Suasana indah kembali dirasakan warga, selama bertahun-tahun akhirnya kembali.
Gerbang kota Arendelle mulai dibuka kembali, setelah Elsa menjabat sebagai The Queen dan Anna sebagai tangan kanannya, mulai banyak perubahan positif yang terjadi pada hidup warga Arendelle mereka mulai berbaur dengan sekitar dan juga pendatang ke kota mereka, dan hal Ini meningkatkan segi finansial kota baik itu distribusi maupun peningkatan pengetahuan, Elsa semakin mendapat nama baik setelah menggelar banyak acara amal dan juga merealisasi langkah-langkah pembangunan untuk menstabilkan kota akibat musim salju yang sebelumnya.
Akibatnya dua bersaudara itu harus menimbun tubuh mereka sendiri dalam lautan berkas-berkas penting di ruang sang ratu, lucu memang di hadapan Edward sang kepala pelayan hanya bisa tersenyum melihat keduanya begitu kompak sembari menunjukkan keseriusan ketika Harus memikirkan kan ke mana arah dari kota Arendelle.
Raja dan Ratu terdahulu tak perlu merasa khawatir karna beliau membesarkan dua gadis mereka dengan baik..
Beliau lalu Keluar, untuk mencari pelayan untuk menyiapkan minuman buat sang ratu dan tangan kanannya, namun ketika diperjalanan ia bertemu sosok seorang lelaki berambut pirang yang nampak tengah berjalan menuju ruangan sang ratu.
"Hari yang indah untuk pekerjaan pertama Tuan Naruto,"Sapa beliau dengan Ramah.
"Kau bisa saja Pak-Edward, tapi terima kasih apa ada Elsa di dalam?,"Tanyanya pada sang ketua penasehat.
"The Queen sedang bersama dengan tangan kanan-nya di dalam, Aku baru saja keluar untuk meminta salah satu pelayan untuk memesan minuman, Kau masuk saja ke dalam Aku akan segera kembali dengan Teh untuk kita semua,"Jawabnya tersenyum tenang sembari memikirkan untuk menyiapkan teh dan beberapa kue yang cocok menghilangkan penat.
"Kau memang yang terbaik tuan Edward,"Teriak Naruto saat mereka berpisah di ujung lorong.
"Aku suka dipuji, terus lakukan itu anak muda,"Ucapnya mengikuti candaan sang pemuda tak ada salahnya menjadi humoris.
Pada akhirnya kedua orang itu kembali tertawa, dan melanjutkan aktifitas masing-masing menuju tempat yang mereka tuju, sebenarnya Edward sangat menyukai Naruto dan ingin mengangkat Naruto menjadi putranya kebetulan Andaikan beliau memiliki anak perempuan seperantara dengan Naruto, ia juga ingin menjodohkan anaknya dengan Naruto. akan tetapi dia tahu Naruto Sudah dimiliki oleh seseorang yang sangat penting di negeri ini dan tidak ada yang bisa mengubah keputusan itu.
"Kira-kira kue macam apa yang cocok disajikan untuk Queen hari ini, kue jahet hangat dengan tea, atau pie lemon asam yang membuat rilex dengan tea~,"
Naruto berjalan pelan menuju ruangan dan membuka pelan pintu megah mendapati kedua Gadis itu terfokus dengan beberapa berkas di atas meja rendah dan tubuh mereka terduduk nyaman di sofa panjang.
"Aku kembali!, sibuk super seperti biasa,"Ucap Naruto.
"Hai Naruto bagaimana perbatasan?, dan pekerjaan barumu? tidak membuatmu merasa lelah kan?,"Ucap Anna.
Kedua wanita itu tersenyum menatap Naruto dan Anna memulai percakapan duluan
Musim hangat sudah datang dan salju juga mulai mencair, beberapa orang juga membantu membersihkan area, saat ini Krisstof juga berada di sana membantu orang-orang karena mereka butuh mandor,"Ucap Naruto duduk disofa disamping Elsa.
"Ya tentu saja dia adalah pria yang dibutuhkan oleh Arendele sekaligus adikku,"Celetuk Elsa.
"...Eh,"
Ucapan sambil mengedipkan mata kepada Naruto, dan Elsa mendapat pukulan halus di bahunya oleh sang adik yang terlihat bersemu.
"Ayolah Elsa itu membuatku malu,"Ucapnya.
"Setidaknya kali ini, definisi cinta sejati sudah tepat sasaran dari sebelumnya,"Ucap Naruto sembari terkikik kecil diikuti Elsa setelahnya, membuat Putri kedua dari Arenndele itu hanya bisa ngambek dengan lucu.
"Ayolah guys, Ratu arenndele ku yang paling cantik yang merupakan kakakku dan juga ksatria tampan yang saat ini merupakan pacar kakak ku bisa tidak kalian berdua tidak menggodaku terus,"Umpatnya gemas.
"Kurasa itu akan menyenangkan setelah pekerjaan selesai, Mintalah Kristoff untuk datang dan makan malam bersama kita, kau juga Naruto,"Ucap Elsa memandang Anna dan beralih pada Naruto.
"Aku tidak akan melewatkan makanan dan juga pertemuan kita,"Ucap Naruto tersenyum.
"Aku akan selalu menantimu di istana,"Ucap Elsa layaknya seorang istri yang menanti suaminya dari pekerjaan(?).
Kedua pandangan Indah terpancar dari mereka berdua, Hal itu membuat para pasang mata yaitu Anna yang menjadi obat nyamuk, serta Edward yang awalnya baru saja kembali dari dapur membawa minuman hangat serta kue untuk mereka berempat, ditemani para pembantu lainnya membawa nampan makanan hanya terkikik menghadapi atmosfer romantis itu.
"Apakah kita menemukan pasangan baru, Sudah lama aku menantikan pesta kedua setelah kemarin," Ucapan Edward dengan cepat membuat kedua pasangan ini selalu memandangnya dengan kikuk.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan pergi menemui Kristoff, keretanya menunggu untuk diberikan, ucapan Anna.' sembari mengambil sebuah kertas yang sudah ditandatangani oleh Elsa perihal kereta kuda, sebuah medali emas dan juga alat-alat pendakian yang ditujukan untuk Kristoff atas jasa-jasanya menolong mereka.
"Begitu juga dengan saya sepertinya ada beberapa bahan makanan yang kurang di dapur "Baiklah para gadis Mari tinggalkan mereka berdua."
Tiba-tiba Edward juga ikut membalikkan badan dan dengan ramah menarik para pembantu lain yang tertawa sembari dengan kompak berkata.
"AYE SIERRRR!,"
Sepeninggalan mereka yang lain, baik Elsa maupun Naruto hanya menghela napas menggeleng kepala meskipun terlihat mereka sudah resmi memiliki hubungan yang lebih dari Ratu atau bawahan, masa lalu dengan cepat mendekati Naruto dan bersandar pada dada bidang pria yang kini menjadi kesatrianya, Iya maupun Naruto sudah tidak memiliki sebuah dinding tebal di sisi masing masing dan juga nampaknya rakyat menyukai Naruto jika bersama Ratu mereka.
"Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas apa yang kau lakukan dan kau datang hidupku,"
"Elsa aku bahagia mendengarkanmu mengucapkan hal itu dan itu sudah beberapa kali aku bersyukur datang kesini dan bertemu denganmu,"
Naruto merasakan punggung hangat kekasihnya meletakkan kepala gadis itu ke dadanya dan membiarkan dagunya berada di pucuk kepala Elsa
"Inilah Pilihan kita dan aku tidak menyesal, aku adalah pria yang punya takdir Mati 3 kali dan kau yang
Suasana indah kembali dirasakan warga, selama bertahun-tahun akhirnya kembali.
Gerbang kota Arendelle mulai dibuka kembali, setelah Elsa menjabat sebagai The Queen dan Anna sebagai tangan kanannya, mulai banyak perubahan positif yang terjadi pada hidup warga Arendelle mereka mulai berbaur dengan sekitar dan juga pendatang ke kota mereka, dan hal Ini meningkatkan segi finansial kota baik itu distribusi maupun peningkatan pengetahuan, Elsa semakin mendapat nama baik setelah menggelar banyak acara amal dan juga merealisasi langkah-langkah pembangunan untuk menstabilkan kota akibat musim salju yang sebelumnya.
Akibatnya dua bersaudara itu harus menimbun tubuh mereka sendiri dalam lautan berkas-berkas penting di ruang sang ratu, lucu memang di hadapan Edward sang kepala pelayan hanya bisa tersenyum melihat keduanya begitu kompak sembari menunjukkan keseriusan ketika Harus memikirkan kan ke mana arah dari kota Arendelle.
Raja dan Ratu terdahulu tak perlu merasa khawatir karna beliau membesarkan dua gadis mereka dengan baik..
Beliau lalu Keluar, untuk mencari pelayan untuk menyiapkan minuman buat sang ratu dan tangan kanannya, namun ketika diperjalanan ia bertemu sosok seorang lelaki berambut pirang yang nampak tengah berjalan menuju ruangan sang ratu.
"Hari yang indah untuk pekerjaan pertama Tuan Naruto,"Sapa beliau dengan Ramah.
"Kau bisa saja Pak-Edward, tapi terima kasih apa ada Elsa di dalam?,"Tanyanya pada sang ketua penasehat.
"The Queen sedang bersama dengan tangan kanan-nya di dalam, Aku baru saja keluar untuk meminta salah satu pelayan untuk memesan minuman, Kau masuk saja ke dalam Aku akan segera kembali dengan Teh untuk kita semua,"Jawabnya tersenyum tenang sembari memikirkan untuk menyiapkan teh dan beberapa kue yang cocok menghilangkan penat.
"Kau memang yang terbaik tuan Edward,"Teriak Naruto saat mereka berpisah di ujung lorong.
"Aku suka dipuji, terus lakukan itu anak muda,"Ucapnya mengikuti candaan sang pemuda tak ada salahnya menjadi humoris.
Pada akhirnya kedua orang itu kembali tertawa, dan melanjutkan aktifitas masing-masing menuju tempat yang mereka tuju, sebenarnya Edward sangat menyukai Naruto dan ingin mengangkat Naruto menjadi putranya kebetulan Andaikan beliau memiliki anak perempuan seperantara dengan Naruto, ia juga ingin menjodohkan anaknya dengan Naruto. akan tetapi dia tahu Naruto Sudah dimiliki oleh seseorang yang sangat penting di negeri ini dan tidak ada yang bisa mengubah keputusan itu.
"Kira-kira kue macam apa yang cocok disajikan untuk Queen hari ini, kue jahet hangat dengan tea, atau pie lemon asam yang membuat rilex dengan tea~,"
Naruto berjalan pelan menuju ruangan dan membuka pelan pintu megah mendapati kedua Gadis itu terfokus dengan beberapa berkas di atas meja rendah dan tubuh mereka terduduk nyaman di sofa panjang.
"Aku kembali!, sibuk super seperti biasa,"Ucap Naruto.
"Hai Naruto bagaimana perbatasan?, dan pekerjaan barumu? tidak membuatmu merasa lelah kan?,"Ucap Anna.
Kedua wanita itu tersenyum menatap Naruto dan Anna memulai percakapan duluan
Musim hangat sudah datang dan salju juga mulai mencair, beberapa orang juga membantu membersihkan area, saat ini Krisstof juga berada di sana membantu orang-orang karena mereka butuh mandor,"Ucap Naruto duduk disofa disamping Elsa.
"Ya tentu saja dia adalah pria yang dibutuhkan oleh Arendele sekaligus adikku,"Celetuk Elsa.
"...Eh,"
Ucapan sambil mengedipkan mata kepada Naruto, dan Elsa mendapat pukulan halus di bahunya oleh sang adik yang terlihat bersemu.
"Ayolah Elsa itu membuatku malu,"Ucapnya.
"Setidaknya kali ini, definisi cinta sejati sudah tepat sasaran dari sebelumnya,"Ucap Naruto sembari terkikik kecil diikuti Elsa setelahnya, membuat Putri kedua dari Arenndele itu hanya bisa ngambek dengan lucu.
"Ayolah guys, Ratu arenndele ku yang paling cantik yang merupakan kakakku dan juga ksatria tampan yang saat ini merupakan pacar kakak ku bisa tidak kalian berdua tidak menggodaku terus,"Umpatnya gemas.
"Kurasa itu akan menyenangkan setelah pekerjaan selesai, Mintalah Kristoff untuk datang dan makan malam bersama kita, kau juga Naruto,"Ucap Elsa memandang Anna dan beralih pada Naruto.
"Aku tidak akan melewatkan makanan dan juga pertemuan kita,"Ucap Naruto tersenyum.
"Aku akan selalu menantimu di istana,"Ucap Elsa layaknya seorang istri yang menanti suaminya dari pekerjaan(?).
Kedua pandangan Indah terpancar dari mereka berdua, Hal itu membuat para pasang mata yaitu Anna yang menjadi obat nyamuk, serta Edward yang awalnya baru saja kembali dari dapur membawa minuman hangat serta kue untuk mereka berempat, ditemani para pembantu lainnya membawa nampan makanan hanya terkikik menghadapi atmosfer romantis itu.
"Apakah kita menemukan pasangan baru, Sudah lama aku menantikan pesta kedua setelah kemarin," Ucapan Edward dengan cepat membuat kedua pasangan ini selalu memandangnya dengan kikuk.
"Baiklah kalau begitu aku juga akan pergi menemui Kristoff, keretanya menunggu untuk diberikan, ucapan Anna.' sembari mengambil sebuah kertas yang sudah ditandatangani oleh Elsa perihal kereta kuda, sebuah medali emas dan juga alat-alat pendakian yang ditujukan untuk Kristoff atas jasa-jasanya menolong mereka.
"Begitu juga dengan saya sepertinya ada beberapa bahan makanan yang kurang di dapur "Baiklah para gadis Mari tinggalkan mereka berdua."
Tiba-tiba Edward juga ikut membalikkan badan dan dengan ramah menarik para pembantu lain yang tertawa sembari dengan kompak berkata.
"AYE SIERRRR!,"
Sepeninggalan mereka yang lain, baik Elsa maupun Naruto hanya menghela napas menggeleng kepala meskipun terlihat mereka sudah resmi memiliki hubungan yang lebih dari Ratu atau bawahan, masa lalu dengan cepat mendekati Naruto dan bersandar pada dada bidang pria yang kini menjadi kesatrianya, Iya maupun Naruto sudah tidak memiliki sebuah dinding tebal di sisi masing masing dan juga nampaknya rakyat menyukai Naruto jika bersama Ratu mereka.
"Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih atas apa yang kau lakukan dan kau datang hidupku,"
"Elsa aku bahagia mendengarkanmu mengucapkan hal itu dan itu sudah beberapa kali aku bersyukur datang kesini dan bertemu denganmu,"
Naruto merasakan punggung hangat kekasihnya meletakkan kepala gadis itu ke dadanya dan membiarkan dagunya berada di pucuk kepala Elsa
"Inilah Pilihan kita dan aku tidak menyesal, aku adalah pria yang punya takdir Mati 3 kali dan kau yang merusak segalanya, akan tetapi meskipun menentang takdir kau merubah sesuatu, Dan menganggap aku spesial begitu juga Aku menganggapmu lebih,"
"Kau penyelamatku," ucap Elsa dengan tulus menyelamatkan aku dari ketidak berdayaanku dan juga memberikan ku semangat untuk menjalani hidup di mana rasa takut menggerogoti ku
"Aku Bahagia menjadi salah satu sumber pengurang rasa takutmu, Kau tidak perlu khawatir karena kau jugalah yang sekarang menjadi salah satu prioritas dalam hidupku, Aku mencintaimu bukan sebagai Ratu, tapi seorang wanita yang ingin ku lindungi Sampai Mati,"
"Aku juga mencintaimu laki-laki yang menyelamatkanku dan juga memberikan aku alasan,"
Elsa lalu bangkit dari sandaran dada pada Naruto dan duduk lebih tegap dan memandang pria itu.
"..."
Mereka berdua terlihat mendekatkan tubuh masing-masing dan perlahan namun pasti kedua bibir itu bersatu dalam sebuah lumatan asing namun memabukkan.
Di saat sebuah rasa saling ingin memiliki dan saling melindungi itu tercampur dengan mereka.
Sebuah saliva dan juga dinding mulut yang menggambarkan ikatan yang emosi, keegoisan untuk memiliki satu itu dan lainnya.
Cengkraman serta genggaman yang kuat pada kedua tangan mereka seolah menggambarkan mereka tidak ingin dilepaskan dari badai dan juga cengkraman kuat atas nama cinta serta janji untuk selalu bersama.
❄Tamat❄
Halo balik lagi dengan saya Vicy chou si penulis unfaedah yang akhirnya menamatkan cerita series ini...😩(Terharu banget).
.
Maaf jika ada beberapa kata-kata yang kurang dan juga sedikit kurang untuk beberapa orang tapi untuk cerita season 1 sudah selesai dan ini adalah finalnya Thank you buat kalian yang udah membaca dari awal pertama kali gua bikin cerita ini.
Gua koma karna kecelakaan dan banyak banget kisah yang terjadi juga cerita ini.
Sampai akhirnya kalian menikmati sampai final doain aja semoga Part selanjutnya akan lebih bagus lagi.
Dan juga pengen tahu nih Apa tanggapan kalian kira-kira apa yang dilanjut Spin off atau enggak usah ini adalah final saja ditunggu ya komennya?
Salam cinta VickyChou
Senin 15 Juli 2021
