Gaia Black Armor : Story of Soul Warrior
By Kamikaze Ryuu
OST : Phoenix League of Legend
Angin berhembus membawa kesejukan dan rasa bahaya yang samar. Pohon bergoyang menjatuhkan dedaunan dan seorang anak lelaki berambut pirang jatuh kebawah menutupi mata kirinya melompat 10 dari tanah dengan menginjak dedaunan pohon.
Roaaarrrr
Raungan menggelegar di ikuti getaran tanah kuat saat di ujung pandangan muncul sosok raksasa.
Tubuhnya di penuhi bulu perak dengan tubuh seperti harimau serta wajah mengerikan seperti kera terdistorsi yang membuat anak kecil menangis ketakutan hingga pingsan saat melihatnya menggeram marah.
"Dasar binatang merepotkan. Jika aku sudah membentuk kolam jiwa. Habislah kau satu pukulan."
Sosok anak kecil yang berlari seringan kapas itu bergumam pelan saat melihat makhluk aneh yang mengikutinya penuh amarah. Dapat dilihat juga bahwa ekor makhluk itu terputus rapi dan mengeluarkan darah.
...
Azeroth.
Sebuah dataran raksasa yang di penuhi oleh Beast, Warcraft, Megical Beast, dan Divine Beast. Tentunya juga ada makhluk lain seperti Elf, Dwarf, Manusia, Fairy, Frost Giant dan lain-lain.
Di Benua Azeroth, banyak kerajaan berdiri megah dengan warisan puluhaan hingga ratusan ribu tahun lamanya.
Di mulai dari kerajaan tipe khusus maupun kerajaan campuran.
Kerajaan Khusus di sini adalah kerajaan yang penduduk dan penguasanya hanyalah sebuah ras saja. Seperti halnya Black Iron Kingdom yang penduduknya adalah Black Iron Dwrf. Mereka bahkan tak menerima Green Dwarf ataupun Dwarf lain selain jenis mereka sendiri.
Sedangkan Kerajaan Campuran adalah kerajaan yang di huni oleh berbagai jenis dan etnis. Biasanya tempat seperti ini akan menghasilkan banyaak konflik internal karena perbedaan ras yang ada. Akan tetapi ada juga 1 kerajaan yang berhasil dengan damai memimpin walau banyak ras ada di satu kerajaan sekaligus.
Kerajaan itu karena kekuatan militer yang kuat akibat baanyaknya ras berbeda menjadi salah satu dari (Super Kingdom) yang memiliki kekuatan yang dahsyat di antara banyaknya kerajaan di dataran Azeroth.
Nah, kita akan mulai cerita ini dengan kisah di sebuah Super Kingdom manusia bernama Aurora. Kerajaan dimana sebuah keluarga kecil hidup dengan damai dan tenang ada.
Yah, damai dan tenang.
Gomplanxx!
"Maaf, Bu!"
"Woi! Kemari kau anak bodoh! Sudah ku bilang jangan pergi ke hutan belakang. Kau masih saja membandel."
Brak
Sebuah pintu di rumah sederhana terbuka dengan kasar dan sosok anak kecil dengan kepala benjol serta baju compang-camping keluar dengan kecepatan angin meninggalkan soosk wanita tua berusia 60 yang membawa wajan yang cekung akibat di pukul ke benda yang keras.
"Ryuu! Kembaliiiii!"
...
"Hah hah hah,,,, gila! Hampir saja."
Sosok anak dengan benjolan di kepalanya itu berhenti di jalan yang lumayan sepi. Anak itu tak menghiraukan pandangan aneh dari beberapa orang sekitar kepadanya. Dia sudah sangat terbiasa dengan itu.
Anak itu terlihat berumur 9 tahun dengan wajah halus khas anak – anak dan mata bundar lucu berwarna merah dengan pupil vertikal kecil. Di balik pakaiannya yang compang – camping, sebuah kalung dengan bandul lingkaran berdiameter 5 cm terlihat samar.
"Hei, Naruto!"
"Hm?"
Anak itu,ekhm, Naruto yang sedang menormalkan nafasnya menoleh kearah suara yang memanggil namanya, Naruto Ryuu. Suara itu terdengar nyaring dan kekanak – kanakan menandakan bahwa usianya tak melebihi dirinya.
"Jeanne, ada apa denganmu?"
Tanya Naruto saat melihat sosok anak imut yang sudah dia kenal. Wajah temannya itu terlihat memerah karena gembira. Terakhir kali Naruto melihatnya adalah saat Naruto memberinya minuman yang di buat dari sari buah jeruk.
Jeanne mendekat dan memeluk Naruto, membisikkan sesuatu dan melepaskan pelukannya.
Bisikannya adalah :
"Ayahku sudah berhasil! Aku akan kembali ke ibukota. Apakah kau mau ikut? Ibu memintaku untuk mengajakmu."
Wajah anak kecil itu semakin merah saat mengatakan bagian terakhir dan menunduk. Dia sama sekali tak melihat wajah terkejut dari Naruto saat mendengar bisikan pertama.
Perlu di ketahui. Naruto mengetahui bahwa Jeanne dan ibunya ada di sini karena mengungsi dari ibukota. Untuk alasannya, Naruto dapat menebak bahwa itu adalah semacam konflik keluarga untuk kekuasaan atau semacamnya.
Masalahnya adalah Ibu Jeanne di sini selama 1 tahun yang menurut Naruto agak terlalu lama. Menurut pengalamannya sendiri di dunia sebelumnya, massa waktu ini sudah terlalu lama.
Jadi, Naruto agak khawatir jika ini adalah jebakan dari pihak musuh.
Jeanne yang tak kunjung mendapat jawaban langsung mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Naruto yang penuh keraguan. Ini membuat Jeanne agak cemas, Naruto adalah teman pertamanya dan dari yang dia tahu adalah yatim piatu sejak kecil.
Naruto di rawat oleh Old Women sejak kecil di desa kecil ini. Jadi Jeanne berencana mengajak Naruto ke Ibukota agar dapat menemaninya bermain. Lagi pula di antara semua anak di desa ini, hanya Naruto yang mau bersikap baik dan tulus bermain dengannya.
"Naruto, apakah kau tidak mau ikut denganku? Aku bisa membawa Old Women juga jika kau mau."
Naruto tersadar dari lamunannya dan segera melihat wajah cemas Jeanne yang menatapnya penuh harap. Hal ini jujur membuatnya agak terdiam sesaat.
'Gadis kecil, aku ini sebenarnya sudah berusia lebih dari 1239 tahun! Aku seorang kakek-kakek, jangan menatapku seperti cucuku Huang Feng saat meminta es krim di NeoMart!"
Naruto merasa sakit kepala sejenak saat mendengar teriakan jiwa tua yang berinkarnasi dari dunia lain. Man, dia di dunianya dulu sudah memiliki banyak cucu.
"Ught, bagaimana ya? Bukannya aku menolak atau sombong, tapi aku masih betah disini."
Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal karena alasannya yang kurang bermutu.
Tapi mau bagaimana lagi? Dia ada di sini karena desa ini memiliki geografi yang unik. Geografi di sini walau tak ada konsentrasi tinggi energi magis, kandungan elemen magis sangat seimbang yang membuatnya bisa membentuk kolam jiwa lima elemen.
Jika dia keluar dari sini, kolam jiwa super miliknya tidak akan bisa selesai dan dia tak tahu apakah harus menangis ataupun tertawa. Mengingat bahwa tubuhnya tidak memiliki Sirkuit Magis yang di miliki makhluk dunia ini.
Jika dia tak bisa menjadi kuat, apa gunanya memiliki ingatan kehidupan sebelumnya?
"Tapi, tapi,,,,."
Jeanne terlihat kesusahan merangkai kata dan matanya berkaca-kaca, siap menumpahkan air mata kapan saja hingga membuat Naruto yang melihatnya panik dalam hati. Untung wajahnya saat ini tak menunjukkan banyak ekspresi.
'Gadis kecil, Jangan menangis! Kakekmu akan memberimu sesuatu.'
"Tu-tunggu sebentar!"
Naruto yang terserang penyakit kakek-kakek yang tidak tega melihat anak kecil menangis terburu-buru mengambil sesuatu di celananya yang sudah compang-camping penuh daun dan tanah yang mengering.
Jeanne menghentikan tatapannya yang menyedihkan dan berubah menjadi penasaran. Bagaimanapun dia hanyalah anak – anak yang penuh rasa ingin tahu. Jadi saat Naruto ingin menunjukkan sesuatu dia akan penasaran dan secara sementara menghilangkan pikirqnnya sebelumnya.
"Ketemu! Ini dia."
Naruto berteriak gembira saat tangannya berhasil menggenggam sesuatu di celananya.
Di dalam hati, Naruto mengumpat penuh semangat.
'Coeg, Kakek ini menggunakan celana biasa. Bagaimana kantung celananya sedalam milik Doratemon!'
Mengeluarkan benda yang dia genggam dari saku Dora-celana maksudku.
"Hebat!"
Jeanne tanpa sadar berseru saat melihat sebuah patung kayu di tangan Naruto. Patung itu terlihat menempel di sebuah papan kayu.
Papan kayu dengan ukuran 20 cm x 20 cm dengan ukiran kolam Yin-Yang Colling Dragon yang terhubung dengan 5 pilar kecil setinggi 3 cm. Di atas pilar kecil terdapat berbagai bentuk patung kecil dari lima elemen kehidupan.
Logam, Bumi, Kayu, Api, dan Air.
Naruto yang mendengar ucapan takjub Jeanne merasa bangga, lagi pula ini adalah formasi sederhana yang dia buat untuk mengumpulkan 5 energi membentuk siklus Yin-Yang. Jika energi sudah cukup, kolam Yin-Yang akan penuh dan kemudian memadatkan energi magis menjadi pil.
"Wow, kantung celanamu sangat hebat! Bagaimana bisa mengeluarkan benda sebesar itu?"
Naruto :"..."
...
"Berjanji bahwa kau akan menemuiku suatu hari nanti!"
Jeanne dengan wajah tertekan menjulurkan jari kelingkingnya kearah Naruto.
"hahahha, Baiklah, baiklah, aku janji!"
Naruto tertawa melihat wajah enggan Jeanne dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Jeanne. Ini adalah janji kecil yang terlihat manis dan lucu bagi orang yang melihatnya.
"Kau jaga dirimu dan jangan merepotkan bibi."
"Siapa yang merepotkan? Kau yang merepotkan!"
Jeanne yang sebelumnya terlihat sedih langssung memasang wajah marah dan berbalik pergi meninggalkan Naruto yang melongo melihat sikapnya berubah begitu cepat.
Sudah 2 hari sejak Naruto memberikan formasi Yin-Yang yang dia modifikasi untuk dapat mengkondensasikan energi magis api dan cahaya untuk membentuk pil energi api dan cahaya. Ini akan sangat membantu Jeanne dalam membentuk fondasi sihir.
"Naruto, apakah kau benar – benar tidak mau ikut? Kami bisa membantumu masuk ke Akademi Sihir Kerajaan dan berlatih menjadi Magic Knight. Bibi tahu bahwa bakatmu bagus. Jika kau mau, kamu bisa menjadi orang yang hebat di masa depan."
Sosok wanita berambut pirang sebahu terlihat berusaha membujuk Naruto dengan tawaran. Tapi Naruto masih menggelengkan kepalanya, jelas bahwa wanita yang merupakan abu Jeanne ini melihat sesuatu yang istimewa darinya.
Istimewa karena dia selalu dapat membunuh Beast setiap masuk hutan di belakang desa. Naruto juga tahu bahwa Ibu Jeanne memiliki mata khusus yang mampu membuatnya melihat aliran energi.
Jiwa Naruto yang terus menyerap energi sekitar tanpa adanya upaya pasti telah menarik perhatiannya.
"Maaf, Bibi. Tapi aku punya rencana sendiri. Mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi."
Naruto menunjukkan senyum anak kecil yang hanya di balas kilatan kecewa di mata Ibu Jeanne. Tapi itu hanya sesaat sebelum akhirnya menghilang daan kembali normal kembali.
"Sayang sekali kalau begitu. Kalau kau ingin berkunjung di masa depan, pintu rumah bangsawan D'Arc akan selalu terbuka untukmu."
Naruto tersenyum dan mengangguk pelan.
Tak lama kemudian, sebuah kereta sihir dengan dekorasi jelek di kawal oleh penjaga bayangan keluar desa tanpa menimbulkan suara dan keributan di malam hari yang sunyi ini.
Senyum Naruto memudar ketika kereta itu menghilang di kejauhan. Wajahnya menjadi serius!
"Wanita yang menakutkan. Dia terus menatapku seperti pedofil! Aku tahu dia di tinggal 1 tahun, tapi bukan anak kecil juga targetnya kan?"
Jika Ibu Jeanne tahu apa yang di pikirkan Naruto, dia pasti akan memuntahkan darah 1 liter.
'itu namanya pandangan kasih sayang orang tua, Bocah Tengik!'
Mungkin inilah yang akan di batin oleh Ibu Jeanne jika mendengar ucapan Naruto tadi.
...
Jdarrr
Petir menyambar keras di langit menggetarkan udara membentuk suara raungan menggelegar. Gerimis kecil air jatuh perlahan – lahan menjadi semakin banyak dan keras. Jika seseorang ada di bawahnya, tubuh aakan tidak nyaman.
Di sebuah rumah sederhana dari kayu dan atap genting. Sosok wanita tua berusia 60 tahun dengan wajah 40 tahun. Dia terlihat termenung menatap kedepan, melihat punggung sosok anak kecil yang perlahan menghilang di derai air hujan.
"Hahh, dia memang sudah dewasa!"
Wanita tua itu tertawa sejenak dan perubahan mengguncang bumi terjadi!
Wajah keriput mulai menjadi sangat cantik! Pakaian kumal dan lusuh menjadi gaun peri yang indah ala timur. Di belakang punggungnya, sebuah pedang panjang dengan bilah selebar 3 jari melayang dengan aura biru dingin.
"Nah, peranku sebagai Wanita Tua sudah berakhir. Kalau di nilai gajiku seharusnya 1 juta koin bintang. Semoga Author tidak memotong gajiku."
Author : T_T narasimu ketulis woi! Lagi pula di mana dialog perpisahanmu dengan Naruto?
Bai Xiaoer : Berisik! Bayar saja sini. Mau bobok cantik nih.
...
TBC
Yah, entah saya mau ngomong apa kali ini. Yang penting enjoy aja story yang ku buat daapam menghibur kebosanan SD pemerintah. Ngomong-ngomong gue lagi frustasi. Baru nulis lagi udah ada 2 chapter Cuma sisa ini. Yang satunya file rusak!
Coeg, kalau nulis kok menderita banget gue ya?
Ingat! Jaga kesehatan dan gak usah pada banyak bacot soal peraturan pemerintah. Itu semua di buat agar kita gak MATI kena KORONA!
#salamfanfiction-antikorona
