"Aku... Merasakan sesuatu yang salah tentang dia"

"Komandan Heathcliff?" Asuna menyebut nama sang komandan dengan kebingungan.

Tanpa disadari siapapun, Kirito sudah kembali mengangkat pedangnya dan berlari ke arah Heathcliff. Seluruh party hanya bisa memanggil namanya dengan terkejut.

Sayangnya, pedang Kirito sudah meluncur dan menunjuk ke arah Heathcliff. Namun, sesuatu menghalangi pedang tsb tepat sebelum mengenai sang komandan. Sebuah persegi enam bertuliskan "Immortal Object" menghalangi pedang Kirito dari menyentuh wajah Heathcliff.

Tepat setelahnya, Kirito melompat mundur, kembali berkumpul dengan teman-temannya. "Huh.. Aku tak menduga itu akan benar-benar terjadi" Kata Kirito pada dirinya sendiri.

"Apa maksudnya ini, Komandan Heathcliff?" Tanya Asuna dengan penuh penasaran dan kecurigaan.

"Ya, Komandan Heathcliff, atau lebih tepatnya, Kayaba Akihiko" Kata Kirito yang mengejutkn seluruh player yang ada di sana. "Tak ada hal yang lebih membosankan selain menonton orang lain bermain RPG"

"Ketika Kirito akan tertebas oleh Skull Reaper, kau seharusnya tak sempat untuk menahan seranganannya. Namun, tiba-tiba kau berada di depannya, itu sungguh mencurigakan" Sambung Naofumi.

"Sesuai dugaan ku, Duo Beater dan Devil- tidak, Vassal Sword dan Shield Hero" Kata Heathcliff atau yang sekarang lebih dikenal dengan Kayaba Akihiko. Beberapa window muncul dihadapan Heathcliff dan semua player kecuali Kirito dan Naofumi. "Rencana asliku adalah untuk membantu kalian sampai lantai 90, saat itu juga aku mengungkap identitas asli ku sebagai Kayaba Akihiko. Sayangnya itu tidak bisa" Lanjutnya.

Kayaba dalam avatar Heathcliff menoleh ke arah Yui. "Bahkan Mental Health Counseling Program 001 juga bersama kalian" Semua dari party Shield Hero dan Vassal Sword menoleh ke arah Yui dengan ekspresi terkejut.

"Ti-Tidak, itu tidak mungkin" Bantah Melty.

"Jangan coba-coba permainkan kami" Seru Misako.

"Lalu, sekarang, apa yang akan kau lakukan, Kayaba?" Tanya Kirito.

"Apa kau akan membunuh kami semua untuk menutupi identitas aslimu? Dengan reputasimu, itu mungkin saja berhasil" Sambung Naofumi.

"Tidak, aku berniat untuk meninggalkan kalian sekarang. Aku akan langsung pergi ke lantai 100" Jawab Heathcliff. "Namun, aku mempunyai hadiah untuk kalian karena telah mengungkap penyamaranku" Lanjutnya.

"Jika yang kau maksud hadiah adalah tawaran untuk ikut bersama mu, tentu kami akan menolak" Balas Naofumi.

"Tidak. Pertama-tama, aku akan mengembalikan ingatan Yui dan melepaskannya dari sistem, serta memasukkannya ke dalam NerveGear Vassal Sword dan inventorynya" Katanya sambil menekan beberapa tombol di windownya.

Kirito melihat ke arah window lain yang muncul di depannya. "You Obtain [Yui's Heart]" Tertulis di layar window.

"Dan juga,.." Kata Kayaba berhenti sejenak, membuat semua orang memfokuskan diri mereka padanya. "..aku akan menghadiahkan Vassal Sword atau Shield Hero untuk berduel satu lawan satu denganku" Katanya membuat semua orang terkejut.

Kirito dan Naofumi nampak sangat memikirkan tawaran tsb. "Kirito, Naofumi, jangan terima tawarannya, itu hanya jebakan" Kata Yujio berusaha membuat mereka menolak.

"Maaf Yujio, kami tak bisa menolak yang satu ini" Jawab Kirito.

Naofumi menoleh ke arahnya. "Kau yakin?" Tanya nya.

Kirito, untuk sesaat hanya menyeringai dan menatap Naofumi. "Dengan hidupku" Jawab Kirito.

Naofumi menghela nafas. "Baiklah" Balasnya singkat. "Kayaba Akihiko, kami terima tawaranmu-" Tepat setelahnya, Naofumi merasakan sesuatu menggores lengannya.

Ketika ia menoleh, ia mendapati Kirito yang memegang sebuah pedang yang asing, bahkan bagi Naofumi. Perlahan, ia merasakan avatarnya tak dapat bergerak. "Apa yang-?!" Ketika itu pula Naofumi terjatuh, namun tertangkap oleh Kirito.

"Maaf ya Naofumi. Tapi aku tak bisa mengambil resiko kehilangan siapa pun lagi" Kata Kirito seolah menjawab pertanyaan Naofumi.

Ia berdiri dan menatap tajam Heathcliff. "Jadi, kau yang akan melawanku?" Tanya Heathcliff. Kirito hanya menatapnya, namun Heathcliff tahu bahwa itu jawaban iya.

Kirito memanipulasi windownya dan window lain muncul di hadapan Naofumi. "Kirito sent you [Yui's Heart]" Tertulis di window tsb.

"Jangan kau lakukan ini, Kirito!" Larang Naofumi.

"Oi, anak pedang, berhentilah" Seru L'arc namun diacuhkan oleh Kirito.

Kirito berhenti di depan Ratu Mirelia. Ia berlutut agar wajahnya lebih dekat dengan sang ratu. "Ratu Mirelia, jika aku berhasil mengalahkannya, walau aku mati, aku ingin kau membayar nya kepada anggota party kami" Kata Kirito dengan sopan.

"Sebaiknya kau terima sendiri bayaranmu" Balas Mirelia.

Kirito kembali berdiri. Ia kembali berjalan hingga berjarak beberapa meter dari Heathcliff. Ia menoleh pada Naofumi. "Aku tidak berniat kalah. Tapi jika iya, tolong jaga mereka, untuk ku" Kata Kirito kembali menghadap Heathcliff.

Heathcliff pun mulai bersiap. Kirito pun, mulai memunculkan pedang kedua nya. Kini, di tangan kanannya, ia memegang Night Sky Sword sedangkan di tangan kirinya ia memegang Elucidator. Saat ini, gambaran tentang Black Swordsman benar-benar terlihat jelas.

Kirito mengeratkan pegangannya pada kedua pedangnya. Setelah memfokuskan dirinya untuk menatap lawannya, ia berlari ke arah Heathcliff.

Night Sky Sword ia angkat dan ayun. Heathcliff sendiri mengayunkan pedangnya dan menahan serangan Kirito.

Tak menyerah, Kirito mengayunkan Elucidator secara horizontal ke arah kanannya dan beradu dengan perisai Heathcliff. Masih dengan serangan Kirito, ia mengayunkan kedua pedangnya secara bersamaan mengenai perisai Heathcliff.

Elucidator menyerang secara horizontal, Night Sky Sword menyerang secara horizontal. Night Sky Sword diayun kembali secara horizontal dan Elucidator dengan gerakan menusuk.

Satu hal yang terus terpikir oleh Kirito hanyalah menyerang tanpa Sword Skill. Tebasan demi tebasan. Tusukan demi tusukan. Tidak satupun gerakannya dibantu oleh sistem.

"Kalau begini terus, aku akan kalah" Batin Kirito dengan kesal. Sesuatu terpikir olehnya.

Kirito pun melompat mundur untuk mengambil jarak. Night Sky Sword yang berada di tangan kanannya kini telah berubah menjadi sebuah pedang dengan model api. Seluruh anggota party-nya menyadari pedang apa itu.

Black Wyrm Coat yang sebelumnya dikenakan oleh Kirito sudah berganti menjadi jubah hitam kemerahan. Baju yang sebelumnya ia pakai telah berubah menjadi armor bersisik naga.

Merasa kesadarannya menghilang, Kirito memegang kepalanya. Dirinya mulai kehilangan keseimbangan.

"Kirito! Berhenti gunakan itu!" Perintah Naofumi.

"Kirito! Sudahlah! Hentikan!" Pinta Yujio.

Namun, sang Vassal Sword tidak menjawab sama sekali. Sebuah aura mulai muncul dari tubuhnya. Semua dapat melihat aura kemerahan yang mulai memunculkan wajah.

Namun, belum lama aura tsb keluar, dengan sebuah teriakan, wajah tadi dan aura kemerahan menghilang. "AAAAARRRGHH! Aku tak peduli siapa kau! Kini kau sudah berada dalam diriku! Yang artinya kau akan menuruti perintahku!" Teriak Kirito yang membingungkan semua orang.

Nafasnya mulai terengah-engah. "Sekarang, beri aku kekuatan jika kau mau tetap hidup. Jangan berharap aku akan berikan tubuhku padamu" Lanjutnya.

Tepat setelah Kirito berkata demikian, sebuah pedang menggantikan posisi Elucidator. Pedang tsb memiliki ornamen berbentuk naga sebagai pengaman dan keseluruhan warna nya adalah biru kehitaman.

Hal yang paling membuat semua orang terkejut adalah mata Kirito. Mata yang semula berwarna hitam, kini berwarna kuning. Bahkan, salah satu matanya pun berubah menjadi seperti mata naga. Bahkan Heathcliff sendiri terkejut.

Kedua pedang Kirito mulai bersinar. Mata Kirito kini dipenuhi oleh keyakinan. Heathcliff melihatnya dan berbicara. "Kau yakin ingin menggunakan Sword Skill? Aku dapat dengan mudah-" Namun, belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Kirito sudah berbicara terlebih dahulu.

"Ini bukanlah Sword Skill biasa. Ini adalah Original Sword Skill miliku yang tidak ada dalam sistem Cardinal" Kata Kirito mulai melaju ke arah Heathcliff. "Eclipse" Kirito pun mulai mengayunkan pedangnya ke arah Heathcliff.

Tebasan pertama berasal dari pedang di tangan kanan nya yang menebas secara vertikal. Setelahnya, tebasan ganda secara diagonal. Kemudian disusul dengan tebasan vertikal dan tusukan. Kembali disusul oleh tebasan diagonal menyilang dari kedua pedang.

"Lebih cepat" Perintah batin Kirito. Setelahnya, kumpulan tebasan horizontal, vertikal, dan diagonal mengarah pada Heathcliff dengan bergantian. Heathcliff yang kebingungan dengan pola serangannya terpaksa full defense.

Pada sekitar tebasan ke 20, perisai Heathclif sudah tersingkirkan. "HaaAAA!" Bersamaan dengan teriakan tsb, Kirito melancarkan tebasan diagonal dengan pedang di tangan kanannya. Masih belum selesai, ia mengayunkan tangan kirinya dan menebas Heathcliff secara horizontal.

Tangan kirinya ia ayunkan kembali dan menebas Heathcliff secara horizontal. Sedangkan tangan kanannya bergerak menebas si Komandan Knight of Blood secara mendatar.

Kedua tangannya berada di sisi satu sama lain. Sekali lagi, ia ayunkan kedua pedang di setiap tangannya dan menebas Heathcliff dan membuat sebuah tanda silang besar pada tubuhnya.

Setelah menerima serangan yang cukup banyak, Heathcliff terpukul mundur. Sedangkan Kirito menyiapkan serangan terakhirnya. Pedang di tangan kanannya sudah menyalakan api.

Kirito melaju ke arah Heathcliff. Kirito mempunyai keunggulan karena lawannya tidak dapat menyeimbangkan dirinya. Kirito sudah bersiap untuk mengayunkan pedangnya kebawah dan mengakhiri neraka dunia tsb.

Namun, tangannya tidak dapat bergerak. Heathcliff yang seharusnya saat ini jatuh terduduk di tanah juga berhenti. Seolah waktu berhenti. Untuk sesaat, Kirito merasakan kesal, benci, marah karena ia berpikir Heathcliff menggunakan System Assist.

Semua yang ia rasakan sebelumnya menghilang ketika ia melihat ekspresi Heathcliff. Ia sungguh terkejut, heran, bahkan frustasi. Tepat setelah Kirito selesai membaca arti ekspresi Heathcliff, sebuah cahaya biru menutupi si pengguna skill unik Holy Sword. Cahaya biru tsb jelas, bagi Kirito, adalah tanda seseorang akan berteleportasi. Atau dalam kasus Heathcliff, sebagaimana Kirito mempercayainya, diteleportasi.

Tepat setelah Heathcliff menghilang, waktu seolah kembali berjalan. Pedang Kirito sudah diayunkan dan tidak mengenai siapapun. Semua orang di ruangan tsb melihat dengan terkejut. Harapan mereka untuk dapat keluar dari tempat tsb sudah menghilang tepat di depan mata mereka.

Untuk sesaat, keheningan memenuhi ruangan, bagaimanapun. "aaaAAAARRGHH" Teriakan Kirito kembali memecah keheningan. Wajahnya menampakkan kekecewaan yang jelas pada dirinya.


Yah, mengecewakan. Kayaba masih hidup. Tapi, tenang, para front liner pasti dapat menyelesaikan SAO bahkan jika harus ke lantai 100! Apapun caranya!

Minggu depan masih ada Interlude, jadi jangan lupa pasang pengingat, oke!

Segini dulu untuk minggu ini, semoga kalian nggk kecewa. Terimakasih udah baca!