astaga, rasanya lega sekali mengatakan itu. Telah lama ia menyimpan keberanian untuk mengatakannya. Saat inilah Kyungsoo merasa adalah waktu yang tepat.
Jongin merengkuh tubuh Kyungsoo ke pangkuannya, secara otomatis lengan gadis itu melingkar di lehernya. "Apa kita bisa pacaran sekarang?" mendekatkan kepala mereka, ia dapat mencium aroma Kyungsoo yang manis.
"Tidak." Bisik gadis itu, "Aku tak mau ketahuan. Sekarang saja aku merasa karirku ada di bawah ancaman. Aku mati-matian sembunyi dari Wookie unni cuma untuk membalas chatmu. Aku tak mau kehilangan fanboyku, kau tau." terselip candaan dalam kata-katanya.
"Kalau begitu kita diam-diam pacaran saja."
"Jongin, tidak semudah itu." Kyungsoo memainkan rambut Jongin, sentuhan itu membuat sarafnya berdenyut di satu titik. Ia menginginkan Kyungsoo. "Tidak peduli hubungan macam apa diantara kita, yang aku tau aku mencintaimu. Apa kau tak mau bilang kalau kau cinta padaku?"
"Aku mencintaimu." Jongin mengatakannya cepat, lalu menyapukan bibirnya pada bibir Kyungsoo.
Jatuh cinta pada seorang idol sungguh melatih kesabarannya. Tetapi Kyungsoo pikir mereka adalah couple yang paling buruk, atau sebaliknya karna menyimpan rahasia dengan amat baik.
FIN
2021 dan halo... wey kembali. fyuh, aku nulis ini pas masih kuliah udah lamaaaa banget baru di lanjut di episode terakhir. aku mulai nulis dari SMP dan sekarang udah dewasa, kalian yang baca juga pasti udah pada gede. dan ga berharap banyak yang baca karna ffn sepi banget sekarang.
maafkan wey karna baru lanjut setelah sekian tahun ga ada kabar, jdi orang dewasa bener-bener ga gampang. comebacknya EXO kemarin yang bikin aku berpikir untuk menuntaskan ff ini, karna sebelumnya filenya ilang dan aku ga niat buat lanjut, tapi keajaiban aku akhirnya nulis satu episode untuk yg terakhir.
aku tetep sayang kaisoo apapun yg terjadi.
makasih ya udh baca. stay healthy dan semoga pandemi segera berakhir.
xoxo
