"aaaAAAARRGHH" Semua melihat dengan cemas ke arah Vassal Sword. Dia menurunkan tubuhnya dan berlutut. Wajahnya terus menatap lantai.

Naofumi yang akhirnya terbebas dari status Paralyze, berdiri dan menghampiri Kirito. "Bangunlah" Katanya dengan nada memerintah. "Lebih baik sekarang kita pergi dan lanjut sampai lantai teratas. Jika Heathcliff masih di Sword Art Online, maka dia ada di lantai 100" Lanjutnya.

Setelah mendengar kata-kata dari Naofumi, Kirito nampak tersadar akan suatu hal. Ia berdiri dan pedang di tangan kirinya menghilang dan pedang di tangan kanannya kembali ke bentuk normal. Ia menyarungkan pedang tsb dan menampar kedua pipi nya. Wajahnya kembali percaya diri.

Pasukan baris depan pun melanjutkan perjalanan mereka ke lantai 76. Dalam perjalanan, Kirito berbicara pada Naofumi. "Terima kasih Naofumi dan juga, aku minta maaf" Katanya dengan wajah yang sedikit bersedih.

"Tak masalah" Jawab Naofumi dengan singkat. "Jika posisi kita terbalik, aku akan melakukan hal yang sama denganmu" Lanjutnya.

Kirito mendengarnya hanya tersenyum. Tak diketahui oleh yang lain, Misako merasakan sebuah de javu.

Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya sampai pada kota pertama lantai 76. Segera ketika mereka sampai, mereka mengaktifkan teleporter kota tsb. Namun, tiba-tiba semua player yang berada lantai sebelumnya dan yang sudah pergi dari pusat kota tiba-tiba dipindahkan ke pusat kota lantai 76 tsb.

"Apa-apaan ini?! Apa Kayaba berniat untuk menghina dan mengejek kita?!" Ucap salah seorang player baris depan.

Kejadian ini hampir sama dengan tutorial Sword Art Online. Perbedaanya, selain lokasi, yang muncul dilangit bukanlah sebuah cairan yang membentuk sebuah sosok melainkan sebuah layar yang terang-terangan muncul.

Layar tsb menampakkan seorang pria berambut pirang dengan pakaian yang serba hijau. Sosok tsb berbicara. "Selamat player Sword Art Online, karena sudah tiga per empat jalan menuju kebebasan kalian. Sayangnya, untuk mencapai tujuanku, Kayaba Akihiko belum boleh mati" Kata nya yang membuat kemarahan para player memuncak. "Hm? Oh iya, kalian benar. Aku lah yang memindahkan Kayaba ke lantai 100. Bagaimana? Jenius kan? Tentu saja, aku adalah Oberon, raja para peri! Tentu saja aku jenius" Lanjutnya dengan nada sombong yang membuat semua orang kesal.

"Nah, mari kita buat ini lebih menyenangkan!" Kata nya yang membuat semua orang kebingungan. Hingga,

"Woaah!" Teriak suara Motoyasu yang perlahan menghilang.

"A-Apa ini?!" Di tengah keramaian, Itsuki sang pahlawan busur pun menghilang.

Kirito dan Naofumi melihat Ren yang sedang berdiri sendiri. Tiba-tiba, sebuah kain muncul dan menghilang bersama dengan Ren sebelum ia mampu berteriak.

"Pusaran Badai Petir!" Suara L'arc terdengar dan muncul sebuah pusaran angin. Kirito dan Naofumi menghampiri pusaran angin tersebut dan hanya dapat melihat L'arc yang juga menghilang bersama sebuah kain kehitaman sama seperti Ren.

BOOM. Suara sesuatu beradu terdengar. Ternyata itu adalah Glass yang mencoba menghancurkan kain hitam yang mencoba menangkapnya. Namun, sebuah kain hitam lainnya muncul di belakangnya dan menangkapnya.

Kirito dan Naofumi saling memunggungi satu sama lain. "Kita harus berhati-hati" Peringat Naofumi.

"Ya" Jawab Kirito dengan singkat.

Semua player nampak menjauhi Kirito dan Naofumi, memberi mereka ruang yang cukup untuk mengalahkan makhluk apapun itu yang akan muncul.

Meski begitu, sebuah kain hitam yang lebarnya dua kali lipat dari sebelumnya muncul dan berniat untuk menangkap Shield Hero dan Vassal Sword. Naofumi dan Kirito hanya setengah jalan menoleh ke arah kain tsb.

BRAKK. Sebuah sesuatu atau lebih tepatnya seseorang meluncur ke arah dinding. Seseorang tsb adalah Naofumi yang ternyata disingkirkan oleh Kirito. Vassal Sword pun tergeletak di dekat tubuh Naofumi.

Naofumi membuka matanya dan menatap Kirito dengan terkejut. "Lindungi mereka Naofumi, demi aku" Ucap Kirito.

Dengan itu, Kirito menghilang dilahap oleh kain hitam (ironis banget). "KIRITO!" Teriak Naofumi dengan penuh kekesalan dan kesedihan.

"Nah, memang tidak sesuai perkiraanku. Tapi tak masalah" Lanjut sosok yang mengaku sebagai Oberon. "Tenang saja, aku akan memasukkan player dari ALfheim Online juga kemari. Kalian tak perlu khawatir" Kata Oberon dengan nada sok baik.

"Tapi bisakah kalian menyelesaikannya hanya dengan satu pahlawan?!" Tantang Oberon. "Jika kalian berpikir bisa, silahkan mencoba. Akan aku tunggu kalian di lantai 99"

Dengan begitu, layar tempat sosok Oberon terlihat menghilang dan memunculkan sesuatu yang baru. Sebuah hexagon muncul dan bertuliskan. "Warning: Server Sword Art Online akan bercampur dengan server ALfheim Online"

Tidak lama kemudian, hexagon tsb menghilang. Atmosfer di lantai 76 menjadi sedih dengan kehilangannya 6 orang pahlawan. Yang dirasakan oleh semua penduduk adalah rasa putus asa. Seolah bintang-bintang di langit malam perlahan menghilang satu persatu menyisakan gelapnya malam.


Yosh, dengan begini, arc pertama volume ini resmi selesai, sedangkan secara keseluruhan, volume ini masih ada satu arc lagi.Nantinya, arc kedua akan dipublish bersamaan dengan di Wattpad.Besok, adalah saatnya Yaoyorozu Narusaka untuk memulai debutnya dalam Unwanted Hero Series, dimulai dari Prolog!Terimakasih karena sudah membaca sejauh ini, Reader-san! Dukung Author terus ya!Sekali lagi, Author DarknessLightning benar-benar berterimakasih kepada kalian semua pembaca setia Author yang sudah mendukung Author selama ini. Bila Author punya salah dengan kalian, atau publish Arc ini kelamaan, Author minta maaf yang sebesar-besarnya.Terimakasih dan sampai jumpa besok di Unwanted Hero!