Kantor kejaksaan Seoul, Juli 2019
"Yah! Kurasa aku bisa mati terpanggang di dalam sini. Aku tidak tahu kalau Seoul bisa sepanas ini." Keluh seorang pria sembari membuka kancing teratas kemejanya tepat setelah melempar dasinya ke meja. "Jongdae-ya, apa kau melihat Jaksa Park?"
Kim Jongdae yang namanya dipanggil melirik tajam ke arah pria lain diruangan itu. "Aku terlalu sibuk untuk tahu keberadaan Jaksa Park. Dan, tolong berhenti mengeluh karena aku muak mendengarnya. Suaramu membuatku sakit kepala."
"Lusa adalah jadwal sidang Ko Jae Won. Apakah menurutmu kita bisa memegang kendali?" Jongin kembali bersuara.
Jongdae menghela nafas resah. "Kurasa kali ini pun akan sulit."
"Surat perintah kita ditolak oleh Jaksa Kepala, Ko Jae Won benar-benar memiliki sponsor yang kuat." Kedua pria yang lebih awal berada di ruangan refleks menoleh ke arah pria jangkung yang baru saja datang.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?"
"Kita harus mengupayakan penundaan sidang. Hal yang terpenting untuk saat ini, menemukan bukti langsung tanpa surat perintah siapapun. Jongdae-ah, tolong cari tahu sedetail mungkin latar belakang Ko Jae Won dan pria ini. Dan Jongin-ah, siapkan surat permintaan penundaan sidang ke majelis hakim. Malam ini juga."
"Tunggu, Oh Sehun? Siapa pria ini?"
"Kau ingat kasus pemberian ijin penundaan eksekusi Kim Sang Gung beberapa waktu lalu? Oh Sehun adalah dokter yang bertanggung jawab atas laporan diagnosisnya. Lalu entah bagaimana, pria ini terus muncul pada kasus-kasus lain. Kita akan tahu siapa Oh Sehun ini setelah mencari tahu."
"Sial sekali. Padahal kita sudah sedekat ini." Keluh Jongin.
"Satu hal lagi, penyelidikan ini jangan sampai bocor ke yang lain. Aku belum yakin tapi sepertinya ada orang dalam yang ingin menjungkir balikkan meja. Lakukan permintaanku." Chanyeol kembali meraih tas kerjanya yang sempat ia letakkan di atas meja kerja.
"Jaksa Park, kau mau keluar lagi?" Tanya Jongdae.
"Hum, ada sesuatu yang harus ku periksa."
Jongin tiba-tiba menjentikkan jarinya. "Kau tidak bisa keluar. Kita memiliki satu kasus baru dan kau harus memeriksanya sekarang juga."
"Ada Jaksa Do, kenapa aku harus?"
"Jaksa Do tidak akan cukup sabar untuk menangani kasus ini." Jongin tertawa. "Kau harus bertemu dengannya."
"Oh, kasus Chaebol Arc?" Jongdae menatap Jongin yang belum berhenti tertawa. "Kau benar, Jaksa Park. Kau yang harus menemuinya, wanita muda itu sungguh mengerikan. Jaksa Do bahkan hampir meledak hanya dengan menatap wanita itu."
"Huh?" Jaksa Park, Park Chanyeol mengerutkan dahinya. "Kasus apa yang kalian maksud?"
"Penyerangan di Club."
.
.
.
Prolog
Variety Show: Playdate Scandal
EXO's Fanfiction
ANNOTATION
Ide cerita sepenuhnya milik ©Curloey Smurf. Terinsipirasi dari variety show TROS dan WGM.
Apabila tokoh, alur, tipe cerita, dll kurang berkenan. Cukup klik icon silang di halaman. Be a wise readers!
Hanya sebatas manusia biasa, typos, sedih dapat bash, kemampuan berhayal terbatas, fiktif keterlaluan dll. Jadi mohon pengertiannya. Thank You~
This is an EXO's fanfiction, Genderswitch, Byun Baekhyun and Park Chanyeol as main cast, other EXO member, guest star (?), etc as support cast. Pairing Chanbaek. Genre Romance, Drama. Chapter: ?. Rate: M for safe.
I'm not a writer but I love to write.
e)(o
Playdate with me, but don't play with my heart or I'll play you back
.
.
.
"Jadi, anda melakukan penyerangan di club?" Pria itu menatap wanita mungil bersurai brunette dihadapannya.
Yang ditatap kini sibuk memainkan kuku-kukunya. "Jaksa Park, saya rasa hal ini bisa di-"
"Pengacara Kim, saya bertanya pada Nona Byun Baekhyun."
"Tapi saya pengacaranya dan klien saya-"
Chanyeol melirik tajam Kim Joonmyeon, pengacara Arc Group. "Anda bisa keluar jika hanya ingin mengganggu penyidikan ini."
"Dengar baik-baik Jaksa Park, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Oh, ini sudah hampir waktunya ke dokter, jadi tanyakan apapun pada pengacaraku karena kulitku tidak bisa menunggu lebih lama. Oh, tolong bersihkan ruangan ini dari debu. Bagaimana bisa kalian melakukan kegiatan di tempat segelap ini?"
e)(o
Gangnam, Oktober 2019
"Nona Byun-"
"Ku bilang aku tidak mau! Lagi pula kenapa aku harus mengikuti acara itu? Aku bahkan bukan artis atau penyanyi."
"Tuan Byun sudah mempertimbangkannya dan ini akan menjadi hal yang bagus untuk nona."
"Apanya yang bagus dari sebuah variety show?"
"Apa menurutmu ini hal yang logis? Maksudku, kenapa aku harus ikut variety show menyusahkan seperti ini?" Baekhyun mengangkat bundelan kertas ditangannya.
Wanita lain yang berada di ruangan itu mendesah lelah. "Nona harus memperbaiki image nona."
"Image? Kenapa aku harus?"
"Kasus penyerangan-"
"Ya! Omong kosong, penyerangan? Apa yang salah dengan sedikit mendorong wanita bermulut besar seperti itu? Itu akibat kesalahannya sendiri."
"Nona harus tahu seberapa fatalnya kasus itu untuk masa depan nona. Terlebih Tuan Byun juga ingin nona mengikuti variety ini."
"Eonni! Tidak, tidak. Aku tidak tertarik dengan variety ini dan aku juga tidak tertarik menjadi salah satu kandidat pemimpin Arc. Jika ini berkaitan dengan bisnis Kakek, aku sama sekali tidak tertarik."
"Tapi nona adalah satu-satunya pewaris sah Arc."
"Uh! Kalian semua benar-benar senang membuat kepalaku sakit. Kita bicara lagi besok pagi Eonni karena aku harus tidur sekarang jika ingin kulitku tetap terawat. Oh, tolong sampaikan pada Kakek, aku ingin bertemu besok."
e)(o
Myeondong, November 2019
"Selamat datang Nona Byun."
Baekhyun melirik sekilas Wanita berusia 30 tahunan yang menyambutnya, di samping pria itu berdiri dua pria lain yang nampak beberapa tahun lebih muda. Mendudukkan diri di salah satu kursi lalu memainkan kuku-kuku cantiknya yang terawat.
"Jadi, katakan siapa nama bayi dan calon partnerku nanti." Baekhyun melirik Kim Minseok asistennya. Sang asisten berdeham sembari melirik wanita yang merupakan produser acara Variety Show: Playdate.
"Uhm, sebenarnya kami belum menemukan partner dan calon bayi yang cocok untuk nona. Calon partner anda yang sudah kami siapkan menolak untuk bergabung dan mengenai anak yang anda maksud kami sedang mengusahakan yang terbaik." Zhang Yixing mencoba untuk tidak melirik wanita dihadapannya, ia tidak siap menerima ledakan amarah.
Baekhyun mendengus. "Kalian memintaku datang tanpa persiapa apapun? Yang benar saja!"
"K-kami, oh, Nona Byun bisa memilih partner Nona Byun sendiri. Saya hanya tidak ingin membuat nona tidak nyaman di acara kami nanti." Yixing mencoba berkelit. "Apakah nona memiliki seseorang yang yang ingin anda jadikan partner?"
"Seseorang?" Baekhyun bergumam sebelum menyeringai. "Bukankah acara ini ditujukan untuk menunjukkan cara mengasuh bayi? Ah ya, aku punya seseorang yang sangat cocok untuk peran ini."
"Kami akan berusaha sebaik mungkin."
"Jaksa Park dari Kejaksaan Seoul Timur. Aku ingin pria itu yang menjadi partnerku nanti."
"H-huh? Tapi Nona Byun, partner anda seharusnya seorang actor atau penyanyi."
Baekhyun melayangkan lirikan tajam sebelum beranjak dari duduknya. " Kalau kau masih ingin program ini berlanjut maka lakukan sebaik mungkin. Asisten Kim, mari kita pergi."
"Tuhan, aku bisa gila." Yixing mendesah frustasi, karirnya yang ia rintis di Negara rantauan bisa hancur tak bersisa.
e)(o
Kantor kejaksaan Seoul Timur, November 2019
"Kau bilang apa?"
"Kepala Kantor Kejaksaan ingin menemuimu."
"Kenapa? Apakah ada masalah?"
Jongin menghentikan kunyahannya. "Aku tidak tahu, temui saja pria tua menyebalkan itu Jaksa Park. Dan biarkan aku makan, kau bahkan tidak membiarkanku tidur semalam."
"Aku akan ke ruangan Ketua Jung. Lalu dimana Jongdae?"
"Jongdae bilang akan menemui seseorang hari ini. Aku tidak yakin, tapi itu sepertinya Jang Wohyun."
"Kenapa Jongdae menemui pria itu?"
"Bukti yang ditemukan Jongdae semalam berkaitan dengan penjualan narkoba terselubung. Wohyun mungkin saja memiliki informasi." Jongin mengedikkan bahu, tangannya bergerak mengambil kimchi. "Uh, ini tidak akan cukup." Keluhnya.
"Bicara soal makan siang, Jaksa Do baru saja akan keluar makan siang. Kau bisa keluar bersamanya."
"Jaksa Do? Do Kyungsoo?"
"Siapa lagi?"
"Tidak, terima kasih. Terakhir kali makan siang bersama wanita galak itu kakiku hampir patah."
"Kau juga ingin aku memotong mulutmu itu?"
Jongin terbatuk saat tiba-tiba sosok yang dibicarakannya muncul dari belakang Chanyeol. Chanyeol menyeringai. "Aku heran kenapa kalian bisa berkencan di masa lalu. Kalian lebih terlihat seperti musuh bebuyutan."
"Ya Park Chanyeol!" Seru Kyungsoo. Chanyeol mengangkat tangannya menyerah.
"Aku akan ke ruangan Ketua Jung. Kalian bisa makan siang bersama."
e)(o
"Maafkan saya tapi, variety show?"
"Ya."
"Kenapa saya harus mengikuti variety show seperti ini?"
Kepala Kejaksaan Seoul Timur, Jung Yunho terkekeh. "Aku tahu kau pasti begitu membenciku Jaksa Park. Tapi untuk kali ini, lakukan saja perintahku."
"Maaf, tapi kegiatan ini tidak bisa dilakukan tanpa alasan Kepala Jung. Dan lagi, acara seperti ini menyalahi aturan kinerja sebagai pegawai negeri."
"Kau bisa melakukannya di akhir pekan. Dan aku memintamu bukan tanpa alasan." Jung Yunho menatap Chanyeol. "Ini akan memperbaiki image kantor kejaksaan kita setelah apa yang terjadi pada kasus Ko."
"Tapi andalah yang-"
"Aku tahu, aku tahu. Kita tidak bisa berbuat apapun jika yang kita lawan adalah Sungjin. Itu tidak akan mudah, kau juga mengetahuinya dengan baik. Tapi jika kita bisa mendapatkan dukungan dari rival yang setar, kita mungkin bisa membalikkan keadaan."
"Apa maksud anda?"
"Calon partnermu adalah Byun Baekhyun. Pewaris Arc Group, rival Sungjin."
"Jadi maksud anda?"
"Tepat seperti dugaanmu. Jadi lakukan maka kita bisa membekuk Ko Jae Won setelahnya." Yunho menepuk bahu bawahannya. "Lakukan sebaik mungkin. Ini kesempatan yang bagus untuk kita membalikkan keadaan sekaligus memperbaiki image kita."
e)(o
"H-huh? Jaksa itu setuju?"
"Ya Nona Byun, jadwal syuting akan segera dirilis. Begitu pula dengan artikel tentang acara ini. Selain anda akan ada 2 pasangan lain yang akan berpartisipasi. Aktris China Yuan Shan Shan akan berpartner dengan Aktor Jo In Sung, kemudian Idol Kim Heechul akan berpartner dengan Idol Tan Hanggeng."
"Ini diluar dugaanku, kenapa pula Jaksa itu menerimanya. Dan kau bilang Kim Heechul?"
"Ya."
"Kenapa wanita menyebalkan sepertinya harus mengikuti acara ini? Uh, membuat moodku buruk."
"Maksud anda, Kim Heechul?"
"Ya."
"Oh, sebaiknya anda menjaga sikap karena bagaimanapun Kim Heechul sudah sepakat untuk berdamai atas kasus penyerangan itu-"
"Kim Heechul." Desis Baekhyun.
.
To Be Continue.
e)(o
[Interaction Corner]
Holla! Setelah sekian lama akhirnya memutuskan untuk comeback. Apa ini bisa disebut comeback?
Btw maafkan kalau ada yang keberatan dengan castnya, terutama adanya Heechul yang menjadi musuh Baekhyun. Jujur saja karena I just found that Heechul was scary but cute at the same time. Yang biasanya berperan jadi emaknya Baekhyun kali ini bakalan jadi lawan beratnya wkwk.
Dan konsepnya bakalan kayak variety show The Return of Superman dan We Got Married gitu. Barang kali ada yang ngikutin VS itu juga?
Dan apa yang kalian pikirkan tentang FF ini? Please kindly leave some advice. :)
Keberatan untuk meninggalkan jejak untuk motivasi segera up?
Enjoy!
Sincerely,
Curloey Smurf
