Reunion Scandal
By: Pororo
Disclaimers: Masashi Kishimoto
Warning: Typo, gaje, abal, OOC
Yosshhh.. happy reading, minaaaa..
.
Sasuke memegang gunting di tangannya, dia menarik ujung bibirnya, tangannya dengan cekatan membentuk sayatan tak simetris. Fufufu, dia tertawa nista dengan suara rendah, takut si 'kelinci' bangun. Dan karya indahnya teronggok lemah di tempat sampah dekat mesin cuci. Kali ini dia bersiul, menghidupkan shower dan mandi. Hatinya lega setelah dengan sengaja menggunting dress backless yang belum sempat digunakan kelinci imut-nya.
.
Selesai mandi dia mengendap, mengambil setelan jas dan jam tangan hitam dari almari. Memastikan tak ada suara yang mengganggu si 'kelinci'. Matanya nyalang mengamati jam dinding yang tergantung lesu di ujung ruangan. Jam tujuh kurang seperempat. Dia tersenyum lagi, setidaknya ia berhasil membuat gebrakan. Kali ini ia tak akan membiarkan hatinya panas lagi.
.
Dengan langkah tanpa suara, ia menghampiri ranjang yang sedang berpenghuni, membungkuk dan mencium kening si artis yang kerap membuatnya kesal karena cemburu,
"My Buin*.. tidur yang nyenyak ya.. aku pergi dulu," bisiknya.
.
Yang dibisiki hanya menggeliat pelan. Dan memilih untuk tetap tidur. Salah sendiri menemui pria normal semacam Sasuke. Melihat 'mangsa' tentu saja ia akan menyerang. Ia menatap lagi perempuan yang membuat hatinya cenat-cenut. Merasa bangga dengan tato merah semi permanen yang terpampang jelas dibawah tulang belikat. Tentu saja lebih banyak di sekitar dada. Tapi Sasuke lebih memilih segera beranjak pergi.
.
Sebelum ia meninggalkan kamar, ia sempat mematikan alarm jam beker di atas nakas. Lalu berangkat dengan riang. Hanya satu yang menjadi tujuannya, aula utama mantan sekolahannya, Konoha High School. Tentu saja untuk menghadiri pesta reuni.
*0*0*0*
.
Hinata bergerak, merasa gelisah. Intuisinya seolah membunyikan alarm peringatan. Entah mengapa ia tahu ada yang tidak beres. Ia melirik jam beker di nakas samping ranjangnya, dan sontak matanya melebar. Jam setengah delapan. Ia sudah terlambat menghadiri acara reuni sekolahnya. Dengan tergesa ia bangun, berlari ke arah kamar mandi dan melihat onggokan dressnya yang hancur berantakan di samping mesin cuci,
"SSSSSAAAAAASSUUUKKKEEEE!" dan teriakan itu menggema hingga mengguncang apartemen sky tower itu.
.
Siapa yang tidak kesal meladeni sikap kekanakan suamimu. Ah salah, ia tidak boleh membahas soal pernikahan. Biar bagaimanapun, karirnya sedang melejit dan ia masih terikat kontrak dengan Uchiha Entertainment yang dibawahi langsung oleh kakak iparnya. Ia mendesah pelan. Baju satu-satunya yang ia bawa ke apartement Sasuke hanya itu. Hanya gaun backless yang ternyata dibenci Sasuke. Salahkan kadar posesif pria Uchiha yang tingginya udah setara sama satelit Palapa. Emangnya kenapa sih, toh hanya beberapa jam saja.
.
Sekarang semua berbeda, ia bukan lagi Hinata si pemalu. Sekarang ia adalah selebriti. Acara yang dipandunya adalah reality show tentang memasak. Kadang ia bersama guess yang merupakan artis papan atas. Tak jarang bintang tamunya merupakan laki-laki. Dan seharusnya Sasuke kebal terhadap semua itu. Nyatanya dia malah khawatir karena reuni yang mungkin hanya terjadi beberapa tahun sekali. Ia hanya takut bagaimana kalau ada paparazzi yang menjelekkan image-nya. Memakai pakaian yang tidak sesuai tema hanya akan menjatuhkan nilai pasaran untuk reality shownya. Aaaahhhh… Hinata mendesah.. bagaimana ini?
.
Hinata sibuk memutar otak, apalagi meminjam gaun sangat tidak mungkin. Temari pasti sudah berada di pesta itu. Ia merutuki kebodohannya. Kenapa ia harus tertidur di apartement Sasuke segala. Ia membuka almari milik sasuke. Aaaa.. rupanya tanktopnya kemarin masih tertinggal di sini. Ia tersenyum, sebuah ide membuatnya bersenandung ceria.
*0*0*0*
.
Sasuke memang menarik perhatian semua orang. Siapa yang tidak kenal pria Uchiha yang kini membawahi bisnis retail. Mall dan Hotel yang dibawah naungannya memang membuat pria itu sibuk. Tak banyak yang tahu apa aktifitas si Uchiha bungsu. Begitu pengumuman kelulusan selesai, si Raven telah terbang ke luar negri demi menimba ilmu. Ya maklum saja, selain tajir otaknya juga encer. Jadi mudah saja masuk ke Harvard. Baru sebulan ini si Uchiha datang ke pesta reuni yang diadakan dua tahun sekali. Kali ini dia datang, sungguh mujur para gadis single yang kini sedang mengincarnya.
.
Kini pria itu sedang sibuk bercengkrama dengan teman karibnya,
"Dimana 'kelinci' mu Teme.."
"Tch! Dobe, kau datang padaku hanya untuk menanyakan dia?"
"Hehehe.." Naruto menggaruk tengkuknya, "Habisnya Sakura ngidam aku berfoto dengannya. Mau bagaimana lagi, dia chef wanita paling populer sih.."
"Dan cantik," lanjut seorang wanita berambut pink ikut-ikutan nimbrung, "Apa kabar, Sasuke-kun. Sudah lama kita tak berjumpa.."
.
Sasuke menyambut uluran tangan Sakura, ia juga sudah lama tak melihat Haruno Sakura, ah.. ia lupa sekarang yang ada hanya Uzumaki Sakura. Salahkan ingatan buruknya, kalau ia memang lama menetap di luar negri sebelum menagih janji kepada si 'kelinci' untuk bersedia dinikahi.
"Ngomong-ngomong dimana bintang utama kita?" Sakura celingak-celinguk.
"Dia tidak akan datang," ujar Sasuke dingin.
"Yaaaahhh sayang sekali lho, padahal semua mantan kekasihnya dipastikan datang. Jadi tidak seru kalau begitu.." gumam Sakura.
.
Sialnya wanita berambut pink itu tidak menyadari aura hitam yang menguar dari tubuh Sasuke, padahal Naruto sudah mengirimkan 'sinyal' untuk menutup mulutnya tentang gossip apapun.
"Shino, Kiba, bahkan kau tahu kan, si 'animator' ganteng kita, Sabaku Gaara juga datang.."
"Jangan lupakan si kapten kepolisian yang kemarin nongol di acara Hinata.." sambung Ino, entah bagaimana ia langsung bisa nimbrung. Ya, namanya juga presenter acara gossip, tentu saja gossip apapun sudah diketahuinya.
"Maksudmu Shikamaru?" Sakura memekik histeris.
Sasuke menajamkan pendengarannya,
"Iya, Shika naksir berat sama Hinata sejak SMP. Kamu gak tahu ya, Shika pernah nulis surat cinta pada chef cantik kita.."
Nahhh soal itu Sasuke gak tahu, dan dia akan menanyakan itu nanti.
"Haaahhh, pantas saja ibu Shikamaru pernah menanyakan soal Hinata, kupikir dia hanya menanyakan soal resep masakan, karena Shika pernah tampil untuk acara Hinata. Ckckck tidak kusangka.." Sakura berdecak,
"Yoshino baasan?!" Ino lumayan terkejut mengenai berita ini, matanya berkilat, insting wartawan gossipnya mendadak bergelora, "Wahhh, kayaknya itu yang membuat Shikamaru antusias dengan acara ini. Pantas saja ia bersedia menjemputku untuk ke pesta ini bareng. Tapi tidak apa-apa sih, Hinata kan sedang single, kyyyaaaaa… siapa tahu Hinata akan memakai jasaku untuk acara pernikahannya nanti.."
"Hee? Imajinasimu berlebihan sih…" cerocos istri Naruto.
"Shika tidak bakal melupakan jasaku yang mempromosikan dia pada Itachi dan menjadikan dia guess untuk acara Hinata.. fufufu.."
"Kya.." Sakura memasang wajah antusias, "Tapi aku lebih suka dengan Gaara sih, mereka saling melengkapi.."
"Ciee yang pernah sebangku ama Gaara.."
"Bukan begitu, jika saja keluarga Sabaku gak pindah ke Suna mungkin hubungan mereka bakalan langgeng.."
"Aaaa.. benar juga sih,"
.
Nah, Sasuke sebel banget nama Gaara kebawa-bawa. Gara-gara cowok berkepala merah ini dia sering bertengkar dengan Hinata dulu. Siapa suruh sih Hinata itu imut banget. Banyak yang naksir kan?! Kalau udah gini, ketahuan kan kenapa Sasuke gak mau Hinata dateng.
.
Jangan pernah menyebut atau membatin seseorang, bisa-bisa orang itu nongol. Dan taraaaa... pucuk dicinta ulampun tiba. Umur panjang Hinata..
.
Dandanan chef yang lagi tenar-tenarnya itu kelihatan casual banget. Pake hem semi dress berwarna putih yang kelihatan pas ditubuhnya. Ada hiasan sabuk hitam kecil mengkilat. kakinya yang jenjang lebih terekspose karena panjang dress emang diatas dengkul. Ia hanya memakai greek shoes yang gak ber-hak. Dia nggak dandan menor kaya temen-temennya yang lain. Cuma beberapa sapuan lipgloss, tapi sumpah. Di lihat darimana pun, Hinata udah imut. Justru karena ia sederhana jadi inner beauty-nya keliatan.
.
Sasuke mendengus, usahanya sia-sia.
.
"Sial!" Sasuke meremas gemas pada gelas sampange di tangannya, dia pikir 'kelinci' itu gak bakal datang. Ahhh.. dia lupa, kenapa menyisakan kunci mobil di kamarnya. Matanya menyipit melihat kelinci tembemnya asyik bercupika-cupiki dengan Inizuka Kiba yang berakibat suara gaduh di aula. Atau yang sekarang dilakukan Naruto, berfoto bersama. Sial! Kenapa belum apa-apa ia jadi kesal begini.
.
"Hinata-chan, kamu tambah cantik deh. Aku mengikuti acara reality showmu lho.." kali ini Ino memulai acara gosipnya, "Aku senang kamu bisa beradegan dapur dengan Takeshi Kanesiro. Kyaaa.. kapan kamu akan ngajak aku jadi guessmu.." Ino melancarkan jurus mata blink-blink yang dipelajarinya.
.
Sumpah, Sasuke hanya ingin si Sabaku nggak ikut bergabung dalam kerumunan! Dan menambah kesal perasaannya.
.
_TBC_
.
Mohon Review, Onegai...~
catatan kaki:
* buin merupakan kata imbuhan untuk istri dalam bahasa korea. Lebih terdengar seperti Bun(Buuny) yang artinya kelinci.
