Kim Taehyung X Jeon Jungkook
Kim (Choi) Soobin (Leader of Tomorrow By Together)
Oneshoot, GS, Marriage Life, Fluff Story
Yang Taehyung tahu, Jungkook itu adalah gadis yang lucu, ramah, baik, murah senyum, dan selalu bisa membuat Taehyung jatuh cinta berkali-kali. Meski begitu bukan berarti hubungan mereka lurus seperti jalan tol, Jungkook yang cantik dan imut itu pemarah juga sangat pencemburu. Pernah suatu kali Taehyung menemani teman kantornya minum karena pernikahannya gagal, dan harus dipahami teman kantor Taehyung ini wanita! WANITA! Yang memiliki dada besar dan selalu mengenakan rok sepaha kalau boleh ditambahkan. Jungkook yang tahu hal ini mengamuk dan mengucapkan sebaris kalimat yang bisa membuat Taehyung terasa bagai disambar petir, "kita putus!"
Kalimat "kita putus" dari Jungkook sambil menangis atau sambil marah-marah ini terhitung sudah dua puluh kali dikumandangkan. Dan sebanyak itu Taehyung pula mengalami depresi, kalau kata si manggaetteok Jimin sih Taehyung jadi mengidap sadness caused by foolish disorder –gangguan kesedihan yang disebabkan oleh kebodohan. Taehyung memang bodoh sih, dalam hal lain ia bisa jadi pintar dan jenius –terutama pengolahan data dan perhitungan, tapi wanita adalah salah satu hal yang membuat Taehyung jadi bego karena Taehyung adalah manusia dengan tingkat kepekaan di bawah rata-rata.
Pernah suatu kali Jungkook dan kekasih koplak-nya ini janjian berkencan di suatu kafe tapi bahkan setelah lewat dua jam dari waktu yang dijanjikan, Taehyung tidak datang. Jungkook akhirnya pulang sambil menangis di taksi, tangisannya bahkan tidak berhenti sampai rumah karena Taehyung tidak bisa dihubungi. Esok harinya Taehyung datang ke tempat kerja Jungkook di boutique sepupunya pada jam makan siang. Jungkook dengan mata bengkak karena kebanyakan menangis akhirnya mencengkeram kerah kemeja sang pacar seakan bersiap untuk meninjunya.
"Woah, Sayang, ada apa denganmu?" tanya Taehyung bingung, dan mereka mulai menjadi pusat perhatian orang-orang di ruang designer itu.
"Ada apa? Kau masih bertanya ada apa? Kita janjian kencan kemarin dan kau tidak datang, tidak bisa dihubungi, dan sekarang pura-pura tidak tahu?" teriak Jungkook.
"Aku kan sudah bilang kalau kemarin aku tidak bisa," kata Taehyung.
"Kapan kau berkata begitu, Kim?"
"Ini." Taehyung menyerahkan ponselnya yang menampilkan room chat mereka. "Lihat, aku sudah bilang kita tidak bisa bertemu tapi kau yang tidak balas pesanku, Sayang."
Jungkook sudah menyiapkan diri untuk minta maaf jika memang yang dikatakan pacar bodohnya ini benar, tapi di sisi lain ia sangat yakin kalau ponselnya baik-baik saja, pesan dari teman-temannya yang lain masuk dengan lancar, tapi tidak ada satu pun pesan Taehyung yang masuk ke ponselnya. Begitu melihat ada tanda seru berwarna merah yang terpampang pada pesan di ponsel Taehyung itu Jungkook tentu kembali murka. "Lihat, pesanmu tidak terkirim, sebenarnya apa yang kau lakukan sampai ponselmu tidak mendapat sinyal?"
"Aku hiking ke Hallasan, di sana tidak ada sinyal dan ponselku sempat kehujanan." Taehyung nyengir lalu Jungkook kembali mencengkeram kerah kemeja pria yang lebih tinggi darinya.
"Ke Hallasan tanpa bilang padaku? Dengan siapa kau kesana?" bentak si gadis dengan mata yang siap menangis lagi, melihat si pacar tetap bungkam, Jungkook membentak lagi, "Kim Taehyung!"
"Ehh… Dengan kelompoknya Choi Seungcheol, Kim Joonmyun, dan… Kim Sojung."
JDERRRR!
Demi apapun Jeon Jungkook akan berhenti marah dan coba memaafkan Taehyung sekali lagi kalau pria yang menjadi pegawai di kantor asuransi itu hanya pergi dengan kelompok Seungcheol dan Joonmyun, tapi ia juga pergi dengan kelompok Sojung yang terkenal di kalangan mahasiswa sebagai grup pendaki seksi dan keenam anggotanya cantik-cantik semua.
"KITA PUTUS!"
Well, ini adalah yang kedua puluh satu.
Tapi itu semua adalah masa lalu, saudara-saudara. Kim Taehyung berhasil melamar Jeon Jungkook sebelum terlontar 'kita putus' yang kedua puluh dua. Dan beginilah mereka, menjadi keluarga kecil yang bahagia yang dikaruniai seorang anak laki-laki, namanya Kim Soobin.
"…Lalu keluarga superhero itu pergi menyelamatkan Tuan Incredible yang ditangkap oleh Syndrome yang jahat, si Ibu namanya Helen yang badannya bisa melar seperti karet jadi dia merubah badannya menjadi perahu karet, dan anak keduanya namanya Dash yang bisa lari sangat cepat, dan Violet-"
"Binnie cuka Dach yang lali cepat," potong si anak yang sedang rebahan nyaman di dada ayahnya dengan susu hangat yang diwadahi botol dot sesekali ia hisap sambil mendengarkan cerita si ayah tentang superhero.
"Dan Violet yang bisa menghilang-"
"Appa, nanti kalau Binnie cudah becal mau lali cepat cepelti Dach," lagi-lagi Soobin memotong namun Taehyung sama sekali tidak marah, ia justru tertawa dengan suara beratnya dan memeluk gemas anaknya yang baru berusia tiga tahun dan cara bicaranya masih cadel.
"Kalau begitu sekarang Soobinnie tidur supaya saat bangun nanti jadi lebih besar," ucap Taehyung sambil mengusap rambut hitam halus anaknya. Soobin kecil mengucek matanya yang sudah terasa berat dan menguap, namun tersenyum manis dan menyahuti kalimat ayahnya dengan kata "oke" yang singkat. Soobin menyandarkan kepalanya di dada Taehyung yang terasa nyaman dan hangat, langsung terlelap sehingga pegangan tangannya pada botol susu terlepas, botol itu jatuh ke sofa yang diduduki Taehyung.
"Selamat tidur, superhero Soobinnie," gumam Taehyung kemudian terkekeh, ia lalu bangkit memindahkan tubuh Soobin yang gendut ke kamarnya, mereka masih tidur bertiga karena Soobin belum berani tidur sendiri serta masih sering terbangun di tengah malam karena bermimpi buruk tentang monster jahat. Soobin sudah mendengkur pelan sambil memeluk boneka mobil merah bernama Lightning McQueen ketika Taehyung menyelimutinya. Ia perhatikan wajah damai anak itu ketika terlelap, sebagian besar kontur wajahnya mirip dengan Jungkook, terutama pada bibir dan hidung, tapi kebanyakan orang bilang mata Soobin mewarisi mata tajam milik Taehyung. Pria berusia tiga puluh tahun itu mengecup pipi Soobin yang bulat menggemaskan, semenggemaskan pipi ibunya.
"Yeobo, Soobinnie sudah tidur?" tanya Jungkook yang baru saja masuk ke kamar mereka. Ia kini telah menjadi seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai admin online shop dari boutique milik sepupunya, Jung Dawon. Setelah lulus kuliah Jungkook memang bekerja sebagai brand ambassador dari boutique sepupunya itu dan menjadi penulis novel juga, namun begitu ia memiliki Soobin, ibu muda itu kebagian tugas menjadi pengurus situs penjualan online boutique Mejiwoo, dan masih tetap menjadi penulis meski peluncuran novelnya tidak sesering dulu. Jungkook tidak terlahir dari keluarga kaya, dan Taehyung juga bukan anak dari keluarga konglomerat. Ia yang hidup sederhana namun berkecukupan seperti ini tetap harus rajin bekerja karena tidak tega meminta uang Taehyung untuk keperluan pribadinya, skincare dan make up misalnya. Jungkook pun tidak mau bekerja dengan meninggalkan Soobin kecil mereka yang masih sangat membutuhkan perhatian yang besar dari orang tuanya, dan bekerja di rumah di depan monitor adalah pilihan terbaik.
"Sudah."
"Ayo kita makan dulu."
Hari ini Taehyung pulang terlambat dari kantor, dan Soobin yang sudah setengah mengantuk merengek dibacakan cerita meski ayahnya itu bahkan belum sempat berganti pakaian dengan kaus dan bokser, pria Kim itu masih memakai celana bahan dan kemeja formal yang dipakainya seharian ini. Kim Taehyung adalah orang yang tidak bisa menolak rengekan imut putra kesayangannya, jadi ia akan melakukan apa saja untuk Soobin.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ingin makan kimchi bokkeumbap malam ini?" Mata Taehyung berbinar melihat makanan yang tersaji di meja, bahkan ada teh hitam hangat dan ayam goreng yang menemani si kimchi bokkeumbap.
"Eh? Benarkah?" Jungkook menyahut dengan terkejut. Sang suami mengangguk dengan senyum yang membuat bibirnya berbentuk kotak. Si wanita ikut tersenyum senang. "Mungkin telepati."
"Maksudnya kau bisa tahu isi hatiku?"
Dua pasangan muda itu kembali tertawa.
Hari ini Taehyung terlihat kelelahan namun ia dengan senang hati menuruti Soobin untuk membacakan cerita tanpa anak itu membiarkan si ayah untuk berganti baju, Jungkook jadi terharu karena Taehyung saat muda, ketika ia belum menjadi seseorang yang dipanggil oleh bocah kecil mereka dengan sebutan 'Appa', Taehyung adalah seseorang yang semaunya, tidak mau menuruti permintaan orang lain, termasuk Jungkook, kecuali kalau Jungkook harus menangis dengan air mata penuh drama dulu. Tapi pria itu kini menjadi pribadi yang hangat, yang penyayang untuk Soobin kecil mereka dan melimpahi kasih sayang untuk Jungkook sejak dirinya melahirkan putra pertama Kim. Bukan maksud dulu Taehyung tidak menyanyangi Jungkook, namun sejak mereka memiliki anak, Taehyung jadi lebih perhatian dan peka. Jungkook sangat bersyukur akan hal itu.
"Kenapa melamun? Aku tampan ya?" celetuk Taehyung yang membuat Jungkook jadi merengut dan marah-marah, meski ia tahu perempuan itu jadi merona.
"Yak, PD sekali!"
Tapi Taehyung tetaplah Taehyung, yang suka menggoda Jungkook dengan gombalan-gombalan murahan, yang suka mencolek dan menggelitiki dagu Jungkook, dan suka mengajak Jungkook bercinta dengan kata-kata sok puitis namun begitu kotor, seperti saat ini misalnya.
"Kookoo, mau tidak meremas apadravya-ku menggunakan V-V-mu yang cantik itu?"
Jungkook yang sedang mencuci piring bekas makan malam mereka mengembungkan pipinya yang dirambati warna pink sakura, "Kalau tidak mau bagaimana?"
"Aku akan menciumimu sampai kau jadi gila dan memohon padaku."
Mendengarnya, Jungkook memukul kepala sang suami dengan centong nasi yang baru dibilas, Taehyung jadi meringis dan menekuk muka. "Yang gila kan kau!"
"Uuhh, galak sekali sih, perempuan lain pasti luluh kalau kugombali, tapi sepertinya tidak mempan padamu," kata Taehyung sambil mendekap tubuh mungil Jungkook yang masih bergerak merapikan alat makan yang selesai dicuci.
"Oh, jadi kau mau cari perempuan lain- hmmmppp!"
Omelan si galak Jungkook itu tidak sampai selesai karena suami mesum Kim Taehyung sudah melumat bibir merah si wanita dan meraba titik sensitif Jungkook dengan jemarinya yang panjang.
"Hah! Main cium saja!" omel Jungkook setelah ia berhasil mendorong dada sang suami untuk menghentikan ciuman mereka.
"Habisnya ngomel terus," celetuk Taehyung, tangannya masih bekerja meraba kulit di paha dalam Jungkook setelah berhasil menyingkap celana pendek sang istri. Jemari panjang pria Kim menelusup ke selangkangan Jungkook dan menekan sebuah titik yang Taehyung hafal sebagai klitoris sang istri.
"Taehhh," desah Jungkook sambil terengah, Taehyung memang benar sih kalau Jungkook bisa jadi gila jika dirangsang seperti ini, dan Jungkook setuju bahwa ia akan berakhir dengan memohon dimasuki.
"Enak?"
"Iyahhh."
"Mau melakukannya di sini?" Taehyung berbisik di telinga kanan Jungkook yang terlihat kepayahan karena saat ini telujuk Taehyung dapat menelusup ke sela celana pendek sang istri dan menusuk lubang vaginanya yang lembab dengan ujung jari. Jungkook tidak bisa berbuat banyak selain mengangguk dan merintih, ketika Taehyung mendudukkannya dikonter dapur tempat Jungkook biasa memotong sayur dan daging, pria itu meloloskan celana pendek dan celana dalam sang istri yang ia lumat bibirnya.
"Yeobo, kau tidak capek apa?" tanya Jungkook begitu Taehyung melepaskan bibirnya, beralih ke leher dan belakang telinga yang dijilat sang suami dengan seduktiv.
"Pria bisa saja lelah bekerja, namun ia tidak akan berkata lelah pada kegiatan seks, termasuk kuli yang mengantar semen ke penjuru negeri."
Jungkook mengerutkan kening, ucapan Taehyung memang kadang aneh karena menggunakan kalimat perumpamaan yang tidak umum, bahkan di awal perkenalan dulu ia sering kali menganggap Taehyung seperti ngelantur dan berpikir mungkin saja pria ini berasal dari luar bumi.
"Aku langsung masuk, hm? Tidak tahan."
"Ahhh…."
Si wanita menggeliat karena lubangnya yang belum dipersiapkan secara baik masih setengah kering dimasuki oleh batang liat yang selalu saja bisa membuatnya menjerit. Ujung kepala penis Taehyung ditindik sehingga terdapat dua bola logam kecil di kedua sisinya, tindik bernama apadravya itu akan menggesek dinding kewanitaan Jungkook dengan begitu nikmat, dan karena terbuat dari logam maka suhunya agak lebih dingin. Apadravya ini sebenarnya adalah buah dari kebodohan seorang Kim Taehyung. Saat masih kuliah Taehyung memiliki hobi sebagai street fighter, kemudian ia bergabung dengan komunitas para berandal jalanan. Melihat Taehyung sebagai anak baru yang polos tentu teman-teman komunitasnya berdecih. Taehyung tidak memiliki satupun tato atau piercing, dan para berandalan dalam geng itu dengan senang hati meracuni.
"Aku tidak mau membuat ibuku yang telah menguliahkanku menangis karena kampusku tidak memperbolehkan mahasiswanya ditindik, dan akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan jika memiliki tato, aku harus bagaimana?" kata Taehyung saat itu.
"Kalau begitu cobalah apadravya, itu akan membuatmu sangat manly dan keren," celetuk seorang bernama Seojoon.
Benar, tindik bernama apadravya ini sangat keren, tapi Taehyung sangat menyesal karena tidak ada yang memberitahunya kalau tindik logam ini membuat pria bermarga Kim harus melewati neraka begitu efek obat biusnya hilang. Selama seminggu Taehyung menjalani hidup bagai orang sekarat karena kesakitan. Park Jimin, teman sekamar Taehyung bahkan hampir menelfon ambulan kalau saja Taehyung tidak menceritakan yang sebenarnya.
Beberapa waktu lalu ketika pasangan Tae-Kook menghabiskan malam minggu mereka dengan vanilla sex, Jungkook bertanya apakah sang suami berencana melepas palang logam kecil di kepala penisnya, dan Taehyung menjawab tanpa pikir panjang ia tidak akan melakukannya, pusat rasa sakit di penis itu akan membuatnya melewati neraka untuk yang kedua kali, Jungkook kala itu tertawa merdu dan berbisik cantik, "Jangan dilepas, aku sudah terlanjur keenakan". Kalau begitu bagaimana bisa Taehyung tidak menggenjot sang istri dengan penuh semangat?
Setelah kitchen sex itu berlangsung selama kira-kira satu jam karena si wanita bergigi kelinci telah kepayahan, pasangan Kim-Jeon menonton film romantis dengan setoples tortila chips dan cokelat hangat. Taehyung baru saja mendapatkan rekomendasi film romantis yang bagus dari teman satu kantornya dan ingin segera menonton, dan Jungkook meski sudah lelah ia bukan orang yang bisa tidur sebelum pukul dua belas, kebiasaannya yang doyan begadang sejak dulu jadi keterusan hingga sekarang.
Mereka menonton film dengan tenang, keduanya memakai couple pajama bergambar Mickey & Minnie Mouse, milik Jungkook berwarna merah sedangkan pasangannya memakai yang warna biru tua. Si wanita dengan rambut cokelat menyandarkan kepala di bahu satu-satunya manusia di ruangan itu, meski Jungkook sering kali menganggap orang ini sebagai alien dari planet entah apa. Taehyung sendiri memangku Yeontan, anjing ras pomeranian berwarna cokelat hitam sambil nonton film dan ngemil.
Awal mulanya mereka mengadopsi Yeontan merupakan cerita yang aneh. Saat itu Jungkook hamil lima bulan, Seokjin yang kebetulan berkunjung tiba-tiba menyeletuk bahwa ada temannya yang menemukan anak anjing lucu di jalan dekat rumahnya sedang memandangi si induk yang telah kehilangan nyawa akibat tertabrak mobil dan hal itu di-upload ke media sosial. Jungkook yang melihat foto Yeontan yang saat itu masih bayi langsung menangis dan ingin sekali memeluk bola bulu yang lucu itu, Jungkook ngeyel ingin mengadopsi si anak anjing dan Taehyung yang tidak bisa menghentikan tangisan konyol sang istri akhirnya setuju saja. Ajaib, setelah itu Yeontan justru lebih manja pada sang kepala keluarga Kim dari pada Nyonya Kim yang berinisiatif mengadopsinya. Awalnya Jungkook merasa dikhianati dan mengomel namun melihat Yeontan yang ceria dan tumbuh sehat ia jadi senang saja mau Yeontan lebih manja pada siapa tidak jadi masalah. Berkat Yeontan juga lah Taehyung jadi pria yang lebih lembut, bertingkah konyol pada hal-hal manis dan imut dan makin memiliki aura kebapakan, ia bisa mengasuh si anak anjing dengan baik dan menyayanginya. Dan saat ini pria Kim menjadi bapak-bapak sayang anak yang selalu lemah ketika Soobin merajuk.
"Apa yang Soobin lakukan hari ini?" ujar Taehyung, tangannya mengelus kepala Yeontan yang merem nyaman didekap sang majikan.
"Ia sedang suka menggambar pesawat, lalu bertanya apakah pesawat bisa terbang sangat sangat tinggi sampai langit yang paling tinggi. Aku bilang bisa, bahkan ada pesawat yang bisa mencapai bulan. Kemudian Soobin kita berkata ia ingin ke bulan dan bertemu makhluk yang tinggal di bulan, kubilang saja nama makhluk yang tinggal di luar bumi itu alien, anak itu berteriak antusias ingin bertemu alien. Padahal di rumah ini ada alien yang selalu ia ajak main bola, hahaha."
"Yah, kau mengataiku alien?" Kim Taehyung langsung menatap tajam Jungkook dan mencubiti pinggangnya, Jungkook jadi menjerit meski tidak bisa bersuara keras karena takut Soobin kecilnya terbangun.
"Kau memang alien, Yeobo." Jungkook tertawa renyah, Taehyung juga. Yeontan yang terganggu dengan suara tawa mereka melompat ke lantai dan berlari ke arah kasur khusus untuknya di dekat televisi.
"Alien begini kan kau juga cinta."
"Benar, aku mencintaimu," gumam Jungkook sambil mendekap sebelah lengan sang suami.
"Apa? Barusan bilang apa?" Taehyung mendekatkan telinga ke bibir Jungkook seolah tadi ia tidak mendengar dengan jelas. Di saat seperti ini boleh juga mengerjai Jungkook, tidak biasanya wanita itu mengungkapkan cinta duluan.
"Aku mencintaimu, Kim Taehyung," Jungkook bersuara lebih keras.
"Ulang sekali lagi!"
"BUDEG!"
