ZHITACHI PRESENT:
'Sword Art Online;
War God Online'
Yahooo... Zhitachi datang lagi nih nerusin FF SAO. Sebenernya bukan sekarang Zhitachi update chapter ini, tapi karena lagi gak ada kerjaan aka nganggur mending update aja dah daripada numpuk dilaptop.
Di chapter ini teks percakapan Kirito dan Asuna akan digaris tebal seperti contoh dibawah ini :..
untuk Kirito: "kita bertemu lagi,Shinro"
dan untuk Asuna: "kemampuan yang lemah"
Dan juga di chapter ini suara Kirito dan Asuna akan Zhitachi ditebalkan karena tokoh pendiri WGO akan datang untuk menghentikan Shinro dan Shina diwaktu yang bersamaan. Untuk membedakannya hanya pada Asuna nanti saat suara Asuna ditebalkan,dan juga ucapan Asuna akan di buat miring agar tidak membingungkan lalu juga menjadi perbedaan antara ucapan Kirito dengan Asuna di saat tokoh pendiri WGO telah muncul.
Daripada bingung mending telusuri saja yah... ^.^
Disclaimer: Kawahara Reiki & Zhitachi.
Genre: Action, Fantasy, Game, Supranatural, Romance, History.
Character: Kirito 'n Asuna,Kiritp 'n Sinon,OC,Dll.
Rate: T+ up to M.
Published : 4/10/2015
Summary: Setelah satu tahun kematian Konno Yuki, Kirito dan teman-temannya melanjutkan kembali petualangan mereka di Aincrad. Pada suatu hari, untuk sekali lagi, Kirito dipanggil oleh departemen kementerian telekomunikasi dalam negeri, Kikouka Seijirou untuk melakukan penyelidikan dalam insiden matinya anak tunggal kepala presiden divinisi VRMMORPG serta ratusan player ketika memainkan sebuah MMO terbaru yang bernama 'War God Online' atau disingkat WGO. Apa yang sebenarnya terjadi pada game tersebut?.
*A/N: Ini merupakan season lanjutan dari SAO usai Arc 'Mother Rosario' versi Zhitachi, jadi tidak ada unsur meniru/menjiplak dari seri terbaru anime ini*
*Note: Ini merupakan cerita lama Zhitachi yang telah di rework... Inti dan jalan cerita masih sama seperti sebelumnya, hanya saja ada penghapusan dan penambahan kata*
Not like,don't read~
Song Cover : Arrival Of Tears (11 eyes) [Opening], Realization-Faylan (Opening Hagure Kuro Yuusha No Estetica) [Ending] *Note : Lagu ada di chapter 5*.
Chapter 11: Tragedi yang terulang kembali, munculnya pendiri WGO ke dunia virtual...
"Apa yang kau lakukan… Asuna?" Tanya Kirito shock melihat tindakan Asuna.
"Aku tahu, selama ini kau bermain belakang dengan perempuan lain saat memilikiku. Aku masih diam, terdiam melihatmu berduaan dengan gadis lain di WGO ini maupun di game virtual lain. Alasanku datang ke sini untuk menghabisi setiap gadis di dekatmu tanpa terkecuali adikmu" Jawab Asuna dengan nada dingin.
Kirito menundukan kepalanya saat mendengar penjelasan Asuna.
"Kau bilang kau mencintaiku, kau bilang kau menyayangiku… Dan sekarang ucapan itu bagaikan debu olehku. Jika kau menyayangiku, mencintaiku, kenapa kau tidak mengijinkanku ikut game ini. KENAPA!".
"Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dariku saat kau akan mengikuti WGO ini. Dan saat aku telusuri dengan diam-diam, kau hanya bersenang-senang di dalam game ini selama 3 hari tanpa log out dan lebih dari ini seharusnya kau bisa kembali ke dunia nyata dalam waktu 2 hari saja".
"Se-".
"DIAM!" Henti Kirito dengan nada keras.
"Aku yakin kau bukan Asuna yang kukenal, dia tidak melakukan hal yang buruk seperti ini. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Kirito dengan nada sedikit keras.
"Kau masih belum mengenalku sepenuhnya,Kirito kun" Balas Asuna sambil membuka sarung tangan kanannya.
"I-itu...".
"Ya, kau benar... Ini cincin yang aku berikan waktu itu dan selalu kupakai sampai sekarang. Bahkan di dalam game ini pun aku bisa memakai aksesoris seperti ini" Jelas Asuna sambil memperlihatkan sebuah cincin putih.
"Sekarang kau sudah mengenalku, Kirito kun?".
*Wush!*.
Sebuah angin terbang ke arah Kirito dan berputar dengan cepat.
"Tak akan ku maafkan... Tak akan ku maafkan...".
*Wush!*.
Semakin lama angin di sekitar Kirito semakin banyak.
"TAKKAN KUMAAFKAN KAU!".
*Wush!*.
*Duar!*.
Di surga...
"Yare-yare, baru 1 hari menjalankan tugas ke dunia tengah. Sekarang kita mendapat tugas lagi" Keluh Klien.
"Kau ini dasar pemalas" Balas Egil melihat ringkah laku sahabatnya.
"Sudah-sudah kalian berdua" Lerai Asuna.
Tak lama mereka telah sampai di depan sebuah pintu.
"Baiklah, semoga misi ini yang paling mudah" Ucap klien sambil membuka pintu.
*Deg! Deg!*.
Perasaan Asuna mendadak menjadi aneh.
'Perasaan buruk apa ini?'.
*Kriet!*.
Suara pintu dibuka.
"Michael-sama, kami telah datang" Ucap Klien.
"Oh kalian" Balas seorang pemuda berambut kuning pendek.
"Misi apa yang harus kami selesaikan, Michael-sama?" Tanya Asuna.
"Misi itu-".
*Jleb!*.
Perkataan Michael terpotong karena dari belakang Michael ditusuk oleh sebuah pedang hitam.
"… Untuk membunuhku, Asuna" Jawab pemuda berambut hitam agak panjang.
*Jleb!*.
Pemuda itu menarik pedangnya dari tubuh Michael.
*Bruk!*.
Tubuh Michael jatuh ke tanah.
"Apa yang..." Ucap Klien terkejut melihat pemuda itu.
"Ti-Tidak mungkin..." Balas Egil yang ikut terkejut.
"Kirito...kun" Sambung Asuna.
~ZHITACHI~
"Kenapa kau melakukan ini, Kirito kun?" Tanya Asuna.
"Kenapa yah, hanya sekedar iseng dan..." Balas Kirito.
*Wush!*.
Kirito menghilang sebelum menyelesaikan perkataannya.
"… Dan memberi pelajaran yang cukup untuk kekasih manisku ini" Ia mendadak muncul di belakang Asuna.
*Set!*.
Egil dan Klien langsung memasang posisi siaga.
"Lamban!".
*Wush!*.
*Duak!*.
Tubuh Egil dan Klien terpental akibat terkena serangan angin di sekitar Kirito.
"Dengan begini kita bisa berbicara setenang mungkin, Asuna" Ucap Kirito sambil membalikkan tubuhnya ke arah Asuna berdiri.
"Apa yang kau lakukan ke mereka berdua, Kirito kun?" Tanya Asuna ke arah Kirito.
*Tap! Tap! Tap!*.
Kirito berjalan ke arah Asuna dengan langkah perlahan.
*Set!*.
*Plak!*.
Kirito menampar pipi kiri Asuna dengan keras.
"Ki-Kirito kun?" Panggil Asuna usai ditampar oleh Kirito.
"Sudah kubilang aku datang ke sini untuk memberi pelajaran yang cukup untuk kekasihku yang manis ini" Jelas kirito.
"Kenapa... Kenapa kau melakukan ini Kirito kun, KENAPA!".
"Diam kau, aku melakukan ini karena kau telah melanggar janji yang kita telah sepakati. Saat aku sedang memeriksa WGO ini aku menyadari satu hal bahwa kau juga akan ikut dalam permainan aneh ini. Dan dugaanku benar saat kita bertemu di taman waktu itu. Kau tidak kasihan dengan Yui di ALO saat dia kesepian di sana sendirian. Jika kau memang kesepian, aku akan menyuruh sugu untuk menemanimu di ALO maupun di dunia nyata. Tapi nyatanya kau malah mengikutiku dengan masuk ke permainan ini dan melanggar kepercayaanku serta teman-temanmu".
*Set!*.
Wajah Asuna menunduk ke bawah.
"Kau bukan Kirito kun... Aku yakin kau bukan Kirito kun yang kukenal!" Ucap Asuna sambil menahan air mata.
*Set!*.
Kirito memegang dagu Asuna dan mengangkat wajah Asuna agar sejajar dengan wajahnya dengan kasar.
"Kau masih belum mengenalku, hm!".
"Le-Lepas!".
"Mungkin dengan ciuman kau akan sadar" jawab Kirito.
"Ap-... hmmpphh " Ucapan Asuna terpotong saat Kirito mendadak menciumnya dengan ganas.
"Hmmmppph!" Berontak Asuna saat dicium oleh Kirito.
*Set!*.
Asuna mendorong tubuh Kirito ke belakang.
"Hosh! Hosh!" ucap Asuna sambil menghirup nafas.
"Tak kusangka kau seliar ini, Asuna" balas Kirito sambil membersihkan air liur di bibirnya.
*Wiing!*.
seberkas cahaya mulai muncul dari tubuh Asuna.
"Masih belum mengenalku, Asuna?".
"Kau bukan Kirito kun... Kau bukan Kirito kun... Kau bu-..." Ucap Asuna dengan nada dingin.
"Dasar kau wanita jalang, Yuuki Asuna!".
"HUAAA!".
*Duar!*.
Di underworld...
*Duar!*.
bunyi ledakan dari arah kerajaan.
"Ledakan apa itu?" Tanya Masako saat mendengar sebuah ledakan yang cukup keras.
"Asalnya dari arah kerajaan, jangan-jangan…" Balas Zerch dan berjalan menuju ke arah timur.
"Masako,kita kembali ke kerajaan!" Perintah Zerch disaat dia melangkah ke arah timur.
"Tunggu, Zerch!".
"Bunyi apa itu?" Tanya Karumu ke arah Yauca yang sedang tiduran di atas pohon.
"Entahlah, mungkin hanya sebuah pertarungan di sekitar sini" Balas Yauca.
Tak lama asap muncul dari arah barat.
"Hei, bukannya itu arah kerajaan Maou-sama?" Ucap Karumu sambil melihat kepulan asap yang terbang tinggi ke atas.
"Hah, masa?" Jawab Yauca tak percaya.
"Onee-san, di kerajaan telah terjadi sebuah ledakan yang cukup besar tepatnya di tempat Maou-sama bekerja" Ucap gadis berambut ungu pendek ke arah Yauca.
"Jangan-jangan ledakan barusan..." Ucap karumu shock.
"Ledakan yang terjadi di dalam kerajaan… Ayo kita pergi Karumu, Nana!" Perintah Yauca dan menghilang di balik cahaya orange disusul oleh mereka berdua.
Di dalam kerajaan...
*Wush!*.
Asap masih berkumpul ditempat ruangan Mio.
*Tap!*.
"Tak kusangka kekuatanmu akan sehebat ini, Kirito kun" Ucap Asuna saat melihat siluet Kirito.
*Tap! Tap!*.
Suara kaki Kirito yang sedang melangkah.
*Wush!*.
Siluet manusia menghilang.
*Set!*.
Ia muncul disamping kanan Asuna.
'Cepat sekali!' Batin Asuna.
*Duar!*.
*Wush!*.
Asuna terbang ke udara usai menghindari serangan mendadak itu.
*Set!*.
"Serangan kejutan yang hebat, Kirito kun" Puji Asuna.
"Shi-na" Panggil Kirito sambil menaikkan wajahnya.
'Wa-warna mata itu...'.
"Kau bukan Kirito maupun Demon King, siapa kau?" Tanya Asuna saat melihat wajah Kirito.
"Leluhur dari game ini dan juga pencipta WGO...".
"Ja-Jangan-jangan, kau..." Ucap Asuna terbata.
"Asakura Shin"
~ZHITACHI~
*Pluk! Pluk!*.
Suara reruntuhan gedung yang jatuh ke tanah.
"Kau ingin menggunakan God Mode di saat seperti ini, Asuna?" Tanya Kirito ke arah siluet di depannya.
*Wush!*.
Bayangan siluet itu menghilang dari hadapan Kirito.
*Set!*.
Asuna bersiap menendang Kirito dengan kaki kanan.
*Duak!*.
Kirito berhasil menahan tendangan Asuna.
'Terlalu kuat!'.
*Wush!*.
Tubuh Kirito tak kuat menahan kekuatan tendangan Asuna dan terlempar ke samping.
*Duak!*.
Tubuh Kirito menghantam tembok dengan sangat kuat.
"Ukh, tak buruk!" Ucap Kirito sambil mengangkat tubuhnya untuk berdiri.
*Wush!*.
Asuna kembali menghilang.
"Menghilang lagi!".
'Bawah!'.
*Set!*.
Asuna muncul dari bawah dan bersiap menghantam wajah Kirito dengan tinjunya.
*Tap!*.
Kirito mampu menahan tinju itu.
*Wuung!*.
"Apa!"
*Duak!*.
"Uwaaa!".
kirito terlempar ke udara akibat kekuatan itu.
*Set!*.
"Serangan yang menakjubkan" Puji Kirito.
Asuna mengangkat wajahnya ke atas memperlihatkan sebuah segel di dahinya.
'Segel itu, jangan bilang dia...' Batin Kirito terkejut.
"Cukup sudah,Shinro" Henti Asuna dengan suara berat.
"Tak kusangka kau hidup dalam tubuh gadis itu, Asakura Shin!".
Di underworld...
"Apa yang terjadi?" Tanya Zerch usai datang ke ruangan Mio disusul oleh Masako dan Ayuma dari belakang. Tak lama Karumu, Nana, dan Yauca datang.
'Mereka datang juga' Batin Asuna saat melihat Zerch dan yang lain datang.
"Kirito, apa yang terjadi di sini?" Tanya Zerch ke arah Kirito yang sedang memandangi Asuna.
"Zerch, lihat ke atas!" Tunjuk Masako ke arah langit.
"Bukannya itu gadis dari ras Malaikat yang kita temui waktu itu" Tebak Masako.
Mata Karumu tidak sengaja melihat Mio terkapar tidak berdaya di salah satu reruntuhan gedung.
"Ma-Maou sama!" Teriak Karumu terkejut dan berlari ke arah Mio.
"Maou-sama!" Jawab yang lain ikut terkejut.
"Kirito, apa yang terjadi dengan Maou-sama!?" Tanya Yauca ke arah kirito.
*Set!*.
Kirito melirik ke arah mereka.
"Jaga adikku sebentar" Balas Kirito dan tubuh nya terbang ke arah Asuna.
"Aura itu, bukan milik Kirito maupun Demon King" Ucap Zerch menganalisa aura dalam tubuh Kirito.
*Wush!*.
"Cukup main-mainnya…" Ucap Kirito sambil memajukan tangan kanannya ke depan.
"Apa yang kau laku-".
*Crang!*.
Ucapan Asuna terpotong karena tubuhnya muncul cahaya dan pecah memperlihatkan sosok aslinya.
"… Shina" Panggil Kirito ke arah gadis yang tadi menyamar menjadi Asuna.
"si-sialan!".
"Waktunya menyerang balik" Ucap Kirito dan tangan kanannya diangkat ke atas.
*Wuung!*.
Dari tangan kanan Kirito, muncul api kegelapan yang cukup besar.
"Arena disekitar sini panas sekali" Keluh Shina saat bola itu aktif.
"Bola ini adalah bola dimana aku mengambilnya langsung dari neraka tingkat 7,tak heran jika udara disekitar bola ini akan menjadi panas seperti di neraka" Jelas Kirito.
*Set!*.
Bola itu diarahkan ke arah Shina.
"Waktunya untuk kau tertidur" Ucap kirito dan bola hitam itu meluncur ke arah Shina dengan cepat.
*Wush!*.
*Set!*.
Shina menahan bola hitam itu dengan pelindung sihir.
"Si-sialan, bola hitam ini sangat panas!" Jawab Shina disaat menahan serangan Kirito.
*Crak! Crak!*.
Dua retakan muncul di pelindung sihir milik Shina.
"Maaf kakak… Aku tidak bisa menjalankan tugas ini...".
*Crak! Crak!*.
*Trang!*.
Pelindung sihir Shina hancur dan bola itu hampir mengenai tubuh Shina.
*Wush!*.
*Duar!*.
Di surga...
*Trang! Trang!*.
Bunyi suara pedang yang diadu dari atas langit.
"Sepertinya diriku yang satu lagi berhasil membunuh adikmu,Shinro" Ucap Asuna ke arah Kirito palsu.
*Tlick!*.
Tubuh Kirito mengeluarkan cahaya dan tak lama berubah menjadi seorang pemuda berambut putih panjang.
"Shi-Shina!" Ucap Shinro terkejut dan berniat melarikan diri dari pertempuran.
"Takkan kubiarkan!" Cegah Asuna dan terbang ke arah Shinro dengan kecepatan tinggi.
*Wush!*.
'Sialan!'.
*Set!*.
Asuna bersiap menusuk tubuh Shinro dengan rapier.
*Trang!*.
Serangan Asuna gagal karena pemuda berambut biru misterius datang melindungi Shinro dan menangkis serangan Asuna.
"Sudah waktunya, ketua" Ucap pemuda itu sambil menahan serangan Asuna.
"Bagaimana dengan adikku?".
"Dia tidak apa-apa, hanya mengalami sedikit serangan serius" Jelas pemuda itu.
Pandangan pemuda itu beralih ke arah Asuna.
"Segel itu...".
*Set!*.
Asuna mundur beberapa langkah.
"Asakura Shin, kah?".
Di posisi Kirito...
*Wush!*.
Asap berkumpul diudara.
"Hm?".
*Set!*.
*Wush!*.
Dua bayangan muncul dari asap itu.
"Yare-yare, jika tadi kami telat satu detik saja, kau sudah menjadi bubur, Shina" Ejek Sura.
"Diam kau!" Balas Shina dingin.
"Kita harus kembali Shina, ritual kebangkitan master akan dimulai" Ucap pemuda didekat Sura.
"Baiklah" Balas Shina.
Pandangan Shina beralih ke arah Kirito.
"Kirito, tidak, Asakura Shin... Aku akan membiarkanmu hidup untuk sementara waktu. Tapi, saat kami telah menyelesaikan tugas utama kami, kami tidak akan sungkan akan membunuhmu walaupun 1 melawan 7 sekaligus" Ucap Shina dengan nada mengancam ke arah Kirito.
Kirito tersenyum tipis saat mendengar ancaman Shina.
"Baiklah,aku akan menunggumu, tapi...".
*Wush!*.
Kirito menghilang dari posisi dia berdiri.
*Set!*.
Ia muncul dibelakang diri Shina dan memegang bahu Shina.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi tanpa oleh-oleh?" Balas Kirito sambil memegang bola hitam di tangan kiri.
"Si-Sialan!".
*Duar!*.
Di posisi Asuna...
"Baiklah, aku akan mundur sekarang" Ucap Shinro ke arah pemuda berambut biru.
"Asakura Shin, kita sudahi pertarungan ini. Tapi disaat waktu itu datang, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu baik di sini ataupun di dunia nyata" Ucap Shinro sebelum dia menghilang.
"Hn! Lebih baik kau jaga adikmu mulai hari ini, Shinro" Balas Asuna sambil tersenyum tipis.
*Wush!*.
Mereka berdua telah menghilang.
Pandangan Asuna beralih ke arah reruntuhan gedung istana.
"Huh~ Aku harus membereskan ini" Keluh Asuna malas.
Di posisi Kirito...
*Wush!*.
Asap berkumpul di udara dengan sangat tebal akibat ledakan itu.
"He-Hebat" Puji Ayuma melihat ledakan itu.
"Bahkan kecepatanku bukan tandingannya" Ucap Zerch menambahkan.
*Set!*.
Kirito mundur beberapa langkah.
*Set!*.
Shina dan kedua temannya keluar dari kepulan asap itu.
"Kau tidak apa-apa, Shina?" Tanya Sura ke arah Shina yang terkena ledakan.
"Pa-Panas sekali" Ucap Shina sambil memegang tangan kanan yang tadi terkena bola hitam milik Kirito.
"Luka itu takkan pernah hilang walaupun kau menggunakan potion penyembuh sekalipun,dan disaat bersamaan tubuh didunia nyatamu juga terkena dampaknya" Jelas Kirito.
"Ku-Kulit cantikku!" Ucap Shina shock mendengar ucapan Kirito.
"Sialan kau!" Shina terbang ke arah Kirito dan bersiap menyerang.
"Tu-Tunggu, Shina kita harus kembali!" Cegah Sura.
"Bedebah dengan kembali, takkan kubiarkan kulit cantikku tergores dengan luka aneh ini" Jawab Shina disaat terbang.
*Tap!*.
Seseorang mencegah Shina dengan memegang pundaknya.
"Cukup Shina, kita harus kembali" Cegah pemuda berambut putih panjang.
"Kakak!" Panggil Shina ke pemuda itu.
"Kita sudahi dulu pernyerangan ini, Shina. Kita harus melakukan ritual pembangkitan master dalam waktu singkat ini" Jelas pemuda itu.
"Shinro,kau datang juga" Panggil Kirito ke arah pemuda itu.
"Maaf saja, Shin. Saat ini aku sedang ada tugas dan tidak ada waktu untuk melawanmu, tapi saat waktunya tiba aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu lagi" Jelas Shinro dan sebuah aura kegelapan di sekitar Shinro dan Shina.
*Wush!*.
Mereka berdua menghilang sempurna.
"Yare-yare, kita ditinggal lagi" Ucap Sura.
"Kita harus menyusul mereka, Ayo Sura!" Perintah Saki dan tak lama di sekitar tubuh Saki muncul aura kegelapan disusul Sura yang juga dikelilingi oleh aura kegelapan.
*Wush!*.
"Mio!" Pandangan Kirito beralih ke arah Mio yang sedang pingsan.
*Wush!*.
Kirito terbang menuju Mio.
*Tap!*.
"Kirito kun" Panggil Karumu.
"Minggir,aku harus mengobati Mio" Balas Kirito dan berjalan mendekati Mio.
*Set!*.
Tangan Kanan Kirito memegang dahi Mio.
'Bar hpnya terus menerus berkurang'.
"Apa yang akan kau lakukan, Kirito kun?" Tanya Karumu.
"Kau lihat saja sendiri".
*Set!*.
"Sistem pengatur program DXC player,dimulai!".
"Pengecekan sistem data: Clear!".
"Pengecekan data ulang: Clear!".
"Pengulangan data baru: Clear!".
"Sistem pengatur program DXC player, Aktif!".
*Wush!*.
Di tangan kanan Kirito, muncul cahaya hijau dan tak lama tubuh Mio juga muncul cahaya hijau.
"Apa yang kau-".
*Crang!*.
Cahaya hijau itu hilang.
"Ukh!" Suara Mio yang sudah terbangun dari pingsan.
Tak lama arah pandangannya beralih ke arah Kirito.
"Ka-Kakak" Panggil Mio.
"Kau sadar juga Mi…o".
*Bruk!*.
Kirito kehilangan sadaran saat dia usai menyembuhkan Mio.
"Kirito/kakak!".
Di sebuah goa...
*Duak! Duak!*.
Suara orang yang sedang memukul sebuah batu dengan rasa kesal.
"Kenapa kau menghentikanku, kakak!?".
"Kau lihat sendiri presentase kekuatanmu dengan leluhur WGO ini, kuharap kau tidak sebodoh dulu, Shina" Balas pemuda berambut putih.
*Duak!*.
*Crak! Crak!*.
Akibat perkataan pemuda berambut putih barusan, Shina itu memukul batu besar itu dengan keras sehingga menimbulkan keretakan.
"Tahan nafsu membunuhmu sampai waktumu tiba" Cegah pemuda berambut putih.
"Tapi aku tidak akan memaafkan apa yang dia lakukan dengan kulit cantikku!".
"Aku tahu itu, Shina… Tapi tujuan kita hanya membangkitkan sang master dan kita bisa bebas dari kutukan WGO yang selama ini merenggut kebebasan kita" Jelas pemuda itu.
*Tap! Tap! Tap!*.
"Ketua Shinro, persiapan telah siap" Panggil Sura.
"Baik, aku akan ke sana".
"Shina, ingat ini, saat persiapan ini selesai, kau boleh melakukan sesuatu sesukamu dan aku tidak akan melarangnya. Tapi ingat satu hal, jangan anggap remeh Asuna dan Kirito mulai sekarang karena dia adalah rengkarnasi dari Asakura Shin" Ucap Shinro sambil memberi nasehat ke Shina.
"Aku akan mengingat ucapanmu, kakak" Jawab Shina.
'Tapi aku tidak janji untuk membunuhnya kan?' Batin Shina
"Setelah kau mengurus retakan batu itu, datanglah ke ruang rapat" Perintah Shinro dan ia berjalan menuju ke luar ruangan.
"Tunggu pembalasan dariku..." Shina tersenyum iblis saat Shinro pergi dari ruangannya.
"… Kirito!".
~TBC~
Yosh... Akhirnya rampung juga. Mungkin targetnya habis chapter depan fict ini diupdate lagi,
Oke kita sudahi dulu chapter ini dan dilanjut chapter depan...
Sebelum meninggalkan chapter ini,diusahakan meninggalkan...
~REVIEW~
