Chapter 5

Disclaimer:Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.

Setelah bertempur dan menang lalu mati melawan Uchiha Madara selama 100 Tahun lamanya, kini Naruto Uzumaki terbangun 5000 tahun setelahnya.

Naruto : After 5000 years

Pair :Naruto x …?

Genre :Fantasy, Adventure, Action.

Warning :Typo, OCNaru, Alur berantakan.

Rate : M

" Halo " Berbicara

' Halo ' Batin


Terkadang beberapa peristiwa kecil, selalu bisa membuat semua orang dapat mengingat nya sampai kapanpun, karena untuk diingat oleh orang lain, tidak harus selalu peristiwa besar.


Langit malam mulai terbentang sejauh mata memandang, dengan taburan-taburan serpihan dari bintang yang berkerlap-kerlip menghiasi kegelapan.

Kini Naruto sudah berada di gubuk , Naruto meletakan Claire dan Serah yang sekarang sudah tertidur dengan lelap nya, dengan pelepasan Genjutsu yang Naruto lakukan, membuat mereka kelelahan karena pengaruh dari Genjutsu Naruto memasuki alam bawah sadar mereka.

Sebenarnya Naruto tidak menyangka, bahwa Genjutsu dasar saja bisa membuat mereka seperti ini, atau mungkin faktor dari pemahaman mereka yang kurang memadai dalam Jutsu ilusi.

Naruto mulai melangkahkan kakinya keluar dari gubuk, kakinya terus berjalan menuju sebuah pohon tunggal yang lumayan besar berada tidak jauh dari gubuk.

Setelah sampai di depan pohon itu, lantas Naruto langsung menyenderkan punggung nya, tatapannya dia alihkan keatas langit yang begitu indah dimatanya.

''Dunia ini begitu indah untuk dipandang, tapi sayang tidak dengan isinya yang mencemari keindahan yang megah ini.''

Masa lalu yang dia lewati nampak jelas seperti langit diatas sana, begitu gelap namun selalu ada cahaya kecil yang menyinarinya. Hal itu mengingatkan nya akan dunia nya yang dulu, perjuangan yang begitu keras untuk tujuan yang begitu naif, terkadang dia selalu merasa bahwa takdir begitu tidak adil padanya.

Tapi, dia pun tahu bahwa takdir bisa untuk diubah seperti yang kau inginkan, tinggal seberapa keras kau berusaha untuk mengubahnya.

Setelah terlahir kembali sebagai anak dari seorang Raja, Naruto mulai merubah pola pikir nya yang dulu, sekarang dia hanya akan bertindak hanya sesuai keinginan nya saja.

''Kheh, lalu apa yang kini menjadi tujuan jelas ku, apakah hanya untuk sebuah pertarungan yang aku ingin kan dimasa depan nanti, hal itu terlalu mudah untuk kugapai.''

Sebenarnya tujuan utama Naruto hanyalah untuk sebuah pertarungan, entah kenapa dia menjadi seperti ini, apa mungkin karena terpengaruh oleh Uchiha kampret itu, atau mungkin karena terlalu lama berdiam diri di kegelapan itu selama 5000 tahun lamanya, hingga membuat nya kebosanan dan mengharapkan suatu hal yang menantang adrenalin bagi jantungnya.

Bahkan Naruto pun tidak tahu dengan jelas apa tujuan yang akan dia gapai.

Kehormatan.

Takhta.

Kekuatan.

Kekayaan.

Bahkan tidak satupun dari hal itu membuat Naruto tertarik.

''Hahh... Lantas apaan tujuan ku sekarang, apa aku kembali pada tujuan awal ku saja, tetapi aku sudah tidak tertarik lagi.''

Jika hanya untuk sebuah pertarungan, Naruto sudah melalui banyak pertarungan hidup dan mati dahulu.

Naruto hanya menghela nafas lelah.

''Bodo amat lah, sebaiknya aku lakukan apa saja yang kuinginkan kedepan nya.''

Naruto tidak perlu khawatir akan dirinya tidak ada di kerajaan, karena sudah mengirim Chi Bunshin yang lebih bisa bertahan lama ketimbang Bunshin biasa.

Jadi dia tidak perlu khawatir dalam melatih Claire dan Serah dalam 1 Tahun kedepan.


Siang

Gubuk

Tak terasa malam sudah berganti dengan pagi yang sudah menyambut dengan dingin.

Kedua perempuan itu mulai menggeliat menandakan akan mulai bangun dari tidurnya, Claire lah yang pertama kali terbangun dari tidur nya, matanya dia alihkan pada Serah yang mulai ikut terbangun juga.

''Hoamm~... Selamat pagi kak.''

''Selamat pagi juga Serah.''

Mereka mulai beranjak dari tidur nya, untuk keluar menyegarkan tubuhnya yang lemas entah kenapa.

''Kakak, bukannya kita ada di danau saat itu karena diajak oleh Naruto, dan bertemu dengan Dewi Lathiva?.''

Claire mulai membuka pintu keluar, sambil memikirkan ucapan dari adiknya itu.

''Hm, jika dipikirkan lagi memang begitu, apa hanya mimpi saja yah?.''

Kaki kecil mereka terus berjalan keluar untuk memulai aktivitas sehari-hari mereka.

''Tapi, masa sih mimpi kita bisa sama?.''

''Sudah jangan terlalu dipikirkan,mungkin hanya kebetulan saja mimpi kita sama,kita kan kakak adik.''

''Owhh... Kakak benar.''

Baru 99 langkah mereka berjalan keluar dari rumah mereka, mendapati bahwa ada Naruto yang tengah bermeditasi di depan sana, di pohon yang lumayan besar dan rindang itu, Disekelilingnya terdapat beberapa hewan, seperti kelinci, burung dan lainnya,dan beberapa ada yang bertengger di bagian tubuhnya.

Tiba-tiba tatapan kedua bersaudari berubah senang, dan mulai berlari kearah Naruto yang masih Khusyuk dalam meditasinya.

Bahkan Naruto pun masih tidak mengetahui keberadaan dari kedua bersaudari tersebut.

Lalu tanpa aba-aba mereka langsung menerjang Naruto.

Bughh!!

''Guhahkk!!.. ''

Membuat Naruto terjengkang kebelakang ,dengan kedua bersaudari yang kini menimpa tubuh Naruto, tatapan mereka berdua sedih saat melihat bahwa hewan-hewan yang menjadi target mereka kabur.

''Oyyy!!.. Menyingkir lah dari tubuh ku!!.''

Teriakan dari Naruto membuat kedua perempuan itu tersadar dari kesedihan nya.

Lalu mereka mulai berdiri dari tubuh Naruto yang mulai bangun dan menatap mereka dengan kesal.

''Bisa kau jelaskan dalam 3 kata apa yang kalian lakukan tadi?.''

''Kami tadi Melihat-...''

Serah menatap Naruto yang menanti lanjutan dari ucapan nya.

...Butuh lebih banyak kata''

''Jelaskan saja secara singkat kampret!!...''

Perkataan Serah dengan konyol nya sambil menatap Naruto polos, dan malah membuat Naruto tambah kesal akan kelakuan perempuan didepannya itu.

''Hmpp.. Kami hanya ingin menangkap makanan kami saja.''

Serah memalingkan mukanya kesal setelah menjawab pertanyaan dari Naruto.

''Makanan?.''

Naruto mengalihkan perhatiannya pada Claire, yang hanya bisa menghela nafas lelah akan kelakuan dua orang didepannya ini.

''Hahh.. Tadi kami melihat bahwa disekitar dirimu duduk, terdapat beberapa hewan yang akan kami tangkap untuk kami jadikan makanan.''

''Hewan, kah.. Sepertinya Chakra ku memang menjadi penyebabnya, walaupun tanpa Senjutsu yang ku aktifkan. Ini menandakan bahwa Chakra ku sudah mulai menyerupai alam.''

Jika dibandingkan dengan Chakranya di dunia Shinobi yang biasa-biasa saja, maka Chakra yang Naruto miliki sekarang ini sudah hampir menyerupai alam itu sendiri,bahkan tanpa Senjusu.

Kemungkinan energi di dunia ini masihlah belum tercemar terlalu parah,tidak seperti di dunianya dulu yang selalu membuat kekacauan dimana-mana, hingga alam mulai tercemar oleh energi negatif dari Chakra karena selalu terjadinya peperangan.

''Jika seperti ini, maka diriku bisa mencapai sesuatu yang belum pernah aku capai sebelumnya, menarik.''

''Ahh.. Sepertinya aku melupakan sesuatu, kalian ikutlah denganku.''

Naruto mulai melangkahkan kakinya menjauh dari mereka berdua yang kini saling bertatapan kebingungan.

''Entah kenapa ini terasa De Javu?.''

''Entahlah.''

Mereka berdua pun mulai mengikuti langkah Naruto menuju pedalaman hutan yang Akrab dengan kedua bersaudari itu.

Butuh waktu lumayan lama untuk menuju danau yang Naruto datangi kemarin, jika hanya untuk dirinya sendiri, maka bisa di tempuh dalam waktu yang singkat. Tapi karena ada dua orang yang sedang bersama nya, membuat Naruto enggan untuk melakukannya karena terlalu merepotkan.

Kini mereka bertiga sudah ada di danau yang didatangi kemarin oleh mereka.

''Jadi, untuk apa kau membawa kami?.''

Naruto tidak langsung menjawab pertanyaan dari Claire, namun langsung membuat Handseal tunggal, kini dihadapan mereka terdapat sebuah

[ KUMEN SOWAKA:...

Seketika sebuah lingkaran dengan Aksara rumit berupa kanji berjumlah sembilan,yaitu Kanji.

Kanji 青 (aoi, "biru").

Kanji 白 (bya, "putih").

Kanji 朱 (shu, "vermilion").

Kanji 玄 (gen, "hitam").

Kanji 玉 (Gyoku, "permata").

Kanji 空 (Ku, "langit").

Kanji 三 (san, "tiga").

Kanji 北 (Hoku, "utara").

Kanji 南 (nan, "selatan").

Kanji-kanji itu Tercipta dihadapan Naruto dengan Susunan lingkaran yang membentuk sebuah pola Salib. Delapan Kanji lainnya masih terdapat sebuah pola aksara dengan bentuk menyilang atau tersegel, dan hanya menyisakan kanji 白 (bya, "putih") yang tidak tersegel.

.

...BYA (白)]

Dalam lingkaran dengan kanji 白 (bya, "putih"), muncul lah sesosok makhluk Harimau putih dengan ukuran sama seperti Harimau pada umumnya, dengan topeng yang terpasang di wajahnya yang memiliki suatu pola tertentu. Harimau itu atau disebut Byakko kini muncul dihadapan Naruto sambil menunduk hormat padanya.

Sedangkan Serah yang melihat hal tersebut terkagum-kagum, berbeda dengan Claire, walaupun dia juga kagum namun sudah pernah melihat nya dulu saat Naruto menyelamatkan nya.

''Woww!!... Makhluk Suci ini begitu mengagumkan, walaupun sudah pernah melihat nya, ini tetap saja terasa seperti mimpi.''

''Untuk apa kau memanggilnya Naruto... Apa jangan-jangan ada musuh!?.''

Mendengar ucapan dari kakaknya membuat Serah ketakutan.

Naruto hanya menghela nafas.

''Aku memanggilnya Bukan berarti harus selalu ada musuh, kau tahu.''

Kedua bersaudari itu kini mulai lega, tapi mereka penasaran kenapa Naruto memanggil Byakko.

Naruto menyeringai saat mengetahui rasa penasaran dari Claire dan Serah.

''Byakko!! carikan kami makanan!!.''

''Groaahhhhh!!... ''

Wushh!

''Eh.. ''

''Ehhhhhhhh!!...''

''Eehhhhhhhhhhh!!.. ''

''Kenapa kau juga malah ikutan teriak!!!?.''

''Biar kompak.''

Naruto hanya mengangkat bahu tidak peduli akan pertanyaan dari Claire.

''Hahh.. Menyuruh makhluk Suci untuk hal seperti ini, kau benar-benar.. hahh.''

''Jangan terlalu dipikirkan, ada alasan kenapa aku membawa kalian kesini.''

''Apa itu?.''

''Untuk melatih kalian.''

Claire dan Serah saling bertatapan kebingungan.

''Melatih kami?, untuk apa?.''

Tanya kebingungan dari Serah.

''Tentu saja untuk bertahan hidup.''

''Bisa kau jelaskan alasan mu kenapa ingin melatih kami? kita baru saja kenal baru-baru ini, lantas alasan apa yang mendasari dirimu peduli pada kami?.''

''Kakak... ''

Pertanyaan yang cerdas, Naruto cukup mengagumi pola pikir Claire yang bertindak lebih dewasa. Berkebalikan dengan adiknya yang masih seperti anak kecil pada umumnya.

Naruto melangkah kan kakinya ke arah air danau dan menapak dengan mulus disana, Naruto mulai membalikan tubuhnya dengan senyuman manis yang bertengger di sana, tak lupa semilir angin membelai rambutnya dengan lembut.

''Karena... ''

Kedua perempuan itu menunggu lanjutan dari ucapan Naruto yang seperti nya akan berkesan.

''... Aku sedang Gabut.''

Atau tidak.

Mereka hanya bisa Sweatdrop mendengar alasan kenapa mau melatih mereka.

''Sudah jangan terlalu dipikirkan, mulai sekarang...

.

.

.

.

.

..Selamat datang di Neraka tingkat pertama.''


1 Minggu kemudian.

''Hah.. hahh.. hahhh.. Bisakah kami istirahat.. hahh.. dulu.''

Setelah mendengar bahwa Dirinya- Claire-memiliki energi 'Mana' dan Chakra dalam tubuhnya. Membuatnya dalam pelatihan oleh Naruto dalam rangka menguasai kedua energi tersebut, Serah pun ikut dalam pelatihan yang menyiksa ini, karena dia pun memiliki energi 'Mana'.

''Jangan malas, lakukan lagi sana.''

2 Bulan kemudian.

''Wahai sang Dewi penguasa air, seret lah musuhmu kedalam kemalangan yang menyakitkan..[Water Ball].''

''Hahh.. hahh.. Padahal hanya tingkat rendah..hahh.''

Serah menopang tubuhnya lelah ,saat mengeluarkan Teknik Sihir yang rutin ia lakukan atas perintah dari Naruto.

Tatapan nya dia alihkan pada Kakaknya, yang tengah melakukan latihan pedang dengan terus melakukan gaya menebas sebanyak 500x dalam sehari.

Dengan Naruto yang sedang mengawasi mereka sambil bermeditasi diatas Danau.

''Hahh.. Semangat!!!.''

6 Bulan kemudian.

Takk!

Wushh!!

Kini Naruto sedang melatih Claire dalam ilmu berpedang.

''Terlalu banyak celah!! ''

Takk!

Bugh!'

''Ughh.. ''

Claire terjatuh karena hentakan pedang kayu yang Naruto lakukan tadi.

Naruto memanggul pedang kayu di pundak nya dengan santai, sambil mengulurkan tangan nya pada Claire yang menerima nya.

''Untuk seukuran pemula sudah lumayan, hanya saja jangan selalu berteriak jika ingin menyerang musuhmu dari belakang.''

Mendengar ucapan itu, membuat Claire kebingungan.

''Bukankah itu akan menambah semangat dan menambah peluang kemenangan jika kita berteriak.''

''Itu jika kedua orang nya sama-sama berpikiran Naif.''

''Naif?.''

Ctak!

Naruto mengarahkan sebuah sentilan kecil pada dahi Claire yang menatap Naruto dengan cemberut.

''Awww.. Untuk apa itu.''

''Terkadang diam lebih mengerikan lebih dari apa yang dirimu bayangkan.''

Claire hanya bisa terdiam dan menganggukan kepalanya paham.

1 Tahun kemudian.

''Wahai sang Dewi penguasa air, seret lah musuhmu kedalam kemalangan yang menyakitkan..

[Water Ball].''

Naruto menghindar kesamping saat ada sebuah bola air mengarah padanya.

Tidak berhenti sampai disitu, Naruto harus mengankat pedangnya keatas.

Takk!

Untuk memblokir serangan dari Claire yang hening tanpa suara.

''Mengesankan, sepertinya dirimu menyerap ajaran ku dengan baik.''

Claire melompat kebelakang dan melesat kembali dengan cepatnya kearah Naruto.

Sebelum 1 meter dari hadapan Naruto, Claire langsung berlari dengan kencangnya kearah kiri saat merasakan ada energi Sihir dibelakangnya. Dan benar saja, dibelakang Claire terlihat sebuah Bola air yang dengan cepat mengarah pada Naruto yang masih santai.

Claire kini sudah berada di belakang Naruto dalam sekejap, dan mulai melancarkan sebuah sabetan Vertikal.

Naruto tersenyum saat melihat perkembangan dari mereka.

''Seperti nya kalian sudah semakin kuat, terutama dirimu Claire, kecepatan mu kini sudah melampaui ekspetasi ku, kini kau pantas disebut.. Lightning.''

Bola air sudah berada di hadapan Naruto dan Claire yang siap menebasnya, tetapi dengan cepat Naruto langsung berada di hadapan Claire yang terkejut, dan tanpa aba-aba Naruto memeluk Claire sambil menatap kearah Serah.

[Hiraishin]

Sring

Brusshhh

''Eh.. ''

Dalam sekejap mata, kini Naruto dan Claire sudah berada di samping Serah yang malah bengong.

Claire Melepas pelukannya dari Naruto dengan wajah yang memerah.

''Kita akhiri sampai disini, kemampuan kalian sudah banyak berkembang, ayok kita pulang.''

Claire dan Serah masih terdiam disana, dan melihat punggung Naruto yang mulai menjauh.

''Ke-kecepatan macam apa itu?.''

''Bahkan kita tidak bisa melihat bagaimana dia bergerak, bahkan tidak meninggalkan jejak apapun.''

''Sebenarnya siapa Naruto sebenarnya?.''

Memutuskan untuk berhenti memikirkan nya, mereka lalu mengikuti Naruto.


Gubuk.

Kini mereka bertiga sudah berada di dalam gubuk, dengan makanan yang lumayan mewah tersaji disana.

''Wahhhh... Makanan yang begitu mewah.''

''Kheh, anggap saja sebagai hadiah untuk kalian karena sudah berjuang dengan keras.''

''Hehehe.. Terima kasih Naruto!, kami menyayangi mu... Selamat makan.''

Tanpa basa-basi Claire langsung makan lebih dahulu, meninggalkan Claire yang menatap Naruto.

''Ini.. Untuk apa perayan ini.''

''Bukankah sudah kubilang tadi, cepat makan. Ittadakimassss~.''

Claire menatap Naruto yang kini mulai ikut makan, entah kenapa dia merasakan perasaan yang tidak mengenakan.

Entah kenapa seperti Naruto membuat hal ini seperti sebuah perpisahan, jika hal itu terjadi... Claire menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruk itu.

Naruto sudah seperti bagian dari keluarga mereka, jika Naruto pergi entah apa lagi yang harus mereka lakukan jika tidak ada Naruto. Naruto sangatlah berharga bagi mereka berdua, semoga saja ini hanya lah perasaan nya saja.

Kegembiraan ini akan selalu dia jaga walaupun nyawa taruhannya.

Beberapa jam kemudian.

Malam sudah semakin larut, dan waktu nya beristirahat pun sudah tiba.

Claire dan Serah kini sudah tertidur dengan lelapnya, usai makan besar tadi membuat mereka mengantuk, dan menyisakan Naruto seorang yang masih terjaga.

Tatapan sendu dia arahkan pada kedua perempuan, yang telah menemani nya selama 1 tahun ini dalam bimbingan nya.

''Sudah 1 Tahun,kah... Kurasa sudah saatnya aku kembali.''

Naruto mulai beranjak dari tempatnya, dia mengambil suatu gulungan kecil dari balik pakaiannya. Lalu dia membuka gulungan tersebut dilantai.

[Kai]

Pooft

Dalam gulungan tersebut, keluarlah sebuah pedang katana dan tongkat sihir.

Saat hal tersebut keluar, lantas Naruto mulai berjalan keluar dari gubuk. Tatapan nya dia arahkan pada Claire dan Serah untuk terakhir kalinya.

''Semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali, Claire, Serah. Selamat tinggal.''

Sebenarnya Naruto ingin memberi tahu perihal kepergian nya ini, tetapi hal itu hanya akan menambah kesedihan mereka.

Setelah keluar dari gubuk, Naruto mulai melangkah pergi menjauh dari sana, meninggalkan berbagai hal menyenangkan yang telah dia rasakan disana.

''Lathiva, lakukan tugas mu.''

Alam mulai bereaksi.

''Sesuai permintaan Anda Tuanku.''

''Sudah saatnya aku kembali, untuk..

.

.

.

.

.

.

...Membersihkan beberapa parasit.''

T. B. C.

Siipp Chapter ini dah selesai.

Maaf bila lama updatenya, karena lagi sibuk bekerja,dan akan update bila waktu ku lagi senggang.

Dan juga untuk Wordnya memang hanya segitu, karena jika terlalu panjang malah membuat ideku jadi buntu.

silahkan berikan tanggapan dan saran kalian para reader sekalian.

Jaa Nee~...