Autor lagi Pengen Nostalgic sama karakter-karakter lama Naruto dan salah satu favorit author adalah Minato hehe.. Ya baca aja deh hehe

(Masa sebelum Naruto Lahir, Era Hokage ke 3 masih menjabat dan Minato belum dilantik)

Empat Tahun Lalu

Minato ditugaskan bersama Jiraiya untuk mengawal seorang putri kerajaan dari ancaman pria bertopeng misterius memakai pakaian hitam bertudung yang muncul tiba-tiba. Putri itu masih kecil dan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

Jiraiya melindungi putri dibelakang tubuhnya sementara Minato menyerang.

"Perlihatkan dirimu!"Seru Minato.

Seketika pria bertopeng itu muncul di hadapannya dan menendang perut Minato kuat-kuat. Mata mereka bertemu untuk sepersekian detik.

Buagh!

Minato terjatuh dengan bunyi yang cukup keras.

"Ukh.."Pria bertopeng itu cepat. Secepat dirinya. "Aku lengah. Tak kusangka kau akan muncul seperti itu"

"Kalian berdua memang hebat. Tak diragukan lagi, Si kilat kuning konoha , Minato Namikaze dan salah satu legenda Sannin, Jiraiya. Kalian berhasil mengalahkan seluruh prajuritku"

Musuh muncul di hadapan mereka.

Minato bangkit. Dan dalam sekejab muncul di belakang musuh siap untuk mengalahkannya."Aku tersanjung kau mengetahui nama kami"

Namun kecepatan mereka sama, musuh berhasil menghindar dari serangan itu.

"Apa?!"Jiraiya juga terkejut.

"Hentikan semua ini! Ini bukan yang ibuku inginkan"Seru sang putri kecil. Matanya memerah menahan tangis.

"Aku akan berhenti saat kau mati, putri"Jawabnya datar dan dingin.

Jiraiya membentuk dinding pelindung untuknya dan sang putrid dan agar serangan dari penjahat itu tidak mengenai mereka. "Aku tidak akan membiarkan sesuau terjadi kepadamu, putri"Ucap Jiraiya menenangkannya.

"Ibuku menganggapmu sebagai sahabat, menjadikanmu pemimpin prajurit. Kau hanyalah bukan siapa-siapa sebelum ibuku membantumu! Tapi kau malah menyerang ibuku dan berniat menggulingkan kerajaan. Kau pengkhianat!"

"Aku selalu membenci ibumu. Dan aku tak peduli pada kebaikannya. Jika aku tak bisa menggulilngkan kekuasaanya dan berkuasa, maka akan kuhancurkan seluruh kerajaan ini"

Ia membuka topengnya memperlihatkan wajah bengis dan senyum psikopat miliknya. Tanganny membentuk segel aneh yang tidak pernah Minato lihat sebelumnya.

Tapi Jiraiya mengetahui segel itu. Ia berteriak "Minato! Dia akan meledakkan seluruh kerajaan!"

"Aku mengerti!"

Sebuah ledakan yang dahsyat muncul dan menelan pengkhianat itu bersamanya.

Minato membentuk segel-segel dengan tangannya.

Saat ledakan mendekati mereka, ledakan itu menghilang.

"Eh?"Putri itu terkejut. Namun detik berikutnya ledakan yang sangat besar terjadi di langit.

Angin yang tercipta dari ledakan itu sangat kuat, namun mereka mampu bertahan.

"A..pa yang sebenarnya terjadi"Sang putri berkata dengan bingung.

Minato terengah-engah."Aku menteleport ledakan tersebut ke langit. Cakraku hampir habis sekarang" Ia terjatuh dengan bertumpu dengan sebelah kaki.

Sang putri kecil terkagum-kagum melihat kehebatan Minato.

Hal terakhir yang dilakukan Minato itu terlihat sangat heroik dan sangat Minato yang seperti itu membuat wajah sang putri kecil itu memerah.

"A..apa kau baik-baik saja?"Sang putrid memberanikan diri bertanya.

Minato menatapnya dan tersenyum."Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Bagaimana denganmu, putri?"

"A..aku tidak apa-apa. Terima kasih sudah melindungiku dan negri ini"

Minato tersenyum dan mengelus kepala putri kecil itu. "Jadilah ratu yang hebat di negri ini suatu hari nanti"

Dan hal itu sukses membuat si putri kecil berdebar-debar.

Masa sekarang…

Putri itu telah tumbuh menjadi remaja yang cantik. Dan Minato kembali mendapat misi yang sama untuk menjaganya dari musuh yang berniat menyerang rombongan mereka. Bedanya, kali ini Minato bersama murid-muridnya, Kakashi, Rin dan Obito berada di samping kereta kuda sang putri. Penasihat putri berada di sisi lainnya. Dan dibelakang mereka ada prajurit2 yang mengawal.

"Aku tak menyangka akan bertemu lagi denganmu, Minato-san. Kukira mereka akan mengirim orang lain. Saat aku melihat dirimu kukir Jiraiya-san juga akan ikut. Tapi ternyata kau membawa murid-muridmu"Ujar sang putri antusias.

Minato tertawa."Kau juga sekarang sudah semakin dewasa. Bgaimana keadaan ratu?"

"Ibuku sudah semakin sehat dan kembali memerintah seperti biasanya. Terimakasih berkat kau dan Jiraiya-san. Kalau bukan kalian mungkin kerajaan ini sudah hancur."

"Itu sudah menjadi tugas kami. Kali ini kami akan memastikan kalian sampai dengan selamat"

Kini setelah melakukan perjalanan ke Negara sebrang untuk kerja sama bilateral dua Negara. Sang putri pulang ke negaranya dengan menggunakan pengawalan ninja konoha. Karena jalan menuju negrinya harus melewati hutan dan laut dimana daerah itu rawan untuk terjadi penyerangan.

Selanjutnya mereka membicarakan kejadian-kejadian di masa lalu dimana saat itu Minato dan jiraiya berhasil mengalahkan pengkhianat yang merupakan teman dari sang ratu yang merupakan pemimpin prajurit. Mayat si pengkhianat itu diperkirakan hancur akibat ledakan. Para pengkhianat dihukum dan negri kami kembali menjadi negri yang makmur.

"Rin bagaimana menurutmu?"Obito mencoba menaiki seekor kuda milik salah seorang prajurit dan bergaya di terus mecoba menarik perhatian rin dengan mencoba bergaya bisa mengendarai kuda dengan baik dan keren. Namun hal itu langsung berbuah simalakama karena kuda tersebut marah dan menjatuhkan obito dari atasnya.

"Obito! Ya Tuhan!"Rin berseru dan menolongnya berdiri. Sedangkan kakashi mendesah dan menatap obito "bodoh" .

"Apa katama Bakashi!?"Seru Obito tak terima.

Minato menghela napas dan memasang muka "ya ampun"

Sang putri melihat ekspresi "asam" minato dan sedikit tertawa. Minato menyadari itu dan menjadi sediit canggung namun tetap tersenyum . kebrisikan yang dibuat obito, rin dan kakashi membawa sedikit keceriaan di rombongan putri itu.

Hari mulai malam dan mereka baru melakukan seprempat perjalanan. Minato menghampiri putri"Melakukan perjalanan di malam hari akan sangat beresiko. Lebih baik kita semua beristirahat dan membuat kemah."

"Jika itu pilihan terbaik kita maka kita akan beristirahat di sini dan membuat kemah"Ujar sang putri

Kemudian ia memerintahkan rombongannya untuk berhenti."Kita akan beristirahat malam ini dan berangkat besok pagi"

"Tapi putri, perjalanan kita masih jauh. Kita takkan kembali tepat waktu"Si penasihat kerajaan tampak tak setuju

" Melakukan perjalanan saat malam lebih berbahaya daripada siang hari. Apa kau tau apa saja yang ada di dalam sana?"Minato menunjuk hutan yang seharusnya akan mereka lewati saat ini jika tidak beristirahat. "Hewan buas, perampok,bandit,belum lagi jika ada ninja tingkat menengah yang mengincar putri atau pun sesuatu di dalam rombongan ini"

"Kami memiliki prajurit yang tangguh! Jangan sepele-"

"Cukup Yashimura! Minato lebih berpengalaman dibanding kita semua. Dan aku sudah memberikan perintah untuk beristirahat."

"Tapi Putri-"

"Apa kau menolak perintahku?"Suara sang putri berubah menjadi tegas dan tak mentolerir bantahan membuat si penasihat terkejut takut.

"Baik putri" Ia memberikan tatapan tak suka pada Minato sebelum kembali ke tempatnya.

Minato mengabaikan itu.

Hari semakin malam dan tenda-tenda peristirahatan telah minato melakukan rapat kecil untuk menentukan giliran menjaga putri. Dan diputuskan bahwa obito dan minato akan menjaga diluar tenda putrid sedangkan kakashi dan rin bersama dengan penasihat putri. Para prajurit yang berjumlah 30 orang melakukan shift untuk menentukan giliran jaga.

Sejauh ini semua aman dan tidak ada tanda-tanda musuh mengintai. Namun hari semakin malam dan obito tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi, ia memutuskan pergi ke sungai untuk mencari air.

Minato bersandar pada pohon di sebelah kemah sang putri. Ia tertidur. Melakukan tugas pengawalan memang selalu melelahkan.

Sang putri keluar dari tendanya. Nampaknya ia tidak bisa tidur.

Ia melihat Minato tidur bersandar pada batang pohon di samping tendanya. "Are? Minato-san?"

Melihat wajah minato yang tertidur , membuat wajah sang putri sedikit merona. Ia membalikan tubuhnya untuk menenangkan diri. Kemudian ia kembali menatap wajah minato. Bagi sang putri, Minato sangatlah polos.

Perlahan sang putri mendekat dan duduk disebelah Minato. Sedikit malu-malu. Ia melirik lagi wajah Minato. Tangan mulusnya menyentuh poni dan dengan lembut menyingkirkannya sedikit dari wajah pria yang tertidur itu, ia ingin melihat wajah Minato dari dekat.

Namun Minato memegang pergelangan tangan sang putri membuatnya terkejut.

"Apa yang sedang kau lakukan?"Minato membuka matanya. Sang putri reflek melepaskan tangannya. Meskipun sempat gugup namun ia mengatasinya dengan baik .

"Uhm..aku tidak bisa tidur dan memutuskan untuk mencari angin sejenak. Lalu aku melihatmu tertidur, aku berpikir mungkinn kau bekerja terlalu keras dan kelelahan. Maafkan aku jika menganggumu"Ujar sang putri merasa tak enak.

"Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah khawatir"Lagi –lagi Minato tersenyum. Dan sang putri hampir mati menahan napas karena melihat senyumnya.

"Ah ngomong-ngomog apa kau dan lainnya kedinginan?"Ia mencoba mengalihkan pembicaraan namun wajahnya jadi memerah.

Pemuda berambut kuning itu mengatakan bahwa ia sudah terbiasa dan tidak apa-apa. Karena dia adalah ninja.

"Apa kau ingat kejadian saat itu? Waktu.."Sang putri kemudian membicarakan misi empat tahun lalu dimana Minato menyelamatkan dirinya dari serangan musuh pengkhianat kerajaan. Minato terluka pada bagian pundak dan wajahnya tergores oleh kunai. Namun ia masih sempat menyelamatkan sang putri dengan menggunakan hiraishin. "Aku selalu bertanya-tanya bagaimana kau bisa bergerak secepat itu walau terluka?"

"Aku mengingat kejadian itu dan aku merasa cukup beruntung luka itu tidak menghambatku. Karena empat tahun lalu aku masih seorang chunin dan belum terlalu kuat"

Sang putri tersenyum dan mengatakan "Kau terlalu merendah"

Ia melanjutkan "aku hanya bisa mengatakan 'terimakasih' tanpa bisa membantu mengalahkan musuh kerajaanku memang lemah"Sang putri menunduk sedih.

"Menjadi kuat juga merupakan proses. Jika kau berusaha kau pasti bisa"Minato memberi semangat. "Yang paling penting sebagai putri, kau harus bisa membuat rakyatmu percaya padamu dan mengikutimu"

"Kau memang selalu baik. Apa kau memang seperti ini dengan semua orang?"

"Aku tidak merasa aku cukup baik tapi aku hanya mengatakan apa yang kupikirkan"Minato terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Maukah kau menuruti permintaanku?"

"Apa itu?"

"Panggil namaku."

"-?"

"Yume. Panggil aku Yume. Jangan panggil aku putri"

"Tapi..kau adalah putri dan aku-"

"Aku tidak menerima bantahan"

Minato menghela napas. "Baiklah"

"Bagus. Sekarang tutup matamu"

Minato sempat bingung dan terkejut. Ia bertanya "apa yang akan dilakukan kau lakukan?"

Sang putri berkata dengan sedikit mengancam " Lakukan saja. apa kau berani melawan seorang putri.?"

Dengan sedikit gugup akhirnya Minato menurut dan menutup matanya" Ini namanya penyalahgunaan jabatan"Gerutunya.

Sang putri terkekeh lalu mendekatkan wajahnya pada minato. Dan … menciumnya. Di pipi.

Minato membuka matanya terkejut. Ia tak bisa mengatakan apa-apa.

Sang putri berdiri dan berjalan masuk ke tendanya"Itu hadiah karena pernah menyelamatkanku, tidak sembarang orang bisa mendapat ciuman dariku. "

Minato membeku sesaat, wajahnya memerah..

Dari jauh Obito menganga lebar dan menjatuhkan tempat minum nya sehingga airnya tumpah semua.

"M..Minato-sensei selingkuh?!"

Esoknya….

Mereka melanjutkan perjalanan. Dan seperti biasa Minato berjaga diluar kereta kuda sang putri. Baik Minato dan sang putri hari ini tidak banyak bicara seperti kemarin. Mereka terlihat..canggung?

"Hei bukankah guru Minato dan Putri agak aneh hari ini?"Bisiknya pada Kakashi dan Obito yang ada di sebelahnya. Rin cukup peka untuk melihat sesuatu yang janggal diantara gurunya dan putri.

"Sebenarnya tadi malam…"Obito menceritakan semuanya pada Kakasih dan Rin.

"Yang benar, Putri mencium-?! "Rin sedikit histeris dan bahkan Kakashi pun sampai mengernyit heran.

"Sttt pelankan suaramu! Aku melihat semuanya sendiri."Obito meyakinkan mereka.

"Bagaimana dengan Kushina-san?"

Kakashi yang cuek mengatakan "mungkin ini hanya cinta sebelah pihak. Dan sang putri bertepuk sebelah tangan."

Kemudian obito mendebat,"Bukankah jika seorang pria diperlakukan seperti itu terus-menerus maka lama-lama hatinya bisa luluh.? Tidakkah kalian piker mereka ada sesuatu saat 4 tahun lalu makanya mereka bisa sedekat ini.? Lagipula kalau dibandingkan dengan putrid, Kushina-san itu seperti laki-laki berwujud perempuan"

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"Tanya Rin

"Untuk saat ini kita akan mengawasi sensei."Jawab Obito disambut dengusan nafas lelah Kakashi.

Mereka sudah dekat dengan pelabuhan. Cuaca panas dan bau asin lautan tercium dari jauh.

Minato menghampiri ketiga muridnya " Sehabis ini kita akan naik ke kapal untuk menyebrangi pulau dan kita berjaga-jaga karena kemungkinan musuh menyerang pada saat kondisi seperti itu"

Namun mereka bertiga memberikan reaksi yang aneh.

"Kenapa? Apa ada masalah?"Tanya Minato.

Namun mereka bertiga menggeleng kompak. Entah mengapa wajah obito memerah dan ia terlihat slah tingkah. Anggota clan uchiha ini memang tidak pandai berakting.

"Apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?"Tanyanya curiga.

"Tidak"Jawab mereka kompak. Minato menaikan sebelah alisnya.

"Hah baiklah"Ia menghela napas."Jika ada yang tidak beres katakana padaku". Ia berbalik berniat untuk kembali ke sisi kereta kuda sang putri namun sang putri tepat dibelakangnya. Dan saat ia berbalik, wajah mereka menjadi sangat dekat.

"Uwaa!"Ia terkejut dan melangkah mundur sedangkan sang putri yang juga terkejut dengan minato yang tiba-tiba berbalik terjatuh.

Obito dan Rin membantu sang putri berdiri"Apa anda baik-baik saja?"Tanya Obito. Sang putri mengangguk.

"Maafkan aku telah membuat anda terkejut"Minato berkata dengan sopan dan meminta maaf .

Kakashi bertanya "kenapa anda tidak berada di dalam kereta kuda?".

"Aku lelah karena duduk terus"Jawabnya

Sang penasihat terkejut melihat putrid berada di luar."Putri, anda harus tetap di dalam. Musuh akan mudah menyerang anda"Ujarnya khawatir.

"Benar, lebih baik anda tetap di dalam Yume-san"Minato membenarkan perkataan si penasihat.

Ketiga muridnya dan penasihat seketika menatap Minato tak percaya.

"Minato-San itu jauh lebih berpengalaman daripada kita untuk urusan seperti ini putri, lebih baik kita dengarkan dia"Ujar si Penasihat lagi.

Entah kenapa perkataannya terdengar familiar dan membuat Minato sedikit terkekeh.

"Siapa yang mengijinkanmu tertawa?"Kesal putri Yume

Minato seketika berhenti tertawa dan memasang ekspresi murung."Jadi aku bahkan tidak diijinkan tertawa? Sungguh putri yang kejam"

Sang putri gentian terkekeh. "Aku hanya bercanda. Seharusnya kau lihat wajahmu itu"

Si penasihat dan ketiga murid Minato melihat mereka berdua dengan heran dan bertanya-tanya. Bahkan Si penasihat bertukar pandang dengan kakashi, rin dan Obito seolah tatapanya bicara. "Apa yang terjadi?"

Kemudian dibalas tatapan mereka bertiga yang seolah berkata. "Kami juga tidak tahu!"

"Pokoknya aku akan tetap di sini. Kalian kan ninja, lindungi aku. Oke Minato?".Ia mengatakannya sambil memeluk tangan minato.

Ketiga murid Minato dan si penasihat shock melihat pemandangan ini.

Si penasihat menghela napas "Baiklah, tolong jaga putri Yume baik-baik. Aku mengandalkan kalian" sambil kembali ke tempatnya.

"Uhm..Yume-san, ini.."Minato menunjuk tangan putrid Yume yang masih memeluk tangannya.

"ahh iya, maafkan aku."Putri Yume menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejak kejadian semalam, ia menjadi lebih berani untuk agresif.

Minato bersyukur Kushina tidak ada di sini. Pikiranya membayangkan Kushina meninjunya dengan keras jika ia tau mengenai hal ini. Namun ia belum sepenuhnya lega karena ada tiga mata-mata kecil yg kini menatapnya curiga.

"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan, tolong jangan salah paham"Ujar Minato meyakinkan mereka.

Namun ketiganya tetap menunjukan pandangan yang curiga padanya.

"Ayolahh kaliann"

"Hei, aku mau bertanya kepada kalian. Apakah kehidupan ninja itu selalu berkutat dengan misi?"Tanya Sang putri penasaran.

"Ya bisa dibilang begitu. Kami selalu diberi misi sesuai dengan tingkatan level kami"Jelas Rin

"Apakah kalian merasa kesulitan saat menjalankannya? Maksudku, pasti ada misi yang kalian tidak sukai kan"

"Suka tidak suka, misi adalah misi dan kami harus melakukannya. Lagipula, untukku, semakin banyak misi berarti semakin banyak pengalaman dan pengalaman itu akan membuatku menjadi ninja yang lebih hebat dan saat aku sudah menjadi ninja yang hebat selanjutnya aku akan menjadi hokage"Obito berkata panjang lebar dengan ekspresi bangga di wajahnya.

"Hokage? Semacam pemimpin begitu ya?"

Ia mengangguk. "Putri Yume, mungkin sekarang anda sedang berbicara dengan calon hokage masa depan. Negeri anda dan Konoha akan memiliki hubungan yang baik"

"Teruslah bermimpi Obito"Cibir kakashi. "Kau bahkan selalu terlambat. Mana ada hokage yang terlambat terus-terusan"

"Bakashi! Liat saja nanti"

Putri Yume tertawa."Aku suka dengan anak yang punya tujuan. Akan kudoakan kesuksesanmu dan semoga di masa depan desamu dan negeriku dapat membangun hubungan bilateral yang baik"Ia menepuk kepala Obito lembut membuat wajah anak itu memerah.

"T..tentu saja"

Minato mendengarkan percakapan mereka sambil tersenyum.

"Karena kalian begitu sibuk dengan misi, berarti kalian tidak ada waktu untuk mengenal lawan jenis dong?"Putri Yume menaruh telunjuknya di kening memasang pose berpikir. "Maksudku, kalian beranjak remaja dan ini umurnya kalian untuk merasakan hal semacam itu kalian tidak memiliki hal semacam itu?"

"Aku tidak punya waktu memikirkan hal semacam itu. Merepotkan"Jawab Kakashi malas.

"Begitukah? Kalau kau , si calon hokage?" Sang putrid kemudian menayai obito

Wajah Obito memerah.

"Oh kau suka seseorang ya"

"Hmm.. ya..kira-kira seperti itu. Kuharap suatu hari ia akan tau dan menerima perasaanku"Ia melirik kecil pada rin.

"Kalau kau, pasti kau punya seseorang yang disuka juga kan?"Tanyanya pada rin apa dia punya seseorang yang dia suka.

Dengan sedikit malu-malu Rin mengangguk. 'Dia sangat cuek dan mungkin tidak mengetahui bahwa perhatian-perhatian kecil ku adalah bentuk rasa suka padanya'Batin Rin. Ia melirik Kakashi sekilas..

Kini sang putri melirik Minato seolah berkata "kalau kau?"

Minato menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum gugup. "Kau mau aku menjawabnya?"

Sedikit memalukan jika harus dikatakan di depan murid-muridnya.

Tapi sang putri mendesaknya. "Jawab saja"

Minato menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Aku punya seseorang yang kusuka. Dia sangat ceria dan senyumnya selalu menjadi sumber energi terbesarku"Ia berkata sedikit malu dan wajahnya memerah sedikit. "Ya begitulah…hehe"

Mendengar hal itu tiba-tiba dada sang putri kehilangan semangatnya tapi ia tetap tersenyum.

"Jadi kau berpacaran dengannya?"Sang putri menyikut rusuk Minato pelan seolah menggodanya.

"Uhmm.. ya "

"Waah wanita yang beruntung"

"Aku yang beruntung memiliki wanita seperti dia"Jawabnya tersenyum.

"Bagaimana denganmu putri? apakah anda memiliki orang yang kau suka." Kakashi bertanya. Sebenarnya percakapan seperti ini bukanlah tipe percakapan dimana Kakashi ikut di dalamnya, tapi ia menyadari bahwa sang putri sebenarnya menyukai gurunya.

"Hmm.. ada pria yang kukenal beberapa tahun lalu. Ia bukan bangsawan dan hanya orang biasa. Tapi dia sangat gagah dan hebat, sejak itu aku menyukainya"

Mata Obito berbinar dia berkomentar, "Seperti kisah cinta putri dan rakyat jelata?".

Sang putri menggelang dan ia mengatakan. "Pria itu sangat baik, tapi sayang dia tidak menyukaiku dan dia sudah punya kekasih.

Ekspresi rin dan obito nampak..kasihan

Tapi sang putri buru-buru mengatakan "Tapi tidak apa-apa aku tidak sedih. Asal pria itu bahagia maka aku juga bahagia."

"Anda benar-benar sangat bijak dan dewasa"Komentar Rin."keren"

Sang putri tertawa."Hahaha senang mengobrol dengan kalian, aku akan kembali ke kereta. Sepertinya di dalam memang lebih aman".

"Kami akan berjaga di sekitar kereta anda kalau begitu"Ujar Minato namun buru-buru ditolak oleh putri dan ia mengatakan :

"Tidak apa-apa kalian di sini saja, cuaca sedang bagus jadi aku menikmati pemandangan dari dalam kereta kuda sendiri"

TBC