" Sasuke-kun. Ada ap- "
" Keluar kalian?! "
Hinata menegang, ia baru menyadari ada seseorang disekitar mereka. Dari balik pohon itu muncul Seseorang yang membuat Hinata membeku, namun tidak dengan Sasuke. Pria itu hanya menatap tak suka.
::
Happiness
::
Kakashi, Naruto dan Neji sedang berjalan menysuri Hutan. Tempat dimana terakhir kali mereka mendapatkan informasi mengenai keberadaan Hinata dan Sasuke lenyap begitu saja. Sepertinya mereka sudah pergi terlebih dahulu, sebelum Naruto dan lainnya sampai di penginapan bekas mereka
" Ada yang mengikuti kita." Gumam Neji pada Kakshi dan Naruto.
" Hn. Aku juga merasakannya."
" Apa itu Sasuke?" Tanya Naruto sambil menatap Kakashi. Pria bermasker itu segera melemparkan beberapa Shuriken kearah pohon yang menjadi tempat persembunyiannya.
Seseorang dengan jubah hitam berdiri dihadapan mereka sambil menyeringai.
" Kalian menemukanku."
" Yakushi Kabutu. Sayang sekali." Ujar Kakashi
Naruto menggeram, " Hoi! Dimana Sasuke berada! Kau pasti tahu kan!"
" Kau masih belum bisa melupakan Sasuke ternyata."
" Apa benar yang membunuh Orochimaru adalah Sasuke?" Tanya Naruto memastikan.
" Ya, itu benar." Ia menyeringai menatap Naruto, " Sasuke begitu menjaga gadis Hyuuga itu."
Tubuh Kakashi, Naruto, dan Neji menegang.
" H-hyuuga? Apa yang kau maksud Hyuuga Hinata? "
" Siapa lagi?"
" Tunggu! Kenapa Hinata-sama ada bersama Orochimaru!" Tanya Neji sedikit tidak terima. Benar juga! Jika Sasuke dan Hinata bersama artinya mereka pernah menjadi bawahan Orochimaru.
Kabuto tertawa ringan, " Aku kesini hanya untuk memberikan hadiah pada Naruto, bukan untuk rasa penasaran kalian."
Naruto bingung melihat sebuah buku yang berada ditangan Kabuto. Ia sedikit tidak yakin dengan pria dihadapannya.
" Apa itu?"
" Informasi mengenai Akatsuki yang kami kumpulkan."
" Kenapa kau mau memberikannya pada kami? Jawab pertanyaanku! Kenapa Hinata-sama bisa berada bersama kalian! Sekarang dimana dia!" Teriak Neji
" Baiklah, jika kalian begitu memaksa. Aku akan menceritakannya." Ia menatap Naruto yang sedikit terlihat gusar.
" Kami menyelamatkan nyawa gadis Hyuuga itu tepat setelah matanya ingin diambil oleh Shinobi yang menyerang kalian."
Naruto terkejut, " Da-darimana kau tahu itu!"
" Kebetulan saja aku lewat saat ingin mencari tanaman obat dan melihat kalian bertarung dengan Shinobi asing. Aku tidak berminat ikut campur dan berlalu pergi. Namun saat aku hendak kembali, aku melihat gadis itu terpisah dengan kalian."
" Singkatnya kami membawanya kemarkas karena salah satu byakugan miliknya sudah tidak berfungsi."
Neji membelalakan matanya, " B-byakugan Hi-hinata-sama?"
" Aku yakin kalian punya maksud tersembunyi." Ucap Kakashi yang sedari tadi diam mendengar percakapan Naruto, Neji dan Kabuto.
Pria berkacamata itu menyeringai, " Kau sangat pintar Kakashi."
" Seperti yang kalian tahu, Byakugan merupakan Kekkei Genkai yang begitu dicari sama seperti Sharingan. Dalam diri gadis itu terdapat sebuah chakra yang Istimewa, dan sangat disayangkan kalian membuangnya begitu saja." Ucap Kabuto sambil menatap Neji.
Naruto menekuk alisnya, " Membuang? Kami tidak pernah melakukan hal itu pada Hinata!"
" Kalian memang tidak membuangnya, tapi keluarganya. Benarkan Hyuuga Neji?"
Ucapan Kabuto membuat Naruto terkejut, ia menatap Neji yang menunduk dan mengepalkan kedua tangannya.
" Ho-hoi! Neji. Di-dia bohongkan? Se-sebenarnya apa yang terjadi!" Tanya Naruto tak percaya. Ia ingin sekali rasanya menepis semua ucapan Kabuto tapi kenapa! Kenapa Neji hanya diam saja, seolah apa yang dikatakan Kabuto adalah kebenaran!
Kakashi menghela nafas, " Hinata dikeluarkan dari Klan Hyuuga."
" A-apa?"
Pemuda berambut pirang itu merasakan sakit didadanya secara tiba-tiba. Hinata? Gadis yang selama ini menyukainya dibuang oleh Klannya sendiri? Tiba-tiba Naruto teringat sesuatu.
" Tunggu! Jadi alasan kenapa Hyuuga tidak bergerak mencari Hinata adalah karena ini!" Tanya Naruto sedikit berteriak pada Kakashi.
Pria bermasker itu mengangguk, " Hn. Sebenarnya misi yang kalian lakukan dengan Hinata sebelum Hinata menghilang adalah misi terakhirnya sebagai Kunoichi di Konoha. Setelah ia melakukan misi seharusnya Hinata dipindahkan ke desa lain." Jelas Kakashi. Kenapa pria itu bisa tahu? Tentu saja karena Tsunade yang menceritakannya. Bahkan sang Hokage ke-5 itu tidak menyangka bahwa Hyuuga sekejam itu.
Tangan Naruto mengepal, ia menghadap Neji dan menarik kerah jubah pria Hyuuga itu, " Sialan! Apa yang kalian para Hyuuga lakukan pada Hinata!"
Neji yang sedari tadi diam mulai tersulut emosi, ia menepis kasar tangan Naruto yang menarik kerah jubahnya.
" Cih! Sebelum kau berkata seperti itu lebih baik kau berkaca Naruto! Bukannya aku tidak tahu tentang kau yang lebih memilih menyelamatkan Sakura dibanding Hinata!" Teriak Neji geram. Ia sebenarnya tidak mau mengungkit masalah ini tapi Neji yakin, itu juga yang menajadi penguat mengapa Hinata memilih keluar dari Konoha dan mengikuti Sasuke
" I-itu!" Naruto menggigit bibir bawahnya, ia merasa ucapan Neji benar adanya. Ia tidak bisa melindungi Hinata saat itu.
Kabuto tertawa kecil melihat drama yang tersaji dihadapannya, " Kalian tidak perlu khawatir. Hinata baik-baik saja."
" Brengsek! Katakan dimana Hinata sekarang!" Teriak Naruto frustasi
" Aku tidak tahu, jangan tanyakan itu padaku. Tapi kurasa dia sedang bersama Sasuke sekarang. "
Kakashi mengrenyit heran, " Kenapa Hinata bisa bersama Sasuke? Apa Sasuke memaksanya."
" Sayangnya tidak. Ada sesuatu yang tidak kalian ketahui mengenai Klan Uchiha dan Klan Hyuuga." Jelasnya sambil tersenyum pada Neji yang menatapnya tajam.
Neji merutuki Kabuto dalam hati. Bagaimana pria itu bisa tahu banyak hal bahkan untuk rahasia yang hanya diketahui para Hyuuga dan Uchiha?
" Ah, tapi aku disini tidak untuk menceritakan hal yang tidak penting pada kalian." Kabuto melempar buku yang ia pegang kearah kaki Naruto.
" Aku hanya ingin berterima kasih pada Naruto dan juga-" Ia membuka penutup kepala jubahnya dan menyeringai kearah Shinobi Konoha tersebut, " – Aku akan melampaui Orochimaru-sama dengan menggunakan tubuhnya yang telah aku serap dan menemukan jati diri yang baru."
Naruto, Neji dan Kakashi terkejut melihat mata kiri Kabuto yang terlihat seperti ular atau lebih tepatnya seperti mata milik Orochimaru.
" Orochimaru-sama adalah simbol dari reinkarnasi! Kekuatan miliknya akan masuk ke tubuhku dan membentuk kekuatan baru."
" Ma-masuk ke tubuhmu?" Tanya Naruto ragu.
Pria itu menaikan sebelah alisnya sambil tersenyum , " Ini hanyalah bagian kecil dari mayat Orochimaru yang Sasuke bunuh untuk gadis Hyuuga itu yang aku transplantasikan kedalam tubuhku."
" Untuk gadis Hyuuga? Apa maksudmu? Apa kematian Orochimaru ada hubungannya dengan Hinata-sama?" Tanya Neji tak mengerti.
" Apa kalian tau kenapa Orochimaru-sama lebih memilih Hinata dibanding Hyuuga lainnya? Karena gadis itu memiliki Chakra Hamura!"
" Hamura?" Gumam Kakashi
" Tidak semua Hyuuga memiliki chakra tersebut. Dibutuhkan sesuatu untuk membangun kekuatan besar itu, dan kurasa Orochimaru-sama berhasil melakukannya."
Neji terkejut, " Ja-jangan –jangan!"
" Ya, kami menanamkan segel pada Hinata untuk membangunkan kekuatan besar ditubuhnya."
" BRENGSEK!"
Neji maju menyerang Kabuto, " Hakke Hasangeki!"
Sayangnya pukulan Neji berhasil Kabuto hindari dengan cepat dan berada dibelakang Neji.
DUAK!
" Neji!" Teriak Naruto yang melihat punggung Neji terbentur pada pohon.
Ia menatap Kabuto yang menyeringai, " Kuso!" Naruto mengeluarkan bunshin miliknya dan berhasil mengepung Kabuto.
" Rasengan!" Serangan itu tepat mengenai Kabuto. Ah, tidak! Lebih tepatnya jubah milik Kabuto. Sedangkan pria berkacamata itu sudah berada diatas dahan pohon.
" Hahaha. Saat aku sudah bisa sepenuhnya mengendalikan kekuatan Orochimaru-sama mari kita bertarung kembali, Naruto." Ucapnya kemudian menghilang meninggalkan Naruto, Neji dan Kakashi yang berada dalam situasi tegang.
Disisi lain Sasuke dan Hinata sedang berhadapan dengan seorang tamu tak diundang.
" Dilihat dari jubahmu, kau adalah Akatasuki." Ucap Sasuke datar.
" Jadi kau adalah Sasuke-kun? Kau benar-benar mirip Itachi-san!" Sapa seseorang dengan topeng orange . Siapa lagi kalau bukan Tobi.
Sasuke diam tak menanggapi ucapannya, sementara Hinata bersembunyi dibelakang pria Uchiha itu. Jujur, baru kali ini Hinata bertemu langsung dengan anggota Akatsuki!
" Eh? Siapa gadis itu! Kawaiii~ Hey, nona bisakah-"
Ucapan Tobi terputus saat mendapat tatapan tajam dari Sasuke seolah ingin membakarnya hidup-hidup.
" Aaaaa! Menakutkaaannn!" Teriaknya kemudian mundur dan bersembunyi dibalik pohon.
Suara kepakan sayap burung terdengar oleh Hinata, " Diatas!"
Sasuke dan Hinata mendongak melihat Deidara yang berada diatas mereka dan menyeringai, " Katsu!"
DUARRRR!
Ledakan besar itu terjadi tepat ditempat Sasuke dan Hinata berpijak. Deidara tersenyum melihat hasil seni miliknya.
" Berhasil! Kita mengalahkan Sasuke!"
" Kau menakjubkan, Senpai!" Puji Tobi
Asap bekas sisa ledakan perlahan mulai menghilang memperlihatkan seekor ular putih yang melindungi Sasuke dan gadis dipelukan pria Uchiha itu. Sasuke hanya menatap datar kearah Deidara dan Tobi.
" Yah, tidak jadi menakjubkan."
" Urusai!" Teriak Deidara pada Tobi yang mengejeknya.
POFFT!
Ular putih itu menghilang dari Sasuke dan Hinata.
" Kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke memastikan keadaan gadisnya.
Hinata mengangguk, " A-aku hanya sedikit terkejut." Mata Amesthy miliknya menatap dua anggota akatsuki yang juga menatap dirinya.
" A-apa yang mereka mau." Cicit Hinata
" Entahlah. Aku juga tidak mengerti. Kau berlindung saja dibelakangku." Jelas Sasuke dan membawa Hinata sedikit mundur kebelakang.
Mata Deidara menyipit, " Hyuuga? Kenapa seorang Hyuuga bisa bersama nukenin desa Konoha?"
Sasuke diam tak menjawab, mata sharingan miliknya masih aktif.
" Hah? Lihat bagaimana dia menatap kita, Tobi! Sepertinya gadis Hyuuga itu sangat berarti bagimu."
" Jangan menyentuhnya!" Desis Sasuke tajam membuat seringai diwajah Deidara semakin melebar.
" Ini semakin membuatku bersemangat." Ucap Deidara
" Kau harus minta maaf pada Itachi-san nanti, Senpai!"
Deidara membalas tatapan tajam Sasuke, untuk beberapa detik mereka seolah sedang bertarung lewat tatapan mata namun kemudian Sasuke sudah berada didepannya.
' Cepat sekali!' Batin Deidara sedikit terkejut namun berhasil menghindar dari serangan Sasuke. Tiba-tiba Tobi terjatuh tersungkur kedepan.
" Tinggal satu orang lagi. Jadi aku akan bertanya tentang Itachi padamu." Ucap Sasuke dingin menatap Deidara.
" Sa-sasuke-kun! Hati-hati!" Ucap Hinata melihat Tobi yang tadi terjatuh perlahan bangkit kembali. Padahal Hinata dengan jelas melihat katana milik Sasuke mengenai pria bertopeng itu. Tapi kenapa?
Sama halnya dengan Hinata, Sasuke menatap Tobi dengan pandangan yang sulit diartikan, " Dia-"
" Apa yang kau lakukan, Tobi! Jangan lengah hanya karena dia seorang bocah!"
" Jurus teleportasinya sangat cepat! Kita bukan tandingannya." Keluh Tobi pada Deidara.
Hinata menatap tak percaya mendengar ucapan Tobi. Bagaimana bisa Akatsuki yang dinilai kejam berkata seperti itu? Sejak kapan Akatsuki takut pada musuhnya? Hinata sedikit meragukan orang bertopeng itu.
Deidara memasukan tangannya ke kantong khusus tanah liat miliknya dan membuat beberapa bom kecil yang telang dikunyah oleh mulut di kedua telapak tangannya.
" Tobi! Mundurlah!" Perintah Deidara, ia segera melempar bom kecil tersebut kearah Sasuke yang berada dibawahnya.
Sasuke mengeluarkan listrik ditangannya dan menghempas bom kecil milik deidara yang masih melayang diudara tersebut.
Beberapa bom tersebut ada yang tertancap di pohon, tanah bahkan hampir mengenai Hinata jika saja gadis itu tidak menghindar dengan cepat.
" Se-senpai! Jangan lakukan!" Teriak Tobi panik karna terkepung oleh bom milik Deidara. Sementara Deidara mendecih mendengar ucapan Tobi yang membuatnya menghentikan serangan tersebut.
" Senpai dibelakangmu!"
Sasuke hendak menyerang Deidara dari belakang namun Deidara bukan lawan yang bodoh, ia mengeluarkan bom kecil dari telapak tangannya dan menyeringai menatap Sasuke yang terkejut.
" Katsu!"
DUAR!
" Sasuke-kun!" Pekik Hinata terkejut melihat ledakan tersebut. Ia hendak berlari mengejar Sasuke namun terhenti saat melihat pria itu keluar dari kepulan asap bekas ledakan begitu juga dengan Deidara.
Hinata menghampiri Sasuke, " Sasuke-kun! Kau baik-baik saja?" Tanya Hinata khawatir. Sasuke sedikit tersenyum kemudian mengacak pelan surai Hinata.
" Jangan khawatir. Aku bisa mengurusnya." Ucap Sasuke menenangkan.
Deidara mendecih melihat sikap Sasuke pada Hinata, tiba-tiba ide gila muncul dibenak Deidara. Ia mengambil kembali tanah liat dan memuntahkannya dari kedua tangan itu.
Tanah liat putih miliknya mulai membentuk dua makhluk seperti binatang khas milik Deidara dan berjalan pelan menuju Sasuke dan Hinata.
Sasuke hanya mendecih pelan, " Mundurlah, Hinata." Gadis itu mengangguk.
" Aku akan bermain-main dulu dengan kalian."
Pria bermarga Uchiha itu mengangkat Katana miliknya, " Bodoh sekali." Ucapnya lalu menyerang boneka milik Deidara tersebut, sayangnya Katana milik Sasuke malah menempel pada tanah liat tersebut.
" Cih!"
Sasuke menghindar dari serangan salah satu boneka tanah liat milik pria itu.
" Kyaa!" Hinata berteriak membuat Sasuke menatap kearah gadis itu yang juga sedang menghindari serangan salah satu boneka tanah liat milik Deidara.
" Jyuken!"
DUARRR!
" HINATA!" Teriak Sasuke saat melihat ledakan akibat pukulan Hinata. Tiba-tiba Hinata melompat dari kepulan asap tersebut sembari menutup mulut dengan lengannya.
Sasuke bernafas lega melihat Hinata baik-baik saja. Ia ingin segera mengakhirinya. Dengan cepat Sasuke mengambil pedang dari tubuh tanah liat tersebut dan mengalirkan listrik pada Katananya lalu menyerang boneka tersebut hingga membuatnya terbagi dua.
Sialnya, hal itu malah membuat mereka semakin bertambah banyak. Hinata yang sudah paham akan cara kerja boneka Deidara hanya bisa menghindar. Jika ia menyerang kembali, boneka itu akan meledak.
Sasuke dan Hinata tersudut, punggung mereka saling bertabrakan satu sama lain.
" Kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke yang masih menyerang boneka tersebut.
" Iya, tidak ada pilihan lain selain menghindari serangannya." Ucap Hinata pada Sasuke.
Deidara yang melihat mereka terpojok menyeringai, " Sekarang saatnya!"
DUARR!
" Tidak mungkin!" Teriak Tobi
Deidara melirik Tobi tak suka, " Hah?"
Lagi! Sasuke berhasil lolos dari ledakan tersebut sambil membawa Hinata digendongannya.
" Arigatou Sasuke-kun!" Ucap Hinata saat Sasuke menurunkannya.
Tobi yang melihat Sasuke dan Hinata lolos menganggukan kepalanya, " Seperti dugaanku."
" Hoi!" Teriak Deidara geram melihat rekannya yang memihak musuh.
Boneka itu kembali melompat mengikuti Sasuke dan Hinata yang berada diatas pohon.
" Ayo kita lari!" Ucap Hinata kemudian disusul oleh Sasuke.
Mereka harus memikirkan cara untuk mengalahkan serangan menyebalkan dari Pria ledakan itu.
" Ah!" Hinata terkejut melihat kakinya yang ditahan oleh boneka tanah liat tersebut.
" Hinata!" Teriak Sasuke dan hendak mendekat kearah Hinata yang berada jauh dibelakangnya.
" Pergilah, Sasuke-kun!" Teriak Hinata lagi. Para Boneka itu mulai mengerumuni tubuhnya membuat mata Sasuke bergetar.
" TIDAAKK! HINATAA!"
DUARRR!
Deidara tertawa kencang, " Tidak ada yang bisa selamat dari ledakan tersebut."
Sasuke terdiam melihat ledakan yang terjadi dihadapannnya, kedua tangannya bergetar. Ia menjambak surai hitam miliknya.
" Tidak! Tidak mungkin!" Gumam Sasuke tak percaya.
" Ah, menyebalkan!"
Sasuke mendongak menatap Gadis Hyuuga yang berdiri angkuh masih ditempat ledakan yang terjadi sebelumnya. Bedanya tubuh gadis itu terselimuti sebuah chakra berwarna ungu. Ditambah surai Indigonya menjadi lebih panjang dari sebelumnya.
Tobi sedikit menegang menegang melihat perubahan wujud Hinata, entah mengapa ia merasakan sesuatu yang berbeda. Deidara yang menyadari tingkah aneh Tobi sedikit terusik.
" Ada apa? Apa kau tahu sesuatu?"
" Ha? Apa maksudnya, Senpai? Aku hanya terkejut melihat gadis Hyuuga itu. Kurasa dia hebat juga."
" Cih!"
Sasuke menatap tak percaya perubahan gadis dihadapannya. Tunggu! Apa yang terjadi? Ia melihat segel di leher Hinata bersinar terang menandakan segel itu telah aktif. Tapi kenapa perubahannya berbeda dari miliknya dan pemilik segel kutukan lain?
" Kurasa kita harus segera mengakhirinya, Sasuke-kun." Ucap Hinata sambil menatap Deidara tajam, entah mengapa rasa malu yang ia miliki meluap begitu saja tergantikan dengan kekuatan besar yang ia miliki.
Walaupun Sasuke masih merasa aneh tapi dia menyetujui ucapan gadisnya. Mereka harus cepat menghabisi Deidara dan Tobi.
Hinata sedikit menyeringai menatap Deidara yang juga menatapnya tajam, " Permainan akan segera dimulai."
TBC -
