Chapter 3
Disclaimer:Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
Setelah bertempur dan menang lalu mati melawan Uchiha Madara selama 100 Tahun lamanya, kini Naruto Uzumaki terbangun 5000 tahun setelahnya.
Naruto : After 5000 years
Pair :Naruto x …?
Genre :Fantasy, Adventure, Action.
Warning :Typo, OCNaru, Alur berantakan.
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
Beberapa atau kebanyakan orang selalu berpikir bahwa kehidupan ini begitu tidak adil, itulah ciri-ciri orang yang tidak pernah bersyukur atas apa yang telah dimilikinya. Biasanya mereka selalu mengeluh dan iri pada pencapaian seseorang, tapi tidak mau berusaha untuk mengubah atau mendapatkan nya.
Jika kalian memiliki pemikiran yang jernih, maka pasti kalian akan berpikir bahwa semuanya sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, tidak perlu khawatir dan resah akan bagaimana kedepannya.
Semua yang ada di alam semesta ini, sudah tercipta secara seimbang tanpa ada kelebihan atau kekurangan.
Kalian masih bisa disebut sebagai orang kaya dan beruntung, jika masih bisa makan 3x sehari dan bisa tidur dengan nyenyak. Lihatlah saudara-saudara kita diluar sana, mereka bekerja begitu kerasnya hanya untuk sesuap Nasi, dan bahkan tidak mengeluhkan dengan nasib menyedihkan yang menimpa mereka.
Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu Dustakan.
Perjalanan begitu hening tanpa ada yang berbicara satu sama lain, antara Naruto dan Claire. Mereka masih betah dengan pikiran nya masing-masing.
''Berapa jauh lagi rumahmu?.''
Naruto memutuskan untuk memecah keheningan, dengan bertanya pada Claire di belakangnya yang kini menatap padanya.
''Setelah melewati hutan ini, kita akan sampai kerumah ku.''
Keheningan pun tercipta lagi. Naruto yang sibuk dengan pemikiran apa yang ada disana, dan Claire yang sibuk mengagumi Byakko (Makhluk suci) yang kini sedang jadi tunggangannya.
Saat ini mereka tengah berada di suatu hutan yang nampak tidak terlalu lebat, dihiasi oleh bunga-bunga berbagai jenis yang membuat nya begitu memukau untuk dipandang. Hewan-hewan kecil berlarian kesana kemari dengan riangnya, namun langsung lari ketakutan saat melihat Byakko.
''Jadi, bagaimana dengan roti yang tadi kau 'ambil'.''
Claire menunduk merasa bersalah atas perkataan yang Naruto ucapkan.
''A-aku memang salah, ta-tapi apa boleh buat, keadaan kami sedang berada di tahap yang begitu menyedihkan.''
Naruto hanya melirik ke belakang, sebenarnya dia juga tidak terlalu peduli dengan apa yang telah dilakukan oleh Claire. Naruto pun saat kecil di 5014 tahun yang lalu, pernah merasakan apa yang Claire alami sekarang ini,jadi dia tidak akan ambil pusing kejadiannya.
''Jika aku jadi kau pun, aku akan melakukan hal yang sama.''
''eh.. ''
Claire menatap Naruto yang kini menatap lurus ke depan, sampai tidak menyadari bahwa dia telah sampai di sebuah pedesaan yang begitu kumuh.
''Apa ada disini rumah mu?.''
Claire pun mengalihkan perhatiannya pada sebuah desa yang begitu kumuh, beberapa orang menatap mereka dengan tatapan aneh, lebih tepatnya kearah Naruto. Lantas mereka pun jadi pusat perhatian, apalagi dengan Byakko yang mereka naiki membuat mereka tambah menjadi pusat perhatian.
Tatapan aneh hanya Naruto abaikan saja, lagi pula bukan hal baru untuk nya menjadi pusat perhatian.
''Jadi, yang ma-... ''
''Kakak!!... ''
Ucapan Naruto terpotong saat ada seorang anak kecil seumuran dengannya, berambut merah muda/pink dengan di ikat disamping nya, berlari menghampiri Claire yang kini turun dari Byakko. Setelah itu mereka langsung berpelukan dengan hangatnya.
''Kheh... Drama.''
Naruto hanya memutar matanya bosan.
''Kakak dari mana saja?!!. aku begitu khawatir.''
''Maaf Serah, Kakak terlambat pulang.''
Lalu pandangan Serah tertuju pada Naruto.
''Lalu, siapa dia kakak?.''
Kini semua pandangan tertuju pada Naruto yang masih duduk malas di atas Byakko, merasa jengah dengan tatapan mereka. Naruto pun turun dari Byakko dengan tubuh yang masih lemah, lalu melakukan suatu handseal dengan tangan kirinya.
[KAI]
Semua orang terkejut ,saat melihat bahwa Byakko mulai terpecah menjadi sebuah partikel debu hitam, dan menghilang sepenuhnya.
''I-itu Makhluk Su-summon.''
''Sangat jarang orang memilikinya.''
''Sugoiii!!!... ''
Naruto mengalihkan perhatiannya pada Claire yang juga menatapnya.
''Jadi, bisakah aku beristirahat.''
''Hahh.. ikuti aku.''
Orang-orang mulai bubar saat Naruto pergi mengikuti Claire dengan Serah yang masih memeluk kakaknya dari samping.
Tatapan Naruto mulai kusam saat melihat ke angkasa sana.
Langit Biru membentang luas tiada batas.
Tanpa awan yang menutupinya.
Hari ini.
Hujan tidak akan turun.
Tetapi.
Kenapa hatinya terus bergema dan melolong.
Kini mereka bertiga sudah berada di sebuah rumah Farron bersaudara, sebenarnya tidak cocok dan tak layak untuk jadi hunian Manusia, ini lebih cocok untuk kandang Hewan.
Tidak ada tembok, yang ada hanyalah kayu-kayu kecil yang saling menutupi celah-celah agar setidaknya menghalau masuknya angin,walaupun sedikit yang tertutupi.
Atap rumah yang hanya dari kumpulan kertas bekas, daun dan ranting-ranting yang begitu rapuh.
Tempat tidur yang hanya terdiri dari jahitan kain sisa yang nampak begitu kotor dan lusuh.
Saat melihat hal tersebut rasa tak senang mulai muncul di Hati Naruto, namun segera dia redam.
''Kau istirahat lah dahulu, jika sudah pulih kau bisa pulang kembali kerumahmu.''
Claire dan Serah mulai berjalan ke pojok ruangan, berhubung hanya ada satu kasur yang akan dipakai Naruto dan tidak ada kursi ataupun meja, jadi mereka duduk diatas tanah.
''Kakak, kenapa bajumu sobek dan ada bekas noda darah?!!.''
''Dari tadi baru sadar.''
Tatap Naruto datar pada Serah.
''Kakak tidak apa-apa kok, hanya ada sedikit kecelakaan tadi, tapi sudah tidak apa-apa.''
''Yakin kakak tidak apa-apa?.''
''Iya adik ku yang manis.''
''Setidaknya keadaan dia lebih baik daripada diriku ini imouto yo~, Peka dikit oyy.''
Naruto hanya menghela nafas, lalu mulai berjalan kearah mereka dan duduk diantara mereka.
Claire menatap Naruto bingung.
''Kenapa kau kesini, bukanya kau harus beristirahat dulu?.''
''Dan membiarkan kalian pimilik rumah duduk diatas tanah, kheh.. itu akan melukai harga diriku sebagai lelaki.''
Claire dan Serah saling bertatapan dan mulai tertawa.
''Hahahahaha.. kamu lucu Naruto, aku baru tahu kalau harga diri lelaki itu begitu tinggi.''
Serah hanya tertawa puas.
''Kau terlalu meninggikan harga diri mu itu, lagi pula ini hanyalah masalah tentang duduk saja.''
Claire hanya geleng-geleng kepala atas perkataan Naruto tadi.
Sedangkan Naruto hanya menatap mereka datar, lalu sedikit tersenyum setelah nya.
Sedikit orang yang masih bisa membuat raut wajah bahagia, walaupun keadaan mereka sedang tidak bahagia.
Kryuukk!!
Serah menghentikan tawanya saat merasakan perutnya berbunyi kelaparan.
''Kamu lapar Serah? sebentar, kakak akan kehutan untuk mencari makanan.''
Claire mulai beranjak dari duduk nya.
''Kakak tidak perlu repot-repot, aku tidak lapar kok.''
''Tapi kamu belum makan dari pagi Serah.''
Serah hanya menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum pada Kakaknya.
''Aku masih belum lapar kok kakak.''
Melihat hal tersebut, Naruto mulai berdiri dan menatap mereka berdua.
''Apa disini ada danau?.''
''Hmm.. Danau yahh, sebenarnya ada, tetapi lumayan jauh, memangnya kenapa?.''
Jawab Serah, yang menatap Naruto bingung, begitupun dengan Claire.
''Kalau begitu tunjukan jalannya.''
''Ehh, bukanya kamu butuh istirahat?.''
''Ya, Kau harus istirahat dahulu!!.''
Naruto hanya mengabaikan mereka, lalu berjalan keluar rumah.
''Kebetulan ada hal yang akan aku tunjukkan pada mu Claire.''
Claire hanya menaikan alis bingung, atas apa yang Naruto mau tunjukan padanya.
''Kakak, bagaimana?.''
''Kita turuti saja dulu.''
1 jam perjalanan mereka tempuh menuju Danau yang lumayan besar dan dalam.
Disekeliling mereka terdapat hutan belantara, hewan-hewan kecil berkeliaran dengan tenang dan senang.
Claire dan Serah melihat kesekeliling dengan tatapan gembira.
Naruto bisa merasakan bahwa di dalam danau ini terdapat banyak ikan bahkan sangat banyak, tetapi kenapa tidak ada satupun orang desa yang berusaha untuk menangkapnya.
Naruto mulai menutup matanya untuk berkonsentrasi, dia mulai menyebar Chakranya keudara dan darat untuk mencari suatu keganjilan apa yang ada, setelah selesai, Naruto pun membuka matanya kembali.
''Apa kalian sering kesini?.''
''Kami sering bermain kesini hampir setiap saat.''
''Itu benar, aku dan kakak sering bermain kesini, disini begitu indah dan membuat kami begitu nyaman, ini adalah rumah kedua kami.''
''Ada apa Naruto?.''
Pandangan Naruto terarah ketengah-tengah Danau.
''Sepertinya kau tidak menyangka bahwa akan ada dua Bintang bersinar yang akan menghampiri mu.''
Kedua perempuan bersaudari itu hanya bingung dengan siapa Naruto berbicara.
''Mereka berdua lahir tanpa kesempurnaan tetapi tahu kesempurnaan dan keindahan.''
Naruto mulai melangkahkan kakinya kearah Air, hal tersebut membuat Claire dan Serah terkejut. Lantas mereka berlari kearah Naruto untuk berusaha menghentikan Naruto, namun hal berikutnya membuat mereka terdiam.
Karena Naruto berjalan diatas air dengan lancar tanpa tercebur.
''Dalam benak mu pun, kau tahu bahwa mereka telah mulai memahami dan mencintai mu.''
Senyuman kecil mulai tercipta di bibir Naruto.
''Kau terpuaskan akan kesederhanaan yang mereka berikan padamu...''
''..Dan mereka telah menganggap mu- tempat ini sebagai rumah.''
Butiran-butiran Cahaya mulai berkumpul membentuk suatu sosok perempuan berparas jelita berambut biru, pakainnya hanya dibalut oleh lilitan akar hijau dengan beberapa daun yang menjalar dibeberapa bagian tubuhnya.
''Maka buktikanlah kesungguhan mu...
.
.
.
.
.
... Dewi Lathiva.''
T. B. C.
Siipp Chapter ini dah selesai.
Maaf bila lama updatenya, karena lagi sibuk bekerja.
silahkan berikan tanggapan dan saran kalian para reader sekalian.
Jaa Nee~...
