Warning : Ini cerita BxB. Mohon yang tidak suka genre seperti ini, meninggalkan tempat. Terimakasih :)

Main pair : Chanyeol, Baekhyun.

Dan disusul member EXO lainnya.

Rate = T - T

ini cerita Chanbaek pertamaku, semoga suka ya :)

Happy reading :)

.

.

.

.

.

Chanyeol menyusuri pelakaran jalan. Terlihat jalanan sepi, sangat sedikit lalu lalang kendaraan begitupun pejalan kaki. Chanyeol bergumam dengan pikirannya apa memang hari ini orang orang sedang malas menggunakan kendaraan mereka. Chanyeol berhenti disebuah kedai toko yang tak terlihat seperti biasanya. Cat toko itu berubah dan letak pintu agaknya bergeser kesamping dari tempat biasanya atau mungkin Chanyeol yang salah selama ini. Dia berfikir sejenak dan memilih tidak peduli dengan bentuk toko yang berubah itu. Dia meneruskan perjalanannya lagi yang tertunda tadi, tapi ada lagi satu kejanggalan dari berbagai banyak hal yang ia temukan hari ini. Kenapa flatnya jadi sangat jauh? Bukannya setelah halte tepat disamping kedai toko tadi ada jalan sempit untuk menuju flatnya. Tapi hari ini, tidak ada. Kemana ?

Chanyeol mengernyitkan dahinya berfikir keras, kemana gang sempit itu? Hanya sebuah tembok dengan coretan abstrak disana. Apa sekali lagi dia yang salah ? Tidak mungkin, untuk yang satu ini mana mungkin dia melupakan jalan pulangnya sendiri. Dia yakin disana tempatnya. Dia terus berfikir keheranan hingga menyadari gang yang dia maksudkan ternyata masih berada didepan bergeser 10 meter mungkin.

"Aku yakin disini tempatnya"

Alisnya masih menukik tajam berfikir, sudah hampir 4 tahun dia menempati flatnya mana mungkin dia salah atau memang dia yang selama ini salah.

Sudahlah, Chanyeol terlalu lelah untuk menyadari keadaan anehnya yang akan semakin aneh. Dia melangkah lagi untuk segera pulang ke flatnya dan mengistirahatkan semua tubuhnya karena jujur kuliah dan lanjut bekerja itu sangat melelahkan, belum lagi tugas yang dibebankan dosennya. Langkahnya lagi lagi terayun malas, hingga ia terkejut tiba tiba ada seseorang yang sedang mengapit lengannya. Chanyeol terkejut dan menoleh kesamping menemukan seseorang dengan senyum lebarnya dan matanya yang sipit. Setelah tersadar ia langsung melepas paksa lengannya dari gapitan lelaki yang tiba tiba mengejutkannya itu. Terlihat tampang kecewa dari pria dengan senyuman lebar tadi yang sekarang bibirnya berubah mencekung kebawah.

"Siapa kau ???"

Sebenarnya nada Chanyeol sedikit meninggi hingga membuat pria yang ternyata berbentuk mungil, emm atau mungkin Chanyeol yang terlalu tinggi sehingga pria itu terlihat pendek. Sudahlah intinya di penglihatan Chanyeol pria itu mungil.

Pria itu mengerucutkan bibirnya. Chanyeol lagi lagi mengernyit. Apa dia gila ?

"Kutanya, siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba mengapit lenganku ?! "

Pria mungil itu menggeleng lemah dengan bibirnya yang masih mengerucut tipis.

"Park Chanyeol"

Jawabnya ragu.

Alis Chanyeol semakin menukik tajam seperti jalanan pegunungan. Darimana pria ini tahu namanya? Apa memang pria mungil ini mengenal dia? Atau pria mungil ini ternyata teman masa kecil Chanyeol? Tapi Chanyeol meyakinkan dirinya, dulu dia sangat cupu dan tak memiliki teman dekat. Ibunya sendiri yang menceritakan itu.

"Darimana kau tau namaku? Kau mengenalku? "

Pria mungil yang mulanya menunduk kini menatap ke arah Chanyeol. Dia terus menatap seolah sedang meyakinkan sesuatu.

"Jadi Park Chanyeol itu namamu? Lalu siapa aku ? "

Seketika rahang Chanyeol turun. Ternyata dia benar benar gila. Tapi masih belum puas, kalaupun dia hanya orang gila. Bagaimana dia tahu namanya? sebegitu terkenalkah Chanyeol? Atau kemungkinan lain, pria mungil ini tetangga dia? Tapi Chanyeol yakin tidak memiliki tetangga semanis ini. Tetangganya hanya dipenuhi dengan orang orang frustasi akan hidup, seperti dia.

"Mana aku tahu siapa kau?! Kau! Kutanya lagi, darimana kau tahu namaku ? Dan kenapa tiba tiba datang padaku dan memeluk lenganku? "

Tanya Chanyeol lagi, sungguh dia sangat penasaran. Bagaimana tidak, tiba-tiba ada seseorang memeluk lenganmu erat dengan senyuman lebar itu. Apalagi wajah ini, wajah pria mungil ini tak menampakan seperti dia sedang gila. Kulitnya putih mulus, dengan rambut kecoklatan yang bergoyang karena angin sangking lembutnya. Mata sipit, bibir tipis dan hidung yang kecil mancung itu. Darimana pria ini berasal? Kenapa tiba tiba muncul begitu saja. Pikiran Chanyeol tetap berkecambuk penasaran.

"Aku - aku tidak tahu "

Jawabnya terbata.

"Bagaimana bisa kau tidak tahu? Tapi kau tahu namaku ? Darimana kau tahu namaku ? "

Tuntut Chanyeol lagi dan lagi.

Pria mungil itu menatap Chanyeol dengan matanya yang mulai berkaca kaca. Jangan bilang dia akan menangis. Chanyeol berfikir kalimatnya tadi tak sejahat itu, meskipun sedikit meninggi di intonasinya.

"Aku tidak tahu "

Jawaban itu meluncur lagi yang membuat Chanyeol mendesah. Sudahlah, dia memang gila pikir Chanyeol. Masalah dari mana dia tahu namanya, mungkin dia mendengar disuatu tempat. Kadang Chanyeol juga suka lupa, kalau dia juga termasuk pria yang sedikit tenar dikampusnya. Mungkin dari sana. Pikir Chanyeol.

Chanyeol melirik sekilas pria dengan mata yang masih berkaca kaca itu sebelum ia berpaling dan melangkah pergi. Tapi langkahnya lagi lagi terhenti saat pria mungil itu malah menarik ujung kausnya sekarang. Chanyeol sekali lagi menepis tangan yang ternyata sangat mungil dibandingkan tangannya.

"Sebenarnya apa yang kau inginkan?! "

Chanyeol sedikit emosi sekarang. Tapi juga merasa sedikit senang. Mungkin memang pria mungil itu salah satu fansnya yang menggilainya. Jadi begini rasanya memiliki fans. Pikirnya kemana mana. Sebenarnya dia hanya berbangga diri tiba tiba ada pria manis mungil yang mengenali dia begitu saja. Kesimpulan tentang fans dia dapat begitu saja.

"Park Chanyeol, aku tidak tahu. Yang kuingat hanya nama Park Chanyeol "

Jawabnya yang sudah tidak terbata lagi.

Kerutan dahi Chanyeol yang mulai hilang tadi, kembali muncul juga tukikan alisnya.

"Apa maksudmu ? "

Tanya Chanyeol.

"Aku tidak tahu apapun. Hanya Park Chanyeol. Ku pikir itu namaku "

Pria mungil itu menunduk lagi sambil meremat ujung kausnya sendiri. Chanyeol memandang dia bingung dari ujung kepala hingga ujung kaki. Chanyeol dikejutkan lagi dengan telapak kaki telanjang itu dengan jari jarinya yang saling meremat. Benar, dia memang hanya pria gila yang tak sengaja mendengar namanya. Chanyeol mendesah.

"Jadi kau tidak tahu siapa namamu ?"

Tanya Chanyeol dan pria mungil itu mengangguk dengan pandangannya masih kebawah. Chanyeol juga memandang kebawah, melihat kearah telapak kaki telanjang itu. Chanyeol menghela, jujur dia merasa kasihan. Ini masih januari tentu musim dingin. Chanyeol memakai baju dua lapis dan ditambah jaket saja kulitnya masih merasakan dinginnya angin malam itu. Bagaimana dengan anak ini ? Baju tipis dan tak memakai sepatu ataupun sandal.

"Kau darimana ? "

Tanya Chanyeol mulai simpati. Lagi jawaban si mungil hanya menggeleng.

"Kau juga lupa alamatmu ? "

Dan dia mengangguk.

"Baiklah, tadi kau dari arah mana? "

Pria mungil yang menunduk itu mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol lagi. Wajah yang memerah dengan bibir yang bergetar dan mata yang berkaca kaca. Chanyeol benar benar kasihan melihatnya.

"Aku tidak tahu. Aku - aku "

Lagi terbata.

"Kenapa? "

Tanya Chanyeol.

"Aku hanya tidak tahu. Hanya nama Park Chanyeol yang aku tahu. Dan dari semua orang disini, aku tidak tahu. Aku bingung, dan saat melihatmu aku bahagia. Karna kau satu satunya yang familiar dalam pikiranku "

Celoteh si mungil yang masih didengarkan seksama oleh Chanyeol. Sebelum melanjutkan kalimatnya ia menggigit bibirnya dan mulai meremat abstrak bajunya. Chanyeol tahu dia benar benar sudah kedinginan. Baiklah mungkin saatnya dia mendapat kesempatan dari Tuhan untuk berbuat baik.

"Ikutlah denganku, kau sudah membiru "

Pria mungil itu pun tersenyum mendengar itu dan sedikit berlari mengekor Chanyeol karena setelah mengucapkan itu Chanyeol langsung pergi tanpa menunggu respon simungil.

Sesampai di flatnya yang masih sama, berantakan dan kotor. Chanyeol mengaktifkan penghangat ruangan ke temperatur yang dirasa pas. Setelah itu dia masuk kedalam kamarnya dan meletakan jaketnya asal, sangat asal. Dia membuka almari berantakannya bermaksud mencari jaket yang dirasa pas untuk si mungil. Setelah membuat baju berantakan itu semakin berantakan, akhirnya dia menemukan sebuah hoodie yang paling kecil menurut dia. Itu hoodie tim basketnya saat masih SMA dulu. Dia keluar untuk memberikannya ke pria mungil nan aneh yang baru ia temui tadi.

"Apa yang kau lakukan disana?"

Dan pria itu masih berdiri mematung disamping pintu yang ada rak sepatu disana.

"Aku hanya, emm kau tidak mempersilahkanku"

Jawabnya. Ya, pria yang menurut Chanyeol gila itu ternyata memiliki sopan santun.

"Duduklah, ini pakai ini. Kau kedinginan. Aku akan membuatkan teh hangat untukmu "

Chanyeol sudah berjalan kedapur. Pria mungil itu melangkah pelan ke sofa dan mengambil jaket yang diletakan Chanyeol disana. Pria itu duduk disofa itu tapi wajahnya mengernyit saat dirasa ia sedang menduduki sesuatu. Dia berdiri kembali memastikan sesuatu apa yang baru saja ia duduki tadi. Dia terkejut saat tahu apa yang baru saja ia duduki. Itu saus tomat, lalu ia melirik ke baju dan celana bagian belakangnya. Benar saja sudah dilumuri saus tomat.

Chanyeol yang kembali dengan teh panas ditangannya berhenti sejenak. Dia merutuki dirinya. Ya siapa lagi tersangka yang meletakkan sembarangan saus tomat disofa kalau bukan dirinya sendiri. Chanyeol meletakkan teh panas dimeja.

"Sepertinya aku juga harus meminjamkan bajuku"

Ucap Chanyeol.

Setelah kejadian itu kini Baekhyun sudah keluar dari kamar mandi dengan kaus kebesaran dan celana yang kedodoran. Chanyeol sedikit meringis menahan tawanya. Pria mungil itu terlihat semakin mungil saja dengan pakaian Chanyeol yang menelannya. Padahal Chanyeol rasa dia sudah mencari yang paling kecil dari baju bajunya.

Pria mungil itu duduk disofa sedikit bergeser dari saus tomat yang sekarang sudah dibersihkan Chanyeol.

"Jadi, ceritakan lagi apa yang terjadi? Kau tidak tahu namamu? Kau tidak tahu dari mana? Dan kau hanya tau aku? Benar? "

Tanya Chanyeol mencoba membenarkan lagi ucapan pria aneh itu.

Pria itu mengangguk dengan mengatakan ya.

"Lalu? Apa lagi? Ada sesuatu yg lain? Mungkin kau ingat sesuatu? Atau informasi lain ? "

Tanya Chanyeol. Sebenarnya ia terlalu lelah meladeni orang aneh yang baru saja ia temui tadi. Tapi entah Chanyeol penasaran dengan apa yang diungkapkan pria mungil dan aneh itu. Dia tidak mengingat namanya tapi malah nama Park Chanyeol. Bahkan ia juga melupakan alamat rumahnya.

"Aku tidak tahu. Aku benar benar tidak tahu "

Jawabnya lagi dengan pandangannya yang kembali menatap kebawah.

"Kau tidak tahu namamu, tapi tahu namaku. Apa kau mendengar disuatu tempat sebelumnya? "

Dia menggeleng.

"Tidak, aku hanya mengingat itu. Park Chanyeol. Aku pikir itu namaku "

Jawabnya lagi. Chanyeol diam menyelidik. Takutnya ini hanya sebuah modus dari pria itu, mungkin saja si mungil ini ternyata penjahat atau memang dia fans berat yang sengaja berakting untuk mencari simpati Chanyeol.

"Jadi namamu Chanyeol kan? "

Tanya simungil hati-hati.

"Ya "

Jawab Chanyeol.

Pria mungil itu menatap hati hati mata bulat itu.

"Chanyeol, apa kau memang tidak mengenalku? Atau kau mungkin lupa kalau aku ternyata temanmu? "

Chanyeol mengernyit, pria aneh ini bahkan tidak tahu namanya sendiri. Bagaimana caranya Chanyeol tahu ?

"Mana ku tahu "

Jawab Chanyeol.

"Apa kau dari rumah sakit jiwa ? "

Tanya Chanyeol dan pria mungil itu langsung mendongak menatap Chanyeol. Ini tatapan berbeda dari pertama Chanyeol menemui pria ini. Tatapan marah mungkin.

"Apa kau menganggapku gila ?? "

Tanyanya emosi. Tapi memang dasarnya Park Chanyeol yang tidak mengerti jadinya dia mengangguk.

"Aku tidak gila asal kau tahu, aku hanya aku - "

Volume suaranya perlahan menghilang. Dia hanya tidak tahu. Iya, dia tidak tahu.

"Apa ? "

Tuntut Chanyeol.

"Sudah kujelaskan! Aku hanya tidak tahu! Aku tidak tahu dari mana! Aku tidak tahu namaku dan bahkan siapa aku! Yang kuingat hanya Park Chanyeol, iya hanya nama itu ! Aku ketakutan, aku tidak tahu apapun, aku tidak mengingat apapun! Aku takut! Aku tidak tahu aku dimana dan tiba- tiba aku melihatmu. Tentu saja aku bahagia. Akhirnya ada seseorang yang ku kenali ! "

Dia terengah setelah berteriak kalap dalam satu tarikan nafas. Dia juga mengusap kasar air mata yang baru saja mengalir karena sekali lagi dia takut. Tapi yang membuat dia marah lelaki didepannya malah menganggap dia gila.

Dan Chanyeol hanya mengerjap. Pria yang dia temui yang tadinya terlihat seperti anak anjing ketakutan, kenapa jadi berubah menjadi anak anjing pemarah.

Chanyeol tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Karena jujur disituasi seperti ini dia harus seperti apa.

"Baiklah kau tidak gila. Emm... Oke mungkin bisa dikatakan, kau sedang lupa ingatan "

Ucap Chanyeol meskipun dirinya juga tidak yakin dengan ucapannya.

"Lupa ingatan ? "

Tanya pria itu. Mungkinkah iya?

"Ya, mungkin kau sedang mengalami lupa ingatan "

"Jadi hanya kau yang kuingat ? "

Chanyeol diam. Benar, kalau hanya dia yang di ingat berati sebelumnya dia ada di ingatan pria itu. Tapi sungguh Chanyeol sudah berfikir sejak tadi apa dia pernah mengenal pria ini tapi tetap saja sama, dia tidak mengenalnya. Ini pertama kalinya ia bertemu dengan pria aneh ini.

"Ya, mungkin "

Jawab Chanyeol sekenanya.

"Tapi kenapa kau tidak mengenalku? "

Tanyanya lagi.

Chanyeol berfikir sedang memutar otaknya.

"Mungkin kau dulu adalah penggemar rahasiaku. Kau sangat menyukaiku. Karena biasanya didrama drama orang yang lupa ingatan hanya mengingat seseorang yang mereka sukai. Mungkin seperti itu, jadi aku tidak tahu siapa kau. Karena kau hanya menyukaiku dari kejauhan "

Ucap Chanyeol selancar itu. Entah apa yang membuatnya berfikir sampai ke penggemar rahasia. Tapi memang hanya itu yang terlintas dipikirannya. Dan sunggul menggelikan dia menafsirkan pemikirannya atas dasar sebuah drama.

Pria mungil itu mengernyit samar sambil memandangi wajah Chanyeol yang sedang menyengir canggung.

"Kurasa memang seperti itu "

Setujunya dan Chanyeol mengangkat satu alisnya. Mudah sekali.

"Emm, Chanyeol-ssi "

"Ya ? "

"Jadi bisakah kau membantuku mengingat semuanya ? "

Chanyeol mendengus diam-diam. Bagaimana caranya? Sungguh sangat susah berbuat baik memang. Dia hanya mencoba agar pria itu tidak mati kedinginan kenapa malah dia ikut kedalam masalah yang lain.

"Kan aku tidak mengenalmu, bagaimana caranya? Daripada membantumu mengingat, bagaimana kalau aku membantumu mencari alamatmu ? "

.

.

.

Disinilah mereka sekarang di Kantor polisi yang hanya 2 blok dari pemukiman flat Chanyeol.

"Sejauh ini yang terlapor hilang anak umur 5 tahun dan seorang kakek yang sudah diatas 70 tahun "

Ucap seorang polisi dibalik komputernya. Chanyeol yang duduk didepan meja si polisi menghela lalu menoleh kebelakang menatap anak laki laki dengan baju dan jaket kebesarannya sedang duduk dikursi tunggu dan menggoyankan kedua kakinya.

"5 tahun terlalu muda untuknya. Mungkin 10 tahun masuk akal "

Gumam Chanyeol.

"Jadi pak, bisakah kau membantuku? Ada seseorang yang menemuiku, dia bilang tak tahu namanya dan tak tahu dari mana "

Setelah bernegosiasi dengan polisi tersebut akhirnya Chanyeol pulang. Dia pikir semua akan sesuai harapannya. Memang benar polisi itu membantu tapi tetap beliau bersih keras untuk Chanyeol tetap bertanggung jawab atas pria itu. Karena hanya Chanyeol yang dikenal dia. Dan pria mungil ini juga tidak membantu sama sekali. Dia malah bilang akan bersama Chanyeol saja.

Chanyeol menghela nafas lagi dan lagi berjalan menatap langit yang mulai gelap. Daripada itu ada seorang pria mungil yang sedang mengekorinya.

"Kau marah ya ? "

Cicit si mungil dari belakang. Chanyeol mendengar itu, karena jelas pria dibelakangnya itu tahu jawabannya.

"Maafkan aku. Sungguh tempat itu membuatku ketakutan Chanyeol "

Chanyeol menutup matanya sebentar. Memangnya kantor polisi mana yang terlihat menyenangkan.

Selanjuntnya bisu. Tidak ada percakapan, hanya dentuman sepatu konstan dari si tinggi dan simungil yang kualahan dengan langkahnya sendiri. Karena pria mungil itu mengenakan sepatu Chanyeol yang luar biasa besar ukurannya.

Chanyeol masih mengernyit bingung menatap gang sempit yang seharusnya tepat berada disamping kedai malah pindah beberapa meter. Tetapi itu bukan apa apa dari pada menemukan pria tak dikenal yang tau nama Chanyeol tapi tak tahu namanya sendiri. Chanyeol menghentikan langkahnya tepat didepan gangnya. Dan otomatis pria mungil itu sedikit menabrak punggung tegapnya karena jujur memakai sepatu kebesaran sedikit sulit mengendalikan langkahnya. Chanyeol berbalik menatap pria mungil itu yang lagi lagi, kenapa begitu suka menampilkan ekspresi anak anjing ketakutan.

"Kau tidak bermaksud mengikutiku sampai flat kan ? "

Tanya Chanyeol. Dan mungil ini lagi lagi merungsut menatap kebawah. Dia tak menggeleng ataupun mengangguk.

"Jadi begini, kau kan terakhir bertemu denganku disini. Jadi bagaimana kalau kau duduk dihalte itu. Siapa tahu seseorang akan menjemputmu, mungkin keluargamu sedang bingung mencarimu. Jadi kemungkinan mereka akan kesini. Kalau kau mengikutiku, mereka malah tidak bisa menemuimu "

Jelas Chanyeol. Dan si mungil hanya meremat kaus kebesaran milik pria tiang itu lalu mengangguk.

Akhirnya si pria mungil berjalan menuju halte yang dimaksud Chanyeol yang berada tepat disisi lain kedai toko. Chanyeol tetap berdiri memastikan, sampai si mungil duduk dihalte akhirnya dia meneruskan langkahnya masuk ke gang kecil itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Chanyeol sedang sibuk memakan mie ramen kesukaannya, yang dimaksud adalah kesukaannya saat tanggal tua begini. Setelah mangkok itu bersih tak ada sedikitpun noda mie yang tertinggal Chanyeol meletakkan di wastafel miliknya. Lagi lagi helaan nafas kasar keluar dari hidung dan mulutnya. Cucian piringnya menumpuk dan hari ini dia juga belum mengirim laundry pakaiannya yang sudah hampir mencapai puncak atap rumahnya. Sudahlah, besok saja. Ya itulah Park Chanyeol. Besoknya pun besok saja. Saat dia akan bersiap bergelut lagi dengan tugas kuliahnya, dia melihat sesuatu. Itu baju si pria aneh itu. Seakan lupa untuk beberapa jam, akhirnya dia ingat apa dia terlalu kejam membiarkan pria yang katanya tak tahu apapun sendirian menunggu sesuatu bahkan Chanyeol juga tak tahu pasti. Apalagi tengah malam begini dimusim dingin.

Akhirnya disinilah Chanyeol yang kelinglungan, dihalte mencari keberadaan bocah aneh mungil itu.

"Ternyata dugaanku benar, dia hanya pria aneh yang tersesat"

Chanyeol sedikit bernafas lega. Mungkin keluarganya sudah menjemputnya atau kemungkinan lain dia sudah tahu arah jalan pulang. Sudahlah Chanyeol merasa lega, setidaknya tidak ada lagi sesuatu hal yang harus ia pikirkan selain menyelesaikan tugasnya dengan segera.

"Chanyeol? "

Dan yang ia temukan sekarang, pria mungil itu menarik ujung bajunya lagi. Chanyeol terkejut bukan main. Apa dia hantu? Ayolah, Chanyeol baru saja menyusuri tempat itu dan yakin pria mungil itu tidak ada di titik manapun kecuali sekarang tengah menatap Chanyeol dengan mata puppy miliknya lagi.

"Kau? Dari mana? Kau tadi tidak ada disini "

Pria mungil itu hanya berkedip kedip.

"Aku tadi buang air kecil di pohon besar itu "

Pria mungil itu juga menunjuk pohon besar dimaksud yang berada di seberang jalan. Chanyeol mengikuti kemana arah telunjuk itu. Pantas saja, pria ini terlalu mungil jadinya sangat mudah pohon itu menelan dia.

"Jadi belum ada yang menjemputmu?"

Si mungil menggeleng.

Chanyeol diam sejenak, berkecamuk dengan pikirannya sebelum akhirnya dia menghela nafas seolah telah memutuskan sesuatu.

"Baiklah, untuk malam ini kau boleh tidur ditempatku. Pastikan besok kau pulang kerumah dan jangan lupa membalas jasaku oke ! Kulihat kau bukan dari kalangan biasa dari merk bajumu "

Ucap Chanyeol yang mendapat cengiran bahagia dari pria mungil itu.

.

.

.

"Jadi kau benar benar tidak ingat namamu ? "

Tanya Chanyeol lagi. Karena mereka setidaknya akan serumah dalam semalam jadi tidak mungkin dia terus terusan memanggil pria mungil atau pria aneh. Di pikir pikir itu tidak sopan menurut dia. Karena disinilah mereka sekarang, di flat kecil berantakan Chanyeol.

Pria mungil yang dimaksud Chanyeol terlihat sedang berfikir tentang sesuatu terlihat dari keningnya yang berkerut dan bola matanya yang berlari kesana kemari.

"Sebenarnya, tadi aku membaca banyak sesuatu yang random dijalanan "

Chanyeol membenarkan posisi duduknya. Ia penasaran apa pria ini mengingat sesuatu. Entah kenapa kini pria mungil ini dengan segala hal yang ada di dirinya membuat dia penasaran apalagi saat sebelum ini ia melirik brand baju yang terkena saus itu bukan baju murah. Jadi dia menyimpulkan pria mungil ini bukan dari kalangan sembarangan. Sebenarnya Chanyeol hanya berfikir, setelah beberapa kali melihat youtube karena kebosanannya disana ia banyak melihat orang kaya yang membalas kebaikan. Jadi dia berfikir mungkinkah dia akan mendapat rejeki yang berlipat setelah menemukan dan membantu si pria mungil ini yang ternyata seorang caebol.

"Apa? Kau mengingat sesuatu ? "

Pria mungil itu menggigit bibir bawahnya takut takut. Dan fakta baru yang diketahui Chanyeol sekarang, pria ini tidak hanya suka menampilkan wajah puppy tapi juga suka menggigit bibir bawahnya. Tiba tiba pikiran Chanyeol kelimpungan sebelum akhirnya ia kendalikan kembali ke normal.

"Aku tidak tahu, tetapi saat aku membaca sesuatu setiap ada huruf B aku suka. Apa mungkin namaku ada huruf B ? "

Jawabnya polos. Sepolos kaos Chanyeol yang sudah tidak polos lagi karena kemarin baru saja kelunturan celananya yang berwarna merah. Heuhh Chanyeol menghela lagi dia lupa celana murah itu baru dibelinya dipasar. Tapi tak hanya itu yang membuat dia menjadi menghela entah sudah berapa ratus kalinya dalam sehari. Jawaban polos itu membuat pikirannya buntu lagi. Mungkin kalo pria mungil ini mengingat hanya satu kata saja itu tidak masalah meskipun itu keterlaluan. Tapi ayolah hanya mengingat sebuah huruf ? Apa pria ini harus mengingat satu persatu huruf untuk mengukir satu kata ? Lalu berapa lama yang dibutuhkan untuk memulihkan ingatannya. Chanyeol lupa fakta lain, apa pria ini memang benar benar lupa ingatan ?

Sudahlah dia tidak peduli.

"Baiklah, mulai sekarang namamu B, oke ?! "

Pria mungil itu tersenyum lagi. Dia suka mendengarnya. B.

.

.

.

.

To be Continued...

Apakah kalian suka ? Mau lanjut apa tidak?

Maaf, aku masih sedikit kaku pake ffn.

Semoga kalian suka dengan jalan ceritanya ya. Mohon reviewnya ya, karena ini FF Chanbaek pertamaku :)