BLACK CODE
Ciellalee
Chayeol x Baekhyun
Boys Love, Drama, Crime, Thriller
.
Suara teriakan memanggil namaku.
Aku tak bergeming, tungkaiku terasa lemas sedang keringat dingin tak henti-hentinya bercucuran membasahi dahi. Tangan seseorang mencengkram pergelangan tanganku kuat menyadarkan diriku untuk terus berlari mencari jalan keluar.
Di sepanjang lorong gelap tungkaiku yang sudah mati rasa kupaksakan untuk terus berlari, terpontang-panting, menaiki ratusan anak tangga sempit terbuat dari pualam halus yang berlubang. Entah dimana ujungnya aku tak tahu, yang terpenting aku harus terus berlari. Aku harus melarikan diri melepaskan diri dari cengkraman mereka.
Aku ingin bebas.
Aku mendongak berusaha menatap wajah si pemilik tangan namun nihil. Wajahnya tertutup rambut hitam legam, belum lagi minimnya pencahayaan membatasi pengelihatanku. Tapi persetan dengan itu, pikiranku kembali fokus ke jalanan merasakan bahwa kehadiran mereka semakin mendekat.
Kami mengambil jalan ke utara, nampaknya melewati lorong utama dengan mozaik kaca yang menampilkan gambar Ratu Elizabeth membiaskan cahaya matahari. Suara-suara itu berteriak menggema di seluruh ruangan, mereka ada di belakangku.
Di sini telah kutinggalkan seluruh rasa ragu dan takut.
Bunyi langkah kakiku menggema mengisi ruangan, namun suara-suara itu terus berdengung di telingaku. Secercah cahaya menyeruak dari ujung lorong, membuatku melebarkan senyum lega. Kami berhenti berlari. Aku sempoyongan nyaris kehabisan napas karena terus berada di lorong yang lembab.
Aku akan sampai.
Namun anak itu tiba-tiba melepaskan genggamannya ketika kami hampir keluar dari lorong.
"Berjanjilah padaku bahwa kau harus selamat." Tangannya yang penuh luka gores merogoh saku dari celana kusut, meraih sebuah gelang entah apalah itu lalu ia pasangkan di pergelangan tanganku.
Ia mendorong tubuhku kasar hingga keluar dari lorong itu. Aku terkejut, ketikan hendak kuraih tangannya tiba-tiba lorong itu tertutup oleh gerbang besar. Aku berteriak sekeras mungkin memanggilnya berusaha agar ia selamat dari kejaran orang-orang gigih yang terus mengincarku.
Tapi aku harus cepat bergegas, tak tahu kapan pintu ini masih akan kuat menahan mereka. Namun ketika aku melangkah lebih jauh, baru kusadari bahwa aku kini telah berdiri di atas tumpukan tubuh-tubuh yang menggeliat meneriakkan rasa sakit, yang tertelan panasnya api. Meraih-raih udara kosong mencari sebuah pegangan.
Kedua tangan kuangkat di depan mulut. Tak bisa menghindari rasa mual yang langsung menyerangku, tapi aku tak bisa lari lagi. Tangan-tangan berahi itu meraih pergelangan kaki, mengunci kedua tangan. Berusaha menenggelamkanku di antara lautan tubuh teronggok tiada arti.
Aku mendongakkan kepala menatap cakrawala, namun betapa terkejutnya aku ketika melihat samar-samar bayangan dirimu. Menatap parasmu.
Aku melihat senyummu terkembang manis. Matamu menatap dalam ke iris hazelku.
Kau menatapku dari ujung menara yang sangat tinggi. Ekspresinya nampak tersenyum sedih, seperti ada sesuatu yang mengganjal hatimu. Matamu muram, nampak ingin menyampaikan sesuatu di antara kita.
Maaf.
Begitu bibirmu berucap. Aku mengerti bahwa kau memang tak punya pilihan lain, tapi haruskah? Matahari yang kupuja kini telah redup cahayanya ditelan rasa sakit tak terhingga. Kini aku bagaikan jiwa yang berada diombang-ambing kematian dan kehidupan. Tak punya tujuan tak punya arti.
Kualihkan pandangan dari matamu kutatap langit-langit yang berubah merah pekat. Sebelum tangan-tangan kotor ini menelanku lebih jauh. Di atas dunia yang penuh kekotoran ini, kupanjatkan doa terakhir pada Tuhan.
Tuhan yang kucintai.
Hanya inilah yang bisa kulakukan. Aku telah mencapai batasku. Aku berdoa agar namaku terus terkenang dalam ingatannya, bukan sebagai pendosa, tapi sebagai orang yang mencintainya dengan setulus hati. Buatlah ia mengerti bahwa tiada lagi jalan untuk ini semua.
Tolong bekahi dirinya dengan kebahagiaan.
Hadiah terakhirku untuk dirinya.
Seiring dengan permohonan itu, aku bisikkan kata amin−menutup doa. Pandanganku perlahan-lahan kabur membiarkan diriku tertelan api dosa yang selama ini telah kutimbun. Menjadi pengorbanan terakhir yang dapat kulakukan untukmu.
A/N :
Yeayy! Heyoyy apa kabar semuanyaaa
Jadi iniii…cerita baru? Aku sebenernya udah kepikiran dari lama tentang cerita ini dan gemes banget pengen ngepost ini dari lama. Jadi semoga kalian suka yaa!
Makasih buat semua yang udah nyempetin diri buat mampirr, buat baca terutamaa! Jangan lupa review yaps itu sangat bantu aku buat memperbaiki diri sendiri! Makasih semuanyaa I love youuu!
