Summer Vacation
Disclaimer : Tadatoshi Fujimaki
Story By : YuuRein
Rate : T
(Re-upload)
.
.
Chapter 1
.
.
Ming… ming… ming…
Suara khas serangga musim panas terdengar di sepanjang jalan yang di lewati Kuroko. Hari ini adalah hari pertama liburan musim panas. Pelatih meliburkan latihan basket untuk persiapan Winter Cup selama tiga hari. Yah.. tujuan pelatih adalah mengistirahatkan mereka untuk persiapan latihan ekstra selama liburan musim panas. Sepertinya pelatih akan menggembleng mereka sampai titik darah penghabisan.
Hari ini Kuroko di suruh ibunya berbelanja ke supermarket, kata ibunya ada diskon besar-besaran dan ada undian berhadiah. Mungkin kalau beruntung ibunya berharap dapat salah satu produk alat rumah tangga atau alat kebersihan. Lumayan kan. Kalau tak dapat apa-apa setidaknya masih dapat harga diskon untuk belanja. Maka dengan semangat 45 ibunya menyuruh Kuroko untuk berbelanja. Karena Kuroko anak yang berbakti kepada orang tua, dia segera menjalankan tugasnya.
.
.
Sampai di tempat, Kuroko menemukana lautan manusia di pusat perbelanjaan, serasa seperti membeli roti isi ham Iberia di kantin sekolahnya, tapi bedanya ini lautan ibu-ibu yang berebut untuk mendapatkan produk diskonan. Seperti biasa, Kuroko menggunakan misdirection-nya untuk masuk ke kerumunan ibu-ibu dan membeli sesuai yang dicatatkan ibunya.
Setelah selesai, Kuroko segera membayarkan belanjaannya ke kasir. Ternyata disalah satu produk yang di beli Kuroko, ada undian berhadiah dan diundi saat itu juga. "Hadiah utama adalah liburan bersama pasangan di penginapan yang ada di daerah Kyoto. Kedua, hadiah satu set alat masak. Ketiga, bla.. bla.. bla.." begitulah penjelasan mbak-mbak sales. Dan kuroko menukarkan stiker berhadiah dengan mengambil kocokan yang sudah tersedia. Dan setelah mengambil kocokan tersebut dia menyerahkan ke mbak-mbak sales untuk dibacakan apakah Kuroko salah satu pengunjung yang beruntung. Si embak-embak sempat kaget karena tiba-tiba ada pemuda pucat berdiri di depannya sambil menyodorkan kupon undian. Setelah meredakan detak jantungnya yang memburu, si embaknya mengambil kupon Kuroko.
"Baiklah saya bacakan hasil kocokan mas yang ada di depan saya.
…Hening…
SELAMAT! Anda mendapat hadiah utama yaitu menginap di sebuah penginapan di Kyoto." Teriak mbak sales
Plok.. plok.. plok! Suara tepukan penonton yang menyaksikan pengundian hadiah.
"Nak, selamat yah." Kata ibu-ibu di sampingnya.
"Arigatou Gozaimasu." Ucap Kuroko sopan.
"Ara, enak ya jadi anak muda bisa liburan dengan pacarnya." Goda ibu-ibu yang lain dan di tanggapi Kuroko dengan senyum super imutnya membuat ibu-ibu itu gemas dan mencubit pipinya.
.
.
Akhirnya Kuroko bisa keluar dari lautan ibu-ibu. Sepertinya Kuroko sangat populer, terlihat dari penampilannya yang berantakan. Ya, saat memenangkan hadiah tersebut Kuroko jadi pusat perhatian. Terutama untuk ibu-ibu yang sedang mengikuti pengundian berhadiah. Ada yang mengelus atau mengacak rambut baby bluenya, ada yang mencubitnya, bahkan ada yang mencium pipinya sampai ngecap lipstik di pipinya yang mulus. Setelah merapikan penampilannya di toilet Kuroko segera beranjak dan pulang. Benar-benar hari yang melelahkan, batin Kuroko.
Sampai di rumah Kuroko segera menyerahkan belanjaannya dan kembaliannya. Tapi karena merasa tertolong ibunya memperbolehkan mengambil kembaliannya sebagai uang jajan. Saat akan menolak, dia urungkan.Yah tak apalah buat beli ice cream mengingat hari benar-benar panas, batin Kuroko.setelah itu dia memberikan tiket liburan ke Kyoto kepada ibunya karena tak tertarik. Sebenarnya ibunya ingin hadiah alat rumah tangga, tapi karena belum beruntung yah sudah dan dia menyuruh Kuroko untuk memakainya. Karena kalau ibunya yang pakai juga tak bisa menggunakan, mengingat suaminya tak ada libur seperti anak sekolahan.
Bingung. Ya, itulah yang dipikirkan Kuroko karena dia tak mungkin pergi sendiri. Apa mungkin dia akan mengajak Momoi-san, ya itu hal utama yang terpikirkan. Saat menelpon, "Te-Te-Tetsu-kun.. tumben kau menelponku, ada apa? Hah.. ka-ka-kau akan mengajak aku liburan? (dengan wajah merah padamnya yang tak mungkin terlihat oleh Kuroko). Minggu ini hari sabtu? Gomen Tetsu-kun, aku tak bisa karena ada acara keluarga. Hai, jaa." Padahal ini kesempatanku, haaaa… kenapa harus bertepatan dengan acara keluarga sih..!rengek Momoi.
Lalu aku harus mengajak siapa, aku tak punya teman perempuan selain Momoi. Oh, pelatih? tidak. Batin Kuroko cepat. Dia bisa dihajar sempainya. Satu orang yang terlintas di pikirannya, meski tak mungkin dia mengajaknya tapi mau gimana lagi sayang kalau tiket gratis ini tidak digunakan. Lagian ini juga cuma sekedar liburan tak ada maksud lain,pikir Kuroko. Kuroko pun segera mengirim email kepada si alis cabang.
.
.
Apartemen Kagami
Saat ini Kagami sedang menikmati makan siangnya.
drrrt… drrrt…
Kagami melirik arah ponselnya, dan mengambilnya untuk segera melihat siapa orang yang dengan kurang ajar menggangunya saat makan siang. Dan setelah dibuka ternyata email dari Kuroko.
From : Kuroko
To : Kagami
Subjek : Tiket berhadiah
Kagami kau mau ikut denganku berlibur hari sabtu besok ke Kyoto?
Aku dapat tiket gratis untuk berpasangan,
karena aku tak tau harus mengajak siapa lagi makanya mungkin Kagami mau pergi denganku?
.
.
Bruuuuuussshhh….!Seketika itu Kagami menyemburkan makanan yang ada di mulutnya.
"A-a-a-apa katanya, mengajakku berlibur berduaan? Ke-ke-kenapa harus aku?" seketika itu wajah Kagami berubah merah seperti kepiting rebus.
Aku harus jawab apa? Apa aku menolak saja? Tidak, lagian aku juga gak ada kerjaan. Tapi apa ini ajakan kencan? Tidak.. tidak... Kuroko tak mungkin mengajakku kencan. Tiket gratis, tunggu mungkin dia tak punya teman makanya dia mengajakku. Kurasa yang terakhir itu benar, karena kulihat dia memang jarang kelihatan dengan teman yang lainnya, pikir Kagami. Kagami akhirnya membalas email Kuroko setelah bergelut dengan pikirannya terlebih dahulu.
.
.
drrrt.. drrrt…
Kuroko mengambil hp-nya dan melihat ternyata Kagami membalasnya.
From : Kagami
To : Kuroko
Re Subjek : Tiket berhadiah
Kenapa Kuroko? kau mengajakku karena tak ada lagi yang kau ajak?
Baiklah, karena aku lagi senggang kutemani.
Jleb! Yang barusan reader dengar adalah suara Kuroko yang tetohok hatinya. Tebakan Kagami benar. Setelah itu dia mengirim balasan email Kagami.
From : Kuroko
To : Kagami
Subjek : Tiket berhadiah
Besok pagi pukul 06.00 aku tunggu di Stasiun.
Jangan telat!
.
.
drrrt.. drrrt...
"Cih..! dasar." sambil membaca email balasan Kuroko, Kagami menyunggingkan senyumnya.
Skip time
"Terima kasih atas kerja kerasnya." teriak semuanya yang ada di lokasi pemotretan.
"Haaai." ucap Kise dan lainnya.
"Ini buatmu." manager Kise menyerahkan empat lembar tiket liburan.
"Eh?"
"Selama ini terima kasih atas kerja kerasnya, selain latihan basket kau juga bekerja. Pasti membuat tubuhmu lelah. Sekali-kali kau bersenang-senanglah bersama temanmu."
"Tiket liburan di salah satu penginapan di Kyoto? Arigato manager." ucap Kise senang.
"Saa.. siapa ya yang akan kuajak-ssu?" pikir Kise.
~ Bersambung ~
