Tak ada yang tau akan kapan datangnya cinta. Karena cinta datang tanpa peringatan. Tanpa kau pinta. Namun cinta akan datang jika kau mau mencoba menerima. Sepert cerita mereka yang rumit, tanpa sadar kau akan penasaran dengan kelanjutan kisahnya. Di mana datangnya sebuah cinta amat sulit untuk di tebak.


Main Cast

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Ooh Sehun

Wu Yi Fan

Do Kyungsoo

Kim Jongi

Xi Luhan

Other

Heechul as Baekhyun Mother

Byun Leeteuk as Baekhyun Father

Park Siwon as Chanyeol Father

Kim Kibum as Chanyeol Mother


Notes : Cerita ini hanya karangan fans yang gabut, jika terjadi kesamaan cerita mohon dimengerti. Bagi yang tidak menyukai cerita ini, tolong jangan meninggalkan review negatif. Karena akan menyebabkan kemalasan bagi author nya buat lanjut next chapter. Sebelum nya, saya sudah pernah munculin ide cerita yang udah di jadiin sama author lain. Dan syukur hasil nya sukses, banyak yang suka cerita nya. Jadi ini pertama kali saya untuk mencoba upload cerita sendiri. Mohon dukungannya (๑๑)


THIS LOVE

Koridor sangat sesak saat ini. Pasalnya seluruh siswa tak sabar untuk melihat tim basket kebanggaan mereka ke final. Begitu pula dengan ketiga sahabat yang saat ini berlari bersama agar dapat tempat duduk di barisan paling depan.

"Yak ! Bukankah sudah kubilang jangan terlambat Baek!"

Bentak Kyungsoo setelah berhasil mendapatkan tempat duduk sesuai keinginannya.

"Aih molla ! Kau tahu, aku bahkan sudah bangun sebelum matahari menunjukkan batang hidungnya. Salahkan supir bus bodoh itu Soo-ya, seharusnya ia berhenti saat aku mengejarnya bukan ? " Ujar gadis cantik itu membela diri. Tatapan memohon ia layangkan pada sahabat satunya, meminta agar sang sahabat itu membela nya.

Luhan yang menyadari dirinya di tatap oleh Baekhyun menghela nafas. Kepalanya menggeleng. Sahabatnya satu ini bukanlah siswa bodoh. Akan tetapi Baekhyun juga bukan siswa berprestasi. Tapi yang benar saja, Baekhyun benar-benar pembohong kelas teri. Luhan berdiri berkacak pinggang. Rok tim cheerleaders nya bergoyang mengikuti gerakan sang pemilik. Pompom yang ia pegang disatukan pada tangan kanannya.

Tatapan Luhan jatuh kepada Baekhyun. Luhan menarik nafas dalam-dalam sebelum melontarkan apa yang akan ia katakan. Membuat Baekhyun gugup akan apa yang akan Luhan katakan.

'Oh tuhan, biarkan aku lolos sekali ini saja dari amukan burung hantu ini.' Rapal Baekhyun dalam hatinya.

"Kau benar-benar buruk dalam berbohong kau tahu eoh ? " Tanya Luhan pada Baekhyun. Mendapat pertanyaan seperti itu dari Luhan, Baekhyun paham ia sudah ketahuan. Kepalanya mengangguk menjawab pertanyaan Luhan.

"Biar ku koreksi nona Byun. Sebelumnya matahari memang tidak memiliki struktur wajah. Bagaimana kau bisa yakin mengenai batang hidung matahari ? Dan secara tidak langsung, kau sudah mengakui bahwa kau memang terlambat karena kesiangan Baekiee." Seringai Luhan lemparkan kepada Baekhyun.

"Bagaimana mungkin ? Aku ? Kapan aku mengakuinya?" Timpal Baekhyun tak terima.

"Kau bilang tadi kau mengejar bus bodoh. Kalau kau tepat waktu, hal seperti itu tak akan terjadi Baek." Jawab Luhan membuat Baekhyun terdiam. Skakmat. Bagai kecepatan cahaya sebuah tangan memukul kepala bagian belakang Baekhyun. Baekhyun hanya bisa mengaduh kesakitan.

Kyungsoo sang pelaku memasang wajah tak berdosa. Suara terompet menyadarkan ketiga sahabat itu bahwa pertandingan sebentar lagi akan dimulai. Luhan pamit kepada Baekhyun dan Kyungsoo. Ia harus bergabung dengan tim cheerleaders nya untuk menyemangati tim basket sekolah mereka.

Baekhyun menatap sedih kepergian sahabat rusanya. Matanya melirik Kyungsoo yang sedang memasang wajah merajuk. Menggigit bibir tipis nya, Baekhyun menghela napas menyesal telah membuat sahabatnya itu kecewa.

Kyungsoo tahu Baekhyun menatap padanya, namun ia hanya kecewa oke.

"Baby Soo mianhae, aku ne. Semalam aku bekerja hingga larut. Kau tahu bukan aku harus bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Sungguh ini bukan alasan Kyungie. Tadi pagi badanku rasanya remuk. Aku- "

"Mian Baek, aku sahabat yang tidak perhatian."

Kyungsoo memeluk Baekhyun erat. Bodohnya ia, ia merasa sangat egois. Seharusnya ia mengerti keadaan Baekhyun.

"Hei kenapa jadi kau yang meminta maaf? Sudahlah lihat itu pertandingan akan segera dimulai."

Mereka menoleh ke arah lapangan suara riuh teriakan penonton amat bising menyemangati anggota basket yang mereka sukai. Tak terkecuali Kyungsoo, matanya berbinar menatap punggung lelaki yang saat ini sedang membenahi tali sepatunya. Dapat ia lihat nomor 88 pada seragam lelaki itu.

Baekhyun yang menyadari sahabatnya tak lagi merasa bersalah ikut tersenyum. Matanya menatap redup orang itu. Orang yang disukai sahabatnya dan orang yang diam diam ia juga sukai.

Lelaki itu berbalik hingga menampakkan punggung lebar nya.

61.

Park Chanyeol.

Pria yang Baekhyun sukai tanpa mengerti apa alasan ia menyukai lelaki itu. Namun Baekhyun akan lebih memilih menjaga perasaan Kyungsoo sahabatnya. Dia tahu sahabatnya itu menyukai Chanyeol. Dapat Baekhyun lihat Chanyeol mendekati Sehun. Mereka mungkin sedang membicarakan taktik untuk mengelabuhi lawan.

Tiba-tiba Sehun menatap ke arahnya. Baekhyun tersenyum membalas lambaian tangan Sehun. Ya Sehun adalah sahabat Baekhyun sejak kecil. Mereka bahkan dapat tahu isi hati satu sama lain hanya dengan saling menatap.

Pribadi Sehun yang baik dan hangat cocok dengan seorang Byun Baekhyun. Sebab itu mungkin persahabatan mereka bertahan lama. Betapa beruntungnya wanita yang menjadi pacar Sehun kelak.

Dan Baekhyun lega, karena sahabatnya itu telah bertemu wanita yang sempurna. Dan wanita itu adalah Luhan, sahabat Baekhyun yang menjadi ketua tim cheerleaders dan yang baru saja menceramahinya.

Akan tetapi Baekhyun lupa karena saat ini di hadapan Sehun ada Chanyeol. Chanyeol yang penasaran dengan siapa yang Sehun sapa berbalik untuk mencari tahu. Hingga berkat kehendak tuhan, kedua mata yang sebelumnya tak pernah bersitatap itu kini saling memandangi satu sama lain.

Baekhyun terpaku di duduknya. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang memandang Baekhyun tanpa minat. Lelaki itu berbalik pergi menghampiri anggota tim nya yang lain setelah sebelumnya menepuk bahu Sehun menyemangati sahabat nya itu.

Baekhyun memandang miris kepergian kapten basket itu. Merasa sakit dengan tatapan datarnya.

'Sadarlah Byun Baekhyun, kau dan Park Chanyeol bagai langit dan bumi. Berhenti mengharapkan nya dan melukai perasaan sahabat mu sendiri.' Batin Baekhyun memperingati dirinya sendiri

To Be Continued


Tolong like dan tinggalkan review readers, review dari kalian sangan membantu. Jika ada kritik dan saran tentang cerita ini silahkan di sampaikan