Prologue


Pada suatu malam di sebuah pulau tidak berpenghuni terjadi fenomena yang tidak normal dengan terbukanya portal yang mengeluarkan percikan listrik pada sekelilingnya. Bagaikan langit yang robek di atas hutan pulau tersebut, muncul sosok yang keluar dari lubang portal tersebut dengan kecepatan tinggi menuju permukaan tanah. Sosok tersebut menghantam tanah dengan sangat keras bagaikan meteor yang membuat letusan sejauh ratusan meter.

Setelah debu dan asap yang berterbangan menghilang. Terlihat sosok yang merangkak dari titik pusat hantaman dengan darah yang mengalir di seluruh tubuhnya.

"Huff….huff…" helaan nafas sosok yang memiliki rambut pirang dan bermata biru.

'Bertahanlah Naruto! Aku akan segera mengumpulkan chakra!' terdengar teriakan Kurama si rubah berekor sembilan dalam benak Naruto.

"Tidak… Kurama… aku sekarat…" ucap Naruto membalikan tubuhnya dan menatap langit malam.

'Diam! Jangan kau berkata itu! Kau harus bertahan!' teriak Kurama panik. 'Sialan! Ada apa dengan dunia ini! Mencoba menekan kekuatan chakra kita!'

Naruto dengan lemas mengangkat tangannya kearah perut yang yang terdapat segel seperti sebuah tato. Melihat apa yang akan dilakukan kawannya, Kurama menjadi marah.

'apa yang akan kau lakukan Naruto!?'

"aku… akan mengeluarkanmu.. Kurama" Jawab Naruto dengan terengah-engah. Api biru muncul jari kelima jarinya. Naruto menempelkan jarinya ke segel yang berada di perutnya dan memutarnya. "Fuin kai!"

'Hentikan Naruto!' Teriak Kurama yang terhenti karena tubuhnya tertarik keluar dari segel. Gumpalan chakra yang besar keluar dari perut Naruto dan membentuk seekor rubah besar.

"Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan!?" teriak Kurama kearah Naruto yang berbaring di tanah.

"aku tidak ingin kau ikut mati denganku.. Kurama….aku bukan jinchuriki lagi" jawab Naruto mencoba tersenyum kearah wajah Kurama yang besar.

"Tapi denganku berada diluar kau bisa mati dengan keadaanmu sekarang!" teriak Kurama kesal. "Aku ditugaskan untuk menjagamu oleh Rikudo sennin!"

"Kau pun merasakan…dunia ini menekan kekuatan kita… aku tidak akan bertahan…" ujar Naruto yang batuk sembari mengeluarkan darah dari mulutnya. "Aku sudah kehilangan semuanya…. Aku tidak ingin kehilangan dirimu… kawan".

"Bertahanlah! Aku akan segera menyelamatkanmu!" Ucap Kurama yang melakukan segel burung untuk mengumpulkan chakra alam.

Melihat itu Naruto tersenyum lemah dan merasakan kedua matanya semakin berat.

"Jangan kau berani untuk menutup matamu Naruto! Bertahanlah! Aku pasti akan menyelamatkanmu!"


To be continue.