[Royal Chaos]
NCT belongs to themselves
"Royal Chaos" belongs to Lexa Alexander
Pair: YuWin, JaeDo, JohnIl, TaeTen
Ini Negeri Neokultur. Negeri yang dipimpin oleh empat kerajaan, yang masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri.
Yang pertama adalah Kingdom of Heart. Kerajaan yang mendiami wilayah selatan ini diberkahi oleh cinta. Kerajaan yang damai, dengan rakyatnya yang ramah ini dipimpin oleh seorang raja yang tampan luar biasa. Namanya Nakamoto Yuta. Diangkat menjadi raja menggantikan Raja Kim Jong-in saat umurnya baru menginjak angka 25.
Saat menginjakkan kaki di wilayah kerajaan ini, sejauh mata memandang, sebagian besar wilayah kerajaan ini dipenuhi oleh warna merah dan putih. Ciri khas kerajaan ini adalah rakyatnya yang ramah dan ...
... kaum laki-laki yang playboy.
Playboy? Benar.
Cobalah bertanya pada sembarang laki-laki yang kalian temui di jalan, "Berapa banyak mantanmu?". Sebagian besar dari mereka akan menjawab dengan dua angka.
Kalau Queen of Clover berkomentar, "Dasar kardus."
Selain itu, kerajaan yang didominasi warna merah ini terkenal dengan makanan manisnya. Saat datang ke daerah perbelanjaan, banyak toko yang menjual makanan manis. Permen, kue, roti, minuman dengan kadar gula yang tinggi, semuanya ada di sini. Rasanya sangat enak, bahkan Queen of Spade sangat menyukai makanan manis dari sini.
Makanan manis yang wajib dicoba di kerajaan ini adalah red velvet cake. Makanan khas Kingdom of Heart yang sangat terkenal hingga ke luar negeri. Tiap kedai makanan manis yang ada di kerajaan pasti menjual kue satu ini. Masuk ke sembarang kedai, kalian pasti akan menemukannya. Tidak perlu ditanya kualitasnya, chef Gordon Ram*say pasti akan berkata, "Very good! Excellent! I like it!"
Kemudian, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke kerajaan ini adalah saat musim gugur. Karena musim gugur adalah musim khas kerajaan ini, dan saat musim gugur rakyat Kingdom of Heart akan mengadakan festival musim gugur yang hanya diadakan setahun sekali. Festival besar yang berlangsung selama minggu ke-3 musim gugur.
Festival ini juga untuk mencari penerus Kingdom of Heart. Anak-anak akan dibawa ke tengah alun-alun, duduk di bawah pohon besar yang tumbuh di tengah alun-alun, sementara seorang dari kerajaan yang mencari penerus kerajaan menyirami satu persatu anak-anak itu dari air suci yang mengalir di bawah pohon Heart.
bertugas Penerus kerajaan akan diketahui jika tubuh mereka bereaksi saat air itu menyirami tubuh mereka, dengan munculnya tato pada salah satu bagian tubuh mereka.
King jika tato itu berukuran besar dan melintang dari bahu kanan ke bahu kiri melewati dada, dengan simbol heart pada dada bagian kiri.
Queen jika tato itu berada pada lengan, dengan simbol heart pada punggung tangannya.
Jack jika tato berbentuk simbol heart berada pada lengan atasnya.
King Yuta konon ditemukan saat umur enam tahun lewat festival ini. Dia langsung diseret ke istana, tinggal di sana hingga saat ini. Saat pertama menginjakkan kaki di istana, dia langsung disambut dengan ramah oleh King Jongin dan Queen Kyungsoo.
King Jongin terlihat sangat senang, dengan heboh memperkenalkan diri pada Yuta dan mengajaknya bicara panjang lebar. Sedangkan Queen Kyungsoo menatap tajam King Jongin, berkata, "Awas saja kalau kau mengajarkan yang aneh-aneh pada Yuta!" sembari tangannya terlipat di depan dada. King Jongin hanya cengar-cengir.
Namun setelah itu, disamping Yuta yang belajar tentang tetek bengek kerajaan dan tata krama, King Jongin mengajarkan hal yang bahkan tidak akan diajarkan oleh guru kerajaan.
Cara menjadi playboy elit.
Alhasil, kalau kalian bertanya pada King Yuta berapa banyak mantan yang sudah dikoleksi, King Yuta dengan bangga akan menunjukkan sebuah buku album dengan tebal 200 halaman, dan tiap halamannya terisi dengan 12 foto –daftar mantan King Yuta.
Tolong jangan dihitung. Saya sendiri tidak ingin menghitungnya. Tapi tenang –buku itu belum terisi penuh.
Lanjut.
Namun setelah menginjak umur 24, kadar ke-playboy-an King Yuta mulai berkurang. Saat itu, seorang penerus kerajaan dibawa ke istana dalam keadaan yang sangat lusuh. Pakaian compang-camping, wajah kotor karena debu dan tanah, dan rambut blonde dengan sedikit merah muda-nya acak-acakan tidak terawat.
Dalam hati Yuta bertanya, siapa?
Setahu Yuta, hanya ada satu kemungkinan saat sesosok tak dikenal dibawa ke istana –dia adalah salah satu dari tiga penerus. Karena penerus King sudah ditemukan –yang tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri–, dan penerus Jack juga sudah ditemukan dan saat ini orang itu sedang menjalani pelatihan di daerah perbatasan nun jauh disana, jadi kemungkinannya hanya satu –dia adalah penerus Queen. Tapi, kenapa baru sekarang?
Keduanya sempat saling bertatapan, namun tidak lama karena sosok itu langsung dibawa menuju bagian belakang istana. Mungkin untuk dibersihkan. Yuta mengurungkan niat untuk menuju ke perpustakaan, memilih untuk menunggu sosok yang membuatnya penasaran itu di taman belakang.
Kemudian, tidak lama setelah itu, sosok manis berambut blonde-pink muncul, dengan pakaian kerajaan yang didominasi warna merah. Laki-laki manis itu terlihat kebingungan, seakan tidak tahu apapun. Salah satu pelayan yang menemaninya mengantarnya ke taman belakang, berkata sesuatu pada laki-laki itu, kemudian laki-laki manis itu mengangguk. Yuta yang melihatnya segera berdiri dari duduknya dan menghampiri laki-laki itu.
"Hei, manis. Kenalkan, aku Yuta, penerus King. Kalau boleh tahu, siapa namamu?" Yuta bertanya dengan genitnya, tidak ketinggalan wajah mesumnya yang dibuat-buat sok tampan –dan alisnya yang bergerak naik-turun dengan menjijikkan.
Yuta bersumpah dia bisa melihat wajah manis itu memerah karena malu, membuat jantungnya berdegup kencang.
Sosok itu membungkuk dengan sopan di hadapan Yuta, "Saya Winwin, penerus Queen."
Saat itu juga Yuta berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti ngerdus.
Kalau Kingdom of Heart adalah kerajaan yang diberkahi oleh cinta, maka Kingdom of Clover adalah kerajaan dengan dominasi warna hijau yang diberkahi dengan keberuntungan. Kerajaan makmur yang sebagian wilayahnya masih berupa alam ini adalah kerajaan yang rakyatnya paling sederhana.
Clover adalah pemasok utama untuk hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan. Walaupun begitu, rakyatnya memilih untuk hidup sederhana dan menggunakan sebagian hartanya untuk beramal. Kata mereka, selama masih bisa hidup nyaman dan damai, itu sudah cukup.
Saat menginjakkan kaki di wilayah kerajaan ini, sekilas tidak ada yang terlihat menarik. Semuanya biasa, tidak seperti Kingdom of Heart yang dimana-mana terlihat kedai makanan manis dan pernak-pernik hati seolah setiap harinya Valentine Day selalu dirayakan disana. Kingdom of Clover tidak seperti itu.
Tujuan para turis datang ke Kingdom of Clover adalah untuk wisata alam. Di luar wilayah pemukiman dan perdagangan kerajaan, terdapat banyak sekali tempat yang cocok untuk dijadikan tujuan wisata alam. Air terjun, gunung, bukit, danau, hutan untuk berkemah, dan lainnya. Alam yang masih asri dan belum terkena polusi adalah tempat yang cocok untuk para pecinta alam.
Selain itu, saat musim semi tiba, kalian bisa menikmati hidangan yang hanya bisa dinikmati saat musim semi. Pancake dengan saus buah beri yang hanya tumbuh selama musim semi. Hidangan khas Kingdom of Clover yang hanya bisa dinikmati setahun sekali, bersamaan dengan diadakannya festival musim semi Kingdom of Clover.
Festival yang sama seperti festival panen, dan tidak jauh berbeda dengan festival musim gugur kerajaan Heart –untuk menemukan penerus kerajaan Clover.
Saat ini, Kingdom of Clover hanya dipimpin oleh Queen dan Jack. Pengangkatan keduanya menjadi pemimpin kerajaan dilaksanakan beberapa bulan yang lalu karena tiga pemimpin sebelumnya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Setelah masa berduka selesai, Queen dan Jack langsung diangkat menjadi pemimpin kerajaan yang baru, walaupun King of Clover belum ditemukan.
Queen of Clover dikenal bermulut pedas walau berwajah ramah dan keibuan. Berbanding terbalik dengan rakyatnya yang ramah baik wajah dan perkataannya, Queen of Clover hampir tidak pernah menyaring ucapannya. Katanya, "Buat apa jaga image? Toh mau dijaga seperti apa juga nanti juga bakal ketahuan."
Queen of Clover yang bernama Kim Doyoung ini berteman dekat dengan Queen of Spade. Konon katanya memang sudah ditakdirkan menjadi sahabat sejak jaman blastula. Sekalinya bertemu, obrolan keduanya tidak akan berhenti hingga 4-5 jam. Ada saja yang dibicarakan, entah itu harga cabai yang naik hingga bagaimana cara mencapai kepuasan batin dengan pengeluaran yang ditekan seminim mungkin (re: menawar harga barang hingga mendapat diskon 80%).
Kalau masalah mulut pedasnya dikesampingkan, sebenarnya Queen Doyoung ini sosok yang cukup keibuan, dan baik juga. Konon Queen Doyoung sering memasak makanannya sendiri –walau di istana sudah ada belasan hingga puluhan koki hidangan internasional, namun Queen Doyoung lebih memilih memasak makanannya sendiri. Bahkan terkadang mengajak serta Jack untuk ikut memasak.
Queen Doyoung juga orang yang teliti, cukup berbakat untuk mengurus segala urusan kerajaan seorang diri. Walau tanpa King di sisinya. Hingga saat ini pun, tidak banyak masalah yang muncul di kerajaan walau Kingdom of Clover hanya dipimpin oleh seorang Queen.
Queen Doyoung yang semasa hidupnya tidak pernah mengenal hal-hal berbau cinta, tidak pernah berpikir bahwa jatuh cinta adalah hal yang romantis. Menurutnya, jatuh cinta adalah suatu hal yang konyol. Apalagi saat dia melihat kelakuan King Yuta yang dengan mudahnya menjadi budak cinta seorang Queen Winwin.
Ewh. Queen Doyoung tidak ingin menjadi budak cinta. Menjadi orang yang dikejar-kejar oleh seorang budak cinta saja dia tidak mau.
Menurut Queen Doyoung, jatuh cinta tidak semudah memasak air dan menunggunya hingga mendidih. Jatuh cinta itu sesulit menggoreng tahu –bagaimana agar minyaknya tidak melompat kemana-mana dan mengenai kulit.
Apalagi hal konyol macam love at the first sight –cuih, mana ada cinta yang semacam itu? Tidak mungkin. Itu mustahil. Walaupun King Yuta bilang kalau saat melihat Queen Winwin dia langsung jatuh cinta, Queen Doyoung tidak percaya. King Yuta kan kardus, jatuh cinta bagi King Yuta jelaslah sangat mudah. Kalau yang bicara soal love at the first sight itu King of Diamond atau Queen of Diamond, barulah Queen Doyoung akan percaya.
Begitu pikir Doyoung.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan sosok penerus King of Clover, di tengah kekacauan musim semi, di bawah pohon rindang di kaki gunung utara.
"Siapa namamu?"
Laki-laki berambut fawn yang ditanya Doyoung menunduk, memberi hormat pada Doyoung yang berdiri di depannya dengan pakaian kebesarannya, tidak ingin dihajar para tentara kerajaan yang mengawal Doyoung hanya karena dirinya yang berkelakuan tidak sopan.
"Nama saya Jaehyun, Jung Jaehyun. Saya dari Kingdom of Clover."
Saat pemuda itu mengangkat kepalanya dan menatap balik Doyoung, saat itu pula Doyoung merasakan jantungnya yang berdegup tidak normal. Apalagi saat laki-laki bernama Jaehyun itu melemparkan senyuman manis padanya, Doyoung serasa ingin meleleh –seperti es yang terpapar panas matahari.
Kalau boleh, Doyoung ingin menarik kata-katanya tentang love at the first sight yang dianggapnya hanya omong kosong belaka.
Untuk yang ingin melihat kemewahan Negeri Neokultur, kalian harus datang ke Kingdom of Diamond. Dari namanya saja sudah kelihatan –Diamond, berlian, harta, kemewahan.
Negeri yang mendapat berkah kekayaan dan harta ini didominasi oleh warna kuning. Musim panas adalah musim khas negara ini, dan saat dimana mereka akan mengadakan festival musim panas. Saat musim panas datang, kalian bisa menikmati sajian khas Kingdom of Diamond yang hanya ada saat musim panas.
Ikan yang dimasak dengan bumbu tradisional Kingdom of Diamond. Ikan itu hanya akan muncul di perairan Kingdom of Diamond saat musim panas. Daging yang lembut dipadukan dengan bumbu yang gurih, asin, dan manis. Siapa yang tidak tergiur?
Saat berkunjung ke kerajaan ini, kalian bisa melihat sisi mewah Negeri Neokultur. Toko perhiasan bisa dilihat dimana-mana, dan desain bangunannya sungguh mewah dan megah. Orang-orang yang kalian temui mengenakan pakaian mahal dan berkelas. Walaupun begitu, mereka tidak akan memandang rendah orang lain. Kalian akan disambut dengan ramah.
Jika Kingdom of Heart menawarkan makanan manis, Kingdom of Clover menawarkan wisata alam, maka Kingdom of Diamond akan menawarkan pusat perbelanjaan kerajaan yang ada di sebelah selatan. Itu bukan ibu kota, lebih seperti kota wisata. Disana kalian bisa melihat Diamond Tower –menara pencakar langit setinggi 850 meter yang dibagun dengan segala kemewahan Kingdom of Diamond. Konon, Diamond Tower dibangun dengan bahan tambang terbaik, dan dihias dengan ribuan berlian. Di lantai teratas, terdapat restoran bintang lima terbaik di dunia. Kalian bisa menikmati hidangan lezat disana sembari melihat ke seluruh penjuru Negeri Neokultur.
Daerah di sekitar Diamond Tower adalah area perbelanjaan. Toko yang menjual pakaian dan perhiasan terbaik ada di sini.
Kingdom of Diamond adalah pemasok utama bahan tambang di Negeri Neokultur. Emas, berlian, minyak, dan lainnya. Biasanya, yang paling banyak memesan bahan tambang adalah Kingdom of Spade –maklum, kebutuhan bahan tambang di kerajaan satu itu memang cukup besar.
Dilihat dari keadaan kerajaannya, mungkin kalian akan berpikir kalau pemimpin kerajaan ini adalah orang yang sombong, serakah, atau apalah itu.
Nyatanya, memang wajah King of Diamond itu menyebalkan –resting bitch face kalau kata orang.
Ehm.
King of Diamond adalah orang yang dingin –kalau di luar. Kalau sedang bersama istrinya, dia bisa berubah menjadi ... budak cinta.
Ternyata memang tidak jauh berbeda dengan King Yuta.
Namanya King Johnny. Johnny Seo. Laki-laki bertubuh tinggi dengan wajah tampan namun sangat menyebalkan. Musuh bebuyutan Queen of Spade –sekalinya ketemu bisa langsung lempar kata-kata makian yang bakal sulit dihentikan. Ternyata, mereka dulunya terlibat love-hate relationship –persahabatan yang dihiasi dengan pukul-memukul, saling memaki, dan tertawa di atas penderitaan sahabatnya.
Jangan terhanyut dengan kulit luar King Johnny yang terlihat berwibawa. Nyatanya dia adalah sosok suami yang tidak berani pada istrinya sendiri. Queen Taeil –sosok pendamping King Johnny yang sangat keibuan, dan jelas jauh lebih berwibawa dari pada King itu sendiri. Lebih dewasa, dan pemegang kendali kebobrokan King Johnny.
Lalu, kalau dibilang kerajaan satu ini tidak memiliki masalah, sebenarnya masalah utama kerajaan adalah berkah kerajaan itu sendiri.
"John." Taeil memasuki ruang kerja Johnny sembari membawa dokumen yang terbuka di tangannya.
Johnny, yang saat itu sedang menandatangani setumpuk berkas di meja kerjanya mengalihkan perhatiannya pada Taeil. "Ya, sayang?"
Taeil berhenti di depan meja kerja suaminya, "Bank Kerajaan hampir penuh. Uang dan emasnya mau diapakan kali ini?" tanyanya sembari menatap Johnny yang kini terdiam.
"Dibuang saja," jawab Johnny seenak jidat. "Nanti juga terisi penuh lagi."
Jawaban Johnny mendapat hadiah jitakan sayang dari Taeil. "Tidak boleh buang-buang harta, John. Serius, uang dan emas ini mau diapakan? Kemarin kita sudah mengirim dana bantuan untuk seluruh panti asuhan di kerajaan, sekarang aku tidak tahu mau diapakan uang dan emas ini."
Hening. "Tidak tahu. Aku tidak terpikirkan apapun." Johnny meletakkan pena-nya yang baru saja digunakan untuk menandatangani berkas-berkas tadi, menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya.
Taeil tidak berkata apapun, menunggu Johnny memberikan masukan. Dia sendiri sedang kehabisan ide –ini sudah yang kesekian kalinya bank hampir penuh, dan mereka harus mengosongkan sebagian isi bank.
"Kita bangun lagi ... sesuatu." Johnny mengusulkan ide dengan ragu, tidak yakin ingin membangun gedung atau bangunan apa lagi. Sudah terlampau banyak.
"Apa? Taman bermain baru? Taman kota baru? Gedung pencakar langit baru? John, baru sebulan yang lalu kita meresmikan mall di kota sebelah barat –sekarang di barat sudah ada empat mall yang bahkan ukurannya tidak kecil. Di kota lain sudah ada tiga. Kau ingin menambah apa lagi?" Taeil mengomel, urusan kerajaannya ini cukup membuat kepalanya berdenyut. Memang, sih, kerajaannya diberkahi oleh harta dan kekayaan, tapi di saat yang bersamaan itu juga merupakan masalah bagi kerajaannya.
Johnny menghela nafas, kehabisan ide. "Kalau begitu, beli saja kapal pesiar baru dari Kingdom of Spade, hyung."
Hening. Apa tadi katanya? Kapal pesiar?
"Johnny," panggil Taeil, yang dibalas dengan 'ya' dan wajah sok polos Johnny. "Kau tahu tidak, sudah berapa banyak kapal pesiar kita?"
"Setahuku hanya empat."
Johnny membalas dengan cengiran. Tangannya menunjukkan angka empat dengan wajahnya yang seolah tanpa dosa. Kemudian Taeil kembali menghadiahinya dengan jitakan sayang.
"Sudah tujuh kapal, John. Aku tidak mau membeli barang yang tidak berguna lagi. Pikirkanlah sesuatu yang lebih berguna dari itu."
Johnny mengusap kepalanya yang berdenyut nyeri. Taeil sudah menjitaknya dua kali dalam sepuluh menit ini, kepalanya benar-benar sakit –sepertinya dia bisa amnesia kalau begini caranya.
Johnny meringis, "Kalau begitu, kirimkan saja ke Kingdom of Clover dan Kingdom of Heart. Untuk semua panti asuhan dan panti jompo di sana. Sudah tiga bulan kita tidak mengirim dana kemanusiaan kesana."
Jawaban Johnny membuat Taeil terdiam. Ternyata suaminya bisa berpikir normal juga –walaupun sepertinya dia menjawabnya tanpa pikir panjang, atau mungkin dengan asal-asalan.
Tanpa Johnny ketahui, Taeil tersenyum –antara kagum dan geli. Laki-laki bongsor itu masih mengusap kepalanya yang sakit pasca dipukul Taeil.
"Baiklah. Kita akan mengirim dana kemanusiaan ke Clover dan Heart."
Kerajaan yang terakhir adalah kerajaan yang diberkahi kekuatan –Kingdom of Spade. Wilayah kerajaan ini dikelilingi hutan belantara, membuat orang-orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di wilayah luar Kingdom of Spade berpikir bahwa kerajaan ini adalah kerajaan yang paling tertinggal dari kerajaan lain. Atau kalau tidak, mereka akan berpikir bahwa kerajaan yang didominasi warna biru ini adalah kerajaan yang menyeramkan, dan dipimpin oleh raja yang tak kalah menyeramkan. Jika hutan belantara itu ibarat lapisan pertama, lapisan kedua kerajaan ini adalah benteng besar yang mengelilingi wilayah kerajaan yang dihuni para penduduk. Di sepanjang tembok besar itu, ada para tentara yang dilengkapi oleh persenjataan yang tidak sedikit. Barulah setelah benteng itu kalian bisa melihat bangunan-bangunan dan para penduduk Kingdom of Spade. Sudah begitu, jalan masuk ke kerajaan ini hanya ada empat –satu di timur, satu di barat, satu di utara, dan satu lewat jalur laut di selatan.
Nyatanya, kerajaan yang memiliki festival kerjaan di musim dingin ini adalah kerajaan yang teknologinya paling maju –terutama teknologi di militernya. Bertahun-tahun yang lalu, disaat tiga kerajaan lainnya masih masih terkagum-kagum dengan yang namanya internet, Kingdom of Spade sudah memikirkan dan merencanakan penggunaan hologram. Saat ini, Kingdom of Spade masih mengembangkan hologram dan android manusia –para ilmuwan disana menyebut android manusia ini dengan istilah humanoid.
Kalau Kingdom of Diamond memiliki Diamond Tower dan area perbelanjaannya yang mewah, maka Kingdom of Spade menawarkan seluruh area kerajaannya yang sudah dipenuhi teknologi canggih. Beberapa tempat sudah menggunakan prototype humanoid, dan di tempat-tempat bermain di kerajaan ini kalian bisa melihat orang-orang yang terbang kesana-kemari dengan alat canggihnya.
Teknologi-teknologi canggih itu bisa dicoba di tempat wisata kebanggan Kingdom of Spade, Neo-Tech. Disana, kalian bisa melihat dan mencoba berbagai teknologi yang ada di Kingdom of Spade –sekaligus belajar dengan para ilmuwan disana.
Beberapa bulan yang lalu, sebelum King Yunho dan Queen Jaejoong turun takhta dan digantikan oleh King dan Queen yang sekarang, sosok laki-laki manis namun pendek menginjakkan kaki di tanah Kingdom of Spade.
Namanya Ten –sebut saja begitu. Saya tidak ingin kalian menyumpah karena membaca nama lengkapnya.
Ngomong-omong, nama lengkapnya Chittapon Leechaiyapornkul.
Dia berasal dari Kingdom of Clover, dan datang ke Kingdom of Spade untuk suatu alasan.
Bukan, bukan liburan. Walaupun bosnya di tempat kerja menyuruhnya untuk mengambil liburan, dia pasti lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumahnya sembari menikmati kue dan berkirim pesan dengan Doyoung –sahabatnya yang sudah diangkat menjadi Queen of Clover– dari pada menghabiskan uang dan tenaga untuk ke kerajaan yang –menurutnya– cukup mengintimidasi ini.
Setelah menoleh kesana-kemari layaknya anak hilang, akhirnya Ten memutuskan untuk menemui salah satu tentara kerajaan yang saat ini sedang berdiri tegak di dekat gerbang timur –gerbang itu adalah jalan masuk ke kota kecil di pinggir Kingdom of Spade, salah satu jalan masuk ke wilayah kerajaan ini. Di luar gerbang sana adalah hutan belantara yang masih menjadi wilayah Kingdom of Spade.
"P–permisi ..." Ten menyapa, takut karena wajah tentara itu terlihat dingin dan menyeramkan. Kalau bukan karena urusan pentingnya di Kingdom of Spade, mana mau Ten menyapa tentara ini.
Tentara yang disapanya menoleh, membuat Ten meringis ketakutan. Hii, pasti galak sekali!
Namun apa yang ditakutkan Ten tidak terjadi. Tentara yang ternyata masih terlihat muda itu tersenyum ramah padanya –ah, ternyata dia tampan juga!
"Ya, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan ramah, disertai senyuman yang bisa membuat para gadis berteriak layaknya fangirl yang bertemu idolanya.
"A–aa, itu, aku hanya ingin bertanya, arah istana ... ke mana, ya?" tanya Ten diikuti cengiran lebar, tangannya memainkan ujung sweater hijaunya, masih gugup.
Tentara itu melunturkan senyumnya, berganti dengan wajah bertanya, "Ada urusan apa, ya?"
Mata Ten melirik ke arah lain, tangannya beralih ke depan dada, memainkan jemarinya. Ten takut, Ten gugup, dan dia kebingungan untuk menyelesaikan urusannya. "A–aku ada sedikit urusan ... dengan ... pihak kerajaan ..."
Ten nyengir, dan saat itulah lengan sweaternya yang kebesaran tersingkap, membuat sebuah tato hitam di tangannya yang berbentuk simbol spade sedikit terlihat oleh tentara itu.
Tahu-tahu, tentara itu berteriak, dan Ten langsung diseret masuk ke dalam mobil oleh orang-orang berbadan kekar yang Ten yakini tentara Kingdom of Spade. Ten makin kaget saat tiba-tiba tubuhnya diselimuti oleh jubah hitam dan tudung jubah itu ditarik untuk menutupi kepala Ten. Ten yakin bahkan sebagian wajahnya tertutupi oleh tudung itu.
Sepanjang perjalanan Ten memberontak, ketakutan. Dia tidak tahu akan dibawa kemana, dan dia benar-benar takut seandainya dia dianggap orang yang membahayakan –apalagi jika bertemu dengan King of Spade atau penerusnya.
Kerajaan yang mengintimidasi, tentaranya yang menyeramkan, pastilah raja yang memimpinnya juga menyeramkan! Bagaimana kalau Ten dijatuhi hukuman mati? Ten tidak mau! Dia masih muda, masih manis, dan belum saatnya dia mati.
Tidak lama kemudian mobil yang membawanya berhenti, dan Ten diseret keluar. Saat itulah Ten bisa melihat bangunan megah istana Kingdom of Spade yang didominasi warna biru, dengan sedikit hitam dan silver.
Bahkan istananya saja mengintimidasi!
Ten kembali diseret untuk memasuki istana, dan dia cukup terkagum-kagum dengan interior istana yang begitu megah, membuat bagunan ini terlihat begitu angkuh. Mengintimidasi.
"Ah, Pangeran."
Tiba-tiba dua tentara yang menyeretnya berhenti saat menyebut kata tadi –pangeran?
Penerus King?
Dua tentara tadi membungkuk untuk memberi hormat, dan Ten ditarik paksa untuk membungkuk.
"Beri hormat pada pangeran." Tentara yang tadi disapa Ten berbisik padanya, dan Ten ikut memberi hormat pada orang yang dipanggil pangeran.
"Jackson hyung, Seungcheol, cukup hormatnya."
Jantung Ten seakan berhenti berdetak –astaga, suaranya terdengar menyenangkan. Tunggu, walaupun suaranya ramah dan menyenangkan begini, belum tentu kan kalau pemilik suara ini sama ramahnya? Bisa jadi orangnya menyebalkan, atau sombong, atau ... sadis?
Kemudian, tentara kerajaan bernama Jackson dan Seungchol ini berdiri tegak, dan Ten mengikutinya. Ten masih menunduk, tidak berani menatap langsung wajah pangeran.
"Siapa dia?"
Sepertinya pangeran itu menunjuk Ten.
"A–aanu ..." Jackson –tentara yang tadi disapa Ten– terdengar gugup dan tidak tahu harus menjawab apa.
"Apa pangeran melihat Ace?" Seungcheol mewakili Jackson untuk bertanya.
Ace? Ace of Spade?
Setahu Ten, Ace adalah orang yang bertugas untuk mencari dan menyelidiki segala sesuatu yang berhubungan dengan penerus kerajaan. Termasuk pengecekan tato –apakah tato itu asli atau tidak.
Ten gemetar, dia takut kalau ternyata tato yang muncul di tubuhnya ini palsu. Makanya, sedari tadi Ten ketakutan. Tujuan Ten jauh-jauh ke Kingdom of Spade ini memang mencari Ace of Spade untuk mengecek keaslian tato Ten.
"Ace, setahuku dia sedang di perpustakaan."
"Baiklah, terima kasih, Pangeran."
Lalu, Ten diseret lagi. Ten yakin pangeran itu sudah pergi karena para tentara ini sudah berani melangkahkan kaki pergi dari tempat tadi.
Saat itulah, Ten melihat sekilas wajah orang yang dipanggil 'pangeran' oleh Jackson dan Seungcheol.
Laki-laki bersurai hitam dengan wajah rupawan –bagaikan keluar dari anime Jepang yang sering Ten tonton di rumah. Pangeran itu menoleh dan tanpa sengaja bertukar pandangan dengan Ten.
Yang membuat Ten kaget, sepersekian detik kemudian laki-laki itu memalingkan wajahnya dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu.
Orang yang begitu, penerus King of Spade?! []
KEMBALI LAGI DENGAN FF NCT~
Nggak apa-apa kan, ya? Hiks. Lagi punya banyak inspirasi buat nulis.
Yang ini next nggak?
