Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
Fic ini mengandung unsur yang tidak begitu di terima oleh publik, harap memikirkan segala aspek tanpa fokus hanya pada satu bagian saja.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
[ Blossom In The Winter]
( Prolog )
.
.
.
Sasuke Pov.
Setelah seminggu akibat sebuah kecelakaan mobil yang menewaskan pasangan suami-istri, mereka adalah Haruno Kizashi dan istrinya Haruno Mebuki, mereka meninggalkan satu-satunya putri semata wayang mereka, gadis kecil itu masih berumur 6 tahun, akhirnya dia pun bisa keluar dari rumah sakit, gadis kecil itu hanya mengalami luka ringan, namun dia butuh beberapa terapi untuk menenangkan syoknya, saat itu ibunya melindunginya sewaktu terjadi kecelakaan, itu yang di ucapkan seorang polisi saat menemukan mereka di dalam mobil.
"Sakura, ayo ikut pulang bersama kami." Ucap ibuku padanya. Sakura, Haruno Sakura, nama gadis kecil itu, ibu sedang membujuknya.
Mungkin saja dia masih syok akan kecelakaan yang terjadi, dan juga dia baru saja sembuh, gadis kecil itu terus menggenggam tangan suster yang datang bersamanya, ibu berusaha berbicara padanya dan meyakinkannya, aku tidak tahu jika ayah dan ibu berencana mengadopsi Sakura untuk menjadi anak mereka.
Ayah dan ibu sudah berteman cukup lama dengan keluarga Haruno itu, mereka seperti keluarga, Sakura pun tidak memiliki sanak keluarga lainnya, dia menjadi anak yatim piatu dan kemungkinan besar akan di tempatkan di panti asuhan.
Ayah dan ibu tidak menginginkan hal itu, mereka bergegas mengurus surat-surat untuk mengesahkan gadis kecil itu untuk menjadi anak angkat mereka.
Pupil hijau Zambrut yang redup itu mengarah padaku, tatapannya terlihat lelah, meskipun dia masih anak kecil, dia telah mengalami hal yang sulit.
"Mulai sekarang, aku akan menjadi ibumu." Ucap ibu.
"Dan kau boleh memanggilku ayah." Ucap ayah.
Ayah dan ibu seakan sangat senang mendapatkan Sakura, mereka seperti pasangan baru yang mendapatkan seorang putri, mungkin ibu sangat menginginkan anak perempuan, semua saudaraku adalah anak laki-laki.
Sakura hanya terdiam, sesekali melirik ayah dan ibu dan tatapannya kadang mengarah padaku, aku tidak peduli akan hal ini, aku hanya menemani mereka, lagi pula Sakura akan tinggal bersama kami.
"Ayah, ibu." Ucapnya, suaranya terdengar kecil dan imut, wajar saja di umurnya yang masih 6 tahun. Gadis itu melepaskan tangannya dari suster yang menjaganya, ibu sampai memeluknya erat dan menangis, sementara gadis itu, lagi-lagi dia menatapku dalam diam.
Seharusnya dia yang paling bersedih, tapi ibu juga merasa kehilangan akan kepergian kedua pasangan Haruno itu.
Setelah menyelesaikan segala administrasi di rumah sakit, kami membawanya pulang, aku yang harus membawa kendaraan, sementara ibu seakan tidak ingin menjauh dari Sakura.
Di rumah.
Aku masih memiliki dua saudara, aku anak bungsu, namaku Uchiha Sasuke, sedangkan kakak pertamaku, Uchiha Itachi, dan kakak kedua adalah Uchiha Izuna, semuanya adalah anak laki-laki, mungkin ini yang membuat ibu sangat senang mengangkat Sakura menjadi anaknya.
Tapi itu hanya sebentar saja, ayah dan ibu adalah orang yang sangat sibuk, mereka tidak tinggal bersama aku dan para saudaraku, sebelum ibu dan ayah pergi, mereka berpesan untuk menjaga Sakura dan kami harus menyayanginya seperti saudari kami.
Menatap malas akan kedua pria yang terlihat seperti om-om itu.
"Sakura, sekarang aku akan menjadi kakakmu, panggil aku Nii-chan." Ucap kak Itachi, itu terdengar sangat aneh, aku mengingat jika dulunya dia pun memaksaku untuk memanggilnya dengan embel-embel 'Nii-chan', panggilan itu membuatku muak.
"Niichan." Ucap gadis kecil itu. Dia mau saja di bodohi.
"Kalau begitu kau harus memanggilku kakak juga." Ucap Izuna.
Mereka sama saja, sama-sama idiot dan menjijikan.
"Kakak." Ucap gadis kecil itu.
Mereka sangat bodoh menentukan panggilan mereka masing-masing.
Gadis itu menatap ke arahku yang cukup jauh darinya, aku hanya berdiri dan menonton kedua pria layaknya om-om seperti tengah mengganggu gadis kecil itu.
"Jangan memanggilku 'kakak'." Ucapku dan menatap dingin padanya, aku tidak suka mendengar ada yang memanggilku seperti itu.
"Hey, Sasuke, jangan seperti itu, kau akan membuat Sakura takut, ingat pesan ayah dan ibu, kita harus menjaga Sakura dan bersikap baik padanya." Tegur kak Itachi.
"Aku tidak ingin mendengar nasehat darimu, kalian saja yang mengurusnya." Ucapku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku, seakan aku tidak senang akan kehadiran gadis kecil itu.
"Dia hanya iri, sebagai anak bungsu akhirnya Sasuke memiliki saingan, lihatlah, ayah dan ibu akan sangat-sangat menyayangi Sakura, sekarang dia yang menjadi adik bungsu kita." Ucap Izuna.
Menatap kesal ke arahnya, memangnya aku anak kecil? Aku tidak akan iri dan risih jika kedudukanku sebagai anak bungsu akan di gantinya.
"Sasuke."
Menatap gadis kecil itu, dia memanggilku dengan sebutan nama, tatapan yang masih sama saat kami membawanya dari rumah sakit.
"Ya kau boleh memanggilku seperti itu." Ucapku.
Perasaan macam apa ini? Aku tahu dia gadis kecil yang imut, dia bahkan memanggil namaku dengan suaranya yang sedikit cempreng tapi tetap imut, makhluk macam apa dia?
Bergerak ke arahnya dan menggendong Sakura, menjauhkan gadis kecil ini dari kedua pria tua itu.
"Aku menarik kata-kataku, mulai sekarang, jangan menyentuh Sakura." Tegasku dan menatap tajam pada mereka.
"Ha? Ada apa denganmu Sasuke? Dia adalah adik kita bersama, kau tidak boleh memonopoli Sakura." Protes Izuna.
"Kau tidak akan bisa mengurus anak perempuan, mengurus pacarmu saja tidak beres, apalagi kakak, kau jauh lebih sibuk dariku, Sakura tidak akan terurus jika di tanganmu." Ucapku.
"Kau ada-ada saja, Sakura bukan bayi, kami bisa mengurusnya juga." Ucap kak Itachi.
"Pacar dan adik tidak sama, bagaimana kau membandingkan pacarku dengan Sakura yang imut itu!" Izuna tetap saja protes.
"Pokoknya, mulai hari ini, Sakura adalah milikku, aku yang akan mengurusnya!" Ucapku, lantang.
Hari ini menjadi hari yang cukup kacau, kami berdebat untuk masalah mengurus Sakura hingga aku benar-benar mendapat apa yang aku inginkan, Sakura akan terus bersamaku dan tidak akan aku biarkan dia bersama kedua pria tua itu.
Ending Sasuke Pov.
.
.
TBC
.
.
halo...~
auhtor sasuke fans disini, ini adalah fic ketiga yang baru dari author, sejujurnya author penasaran akan alur fic semacam brother-con. tapi melihat prolog di sini, mungkin agak buruk, ya author sudah memikirkan ini jauh hari, dan terus kepikiran, apa tidak apa-apa jika up cerita semacam ini? author terus memirkannya, apalagi jika umur tokoh wanita dan pria itu sangat jauh =w=, ini bukan berarti author mendukung hal semacam pedofilia atau apa, fic ini hanya sekedar untuk menghibur dan rasa penasaran author untuk membuat fic alur semacam ini =w=, tolong jangan di bully yaa, ini hanya cerita fiksi yang author pun tidak berharap ada di dunia nyata dan author berharap kalian menanggapinya dengan lebih positif. =w=.
alasan menggunakan judul "blossom in the winter" ini sebagai perumpamaan author tenang Sakura yang akan tumbuh di tengah-tengah para saudaranya yang terkenal dingin, tapi tidak jika di rumah, mereka akan sangat menyayangi Sakura. jadi ya gitu deh.
author kembali membawa Izuna, Itachi, Sasuke, author senang buat interkasi ketiganya, apalagi kalau Izuna lebih senang jika sikapnya kek preman. XD (sorry buat fans Izuna)
semoga tetap menghibur deh seperti biasanya. fic lain juga akan tetap update kok.
silahkan di follow, di like, atau jadikan favorit juga boleh. XD
.
.
See you next chapter!
