HighSchool DxD Alternatif Story
Pair : Raynare,.
Pada suatu hari yang cerah di kota Kouh, terlihat seorang gadis berambut hitam panjang tergerai dengan kulit putih dengan mata berwarna violet sedang mengawasi seorang anak lelaki berambut coklat dari kejauhan.
"Raynare, tugasmu adalah mengawasi anak itu, jika dia membahayakan maka bunuh dia."
Gadis itu hanya diam saja sembari mengingat perintah yang diberikan kepadanya, Entah kenapa aku punya pirasat buruk mengenai hal ini? Tapi ya sudahlah, jika hanya dilihat dari sini aku tidak akan tau apakah ia akan berbahaya atau tidak.
Gadis itu pun menghilang dari tempat ia mengawasi remaja berambut coklat yang sedang dikejar banyak wanita itu.
Di dekat jempatan penyebrangan, terlihat Raynare melamun sembari mengenakan seragam sekolah yang entah itu seragam sekolah anak mana. Ia nampak menunggu seseorang, karena terlalu lama ia pun menyempatkan diri untuk mengenang masa lalunya.
Flash back.
Sebenarnya aku bukanlah Raynare, aku hanyalah seorang gadis biasa yang bereinkarnasi atas kehendak kami-sama untuk menjadi salah satu mahluknya.
Namaku sebenarnya Hitokawa Hasami, seorang Esper LV2 dengan kode Pyrokinesis, namun aku tak pernah melatih kekuatan pengendalian api itu, hal itu disebabkan aku tidak menginginkan kekuatannya. Aku ingin hidup nyaman bersama keluargaku, namun ternyata hal semacam itu tidak mungkin di dapatkan.
Lama kelamaan kekuatan apiku diketahui orang banyak, keluargaku pun dianggap penyihir dan kami diburu habis-habisan hingga akhirnya aku mati karena tenggelam.
Dan sekarang aku hidup sebagai Datenshi dengan nama Raynare, kemampuanku sekarang adalah memanipulasi cahaya kedalam berbagai bentuk, butuh waktu lama untukku bisa mengendalikan kekuatan ini, aku berjanji tidak akan membiarkan apapun menyakiti orang yang dekat denganku, aku akan menjaganya dengan kekuatanku.
Flash back off.
"Dan akhirnya aku terpaksa melatih kekuatanku dengan serius, aku tidak mau kehilangan lagi."
Raynare ingat, kekuatan apinya tidak bisa ia gunakan untuk melindungi keluarganya karena terlalu lemah, meskipun LV 2 itu sangat kuat dan bisa digunakan untuk membunuh, tapi jika musuhnya ada banyak staminanya tak akan cukup.
2 menit kemudian.
Akhirnya seseorang yang ditunggu dalam waktu lama datang dan terlihat meratapi nasibnya di jempatan penyebrangan jalan.
"Haaah ... Sampai sekarang dan kedepannya mungkin aku tidak akan bisa merasakan oppai, haaah."
Melihat hal itu Raynare pun keluar dari persembunyiannya dan mulai mencoba bicara kepada remaja berambut coklat yang mengenakan seragam berupa jas hitam melapisi baju kaos merah.
"A-anu ... apa benar kamu Hyoudō Issei yang bersekolah di Kou gakuen?" Panggil Raynare pada remaja di depannya.
"Ah ... ya ada apa?" tanya pemuda itu sembari menatap ke arah Raynare.
'Hem seragam yang tak pernah kulihat. Imutnya,' batin pemuda itu sembari menatap memperhatikan Raynare.
"Eto, Hyoudo-kun apakah kamu sudah punya pacar?" Tanya Raynare pada pemuda dihadapannya yang kita sudah tau namanya adalah Issei.
"Sebenarnya sih belum."
"Syukurlah."
"E ..."
"Anu, Issei-kun maukah kau menjadi pacarku?" Raynare mulai merayu Issei, meskipun yah tujuannya bukan karena cinta melainkan karena penyelidikan.
"Eh. Benarkah? Kenapa kau mau jadi pacarku?"
Issei mempertanyakan alasan dari gadis dihadapannya.
Raynare pun mulai memberikan alasannya sembari tersenyum, angin di sore hari berhembus, membuat rok mininya sedikit terangkat.
"Aku tidak mengerti, kenapa aku jadi seperti ini, aku selalu melihatmu hampir setiap hari ditempat ini, melihat wajahmu seperti telah menghilangkan stres yang ada. Singkatnya aku bisa melihat sisi kerenmu Hyoudō-kun."
Issei nampak terdiam dan tenggelam dalam pikirannya.
"J-jadi maukah kau jadi pacarku?!"
Issei nampak semakin terkejut, namun ia menerima ajakan Raynare dengan cepat tanpa adanya rasa curiga.
Raynare tersenyum, karena rencananya berjalan dengan baik, berikutnya ia pun mengenalkan namanya pada Issei sebagai Amanō Hasami.
Ke esokan harinya, Isse dan Raynare pun berangkat berasama yah meski sekolah mereka berbeda, Issei pun masih sempat-sempatnya mengenalkan pacarnya kepada dua sahabatnya.
"Yo! Perkenalkan namanya Amanō Hasami. Hasami-san perkenalkan mereka dua temanku, Matsuda dan Motohama."
Issei terlihat begitu bangga memperkenalkan Hasami kepada kedua temannya.
Hasami atau Raynare tersenyum ke arah kedua sahabat Issei.
"Salam kenal ya." ucap santai Raynare sembari tersenyum manis dihadapan mereka berdua.
Sementara itu Matsuda dan Motohama nampak begitu kaku, mereka berdua nampak menatap Issei dan Raynare dengan pandangan tak percaya.
Issei pun mendekat ke temannya yang tidak berambut itu lalu mengatakan.
"Dan dia adalah pa-car-ku." Issei berbisik dengan mengejakan kalimat akhirnya.
"Kalian juga harus cepat cari pacar, ayo Hasami-chan."
Raynare pun menurut dan pergi bersama Issei meninggalkan dua sahabat Issei yang sedang tercengang.
"Dasar penghianat!" seru remaja berambut hitam berkacamata bulat.
Raynare terlihat begitu menikmati pembicaraannya dengan Issei. Meskipun ia kadang juga kesal dengan tingkah mesum Issei, akan tetapi ia masih bisa menikmati kebersamaan dengan remaja berambut coklat itu.
Sore hari kemudian, pada saat ini Issei dan Raynare atau yang ia kenal dengan Hasami sedang berbincang di tempat pertama mereka bicara sekaligus tempat dimana Raynare meminta Issei menjadi pacarnya.
"Nee Issei-kun, bagaana kalau kita kencan."
"Kencan?"
"Pada minggu ini, bolehkan?"
"Tentu saja! Aku malah sangat senang!" Issei dengan bersemangat menjawab pertanyaan dari Raynare.
"Syukurlah ... aku tidak sabar menunggu kencan kita."
Raynare atau yang dikenal Issei dengan nama Hasami itu pun pergi meninggalkan Issei.
"Ah, aku juga." setelah menggumamkan kalimat itu sembari melambai ia pun berlari kegirangan.
sementara itu di sebuah gereja tua, Raynare pun memberikan laporannya kepada atasannya.
"Bagaimana menurutmu mengenai bocah itu?" tanya seseorang dari lingkaran sihir.
"Aku bisa merasakan aura Seacred gearnya yang sangat kuat, hanya saja karena ia hanyalah seorang remaja labil yang tak mengetahui kekuatannya jadi aku rasa dia bukanlah ancaman." Raynare menjelaskan pendapatnya mengenai Issei.
"Hoooh, Raynare baiklah kalau begitu aku akan memberikanmu misi baru, lindungi dia dan keluarganya. Aku yakin para iblis pasti akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan dirinya, jangan sampai pemuda itu jatuh ke tangan para iblis."
"Dimengerti Azazel-sama." Raynare pun memberikan jawaban singkat pada tugas baru yang ia dapatkan, lalu lingkaran sihir itupun menghilang.
'Masalahnya ini adalah Issei bersekolah di Kou gakuen daerah kekuasaan dua iblis wanita, hal ini membatasi pergerakanku untuk melindungi orang itu dari pengaruh iblis.' Raynare pun memcari dan memikirkan berbagai macam cara untuk bisa melindungi Issei.
Singkat cerita ketika waktu kencan telah tiba, Raynare langsung mempersiapkan diri untuk menemui Issei, ia bahkan memakai baju secara manual.dan tidam menggunakan sihir, ia juga menggunakan make up seperti halnya gadis manusia pada umumnya.
"Raynare-neesama, mau kemana?" tanya sesosok gadis kecil berambut pirang bermata biru dengan baju maid loli gotic.
"Aku hanya melaksanakan tugas dari Azazel-sama, Mitleth tolong beritahu Donasieg dan Kalawarna untuk tetap di gereja, mempersiapkan kedatangan gadis suci yang dibuang Gereja Vatikan."
"Baik, aku mengerti semoga misinya sukses."
Mitleth pun pergi dengan lingkaran sihir, sementara Raynare berjalan pelan keluar dari Gereja dan menggunakan jasa taxi untuk menuju tempat tujuan atau janjiannya dengan Issei.
Nampak Raynare memperhatikan jam tangannya.
'Kelihatannya aku akan terlambat, haaah semoga Isse-kun tidak marah. Yah meskipun ini cuma kencan pura-pura, aku harus bisa membuat Issei nyaman dan mengira aku benar-benar menyukainya.'
Namun ditengah perjalanan secara tiba-tiba sebuah cahaya muncul dan membuat keadaan sekitar menjadi terlihat tidak seperti biasanya, kota tiba-tiba menjadi sepi.
"Kekai? Siapa yang memasangnya, apa tujuannya?"
Gumam Raynare ketika melihat supir taxi dan mobil yang ia gunakan berhenti ditengah kota yang kosong, seolah mereka dipindahkan ke dunia yang berbeda.
"Yo Raynare, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan kepadamu."
"Kokabiel-sama."
"Azazel ingin kau membunuh pemuda itu."
"Eh ... kenapa? Bukannya malam itu tuan Azazel bilang aku harus melindunginya?"
"Itu ... aku juga tidak tau, tapi mungkin Azazel sedang berubah pikirannya, ia menganggap pemuda dan seacred gearnya itu bisa membahayakan kita."
Kokabiel menanggapi pertanyaan Raynare dengan santai. Raynare yang mendengar jawaban dari Kokabiel langsung menaruh rasa curiga yang begitu besar, namun ia tetap menyimpan rasa curiganya sampai ia menemukan sebuah alasan untuk membunuh Issei.
"Baiklah aku mengerti, sekarang bisakah kau hentikan kekai ini? Aku harus menemuinya segera mungkin."
Kokabiel tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan Raynare atau yang lebih dikenal oleh Issei dengan nama Hasami.
Setelah sekian lama akhirnya mobil taxi itu bisa sampai ke tujuannya, sesampainya di tujuan Raynare pun keluar dan berlari ke arah Issei.
"Issei-kun!"
Panggil Raynare sembari berlari ke arah Issei.
"Ah selamat pagi Hasami-chan."
"Maaf membuatmu menunggu."
"Ah enggak apa-apa aku juga baru sampai." Issei menjawab sembari menggaruk kepala belakangnya.
Mendengar respon dari Issei Hasami atau Raynare pun tersenyum lembut, ia mengenakan kaos kasual berwarna lavender dan ia juga mengenakan rok hitam sebagai bawahan.
Issei ikut tersenyum ia begitu terpesona akan kecantikan dari Hasami atau nama aslinya Raynare.
Mereka berdua pun berjalan bersama menyusuri kota Kou yang terlihat padat, kencan pertama mereka terlihat begitu menyenangkan, Hasami bahkan nampak menikmatinya. Mereka berdua nampak seperti sepasang kekasih yang sebenarnya, Raynare atau Hasami bahkan tidak sadar kalau ia juga terbawa suasana dalam kepura-puraannya.
Bersambung
