Tersaruk-saruk kakinya menjelajah. Ruang asing yang sepi. Kelam. Suram. Remang. Kume tahu ini hanya ilusi, tapi entah kenapa terasa begitu nyata. Napasnya seakan dicekik, seolah udara diharamkan atas paru-parunya.

Lagi, Kume menangisi dirinya yang tertinggal dalam masa lalu. Perih.


Disc : Bunal milik DMM games! Saya cuma minjem charanya buat disiksa-eh

.

Songfict! Mengejar Rindu by Hyper Act

.

Enjoy!

Jangan lupa berbahagia


Masih disini, kabur mencari serpihan ingatan yang mula memburam. Resah mulai meraja, hadir diantara kelam dan kecewa. Kume tak mengerti, mengapa mimpi lebih sempurna dari nyata? Tapi jawabnya tiada ia temukan dimana-mana.

Bulir bening yang tanpa izin meloncati pipinya Kume acuhkan. Terus menggali ingatan, mencari kenangan yang terkubur dalam. Terkutuklah waktu yang menyuratkan perpisahan, sementara untuknya dirinya belum Kume persiapkan.

Mempersiapkan diripun, sebenarnya rasanya tetap saja perih. Meski begitu setidaknya Kume sudah memperkirakannya. Tak seperti saat ini, pisah itu melukainya tanpa aba-aba. Sakit.

'Maafkan aku, Kume-kun. Aku harus pergi'

Suara itu terngiang lagi. Kume menjerit dalam pilu. Ngilu.

Senyum itu. Tatapan itu. Manik biru serupa langit musim panas itu. Kume tak rela melupa, meski mengingatnya hanya seperti menabur garam diatas luka.

Karena sebelum punggungnya menghilang saat itu, Kume masih sempat melihat selarik senyum pi wajahnya. Bersama setitik air mata.

Kume terisak bersama sunyi yang menyerapnya kedalam sepi. Karena dengan perginya netra biru itu meninggalkannya, itu berarti ia kembali sendiri.

Dibalik lembaran takdir yang tintanya sempurna mengering. Kume yakin disana hidupnya sudah termaktub sepenuhnya. Yang masih ia tanyakan hanyalah, apakah kasih mengikat kisahnya dengan Akutagawa? Jika tidak, betapa kejamnya penulis takdir itu.

Akutagawalah yang dahulu menyapanya Menyinari kelam hidupnya. Tapi Tuhan membuatnya pergi, bersamaan dengan hadirnya kelebat-kelebat konflik kehidupan yang mendera. Seakan 'mencandai' Kume yang terpana. Sebagaimana ia tergugu saat melihat datangnya Akutagawa.

Tapi candaan-Nya kali ini, terlalu tidak lucu bagi Kume, sampai-sampai ia menangis menanggapinya.

Perjalanannya bersama Akutagawa bukannya tanpa liku. Ada tangis dan tawa. Tak melulu bahagia. Mereka pernah menduga-duga suratan takdir bersama. Dalam kalut dan resah, terkadang takut untuk melangkah.

Menerka takdirpun, Kume tak pernah berfikir akan berpisah secepat ini. Dengan cara ini.

Takdir yang mereka ukir bersama telah menjadi masa lalu. Terkadang tertimbun waktu, tapi Kume menolak untuk melupa. Sakit karena perpisahan itu saja belum reda. Bagaimana bisa Kume rela melepas memorinya begitu saja?

Karenanya, dalan menyepi inipun Kume masih mencari-cari rindu. Juga kenangannya bersama Akutagawa yang tak ingin dilupakannya.

Sekuat tenaga mengejar rindu yang begitu asing didepannya. Tersedu.

Bersama letih yang mendera, didekapnya rindu yang mengiba, memohon sua. Kume merengkuhnya. Menanti hadirnya mimpi yang mekar untuk sekadar menghiburnya.

Kasihnya yang bersinar meski redup. Kume terisak bersama rindu. Menyadari tulus cinta yang ia hamburkan.Seraya meyakini bahwa mereka takkan jauh terpisahkan.

Meski takdir menyuratkan pilu dalam kisah mereka. Cinta Kume hanya untuk Akutagawa.


Fin


YEY! Apa ini? /Tabok/. Maafkan bahasa yang amburadul dan susunan kalimat yang amberegul. Juga typo yang nyelap nyelip disana dimari. :D

Sesuai deskripsi (?) diatas, ini aku dapet inspirasi dari lagu malaysia yang judulnya "Mengejar Rindu" oleh Hyper act :". Aku cuma menguraikan kata dari liriknya. Nyeritain apa yang kutangkep dari sana, baru ku ubah ke Akkm.

TAPI SUMPAH HYPER ACT PUITIS AMAT ASLI. ITU LAGU DIAPAIN JUGA PASTI INDAH. MASALAHNYA OTAKKU KARATAN JADI ADA BBRP KATA YANG AKU GAFAHAM /nangis.

Ancur? iya. Banget. Sebenernya pen nambahin dialog, tapi bingung mau naro dimana dan konfliknya apa /Dirajam/. Jadi yaa ujungnya gini :)

Btw aku nangis pas ngetik gara2 dengerin lagunya qwq /gananya

Btw Kume bucin banget ya disini? Maap ya Kume :D

wwwq. Okelah. Ditunggu krisarnya.

makasih dah mau baca :D

Sampai jumpa di kegajean berikutnya!

Elfa Kanzu