Marvel World's :: Mr. Madara Uchiha.

Chapter 1 :: Dunia Baru.

Madara adalah Shinobi yang selalu memikirkan tentang Perdamaian Dunia, setelah membaca Monumen Uchiha, dia dengan tegas mulai merencanakan proyek 'Mata Bulan' yang kompleks, hanya untuk mewujudkan cita-citanya.

Tapi siapa sangka kalau perjuangan itu hanya berahir untuk menjadi bagian dari rencana kebangkitan Mak Lampir itu, Kaguya Otsutsuki?!.

Hanya dia yang tahu betapa sedih, dan putus asanya Madara ketika tahu ia hanya pion.

Namun sebagai Tuan Uchiha yang perkasa, mana bisa dia menyerah begitu saja?.

Jadi diahir-ahir hidupnya, tepat sebelum Kaguya mengambil alih tubuhnya, ia dengan tegas melarikan diri dengan setetes darahnya ke Dunia Lain guna menyelamatkan dirinya.

Brooklyn - New York.

Disalah satu sudut Kota itu, Celah Dimensi tiba-tiba muncul, memuntahkan seorang pria berpenampilan kasihan.

Ya!. Meski penampilannya seperti gelandangan, bertelanjang dada, dengan celana standar Ninja yang compang-camping, dia masih Tuan Uchiha yang perkasa!.

Madara Uchiha yang kabur dengan susah payah dari Dunia Naruto, setelah hampir mati digunakan sebagai wadah kebangkitan Kaguya Otsutsuki!.

"Berhasil?." dia berbisik tak percaya. "Berhasil!."

"Hahahahaha!. Aku berhasil!." menyadari fakta bahwa pelariannya sukses, Madara langsung tertawa gila. penuh kebahagiaan, dan suka cita.

Pasalnya, keadaannya saat itu sangat mendesak, dan Madara sendiri agak skeptis apakah tindakannya akan berhasil, atau tidak.

Tapi siapa sangka bahwa Chakra Rikudo begitu maha kuasa?.

Bukan hanya mampu membawa sang Uchiha ke Dunia Lain dalam keadaan seperti itu, tapi juga mampu menciptakan tubuh baru dari setetes darahnya.

Hanya saja bayarannya juga lumayan besar, tubuh yang diciptakan Madara dari setetes darahnya hanya manusia biasa, dan Chakra Rikudo yang luar biasa itu benar-benar habis tak bersisa!.

Jadi, bahkan untuk seorang Tuan Uchiha yang perkasa, dan dingin seperti Madara, keberhasilan ini membuatnya tertawa gila, dan penuh suka cita.

Setelah puas tertawa, Madara mulai memperhatikan kondisi tubuhnya. "... Hanya manusia biasa?!."

Hasil ini tentu saja tidak memuaskan Tuan Uchiha kita.

Dari eksistensi yang ditakuti di Dunia Ninja, Madara direduksi jadi manusia biasa yang lebih lemah dari semut-semut itu!.

Bukannya sombong, hanya saja, bagi seorang seperti Madara, kebanyakan Ninja memang terlalu lemah hingga tidak layak untuk diperhatikan.

Tapi sekarang dia bahkan lebih menyedihkan dari Ninja-Ninja itu?.

Setelah merenung sejenak, Madara hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa serakah, sudah bagus aku masih hidup!."

Lagi pula, Tuan Uchiha kita yakin dengan dengan kemampuannya sendiri.

Kembali ke puncak kekuatannya?.

Gampang, yang penting dia diberi waktu!.

"Hmph!. Tunggu saja aku pasti akan membalas Mak Lampir itu!." desisnya.

Baik. Selesai dengan semua keluh kesahnya, baru dia mulai memperhatikan daerah sekitar.

Dimana ini?.

Dunia macam apa ini?!.

Madara menatap gedung-gedung tinggi itu dengan penuh minat. "Apa ini?."

Tuan Uchiha kita mulai mendekati dinding didekatnya. Setelah Madara puas mengelus, dan mengetuk disana-sini, ada tanda tanya besar dikepalanya.

Tanah?.

Batu?!.

"Bukan," Madara dengan tegas menggelengkan kepalanya. "Ini pasti bahan yang lebih maju yang tidak ada di Duniaku,"

Binggo!. Madara tetaplah Madara. Bahkan dalam kondisi itu, ia masih tidak mempermalukan keluarga jenius Uchiha!.

Tidak ada hal lain yang bisa diperhatikan, Madara mulai berjalan menyusuri lorong.

Ja~Jang~~~

Pemandangan didepan bahkan membuat seorang Uchiha seperti Madara melongo.

"A-Apa?!." dia tergagap.

Diatas sebuah gedung, ada manusia besar didalam kotak bisar!.

Wanita berpakaian aneh itu, terlihat berbicara sendirian seperti orang gila, sambil menunjuk peta dengan ikon lucu awan, dan matahari diatasnya.

"Apa itu?. Apakah dia sedang merencanakan taktikal perang?!." seketika itu juga, Madara langsung waspada mempersiapkan gestur bertarung. Saat ini kekuatannya hanya manusia biasa, dia tidak bisa bergaya sok kuat seperti sebelumnya.

Pihak mana mereka, apakah Aliansi Ninja?.

Tapi bagaimana dengan Mak Lampir itu, Kaguya, apakah dikalahkan?.

Tapi bukankah ini Dunia Lain, kenapa ada Aliansi Ninja disini?.

Banyak pertanyaan yang bermunculan, dan otak jenius Uchihanya bekerja dengan intensitas tinggi berusaha menghasilkan berbagai macam dugaan. Tapi tepat ketika ia akan sampai pada suatu kesimpulan,

"Eh?!." Madara tertegun.

Dimana wanita aneh yang merencanakan itu, kenapa itu menjadi kumpulan bocah bodoh yang melompat-lompat, dan menari-nari saat makan biskuit?.

Apa bocah itu cacingan, atau cara makan biskuit terbaru harus seperti itu?!.

Bahkan otak jenius Madara tidak mampu mengikuti perkembangan ini!.

Lupakan!. Sekarang ini bukan saatnya untuk bingung, pertama-tama cari tempat bersembunyi dulu!.

Madara langsung membuat keputusan cepat.

Penampilan wanita aneh yang merencanakan itu membuat Madara merasa terancam!.

Meski dia tidak mengerti bahasanya, jelas wanita itu sedang menyampaikan informasi tertentu.

Dan dengan itu, Tuan Uchiha mulai berlari diantara kerumunan, meliuk-liuk dengan gesit dibawah tatapan aneh mereka.

Faktanya, meski dia direduksi menjadi manusia biasa, kemampuan fisiknya masih luar biasa.

Itu harus ambang batas manusia super!.

Hanya karena Madara awalnya terlalu OP, sehingga ia meremehkan kondisi fisiknya saat ini.

Tapi baru beberapa meter berlari,

Di~Di~Di!.

Suara nyaring itu menarik perhatian Madara, dan apa yang muncul dalam pandangannya adalah balok besar aneh yang melaju cukup kencang.

Cit~Cit~Cit...

Suara mencicit terdengar saat supir bus berusaha sekuat tenaga menginjak rem. "Brengsek!. Sialan!. Apa kau ingin mati?!."

Si supir langsung mengumpat, dan memarahi Madara yang tertegun seperti orang bodoh.

"Minggir idiot, kenapa kau masih berdiri disana!." supir bus kembali berteriak memarahi Madara karena masih berdiri ditengah jalan.

Namun Tuan Uchiha kita sama sekali tidak tahu kesalahannya, ia sekarang ini sedang kebingungan!.

Dia bicara padaku 'kan, apa yang dia bicarakan, kenapa aku kesal?.

Dan apa balok aneh ini, kenapa bisa melaju cukup cepat, kenapa ada orang didalamnya, bagaimana cara masuk kesana?.

Banyak pertanyaan yang tidak mampu dijawab, membuat otak jenius sang Uchiha menghasilkan arus pendek.

Untungnya, atau entah sialnya, ada petugas Polisi yang sedang berpatroli. Menyaksikan pria bodoh seperti gembel, berdiri ditengah jalan, dimaki-maki supir bus, dan membuat kemacetan.

Apa yang terjadi disini, apakah seseorang sedang membuat film, atau apa?.

Bagaimana bisa ada orang yang memasang wajah seperti itu, ketika dimaki dengan kejam?!.

Bahkan untuk mereka berdua, Polisi New York yang cukup terbiasa dengan kasus aneh, mereka masih agak lamban menyaksikan pemandangan ini.

Namun keadaan tidak membiarkan kedua Polisi Patroli itu terus melamun,

"Pak!. Tangkap dia, ringkus idiot ini!." si supir bus yang melihat mobil Polisi berhenti tidak jauh, langsung berteriak.

Tidak punya pilihan, kedua Polisi itu keluar.

Satu mencoba menenangkan sang supir bus yang terus memarahi Madara, sambil menekan klakson tanpa henti. Satu lagi mendekati Tuan Uchiha yang masih dalam kebingungan.

Untungnya, Pak Polisi ini canggih, dia segera menyadari kalau Madara tidak mengerti ucapannya.

Apa dia turis?.

Tapi kenapa penampilannya seperti gembel?!.

Itu dekil, bertelanjang dada, dan celananya pun compang-camping. Apa dia ini korban pemerkosaan, atau sesuatu?.

Memikirkan itu, tiba-tiba dia ingat bahwa baru-baru ini memang ada kasus perdagangan manusia, dan targetnya bukan hanya gadis cantik, tapi juga pria cantik yang secara khusus disediakan untuk wanita-wanita dominan.

Apa orang ini salah-satu korbannya?.

Kasihan, jauh-jauh datang ke New York hanya untuk diculik.

Memikirkan itu, tiba-tiba Pak Polisi merasa kasihan untuk pria muda ini. "... Berat untukmu, 'Nak!."

Pak Polisi menepuk-nepuk pundak Madara berusaha untuk membesarkan hatinya, dengan wajah berkaca-kaca.

Disisi lain, Tuan Uchiha kita semakin dipenuhi dengan tanda tanya.

Apa dia sakit perut?.

Kenapa tiba-tiba memasang wajah seperti itu?!.

"Hei, kau kenapa?." rekan Pak Polisi menghampirinya, setelah menenangkan supir bus garis keras itu.

"Itu begini," Pak Polisi tanpa malu-malu memulai narasinya. Bahkan dengan mantap mengarang cerita sedemikian rupa, sampai-sampai rekannya pun berkaca-kaca, siap memangis kapan saja.

"Betapa malangnya," gumam rekan Pak Polisi sambil menepuk pundaknya.

Yang perlu dicatat adalah, Madara memang tipe pria cantik. Wajah tampan, kulit putih berotot, plus rambut hitam landak, dengan ekpresi dinginnya itu, orang harus mengakui bahwa Tuan Uchiha kita layak!.

Selain itu, tubuh baru Madara juga terlihat baru berusia 20 tahun, sehingga itu cukup menyakinkan untuk gambaran pria cantik mainan 'nyonya'.

Itu akan sempurna andai tidak ada wajah bodoh penuh tanda tanya, serta memakai pakaian yang pantas.

Kasihan, mungkin dia disiksa sampai menjadi bodoh,

Andai Madara tahu apa yang dipikirkan kedua Polisi itu, mereka pasti sudah ditebas oleh Susano'o!.

Oh tidak!. Tuan Uchiha kita sekarang ini adalah 'macan ompong', Madara tidak bisa menggunakan Susano'o!.

Kasihan...

"Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja," Pak Polisi bersikap ramah karena kasihan. "Ayo, ayo... Naiklah, kami akan membantumu,"

Madara masih tidak mengerti apa yang diucapkan si Pak Polisi, tapi itu tidak berarti dia tidak mengerti gestur mengundang Pak Polisi.

Apa dia memintaku masuk ke benda itu?.

Madara menerka. Dan memang, setelah memastikannya lagi, Pak Polisi itu tampaknya memang mengundang dia masuk kesana.

Tuan Uchiha melihat benda balok besar, kemudian ke benda seperti sepatu.

Meski bentuknya berbeda, sepertinya bahannya sama. Mungkinkah ini versi kecilnya?.

Tidak tahu, tapi karena penasaran, Madara dengan patuh mengikuti kedua Polisi itu masuk ke dalam mobil polisi.

Seperti itu, kehidupan baru Madara Uchiha di Dunia Marvel ternyata dimulai dengan diciduk Polisi...