Malam sudah sangat larut saat Sung Min meminta temannya untuk pulang lebih dahulu. Sebuah tas ransel bertengger manis dibahunya lengkap dengan tumpukan buku yang lumayan tebal yang tengah ia peluk. Kakinya yang tak begitu jenjang ia langkahkan menyusuri koridor sekolah yang telah sepi menuju sebuah ruangan di lantai dua.
Sung Min melirik jam di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukan pukul sebelas lebih tujuh belas menit. Ini sudah cukup telat sejak terakhir jam yaja1)-nya berakhir, dan sudah pasti ia harus menyiapkan alasan untuk orang rumahnya nanti. Itupun kalau mereka ada di sana untuk bertanya padanya.
Sung Min berdiri di depan pintu sebuah ruangan dengan ekspresi tak terbaca, ia menghela napas dan menghembuskannya perlahan sebelum tangannya terulur untuk membuka pintu bercat putih itu. Ruang Musik.
.
.
Coming Out
.
Jejae Present
.
Cho Kyu Hyun
Lee Sung Min
.
Mature Content / Oneshoot
.
Warning!
GS! (Gender Switch), Typo(s), OOC! (Out Of Caracter), PWP! (Porn Without Plot), NC-21!, Sex Activity!
.
Disclaimer: SJ's members are belong to their self, God and family. But the storyline is MINE!
.
Don't Like, Don't Read!
And please Don't be Silent Reader
.
.
.
Secret Relationship
.
.
.
"Bisa tidak guru memintaku bertemu di tempat lain yang lebih baik?" Sung Min merengut jengkel menatap laki-laki beda usia yang tengah duduk di depan grand piano tanpa memainkannya. Ia melampar tasnya di kursi yang berada di ruangan itu bersama buku-bukunya.
"Apa ada yang salah dengan ruangan ini?"
Sung Min mendelik jengkel mendengar pertanyaan kelewat kalem dari lelaki itu. "Tidak, tidak ada. Satu-satunya yang bermasalah adalah otakmu Cho Kyu Hyun!" Sung Min bersungut kesal. Gadis itu mengambil duduk di kursi yang lain, dan saat lelaki itu datang menghampirinya ia sudah melayangkan tatapan galak andalannya.
Cho Kyu Hyun terkekeh geli melihat ekspresi galak Sung Min yang terlihat menggemaskan di matanya, kakinya ia langkahkan menghampiri murid kesayangannya itu. "Aku tak ingin membuat seisi sekolah heboh dengan menemuimu di tempat umum, sayang," ucapnya tepat di depan wajah Sung Min. "Aku merindukanmu." Kyu Hyun merendahkan wajahnya demi menggapai bibir merah Sung Min yang sangat ia rindukan.
Kyu Hyun meraih sisi wajah Sung Min dengan tangannya, sementara bibirnya telah menjarah bibir Sung Min penuh damba dan kerinduan, melumat secara konstan dan penuh luapan yang tersalurkan. Membuat Sung Min gelagapan karena tak begitu mampu mengimbangi tempo ciuman mendamba Kyu Hyun.
"Nghh.." Sung Min melenguh dalam ciuamnya, gadis itu sudah kepayahan sementara Kyu Hyun masih begitu terbuai dengan rasa manis bibir gadis kesayangannya.
Kyu Hyun membimbing Sung Min untuk bangkit dari duduknya disela-sela ciuman mereka. Untuk beberapa saat Kyu Hyun masih mengulum bibir Sung Min dalam sebelum mengakhiri ciumannya. "Aku merindukanmu." Kyu Hyun berucap lirih—sekali lagi, di depan wajah Sung Min dan melesakan wajahnya pada ceruk leher gadis mungilnya itu. Memeluk Sung Min erat.
Sung Min tak bisa untuk tidak tersenyum mendengar pengakuan Kyu Hyun yang jarang-jarang begini. Ada untungnya juga ia tidak bertemu dengan guru tampannya itu selama dua minggu. "Kau sendiri yang memutuskan untuk pergi ke konfrensi itu kan?" Kyu Hyun yang mendengar ucapan Sung Min berdecak dalam pelukannya, "Aku juga merindukanmu, omong-omong."
"Lee Sung Min, aku menginginkanmu." desis Kyu Hyun berbaya.
.
—oOo—
.
Jangan tanyakan bagaimana dua orang beda jenis kelamin dan usia itu telah setengah telanjang. Kyu Hyun dengan tubuh atasnya yang polos sementara Sung Min, jangan tanyakan. Kemeja gadis itu tersingkap sempurna dengan seluruh kancingnya yang terbuka, rompi sekolahnya telah tanggal entah kemana, juga satu tali bra yang sudah melorot akibat ulah bertanggung jawab Cho Kyu Hyun.
Kyu Hyun melumat bibir Sung Min penuh hasrat, bergerak konstan dan menuntut. Membuat Sung Min terus melenguh dan sesekali mendesah dalam ciuman mereka. Kyu Hyun melepaskan pangutannya, bibir tebal dan lidah panasnya bergerak membelai rahang Sung Min dengan kecupan ringan, menuju leher Sung Min yang sengaja dijenjangkan sang empunya lalu berakhir di tulang selangkanya.
"Mmhh… Kyuuhh…" Sung Min meremang, badannya terasa panas dan perutnya tergelitik oleh rasa yang menyenangkan. Sung Min semakin melenguh saat Kyu Hyun semakin berani mencumbunya dalam di payudara atasnya, ia yakin laki-laki itu pasti meninggalkan tanda yang tak sedikit di sana.
Kyu Hyun meninggalkan jarahannya dan kembali pada bibir menggoda Sung Min yang sudah bengkak, memberikan beberapa lumatan dalam sementara jemari lelaki itu sibuk berkutat dengan kaitan bra merah muda Sung Min.
Ték!
Kyu Hyun menyudahi ciumannya dan tersenyum miring ketika kaitan bra Sung Min berhasil ia lepas. Kyu Hyun sedikit menaikan bra itu sehingga memperlihatkan payudara Sung Min yang selalu membuatnya tergoda, kencang dan ukurannya yang pas untuk tangannya yang besar. Puncak payudara kemerahan Sung Min yang mengeras menarik perhatian Kyu Hyun, lelaki itu meremas dengan satu tangannya sementara tangan lainnya ia gunakan untuk meraih pinggang ramping Sung Min. Kyu Hyun begitu menikmati hasrat yang berkobar di mata bulat Sung Min.
Kyu Hyun menurunkan kepalanya tepat di depan payudara Sung Min, tak hanya untuk mengecupnya tapi juga melumat bagian itu dan menghisapnya seperti seorang bayi, bayi besar.
"Ohh…" kepala Sung Min sudah pusing dengan kenikmatan yang diberikan Kyu Hyun, dan semakin menjadi ketika tangan lelaki itu membelai betisnya menuju paha dalamnya.
"Kyuu Hyuunhh…" Sung Min mendesah tertahan, jemarinya ia benamkan ke rambut Kyu Hyun dan mendorong lelaki itu untuk melumatnya lebih dalam.
"Apa aku membuatmu gila?" Kyu Hyun berbisik ditengah kegiatannya mengulum putting Sung Min.
"Kau tahu itu!" Sung Min setengah mati untuk menjawab pertanyaan bodoh yang Kyu Hyun lontarkan ditengah kegiatan mereka.
Kyu Hyun meraih payudara Sung Min lainnya saat satu tangannya yang lain berhasil menyingkap celana dalam Sung Min dari balik rok sekolahnya. Lelaki itu cekatan, seperti terlatih untuk membuat Sung Min melenguh dan menyebutkan namanya dengan suranya yang parau menahan hasrat. Jika tujuan Kyu Hyun adalah untuk menaklukan Sung Min dalam kuasa yang lelaki itu ciptakan maka ia sudah berhasil. Sung Min hampir kehilangan kesadaran dan kendalinya saat lelaki itu mengerjainya dengan ahli, bibir tebal Kyu Hyun tak berhenti dari mengulum puncak payudaranya, sementara satu tangannya meremas payudara Sung Min yang lain, dan tangannya yang satu lagi—
"Ahh!" Sung Min tersentak saat Kyu Hyun melesakan dua jarinya pada vagina Sung Min yang basah. "Mhh.. Kyuuhh…" Sung Min menengadahkan wajahnya, jarinya semakin terbenam di surai Kyu Hyun sementara kedua kakinya terbuka lebih lebar dengan sendirinya.
Kyu Hyun melirik Sung Min yang terlihat menikmati permainannya, lalu seringai jahil muncul di bibir lelaki kelahiran Februari itu. Jarinya yang terbenam di tubuh bagian selatan Sung Min semakin melesak dengan konstan, membuat Sung Min hampir menjerit karena ulah lelaki itu.
"Ahh! Ahh! Ahh! Kyuuh… Kyuh Hyunnh…"
"Ya sayang, desahkan namaku." bisik Kyu Hyun lirik tepat di telinga Sung Min.
.
—oOo—
.
Sung Min mendapatkan orgasme-nya hanya dengan jari Kyu Hyun, kenyataan yang harus Sung Min sendiri akui bahwa lelaki itu adalah ahlinya dalam mengerjai dirinya. Dan kini Kyu Hyun telah membuat Sung Min terhimpit antara tembok dan dirinya, dengan cara yang Sung Min sendiri tak ingat bagaimana.
Kemejanya kini telah melorot, menggantung di kedua lengannya dan mempertontonkan bahunya yang putih polos. Sementara Kyu Hyun tengah asik mencumbui bahu dan punggungnya dari belakang. Sung Min melirik dari sudut matanya pada jendela di sampingnya, tirainya sedikit tersingkap membuat Sung Min bisa melihat jelas halaman tengah sekolahnya yang sudah gelap dan hanya dihiasi lampu halaman yang remang.
"Ah!" Sung Min mendelik jengkel ke arah Kyu Hyun, saat laki-laki itu dengan sengaja mencubit pipi payudaranya. "Sakit tahu!" omelnya.
"Siapa suruh kau melamun disaat-saat seperti ini." sembur Kyu Hyun tak mau kalah, lelaki itu meraih gesper celananya untuk ia buka, juga pengait dan resletingnya.
"Aku tidak—sshhh…" Sung Min tercekat saat kejantanan Kyu Hyun yang telah mengeras menggeseknya dari belakang.
"Sung Min," suara Kyu Hyun penuh peringatan. "Rendahkan tubuhmu, sayang." bisik Kyu Hyun tepat di samping telinga Sung Min, ia hampir tak bisa mengendalikan diri untuk langsung merasakan kehangatan yang Sung Min bisa tawarkan.
Sung Min merendahkan tubuhnya sedikit membungkuk, melipat kedua sikunya di tembok untuk dijadikan tumpuan. "Mmhhh…" Sung Min menggigit bibirnya saat kepala kejantanan Kyu Hyun menggesek lubang kewanitaannya perlahan.
Dan saat kejantanan Kyu Hyun melesak sempurna dalam satu kali hentak ke dalam kewanitaan Sung Min, Sung Min tak bisa untuk tidak menjerit. Cho Kyu Hyun selalu begitu, selalu tanpa aba-aba saat datang padanya, membuatnya menyumpah dalam hati.
Kyu Hyun bergerak perlahan setelah memberikan waktu untuk Sung Min atas penetrasinya. Ia bergerak konstan dan tajam, membuatnya menggeram tertahan atas kenikmatan yang Sung Min berikan. Ini bukan pertama kali Kyu Hyun dan Sung Min bercinta, namun tetap saja Kyu Hyun tak habis pikir bagaimana Sung Min bisa masih sama ketatnya seperti saat ia memperawani gadis itu.
"Oh shit!" Kyu Hyun menyumpah saat Sung Min mencengkramnya dalam kenikmatan yang lebih. Persetan dengan pengendalian diri, Sung Min-nya terlalu candu untuk ia lewatkan dengan hanya hentakan perlahan.
"Ah! Kyu Hyunnhh… Ahh! Ahh!" Sung Min tersentak-sentak saat tiba-tiba Kyu Hyun memompanya dengan cepat, ditambah remasan tangan lelaki itu di payudaranya dan pinggulnya dari masing-masing tangannya.
"Ah! Di sanahh!" Sung Min menjerit saat Kyu Hyun berhasil menyentuh G-Spot-nya, membuat tubuhnya semakin melorot karena aliran kenikmatan yang berkali-kali lipat.
Kyu Hyun mengatupkan giginya kuat saat Sung Min semakin mencengkramnya dalam kenikmatan, cengkramannya tidak kuat dan tidak lembut, membuat Kyu Hyun frustasi atas hal itu.
"Annghhh…" Sung Min memejamkan matanya saat Kyu Hyun mempercepat hujamannya pada tubuh bagian selatan mereka. "Kyuhh… aku—ouuh!"
"Keluarkan sayang." Kyu Hyun memimpin, menyentuh titik kenikmatan Sung Min berkali-kali dan membuat gadis itu mengerang dalam pelepasan keduanya.
Kyu Hyun berdesis merasakan kehangatan menyelimuti kejantanannya, bersamaan dengan Sung Min yang limbung tersungkur ke lantai. Kyu Hyun melepaskan penyatuan mereka dan memposisikan Sung Min agar berbaring di lantai setelah sebelumnya lelaki itu meraih jasnya untuk dijadikan alas.
"Terimakasih." Sung Min tersenyum simpul menerima perlakuan Kyu Hyun, tangannya ia sematkan di pundak lelakinya saat Kyu Hyun kembali mendekat padanya. Ia tahu ini belum selesai karena Kyu Hyun belum mendapatkan pelepasannya sendiri.
"Sung Min, kau aman?"
Sung Min belum sepenuhnya mendapatkan kesadarannya dan hanya memberikan anggukan sebagai jawaban. Setelahnya Kyu Hyun melanjutkan kegiatannya bersama Sung Min untuk waktu yang tidak singkat. Menjadikan malam itu, malam panjang penuh gairah. Karena untuk Cho Kyu Hyun, satu pelepasan saja tidak cukup terlebih ia telah menahan rindu pada murid kesayangannya itu selama dua minggu.
.
—oOo—
.
Ingatkan Sung Min untuk menyiapkan alat kejut listrik untuk ia gunakan pada Kyu Hyun nantinya. Sung Min merengut jengkel pada pria yang tengah menyetir di sebelahnya itu, dan juga omelan yang ia lontarkan tanpa henti sepanjang perjalanan mereka yang terasa lamban. Oh itu ulah Kyu Hyun, ia masih ingin berlama-lama dengan Sung Min-nya.
"Ayolah sayang, berhentilah merajuk begitu. Kan kau juga menikmatinya tadi," ucapan Kyu Hyun langsung dihadiahi sebuah cubitan pada lengan lelaki itu. "Ini sakit, Sung Min."
"Rasakan! Demi Tuhan Kyu Hyun, ini sudah jam satu! Bagaimana aku akan mengatakannya pada kedua orangtuaku?!" Sung Min bersungut frustasi bercampur jengkel dan marah. Pasalnya Kyu Hyun terus mengerjainya tanpa ampun, dan mungkin saja lelaki itu akan terus melakukannya jika saja Sung Min tidak berinisiatif untuk mencubit keras perut Kyu Hyun.
"Tenang saja, aku akan berbicara pada mereka, ok?"
Sung Min berdecih. "Apa yang akan kau katakan?" tanyanya skeptis. "Bahwa alasan aku pulang terlambat adalah karena kita baru saja bercinta begitu?" Sung Min berucap jengkel, sebenarnya dia sangat malu mengatakan hal itu secara terang-terangan bahkan di hadapan Kyu Hyun. Tapi mengingat kelakuan lelaki itu membuatnya naik darah.
Dia pulang terlalu larut sementara besok pagi ia masih harus menghadapi ujian tertulis di jam pertama, belum lagi setumpuk test dan materi yang belum ia pelajari untuk persiapan ujian kelulusan dan seleksi masuk universitas. Ini semua salah Cho Kyu Hyun.
Kyu Hyun tergelak mendengar ucapan Sung Min. "Itu ide yang bagus, mungkin jika aku atau kau sendiri yang mengatakannya maka mereka akan mempercepat tanggal pernikahan kita," Kyu Hyun melirik Sung Min yang melotot ke arahnya, ia mengulum senyum. "Dan kau tidak perlu repot-repot mengikuti ujian masuk." ucapnya menyambungkan.
"Cho Kyu Hyun bodoh!" teriak Sung Min jengkel bercampur malu, satu kepalan tangannya ia layangkan pada Kyu Hyun yang tak menghindar sama sekali. Diiringi gelak tawa Kyu Hyun yang memenuhi seisi mobil.
.
—oOo—
.
"Cho Kyu Hyun sialan! Berlaku seenaknya hanya karena dia putra pemilik yayasan sekolah." seorang pria dengan setelan jas abu-abu memaki kesal.
"Haissh! Kim Kibum angkat telfonnya." dan seorang pria lain bersetelan jas biru donker yang duduk di belakang kemudi menggeram tak kalah dalam.
"Sial, aku butuh Hyuk-ie" ucap pria berjas abu-abu dengan ponsel di telinganya, menatap miris gundukan yang menyembul di balik celana. Kondisi yang sama dengan pria yang terus mengumpat di sebelahnya karena panggilannya yang tidak kunjung diangkat.
.
.
END
.
.
Cerita macam apa ini?!
Maafkan saya yang datang bukannya membawa lanjutan chapter Forced Wedding malah cerita begini yang dipublish /bow
Sejujurnya Jejae kehilangan irama di Forced Wedding karna lagi fokus dijudul lain yang publish di platform lain, maafkan. Dan lahirlah cerita macam ini, ini pertama kali buat cerita full sex activity begini jadi buat yang dibawah 21 tahun tolong jangan ditelan bulat-bulat ya, ini hanya sekedar cerita khayalan saja
Semoga cerita ini cukup mengobati ya hehee *senyum polos, polos banget
Maret 2020
