koroko no basket milik

Tadatoshi Fujimaki

summary: para GoM melupakan sesuatu, perbedaan pendapat dan pertemuan Midorima dengan pemuda asing yang terasa familiar.

akankah mereka bisa mengingatnya kembali?


hari itu adalah hari yang cukup dingin. musim gugur telah tiba dan orang-orang tentu tidak ingin pergi keluar tanpa menggunakan syal, dan sarung tangan bahkan dengan jaket.

tapi berbeda dengan pemuda bersurai hijau ini.

ia keluar hanya dengan menggunakan sebuah jaket musim dingin saja tanpa adanya syal ataupun sarung tangan.

kedinginan? bagi dia dinginnya musim ini masih lebih baik dari pada musim salju.

dan soal musim salju .. ia jadi teringat akan pertandingan Winter cup tahun kemarin.

tak di sangka Seirin lagi-lagi bisa mengalahkan tim Rakuzan bahkan dengan skor yang berbeda 12 angka.

itu suatu kemajuan kan?

hanya saja pemuda hijau ini.. merasa ada hal yang ia lupakan. ada hal penting yang terlupakan. hal yang sangat penting.

dan hebatnya bukan hanya ia saja yang merasakan nya .. bahkan teman-temannya dari generasi keajaiban.

namun beberapa dari mereka merasa hal itu tidak terlalu penting atau hanya perasaan mereka saja dan dia salah satunya yang berpikir seperti itu.

tapi entah kenapa Momoi dan Kise bersikeras bahwa hal itu bukan hanya sekedar perasaan semata saja.

mereka bersikeras kalau hal ini penting. sangat penting malah dan entah ada angin apa Murasakibara menyetujui apa yang di ucapkan oleh Kise dan Momoi.

akhirnya Gom kembali berselisih hingga sekarang.

namun kini mereka sadar bahwa itu hanya akan membuat mereka kembali seperti dulu. karena itu kini mereka semua memutuskan untuk pergi ke cafe yang cukup dekat dengan area bermain basket mereka untuk menyelesaikan masalah ini.

dan sesampainya di sana ia melihat semua generasi keajaiban tengah melambai kepadanya.. mines kedua pemuda bersurai biru.

ia segera melangkahkan kakinya ke tempat dimana mereka duduk dan segera mendudukkan dirinya di depan pemuda bersurai ungu.

"akhirnya kau datang juga." ucap pemuda bersurai biru tua bernama ahomine dakian/Aomine:oi!/ maksudnya bernama Aomine Daiki.

"nah karena semua sudah berkumpul mari kita selesaikan masalah kita." ucap Momoi lembut dan diangguki oleh semuanya.

"pertama yang menjadi masalah kita ini adalah perasaan dimana kita melupakan sesuatu kan?" tanya Momoi dan kembali mendapat anggukan kepala dari semuanya.

"lalu aku, ki-chan dan mukkun percaya bahwa hal ini bukan hanya sebuah perasaan saja dan sisanya percaya kalau ini hanya perasaan saja." lanjut Momoi dan semuanya kembali mengangguk.

"jadi... alasan apa kalian bertiga percaya kalau ini bukan hanya sebuah perasaan saja nanodayo?" tanya si Surai hijau tsundere bernama Midorima.

Momoi, Kise dan Murasakibara saling bertatapan lalu kembali menatap kedepan. "sebelumnya aku mau bertanya ssu.. kaptan kisedai itu siapa?" tanya Kise yang mana di sambut tatapan tidak percaya dari teman-temannya.

tentu saja tidak percaya, semua orang juga tau siapa kapten dari generasi keajaiban itu.. tidak ada yang tidak mengetahui siapa kapten kisedai itu.. lalu kenapa justru Kise, sebagai salah satu anggota kisedai menanyakan hal paling bodoh itu? dia pikun atau bagaimana?

"Kise-kun, aku tak tau kau itu pikun." ucap pemuda bersurai biru lainnya dan berwajah datar serta memiliki hawa keberadaan yang tipis yang selalu membuat orang lain terkena serangan jantung oleh dirinya itu bernama Kuroko Tetsuya.

"aku tidak pikun ssu!! Kuroko-chii hidoiii ssu!!" Kise pun sukses nangis buaya tapi sang pelaku hanya menatap datar.

"lalu kenapa kau menanyakan pertanyaan bodoh itu baka!" ucap Aomine kesal.

"jawab saja!/ssu" ucap ketiga orang itu kompak

"tentu saja ... Midorima kan?" ucap Aomine tenang dan diangguki oleh Kuroko.

Kise, Momoi dan Murasakibara terdiam.

"tidak..." ucap Murasakibara pelan.

"mido-chin bukan kapten!!" ucap Murasakibara sedikit meninggikan suaranya.

"apa-apaan kau ini?"

"mido-chin bukan kapten!"

"ha? teman ma-"

"itu benar ssu! Midorima-chii bukan kapten!" kali ini Kise yang berucap.

"ha?.. ka-"

"aku setuju dengan Ki-chan dan Mukkun." ucap Momoi yakin.

"kalian ini .. kenapa kalian melu-"

"karena kapten kita adalah pemuda bersurai merah ini!" ucap ketiganya kompak sambil memperlihatkan sebuah foto pada ketiga orang di depannya.

Midorima mengernyit heran begitupun dengan Aomine dan Kuroko saat ketiganya melihat foto tersebut.

foto itu, adalah foto di mana mereka masih berada di SMP Taiko, foto itu di ambil saat selesai melakukan pertandingan.

di dalam foto itu ada Murasakibara, Kuroko, Momoi, Kise, Aomine, Nijimura bahkan Kaizaki dan tentunya dirinya.

tapi, yang membuat ketiganya heran adalah ada seseorang di sana. seorang pemuda bersurai merah dengan senyum tipis di wajahnya.

"si-siapa dia?" tanya Aomine sambil menunjuk pemuda tersebut.

"itulah kenapa kami bersikeras bahwa kita melupakan sesuatu... dan kita sekarang tau bahwa pemuda inilah yang kita lupakan." ucap Momoi yakin dan diangguki oleh semuanya.

"dari mana kalian dapat foto itu nanodayo?" tanya Midorima berusaha tenang walau sebenarnya hatinya entah kenapa terasa sangat sakit.

"... foto itu.. ku dapat di ponselku." ucap Momoi dan semuanya sukses terdiam.

"bagaimana bisa?" tanya Kuroko dan mendapatkan gelengan dari Momoi pertanda dia tidak tau.

"bukan hanya ada satu ssu." ucap Kise membuat semuanya menoleh kearahnya.

"di galeriku juga ada beberapa, Momoi-chii juga.. bahkan Murasakibara-chii paling banyak di antara kami ssu." jelas Kise sambil menyerahkan ponselnya pada Midorima.

Midorima dengan cepat memperhatikan foto-foto itu satu-persatu dan memang benar apa yang di katakan oleh Kise.

Midorima dengan segera mengeluarkan ponselnya dan mengecek galeri dengen terburu-buru.

ternyata di galeri dia juga ada. bahkan, ada beberapa foto yang dimana hanya ada mereka berdua saja.

"tanggal ini.." ucap Kuroko pelan membuat semuanya menatap kearahnya.

"ada apa tetsu?"

"tanggal di foto ini.. foto terakhir di galeri ku dengan pemuda itu.. adalah saat ulang tahunku.. beberapa bulan sesudah Seirin mengalahkan Rakuzan untuk pertama kali." jelas Kuroko membuat semuanya terbelalak terutama Midorima.

tapi Midorima terbelalak bukan kerena ucapan Kuroko. melainkan karena ia melihat sosok pemuda di foto tadi sedang duduk di salah satu meja kafe sambil memandang ke arah mereka.

namun saat ia berkedip pemuda itu sudah menghilang.

"Midorima-chii .. kau kenapa melamun ssu?" tanya Kise

Midorima sedikit tersentak sebelum menggeleng, "mm, untuk saat ini bagaimana kalau kita mencari informasi terlebih dahulu..." usul Momoi dan di setujui oleh semuanya.


sudah seminggu semenjak pertemuan itu dan kini Midorima entah kenapa ingin kembali ke cafe itu dan jadi.. di sinilah dia.. dengan secangkir kopi hangat di depannya yang sama sekali belum dia sentuh.

"hai."

Midorima nyaris tersentak namun ternyata dia bisa mengendalikan dirinya.

"ohh .. kau rupanya.." ucap Midorima saat melihat pemuda bersurai merah itu kini duduk di depannya dengan tenang sebelum..

"eh.. kau!!" pekik Midorima dengan OOC nya yang dimana membuat pemuda bersurai merah di depannya tertawa pelan.

"kau tak perlu sampai memekik begitu." ucap pemuda itu dengan lembut.

"kau... siapa kamu?" tanya Midorima sedikit tajam tapi malah di sambut tatapan polos dari orang di depannya.

"ah, iya aku lupa.. kenalkan namaku Seijurou.. salken." ucap pemuda itu sambil tersenyum manis.

dan itu sukses membuat Midorima berdebar-debar tapi itu berhasil dikendalikan namun tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing.

"apa.. kau baik-baik saja?" tanya Seijurou khawatir.

"aku.. baik-baik saja.. kau.. apa kau mengenal ku?" tanya Midorima ragu-ragu.

Seijurou terkekeh pelan, "tentu saja, bahkan aku mengenal teman-teman mu juga." ucap Akashi dengan senyum manis.

"kenapa kau bisa mengenal kami?" tanya Midorima masih berusaha menahan rasa sakit di kepala ... juga di hatinya.

"itu rahasia." ucap Seijurou sebelum meminum kopinya yang sudah hampir mendingin.

Midorima yang melihat itu jadi teringat akan kopinya dan dengan segera ia meminum kopinya yang memang sudah mendingin hingga tinggal setengah.

"kenapa kau tidak beritahukan aku saja."

Seijurou menghela nafas pelan, "bukankah sudah jelas?" tanya nya dan di sambut tatapan bingung dari Midorima.

"kalian adalah kiseki no sedai.. nama kalian sudah tidak asing di telinga pencinta basket." jelas Akashi masih sambil meminum kopinya.

"kau juga bermain basket?

"ya.. tapi itu dulu." ucapnya sangat pelan sebelum menyimpan cangkirnya dan beranjak dari sana.

"matte."

Akashi menoleh pada Midorima, "apa ada hal yang ingin kau sampaikan?" tanya Akashi dan diangguki oleh Midorima.

Akashi tersenyum, "kalau begitu setiap Sabtu dan Minggu kau datang saja kemari... aku akan berada di sini di jam yang sama." ucapnya dan segera beranjak pergi dari sana tak lupa dengan membayar pesanannya terlebih dahulu.


Minggu selanjutnya Midorima kembali datang ke cafe itu, kali ini ia memesan kopi capuccino sementara orang di depannya memesan.. green tea?"Aku baru tau cafe ini menyediakan menu seperti itu." ucap Midorima pelan dan di sambut senyuman manis dari Seijurou.

"sesuai dengan namanya kan? coffee and tea." jelas Akashi dan kembali menikmati teh nya.

"ku kira maksudnya adalah kopi yang di campur dengan teh."

"menu itu juga ada kok." ucap Seijurou membuat Midorima terkejut, Eto.. bagaimana rasanya? .. setidaknya itulah yang tergambar dari wajahnya.

"rasanya cukup unik, tapi ku suka." ucap Seijurou lembut.

Midorima terdiam sejenak, "kau kelas berapa?"

"sama seperti mu."

"kenapa kau bisa ada di foto." Seijurou bingung dengan perkataan Midorima.

"maksudnya?"

"kenapa kau bisa ada di foto tim inti Taiko.. siapa kau sebenarnya." jelas Midorima sambil menatap cangkir kopinya yang tinggal setengah.

dan karena hal itu Midorima tidak bisa melihat senyum pedih di wajah Seijurou

"kenapa tidak kau cari tahu sendiri?" tanya Seijurou pelan.

"kenapa tidak kau beritahukan saja?"

"jika ku bisa. sayangnya ku tak bisa." ucapnya sebelum kembali berdiri dan beranjak pergi dari sana.

sementara Midorima hanya menatap punggung orang itu hingga ia benar-benar keluar dari cafe.