ditulis tanpa mengharapkan keuntungan materil sedikit pun.
Maelstrom from Gensokyo
.
Disclaimer : Semua karakter yang ada di fic ini bukan milikku, saya hanya meminjamnya saja.
Ganre : Fantasy, Adventure, Romance, Supranatural, dll.
Warning : Ide kacangan/pasaran, geje, ooc, strongnaru, typo, ecchi, dll.
Summary : Memutuskan untuk melupakan impian masa lalunya. Ia kembali bangkit dan menemukan sebuah harapan yang dapat mengubah dirinya menjadi lebih baik. Ini adalah kisah baru di kehidupan barunya bersama para youkai dan seorang miko yang senang tiasa membantunya setiap saat.
Rate: M
Pairing : Naruto X Reimu
.
Chapter 1 : Scarlet Devil Mansion
.
"Haah… aku sudah muak dengan ini semua."
Dia berkata dengan berjalan menuju pinggir danau.
"Sudah terlalu lama bukan." Naruto menatap bayangan wajah dirinya di permukaan cermin air yang memantul.
Dirinya tersenyuman mengingat ia telah gagal menyelamatkan milyaran nyawa Shinobi. Tapi, itu dulu... Sebelum dia pergi ke dunia ini dan tinggal.
Ia menjadi teringat saat pertama kali dia jatuh dari langit dan menimpa sebuah kuil yang di dalamnya ada seorang wanita pemarah.
Reimu hakurei seorang miko cantik dengan sifat yang dia kenal yaitu, pemabuk dan pemalas. Dia memiliki warna mata coklat tua dengan sedikit warna hitam dengan rambut hitam tidak lupa pita merah yang lucu dia kenakan. Pakaian sehari-hari wanita itu adalah pakaian khas miko berwarna merah dan putih dengan bagian lengan yang terlepas sehingga bagian ketiaknya tidak tertutup.
Waktu itu dia tidak sadarkan diri dan Reimu merawatnya dengan penuh kasih sayang. Dia tidak membiarkan siapapun menyentuhnya, pada saat dirinya terbangun ia harus berterima kasih pada Miko itu karena sudah mau merawatnya.
Naruto juga menyadarai akan sebuah fakta yang membuatnya terkejut sekaligus ingin membuatnya pingsan lagi, ya itu tubuhnya yang kembali ke umur 12 tahun. Reimu yang tidak tahu apa-apa membuat Naruto pasrah dengan tubuhnya saat ini.
Kemudian waktu berlalu sampai Ia meminta izin pada Reimu untuk pergi mengelilingi dunia ini. Tapi, tanpa sepatah kata pun Ia harus menerima langsung sebuah serang peluru sihir oleh Reimu sampai-sampai dirinya harus dibuat babak belur olehnya.
Reimu jelas tidak ingin pria yang sudah dia selamatkan pergi begitu saja. Reimu mengajak dirinya pergi untuk jalan-jalan dan mengenalkan semua hal yang dia tidak tahu seperti tempat yang dia sekarang ini yang bernama Gensokyo atau tanah ilusi.
Para youkai yang tinggal disini mulai meneror tanah di sekitarnya dan manusia yang kuat dikirim untuk mengusir dan memusnahkan mereka.
Reimu menceritakan bahwa pertempuran antara manusia dan Youkai dari dulu sampai sekarang masih berlanjut dan dia adalah penerus selanjutnya yang mengharuskannya menjaga keseimbangan antara Youkai dan manusia dan ketika Gensokyo ditutup dari dunia yang semakin maju dengan teknologi buatan manusia. Sebuah penghalang Hakurei yang Agung diciptakan.
Dan Satu-satunya gerbang yang diketahui antara Gensokyo dan dunia luar adalah Kuil Hakurei yang berdiri terpisah di sepanjang perbatasan di pegunungan jauh di timur.
Setelah mendengar semua cerita Reimu. Naruto menjadi berniat tinggal di Gensokyo dan berteman dengan Youkai yang ada disini dan seperti yang dia duga Reimu menawarkan tempat tinggal sementara dengannya di kuil Hakurei.
Sudah beberapa hari dia tinggal kuil bersama Reimu dan sudah banyak kejadian yang dia lalui bersama sang Miko dimulai saat dia berinteraksi dengan seorang penyihir bernama Marisa Kirisame. Penyihir yang memiliki sifat yang Ia sukai yaitu periang dan hal yang tidak ia sukai dari wanita itu adalah mencuri...
Tapi walapun begitu Marisa adalah manusia baik meskipun kebiasanya tidak bisa di rubah.
Reimu terus mencoba menarik perhatiannya dan menjauhkannya dari seorang Youkai perempuan bohay bernama Yukari yakumo. Pada awalnya Naruto tidak mengerti kenapa Reimu terus menjauhkannya dari berinteraksi dengan Youkai perempuan yang datang ke kuilnya. Tapi... Naruto sadar apa yang sebenarnya di inginkan oleh si Miko ini.
Dan lama-kelamaan hubungan mereka semakin dekat sehingga Naruto maupun Reimu tahu mereka sudah terikat dengan benang merah, tapi Ia tahu bahwa dirinya terlalu keras kepala untuk mengakuinya bahkan Reimu juga begitu.
"Aku sudah bosan, apakah ada suatu yang bisa aku lakukan?"
Dalam beberapa hari ini Naruto tidak melakukan apa-apa selain membantu Reimu membersihkan Kuil dan mengusir Marisa dari sana. Karena stok makanan yang lumayan banyak dia harus berhati-hati dengan pencuri makanan, terutama Marisan dan seekor peri kecil yang lucu bernama Cirno yang sudah dia anggap adiknya sendiri.
Waktu berlalu dan tanpa Naruto sadari ada sebuah kabut merah yang lama kelamaan memperlihatkan sebuah kastil yang megah di seberang danau tempatnya berdiri.
"Wah wah sepertinya akan ada hal baru yang akan terjadi..."
Naruto dengan cepat berlari di atas air dan melompat setelah begitu dekat dengan tepi danau, ia bergegas menuju kasti itu dan menemukan sebuah jalan setapak menuju kastil.
"Dari aura yang dipancarkan dari dalam kastil itu terdapat dua kekuatan yang hampir sama."
Naruto terseyum memperhatikan kastil yang tiba-tiba muncul. Seumur hidupnya baru pertama kalinya dia melihat kastil semegah ini di negara Gensokyo.
"Yosh! Mungkin aku akan menjadi Marisa dan menjarah apa yang ada disana, Fuahahaha."
Beberapa detik kemudian dia melihat sebuah gerbang dan seorang wanita berambut panjang berwarna merah tua menjaga gerbang itu, wanita itu terseyum saat mendapati pendatang pertama yang akan dia lawan.
"Selamat datang wahai anak kecil! Perkenalkan namaku Hong Meiling penjaga gerbang Scarlet Devil Mansion!"
Meiling memiliki mata biru aqua dan rambut panjang merah tua. Dia mengenakan seragam penjaga dengan celana putih, Ia juga mengenakan baret hijau dengan bintang emas di bagian depan dengan tulisan long.
"Long? Apa itu artinya?"
"Artinya naga sayang~ Sekarang ayo! Serang aku! Akan aku terima tantanganmu itu! Hoyahhh!"
Naruto tertawa melihat Meiling mengangkat salah satu kakinya memperhatikan celana dalam putih mulus milik wanita itu. Tentu Meiling yang tidak mengetahui apa-apa soal celananya yang terlihat, dia marah dan berpikir anak kecil yang ada dihadapannya tidak layak dia lawan.
"Haah~ apa yang aku harapkan dari seorang anak kecil? Lagipun dia anak laki-laki yang lucu juga."
Meiling tidak mengetahui apa-apa soal Naruto dan justru mendekatinya dan mengeluas kepala pirangnya.
"Hahah sepertinya kau bersenang-senang." Ucap Meiling dan Naruto harus menikmati elusan tangan Meiling di kepalanya. "Aw kau begitu lucu dengan kumismu ini... Eh tunggu dulu... kumis!?"
Meiling tersentak kaget dan melompat kebelakang menjaga jarak antara dirinya dengan anak itu. Dia baru menyadari bahwa manusia tidak ada yang memiliki kumis kucing seperti anak dihadapannya.
'Youkai yang satu ini sangatlah kuat, dia dapat menekan auranya sampai orang lain tidak bisa merasakannya, termasuk diriku.'
Meiling kembali membuat gerakan pertahanan menjaga gerbang dari apapun yang akan dia dapatkan dari anak yang baru dia lihat.
Naruto terseyum pada Meiling dan memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal Meiling namaku Uzumaki Naruto! Seorang pria yang akan akan kembali bangkit dan menemukan kedamaian yang sesungguhnya."
"Heh! Apa yang kau harapan dari kedamaian yang sesungguhnya? Nyonyaku mengatakan negara Gensokyo adalah negara yang ideal untuk dijadikan miliknya. Kalian para Youkai yang tidak berguna akan dijadikan budak selamanya."
"Khe! Kejam. Onesan perkataanmu kejam sekali, padahal aku ini manusia loh~!"
"Jangan bercanda! Buktinya ada di kedua pipimu itu! Aku tidak tahu kau ini Youkai dalam kategori apa. Tapi, dilihat dari bentukmu kau pasti Youkai Neko!"
"Nyau~ Nee Onesan mau kemari dan bermain denganku~!"
"Tipuanmu tidak akan berhasil. Segera pergi dari sini sebelum aku menendang bokongmu!"
"Sepertinya tidak ada jalan lain... Gome nee~!"
"Apa mak-sud..!"
Buuuummm!
Muncul ledakan asap membuat Meiling kembali tersentak kaget dirinya berusaha keluar dari kepungan asap tapi sesuatu memeluknya dari berbagai arah. Depan, belakang, kiri dan kanan.
"Bos kami mendapatkannya!"
"Cepat selesaikan!"
"Staminanya besar sekali!"
"Dia monster berdada besar Bos!"
Umpan salah satu bunshinnya. Membuat setiap bunshin menatap bunshin Naruto yang berada di depan tubuh Meiling dengan perasaan kesal bercampur iri dan cemburu.
'Kenapa dia bisa mendapatkan jatah yang paling depan.'
Batin mereka memperhatikan bunshin Naruto yang senang dengan kedua buah melon yang kenyal itu dan Meiling tidak mempermasalahkannya dan justru terkesan dengan ada yang berada di hadapannya... sebuah bola biru muda berputar dengan indah di telapak tangan anak yang menyatakan dirinya sebagai Naruto.
'Indah... sebenarnya apa itu...?'
Naruto tersenyum dan menggaruk bagian belakang kepalanya memperhatikan bunshin yang nakal.
"Ini akan sedikit geli. Tapi, tidak ada jalan lain. Terima lah Rasengan!"
Poof! Poof! Poof! Poof!
Matanya melebar karena tersentak kaget mengetahui keempat bunshinnya lenyap begitu saja. Setelah mereka terkena pukulan cepat Meiling, Naruto menelan ludahnya saat dirinya maju dengan berlari sambil mengarahkan Rasengannya pada Meiling.
Duak!
Tendangan berputar Meiling mengenai kepala Naruto membuatnya terbang menjauh dan terguling-guling di tanah. Meiling melihat itu hanya berkata dengan santai.
"Aku terkesan dengan kemampuanmu itu. Tapi, sebaiknya kau pergi dan kembali lagi nanti karena saat ini kau tidak akan bisa melewatiku dan menang dariku, Naruto."
Naruto mendengus tidak suka, ia kemudian berdiri dan kembali memperhatikan Scarlet Devil Mansion. Kakinya bergetar melihat sebuah mata merah menyala dari balik jendela Scarlet Devil Mansion.
Naruto tahu bahwa dirinya akan kalah jika berhadapan langsung dengan orang yang miliki mata merah itu, dengan membuang harga dirinya. Naruto berlari menuju hutan dan pergi dari hadapan Meiling.
Meskipun dia mengunakan kekuatan Rikudou Senjutsu. Dia akan tetap tidak bisa menandingi pancaran kekuatan di mata merah itu, ia juga tahu dia akan langsung mati dan kemungkinan terburuknya dia akan dijadikan budak seperti apa yang dikatakan Meiling.
Scarlet Devil Mansion.
Mata merah nya masih memperhatikan aktivitas diluar jendela rumahnya. Dia membuang nafas setelah melihat orang yang membuat keributan di depan gerbangnya pergi kedalam hutan.
Dia adalah seorang anak kecil berpenampilan seperti anak berumur 10 tahun. Rambut biru muda pendek dan topi berwarna merah muda dengan pita merah dengan garis-garis putih. Dia mengenakan gaun merah muda dengan pita merah di kedua lengannya. Dia juga memiliki sepasang sayap besar seperti kelelawar hitam di punggungnya dengan lebar sayap lebih lebar dari tinggi badannya.
"Anak yang menarik. Bukan begitu Sakuya?"
"Ha'i! Apa aku perlu mengejarnya nyonya Remilia-sama?"
"Tidak. Anak itu pasti akan kembali dan saat dia berhasil menerobos masuk kesini, aku ingin kau menangkapnya dan masukan dia kedalam kamar adikku."
Wanita yang bernama Sakuya sedikit tidak setuju membiarkan orang asing dekat dengan adik nyonya. Tapi, dia tidak berkata apa-apa setelah melihat kedua mata dan seyuman Remilia yang terlihat menyembunyikan sesuatu darinya.
'Fufufu~ anak yang menarik aku ingin dia menjadi bagian dari keluargaku.' Batinya dengan senang. 'Tapi aku merasa tidak asing dengan gaya berpakaiannya itu, apa jangan-jangan itu kau... Naruto?'
.
-to be continued-
Oke! Gue ko malah buat cerita baru yah!? hahaha.
Untuk cerita yang lain saya usahakan secepatnya selesai
Penampilan Naruto sekarang kembali seperti saat Genin dan yah dengan sedikit beberapa sifat yang berubah tentunya
saya masih Author newbie Jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dan kekurangan.
Sekian dari saya sampai di sini dulu dan terima kasih banyak, atas dukungannya.
'..;
