Semua karakter hanyalah milik Masashi Kishimoto dan Gosho Aoyama

Detective Akatsuki

Purnama malam itu terasa lebih terang dari biasanya. Cahayanya berhasil menyentuh ke dalam sebuah hutan yang masih liar. Bagi wanita berjubah awan merah, purnama adalah satu-satunya sumber penerangan untuk berjalan di dalam hutan yang sama sekali ia tidak ketahui.

"Ini aneh"Gumamnya. Konan, nama wanita berjubah awan merah tersebut. Ia baru saja tersadar di dalam hutan 10 menit yang lalu. "Kenapa aku masih hidup"Pertanyaan kepada dirinya sendiri.

Ingatan terakhirnya tepat pada saat Madara si pria bertopeng itu mencekiknya dan menggunakan genjutsu kepadanya untuk memberitahu dimana lokasi Rinnegan. Ia sangat yakin bahwa ia harusnya sudah mati. Tapi nyatanya ia masih bernafas dan berjalan dengan bebas. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana ?

Konan sudah berjalan cukup jauh, ia memutuskan untuk beristirahat di atas dahan pohon. Ia menghela napas dan memejamkan matanya,"Apa yang sebenarnya terjadi?"Gumamnya.

"Jadi kau juga di sini?"

Seketika Konan terkejut dan membelalakan matanya, "Itachi?!"

Konan sama sekali tidak menyadari kehadiran pemuda tersebut. Salah satu anggota dari organisasi yang sama .

"Sejak kapan kau di sini? Dan.. kau hidup?"

Itachi mengangguk,"Aku sadar 30 menit yang lalu di tempat ini. Kenapa dan bagaimananya aku tidak mengerti. "

"Apa kita adalah edotensei?"Tanya Konan.

"Aku meragukan itu. Sebelumnya aku dibangkitkan menjadi edotensei saat perang dunia ninja ke empat. Saat aku mematahkan jutsunya, edotensei juga terlepas. Kondisinya berbeda dengan tubuh yang sekarang. Ini lebih seperti aku benar-benar hidup"

"Perang dunia ninja ke empat? Bagaimana hasilnya?"

"Entah. Tapi kuyakin Naruto mengatasinya dengan baik"

'Naruto ya..' Konan teringat dengan bocah berambut kuning itu. Ia berharap banyak pada bocah yang mengubah Nagato tersebut.

Keheningan melanda selama beberapa saat sebelum akhirnya mereka mendengar suara ledakan.

BOOM..! BOOM..! BOOM..!

Itachi dan Konan saling menatap,"Deidara"

Tanpa basa-basi mereka menuju ke asal suara


"Sialan! Siapa kau,hm!?"

Baru lima menit ia sadar , orang yang ia tak kenal itu ada di sebelahnya

"Bisa kau dengarkan aku dulu?"

Ia nampak seperti pria biasa dengan setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu. Rambut putihnya berkilauan terkena cahaya bulan.

Deidara tidak peduli dan terus menyerang dengan bom tanah liat miliknya.

"KATSU.!"

Orang itu berhasil menghindar," Cih, nampaknya kau memang tipe yang enggan untuk mendengarkan ya"

"Kenapa aku disini hm!? Seharusnya aku sudah mati, apa yang kau lakukan padaku!?"

"Karena itu tenanglah, kita temukan yang lain dan akan kujelaskan"

"Yang lain?" Seketika deidara berhenti." Maksudmu.."

"Ya, anggota akatsuki yang lain. Mereka disini. Semuanya.."

Tak lama Itachi dan Konan datang, begitu pun anggota yang lain. Mereka semua mendengar suara ledakan dan langsung menuju kemari. Sasori, Kisame, Nagato, Hidan, Kakuzu dan Tobi.

"Ini cukup menghemat waktu, tanah liat peledakmu berguna juga". Gumam orang tersebut."Baiklah, karena sudah berkumpul semua. Aku akan mulai menjelaskan situasi kalian.."Ucapnya.

"Siapa kau? Apa kau yang membangkitkan kami semua?"Tanya Kisame curiga dan tidak suka.

"Pertama-tama, aku adalah sesuatu diluar batas kemampuan kalian.."

"Maksudmu kau adalah Tuhan? Lucu sekali"Sasori berdecih.

"Tidak. Aku sesuatu yang lain. Kalian bisa memanggilku Shadow. Tujuanku menghidupkan kalian adalah aku mau kalian melakukan misi untukku di dunia ini. Jika kalian berhasil menjalankan misi dariku, maka kalian boleh memilih untuk berada di dunia ini dan melanjutkan hidup atau kembali mati "

"Apa maksudmu 'dunia ini' ? Apa kami tidak berada di dunia tempat kami berasal? Dan apa tujuanmu melakukan ini?"Tanya Nagato datar.

"Dunia ini adalah dunia yang berbeda dari yang kalian ketahui. Dan tujuanku, yah.. aku berpikir kalian cocok menjalani misi ini."

"Apa yang terjadi kalau kami gagal?"Tanya Itachi.

"Kalian akan kukembalikan ke dunia kalian, ngomong-ngomong kalian sudah mati di dunia kalian kan."

"Lalu"Kisame menyela."Apa yang membuatmu berpikir kami mau melakukannya?"Ia mengangkat Samehadanya dan menaruhnya di bahu.

"Karena aku adalah sesuatu di luar batas kemampuan kalian."

"Kau cukup besar mulut. Bagaimana kalau kita buktikan itu?"Sahut Sasori yang sudah siap dengan kugutsunya.

Semua siap dengan mode bertarungnya.

"Kau tidak berharap kami percaya dengan kata-katamu kan?"Sahut Konan datar dan dingin.

Shadow tersenyum,"Kalau aku menang kalian ikuti misi dariku"

Dan terjadilah pertarungan malam itu. Ledakan, api,tanah yang retak, gempa yang luar biasa terjadi sepanjang malam.


Matahari menunjukan sinarnya menggantikan purnama. Area hutan tersebut hancur lebur sudah..

Para anggota akatsuki terengah-engah dan kehabisan cakra. Sasori jatuh bertumpu pada sebelah kakinya. Kisame juga demikian. Sebagian besar dari mereka tak sanggup berdiri lagi. Mata Itachi mengeluarkan darah akibat dari Mangekyou yang digunakannya. Sedangkan Shadow masih sama seperti sebelumnya, ia sangat baik-baik saja. Ia melewati level semua anggota akatsuki.

"Baiklah, seperti kesepakatan kita. Aku menang dan kalian harus mengikuti misi ini."

"Sial.."Deidara memukul tanah frustasi. Ia benar-benar tak bisa bertarung lagi.

Bahkan kelima tendo milik Nagato sudah tak bisa bergerak. Hanya Tendo Yahiko yang masih bisa bertahan.

"Apa yang akan kita lakukan, Nagato?"Tanya Konan. Semua anggota akatsuki juga menatapnya.

Nagato menghela napas dan menatap Shadow, "Nampaknya kami tidak punya pilihan lain bukan? Kami akan menerima misi itu"

"Kau serius?"Hidan terkejut.

"Jadi apa misi yang kau berikan pada kami?"

" Aku ingin kalian membantu seseorang bernama Shinichi Kudo kembali ke tubuh asalnya. Aku ingin kalian membantu dia"Jawabnya.

"Apa yang terjadi dengan orang bernama Shinichi Kudo tersebut?"Tanya Kisame.

"Dia diracun dengan obat dari organisasi bernama Black Organization. Tubuhnya menyusut menjadi anak-anak."

"Hanya itu? Kami pasti bisa mengatasinya"Sahut Sasori sambil berkacak pinggang.

"Aku suka optimisme mu . Aku punya aturan untuk kalian di dunia ini. Jangan biarkan orang tau asal-usul kalian dan jangan membunuh "

Semua anggota akatsuki seketika melirik Hidan.

"Mudah bagi kami, tapi mungkin tidak untuknya"Kakuzu menunjuk Partnernya itu.

"Akan ada konsekuensi yang kalian dapat jika melanggar aturan tersebut. Kalian mungkin saja tidak dapat menggunakan cakra dan hidup sebagai manusia biasa"

"EHHH…?" Hidan nampak sangat sangat kecewa. "Jashin-sama..! Bagaimana ini..."

"Ngomong-ngomong.."Konan angkat suara. "Apa kau membangkitkan kami menjadi lebih muda dari sebelum saat kami mati? Aku tidak menghiraukannya sebelumnya, tapi sekarang aku mau tau kenapa?"

Shadow berdehem, "Ya. Kau benar. Kubilang sebelumnya jika kalian menyelesaikan misi ini kalian dapat memilih untuk tinggal dan memulai hidup baru atau kembali. Kupikir akan lebih baik kalian memiliki tubuh muda kalian jika kalian berniat untuk tinggal disini . Aku membuat tubuh kalian seperti usia 15 tahun. Tidak buruk bukan?"

"Ahh itu menjelaskan kenapa jubah ini terasa longgar"Jawab Tobi.

"Kukira kau shock dan menjadi bisu. Kau sangat diam dan tidak bicara sejak datang ke sini"Canda Kisame sarkas.

Tobi menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan terkekeh.

"Baiklah, waktunya aku pergi."

"Tunggu"Cegah Sasori. "Bagaimana cara kami ingin bicara denganmu?"

"Tak perlu khawatir. Aku akan mengunjungi kalian seminggu sekali."


Kayanya ini fic crossover pertama aku.

Setelah banyak disibukin sama tugas-tugas akhirnya punya waktu buat bikin fanfic lagi

Makasih yang udah nyempetin waktunya untuk baca, jangan lupa review nya yaa :)