"Hai, apakah Ratu merindukanku,"Tanya Eras sembari tersenyum ramah. "Kau tidak perlu mencari atau datang ke tempatku, karena aku sudah di sini," ucap Eras dengan wajah sumringah, lalu mengibas rambut hijaunya kebelakang.

"Tuan Eras, "ucapan Elsa kemudian langsung membuat Anna menatap tajam pria yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.

"Jadi bagaimana," Eras memberikan senyuman ramah sebelum memandang sosok Naruto, yang berada di atas kasur. " Apa kau bersedia menerima konsekuensi dari mahar yang kuminta? , " mendengar ucapan Eras terlihat sekali Anna memasang wajah terkejut, selalu mencengkram tangan sang kakak sambil melotot.

:Elsa Apa maksudnya itu, apa yang dia bicarakan,"ucap Anna yang langsung menunjuk Eras, mempertanyakan, Apa yang sebenarnya tidak diketahuinya.

"Anna Aku ingin menolong Naruto, aku berdiri disini dan akhirnya bisa berbaikan denganmu karna bantuanya dirinya, aku tidak bisa menutup mataku dan membiarkannya menderita seperti ini, "ucapan Elsa dengan gugup matanya menari-nari mengelilingi arah seolah mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kepada Anna apa yang sebenarnya akan dia lakukan.

"Lalu mahar apa yang dia minta dan kenapa kau tidak cerita padaku, Bukankah kita sudah janji untuk tidak saling berbohong, " ucap Anna menepuk dahinya seolah memasang raut cemberut dan sedikit marah.

"Aku minta maaf Anna, aku tidak cerita kali ini tapi, aku harus melakukan sesuatu untuknya, "Ucap Elsa dengan wajah merasa bersalah Padahal dia sendiri yang sudah berjanji pada Anna, untuk tidak berbohong akan apapun yang terjadi pada mereka dan mereka sudah berjanji akan melewati semua tanpa adanya kebohongan lagi.

"Elsa,"

"Jadi bagaimana Apakah sudah siap, "ucap Eras memecahkan keheningan kedua saudari itu, Eras memasang raut serius, lalu berjalan mendekati ranjang.

"Iya aku siap,"ucap Elsa sambil mengangguk lalu mengikuti Eras.

"Baiklah jika kau siap berbaringlah di sampingnya, aku akan memulai ritual pengangkatan kutukan ini, " Eras lalu memberikan instruksi dengan cepat, lalu menyuruh Elsa untuk berbaring di sudut kosong tempat tidur di sebelah Naruto, dengan telunjuknya.

Saat Anna mulai terdiam, Elsa hanya mengangguk cepat tanpa bisa dicegah sang adik, Elsa lalu berbaring di samping Naruto. melihat hal itu hanya tersenyum lalu merapal sebuah mantra, tiba-tiba di bawah ke lantai kasur terdapat bulatan sihir berwarna kehijauan, tiba-tiba disekitarnya keluar rantai-rantai berwarna emas disertai cahaya membias ke sekitar ruangan, Anda justru segera mendekati sang kakak dan menggenggam tangannya, sementara Eras terus merapal mantra, dan secara tiba-tiba rantai rantai emas yang tadinya melayang di udara menancap ke tubuh Naruto secara kuat.

SYEEET!

Terlihat ada sedikit rintihan dari Naruto yang sempat tak sadarkan diri, sepertinya rantai itu membuatnya menjerit dengan akan tetapi Elsa tidak melihat adanya darah saat benda berupa rantai itu menancap pada Naruto, ia bisa menyimpulkan jika rantai itu bukanlah rantai nyata, melainkan sebuah rantai sihir yang bisa menembus apa saja.

Dan tibalah giliran Elsa dimana ia merasakan teratai lainnya ikut masuk tepat ke jantung ya, walaupun sempat tersentak kaget Ia juga tidak merasakan luka ataupun rasa sakit ketika rantai itu menancap di jantungnya. Rantai emas itu mengeluarkan cahaya Pelangi dan seolah menarik Hawa kutukan yang berada di tubuh Naruto dan kejadian itu berlangsung selama 5 menit lamanya.

Selama sihir itu berlangsung Eras tidak berhenti mengucapkan mantra, dan Elsa sedikit bersyukur ketika melihat rambut Naruto yang awalnya berwarna putih kembali ke warna asalnya, wajahnya yang pucat membiru mulai kembali segar, lalu tekstur nafas yang awalnya bernafas dengan tersendak-sendak, terlihat lebih tenang dan rileks.

Secara tiba-tiba kesadaran Elsa seolah ditarik pergi, dan membuat ia jatuh pingsan setelah cahaya mantra itu selesai dibacakan.

"Dengan begini kalian berdua resmi menjadi di pelangganku,"

"Tuan apa yang terjadi pada kakakku,"tanya Anna dengan cepat lalu memegang tangan Elsa.

"Kau jangan khawatir dia hanya kelelahan setelah melewati prosesnya, dia akan bangun dan akan kembali sehat segar bugar,"Ucap teras sambil merapal sebuah mantra yang membuat sebuah portal berwarna hijau berputar di hadapan mereka.

"Benarkah itu,"

"Dan katakan kepada kakakmu ketika dia sadar, dia hanya membayar-satu dari mahar yang kuminta, karena mahar yang satunya lagi sudah dibayar oleh seseorang yang penting untuk pengangkatan kutukan ini,"

Anna terdiam bingung dengan apa yang dikatakan oleh Eras sebelum pria itu menghilang dibalik cahaya hijau portal yang dia lewati, meninggalkan Elsa yang tertidur di atas ranjang bersama Naruto mereka nampak tertidur seperti anak kecil yang tengah tersenyum seolah mendapat mimpi yang indah.

Setelah itu Anna mencoba untuk memperbaiki nafasnya sebentar, atas apa yang terjadi sebelumnya, iya memanggil beberapa orang kepercayaannya untuk masuk ke dalam ruangan dikarenakan kondisi kakaknya dan pemuda yang sedang dirawat mereka cukup ambigu hingga bisa saja menarik perhatian semua orang di kerajaan, mana tahu dia bisa mempercayai para pembantu dan pengawalnya akan tetapi ia merasa tidak enak jika banyak orang yang melihat hal ini, makanya Iya segera memanggil orang-orang kepercayaannya untuk datang dan memindahkan Elsa ke ruangan lain, dia juga menceritakan pada tangan kanannya atas apa yang terjadi di ruangan itu ketika pintunya ditutup.

Elsa terbangun dengan sorot mata yang lelah, ketika kesadaran mulai memanggil dirinya, Seberkas cahaya yang ternyata terpantul dari perapian dengan api indah yang menyala pelan itu atas tempat tidur bulu kartun yang tebal.

Dia tidak menemukan siapapun ketika membuka mata, kamar itu begitu sepi dan tidak ada siapapun kemungkinan Anna lah yang meminta seseorang untuk memindahkan Elsa ke ruangannya sendiri.
Sejujurnya Elsa ingin segera bangkit dari kasur, hatinya bertanya-tanya Apakah proses pengangkatan kutukan Naruto berjalan dengan lancar atau justru gagal.

Akan tapi tiba-tiba rasa kantuknya kembali menyerang dirinya seolah dia butuh waktu Sebentar lagi untuk beristirahat.


Eras home

Eras berjalan keluar dari portal setelah tadi, dia habis menggunakan ritual untuk mencabut kutukan dari pelanggannya, ia menghela napas mendapati ruangan favoritnya nya, langsung memperbaiki mood nya, ia lalu mendapati baru masuk saudaranya agar memintanya untuk membuatkan dirinya teh hangat.

"Bisa buatkan aku teh,"Ucap Eras sembari tersenyum, pada Noir yang mengangguk lalu menghilang tanpa suara.

Eras lalu berjalan pelan menuju sofa panjang, tiba-tiba pandangannya menangkap sesuatu benda di atas meja.

Sebuah benda ada berupa Totem yang terbuat dari besi dengan lambang bunga salju pada ukirannya berada di atas meja, Ia lalu mengambil benda itu sembari tersenyum sambil mengingat sesuatu yang terjadi sebelum dia pergi menemui Elsa.


(Dalam sebuah flashback)

Kenangan pembicaraan sebelumnya bersama Jack Frost dan dirinya.

Jack Frost menjelaskan beberapa cerita legenda tentang penyakit yang dialami Naruto, kutukan Abadi yang diturunkan dimalam musim dingin dan bisa mengenai Siapa saja yang tidak sengaja terkena atau mendapatkannya secara acak ketika musim awal salju datang.

Cerita itu memang benar adanya namun sumbernya sesungguhnya adalah Dari dirinya, di masa lalu Jack Frost pernah memiliki sebuah ikatan perasaan dengan seorang spirit di dunia cahaya, akan tetapi cinta mereka tidak bisa bertahan dikarenakan mereka berbeda elemen dan juga hukum yang menentang perbedaan itu.

Jack Frost yang di masa lalu sangat mencintai Dewi Spirit Justru harus bernasib naas saat menerima kutukan yang secara tidak langsung mengenai dia akibat dianggap menyimpang dari ajaran para spirit selama ini.

Hal itulah yang membuat Jack menyimpan rahasia itu, sendirian, dan menjadikan dirinya sebagai legenda dari jiwa musim salju tertua yang Bahkan tidak diketahui oleh spirit lain bawa itu adalah dirinya.

Dikarenakan kali ini korbannya, adalah Naruto dan sudah banyak orang juga hewan maupun tumbuhan yang mati mengenaskan akibat tidak sengaja mengenai dirinya saat melintasi musim dingin ia merasa iba dan rasa bersalah itu, sudah tidak mampu dia bendung, Ia membuka masa lalunya kepada sang penyihir dan bersedia untuk membayar, Salah satu tugas yang harus dipenuhi Elsa untuk menyelamatkan Naruto dari kutukan kematian itu.


🔔Bersambung🔔
🔔Sabtu-10-Oktober-2020🔔
🔔Dirumah sakit.🔔