Chapter 4
Disclaimer:Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
Setelah bertempur dan menang lalu mati melawan Uchiha Madara selama 100 Tahun lamanya, kini Naruto Uzumaki terbangun 5000 tahun setelahnya.
Naruto : After 5000 years
Pair :Naruto x …?
Genre :Fantasy, Adventure, Action.
Warning :Typo, OCNaru, Alur berantakan.
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
Segala do'a mu yang mulia pasti akan terkabulkan, namun tidak diketahui kapan waktunya. Ada yang do'anya langsung terkabul namun masih ada yang belum terkabul. Untuk mu yang masih belum terkabul do'anya, jangan pernah berhenti untuk berdo'a, karena do'a yang belum terkabul itu, sedang tergantung dilangit yang begitu indah dengan taburan bintang -bintang yang menawan.
Suatu saat do'a mu pasti akan terkabul.
Preview
''Kau terpuaskan akan kesederhanaan yang mereka berikan padamu...''
''..Dan mereka telah menganggap mu- tempat ini sebagai rumah.''
Butiran-butiran Cahaya mulai berkumpul membentuk suatu sosok perempuan berparas jelita berambut biru, pakainnya hanya dibalut oleh lilitan akar hijau dengan beberapa daun yang menjalar dibeberapa bagian tubuhnya.
''Maka buktikanlah kesungguhan mu...
.
.
.
.
.
... Dewi Lathiva.''
.
.
.
Claire dan Serah hanya bisa terkejut bukan main, saat mengetahui bahwa perempuan di atas air itu adalah Dewi Lathiva. Dewi kasih sayang, Cinta, Kesuburan, dan Pelindung bagi mereka yang merawat dan mencintai alam.
Dewi Lathiva menatap Naruto dengan senyuman yang begitu lembut,namun berbeda dengan auranya yang membuat alam sekitar terhenti.
''Kenapa dirimu bisa mengetahui keberadaan ku, wahai anak muda.''
Aura yang dikeluarkan oleh nya tidak serta merta membuat Naruto ketakutan, dan Sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh perempuan yang menyandang gelar 'Dewi' itu, Naruto menatap sambil menjulurkan jari telunjuk kanan nya pada Claire dan Serah yang masih terkejut.
[GENJUTSU]
Deg.
Bruk!
Secara tiba-tiba mereka berdua terjatuh tergeletak pingsan dengan tatapan yang begitu kosong.
Dewi Lathiva terkejut, saat melihat Naruto dapat melakukan suatu sihir tanpa adanya perapalan mantra sihir ataupun lingkaran sihir.
''Sepertinya dirimu tidak ingin ada orang lain yang mengganggu pembicaraan kita.''
Tatapan Naruto kini dialihkan kembali pada Dewi dihadapan sana.
''Aku hanya memanipulasi alam bawah sadar mereka, bahwa yang mereka lihat tadi hanyalah sebuah mimpi, dan Belum saatnya mereka mengetahui akan keberadaan mu, biarlah mereka mengetahui nya secara perlahan seiring pertumbuhan nya.''
Langkah kaki Naruto mulai berjalan untuk lebih dekat dengan Dewi Lathiva, riak air tercipta dengan tenang dalam setiap langkah nya.
''Jadi, pembicaraan apa yang ingin dirimu sampaikan padaku?.''
Tes.
Kaki jenjang nya kini mulai turun ke permukaan air dan menapak di atas air seperti yang Naruto lakukan.
''Seharusnya dirimu pun sudah mengetahuinya, bukan begitu?, Dunia sudah mulai terganggu akan suatu kedatangan yang kini mulai membuat dunia ini murka.''
Tatapan Dewi Lathiva mulai menajam, menghilang kan kesan penyayang dan lemah lembut nya yang tadi.
''Bagaimana dirimu mengetahui nya, hanya keberadaan mereka yang dianggap oleh 'Dunia' lah yang dapat mengetahui nya?.''
Naruto hanya bisa menghela nafas, mungkin sedikit rahasianya akan dia ungkapkan agar bisa mendapatkan kepercayaan dari salah satu 'Pengawas milik Dunia', hal ini akan membuat rencana kedepannya berjalan dengan semestinya.
Sekarang Naruto akan menggunakan salah satu kemampuannya, agar dapat membuat Dewi didepannya ini lebih mempercayai bahwa dirinya memiliki tujuan yang baik.
Matanya mulai terpejam berkonsentrasi, Naruto mulai menyerap energi alam secara perlahan,sehingga Chakranya membaur dengan alam sehingga Chakranya seperti alam itu sendiri.
Sedangkan Dewi Lathiva kini tubuhnya mulai menegang ,lalu bergetar akan rasa senang yang begitu kentara dan matanya mulai berkaca-kaca, saat merasakan hawa anak kecil didepannya, kini tak jauh berbeda dengan alam itu sendiri. Alam yang selama ini dia jaga dan rawat dengan kasih sayang dan cinta, kini mulai menampakan wujudnya kepermukaan dalam rupa anak kecil, betapa senang nya dia.
''ohh... Apakah engkau adalah 'Alam' yang selalu aku layani dengan sepenuh hati?.''
Naruto hanya bisa mengerjapkan matanya dalam kebingungan, apa yang dikatakan seorang Dewi di depannya ini tadi ?
''Aku? Alam?, Sudah jelas ini hanyalah Senjutsu ku yang sedang kuaktifkan, dan itupun masih belum pada tahap yang Sempurna,Tunggu!!!... Dia kan Dewi yang melindungi dan menjaga Alam, cih.. aku lupa, apa dia curiga akan Senjutsu ku.''
Langkah kaki jenjangnya kini mulai mendekat lagi pada Naruto yang kini mulai siaga, dan tanpa aba-aba langsung membungkukkan tubuhnya seperti seorang ksatria ke arah Naruto yang malah kebingungan.
''Apa yang seorang Dewi lakukan sekarang ini? membungkuk pada Manusia seperti ku?.''
Tatapan memuja Dewi Lathiva kini diarahkan pada Naruto, tatapan khas seorang yang begitu patuh akan tuannya.
''Sudah sepantasnya ,Hamba melakukan hal semacam ini pada Makhluk yang Hamba layani dari ribuan tahun yang lalu.''
''Ribuan tahun?.''
Naruto menaikan alis penasaran akan umur dari Dewi didepannya ini, apakah dia lebih tua darinya atau sebaliknya. Dan apakah dia memang bukan satu-satunya yang mempunyai umur ribuan tahun.
''Ngomong-ngomong, berapa umurmu sekarang?.''
Dengan cepat sang Dewi langsung menjawab pertanyaan dari sang tuan yang selalu ia layani.
''Jika ditotal sampai sekarang, Umur Hamba akan mencapai 2500 tahun Tuan.''
''Ternyata masih muda yahh.''
''Jika dibandingkan dengan Anda, umur saya masihlah seperti anak kecil dihadapan Anda.''
Beberapa perbedaan bisa saja membuat suatu perubahan yang besar.
Gelar Dewi yang dia Sandang sekarang hanyalah pemberian dari 'Dunia', baginya hal semacam ini adalah sebuah Anugerah yang begitu sulit untuk didapat kan oleh Makhluk lainnya.
Mereka, 'Pengawas milik Dunia' memiliki satu tujuan, yaitu untuk terus melayani 'Alam' ,anak dari dunia yang kini tengah berada dihadapannya ini.
Walaupun permintaan tersebut begitu terlihat seperti memanjakan, namun jika dilihat dari dampak yang akan diterima oleh sekitarnya, maka wajar saja 'Alam' harus memiliki perlindungan yang sangat kuat dan berpengaruh.
Atas dasar sebuah misi yang diberikan 'Dunia' terhadap 'Alam' yang begitu sangat sulit, harus melibatkan beberapa pihak terkait yang memiliki pengaruh di Dunia untuk bantuan misi. Misi itu sendiri masih lah sebuah misteri, karena yang mengetahui nya hanyalah 'Alam' seorang.
''Haruskah aku bertanya siapa 'Alam' itu..., tidak, kurasa untuk sekarang itu bisa menjadi dasar penghubung antara diriku dan Dewi Lathiva.''
''Tuanku, apakah anda memiliki suatu urusan dengan Hamba?.''
Memutuskan untuk berhenti berpikir akan rencana kedepannya, Naruto akan membuat suatu permulaan dari Dewi Lathiva untuk sebuah perubahan besar yang akan terjadi nantinya.
''Aku memiliki suatu permintaan padamu.''
''Hamba mendengarkan.''
Langkah kaki Naruto kini mulai berjalan keluar dari danau diikuti oleh Dewi Lathiva, Naruto kini mulai mendekat pada Claire dan Serah yang masih terpengaruh Genjutsunya.
''Aku akan mengajari mereka beberapa keterampilan mendasar selama 1 Tahun, dan untuk mu, setelah diriku selesai melatih mereka, lindungi lah mereka dari gangguan yang akan menghambat jalur takdir mereka.''
Dewi Lathiva bingung akan kata-kata dari tuannya, memang nya takdir macam apa sehingga 'Alam' dengan tegas memberikan perintah semacam itu.
''Apakah ada suatu alasan tertentu ,hingga Anda harus melatih mereka dan Hamba harus menjaga mereka Tuanku?.''
Belaian angin menerpa wajah Naruto dengan lembut, sambil melirik kearah perempuan jelmaan Dewi di belakangnya.
''Percayalah, akan ada hal yang membuat Dunia ini bergetar akan rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan.''
Mata Dewi Lathiva melebar karena terkejut akan perkataan dari tuannya itu, apakah tuannya bisa memprediksi masa depan, ataukah rencana yang melampaui akal sehat.
''Tidak mungkin!!!, apakah tuan sudah mengetahui semua yang akan terjadi dimasa depan?!!.. Sasuga~.''
''Yahh, setidaknya itu ucapan yang sedikit keren bagiku.''
Rasa senang dari wajah Dewi Lathiva dan Rasa sombong dari wajah Naruto, sungguh pemikiran mereka berkebalikan.
''Baiklah dengarkan, setelah aku mengajari mereka selama 1 Tahun, aku akan kembali ke tempat ku untuk memulai rencana selanjutnya. Dalam kasus tersebut aku membutuhkan dirimu agar menjaga mereka dari gangguan.''
Hanya anggukan kepala saja yang diberikan oleh Dewi Lathiva, jika hanya menjaga seseorang bukanlah hal sulit baginya, asalkan di tempat mereka berada terdapat tanaman atau tumbuhan, maka dia akan mengetahui apa yang sedang terjadi pada mereka.
''Jika dirimu memiliki informasi penting, dan tidak bisa meninggalkan kewajiban yang aku berikan padamu, kirimlah seseorang atau sesemakhluk padaku untuk menyampaikan informasi tersebut.''
Naruto mulai duduk didekat pohon dan menyenderkan punggung nya, belaian angin masih setia menemaninya. Dewi Lathiva hanya berdiri di depan Naruto tanpa ada niatan untuk duduk juga.
''Untuk masalah tersebut, kurasa Hamba pun juga mampu dan lebih dari cukup untuk melakukannya Tuan.''
''Baguslah, tapi kita membutuhkan suatu kode rahasia agar tidak mudah ditiru maupun di tebak oleh 'mereka'.''
''Kode rahasia?, kenapa harus, bukankah Anda bisa dengan mudah mengetahui Hamba begitupun sebaliknya?.''
Langit siang mulai berubah menuju langit khas senja, beberapa hewan terbang mulai pulang kerumahnya masing-masing untuk beristirahat.
''Agar 'mereka' tidak curiga akan kedatangan ku ke dunia, aku akan mematikan energi alam dan kau pun harus menekan energi Dewi yang kau miliki hingga titik terendah.''
Dewi Lathiva terkagum-kagum akan pemikiran cerdas tuannya itu, bahkan hal yang begitu kecil pun tak terlewatkan begitu saja.
''Ahhh... bagaimana kalau kode rahasianya seperti ini saja. Cium pipi kiri, cium pipi kanan ,Melompat 7x, berguling-guling 5x, menjulurkan lidah, dan elus-elus kepala Hamba?.''
Tatapan berharap yang begitu tulus diarahkan pada Naruto yang hanya bisa menatap nya blank.
''Hahh.. Kendalikan akal sehat mu, aku akan memberi tahumu kode rahasianya saat kita bertemu nanti, kau akan bilang 'debludagafihahikao'. Dengan begitu 'mereka' akan kebingungan.''
''Sungguh kode rahasia yang membelit lidah.''
Naruto mulai berdiri kembali dan menatap perempuan dihadapannya.
''Baiklah, kurasa untuk sekarang sudah cukup, aku akan mengantar mereka pulang dulu.''
''Kalau begitu Hamba mohon pamit undur diri.''
Naruto hanya mengangguk meng'iya'kan, tubuh dari dewi Lathiva mulai memudar dan terpecah menjadi butiran cahaya yang menyebar di udara, lalu menghilang sepenuhnya.
''Sepertinya aku harus mendapatkan informasi siapa 'Alam' yang di maksud dewi Lathiva, jika dia mengetahui bahwa aku bukanlah tuan yang dia layani, maka sebuah pertarungan besar bisa saja terjadi.''
Tatapan Naruto kini dialihkan pada Claire dan Serah.
''Saa~... mari kita lihat, takdir menarik macam apa yang akan menghampiri mereka.''
Senyum seringai nampak disana, dengan taring kecil yang menyembul keluar dari mulutnya, dengan mata yang berubah merah dengan pupil Vertikal.
''Sepertinya akan ada hal yang membuat darah ku mendidih lagi, seperti pertarungan melawan. ...
.
.
.
.
.
.
..Uchiha Madara.''
T. B. C.
Siipp Chapter ini dah selesai.
Maaf bila lama updatenya, karena lagi sibuk bekerja,dan akan update bila waktu ku lagi senggang.
silahkan berikan tanggapan dan saran kalian para reader sekalian.
Jaa Nee~...
