THE MEMORIES

Naruto © Masashi kishimoto

Warning : AU, Typo(s), OOC, cerita pasaran, GJ, Etc.

.

.

Ini adalah ff pertama saya jadi gomenne jika ceritanya singkat dan berantakan pula hehe

Fic ini murni buatan saya sendiri tapi jika ada sedikit persamaan cerita itu semua bukan atas kesengajaan.

Don't like? don't read!

.

.

Suara alarm terdengar di sebuah ruangan pada saat itu, sang pemilik kamar mencari asal bunyi suara tersebut ia terus meraba-raba ke sebuah meja kecil di samping tempat tidurnya. Ketika tangannya tak kunjung menemukan benda yang terus mengeluarkan bunyi tersebut ia pun membukakan matanya untuk menghentikan suara berisik yang tak kunjung henti itu. Bunyi jam weker itu sukses membangunkan si pemilik wajah pucat, Ia kemudian turun dari tempat tidur kingsize miliknya dan berjalan ke kamar mandi yang berada di sudut ruangan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi dan memakai seragam miliknya ia pun berjalan menuju dapur untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolahnya.

"selamat pagi hinata-sama" sapa seorang pelayan ketika melihat majikannya memasuki dapur sambil menundukan badannya.

"selamat pagi" hinata tersenyum ramah sambil menunduk pula padanya, walaupun dia adalah seorang pelayan tapi ia menghormatinya karena ia lebih tua darinya.

"ini saya sudah siapkan sarapan untuk nona beserta bekalnya"

"terima kasih natsu-san.. oh ya dimana hanabi dan neji-nii?" tanya hinata pada pelayannya.

"sepertinya belum bangun nona" jawab pelayan itu sambil tersenyum.

.

.

.

Hari itu adalah hari kamis, hari di mana pagi itu terlihat seperti biasa di sekolah konoha highschool, sekolah paling elit di kota itu. Riuh para siswi melihat kedatangan genk yang paling populer di sekolah itu, bagaimana tidak anggotanya terdiri dari beberapa cowok keren terutama sasuke dan gaara. Yang merupakan orang tertampan di grup itu, tak heran jika para gadis tergila-gila pada mereka. Nampak ada tiga gadis cantik menghapiri dan menyambut mereka dengan senyum yang lebar, mereka bukanlah orang asing bagi kelompok tersebut.

"Teman-teman setelah pulang nanti kita akan jadi pergi kan?" Tanya naruto pria berambut kuning yang selalu terlihat ceria.

"tentu saja!" jawab mereka serentak. Sementara gaara hanya diam.

"gaara bagaimana denganmu?" Tanya sai.

"sepertinya aku tidak bisa" jawab gaara dengan wajah datarnya.

"ahh kau ini selalu tidak bisa, sesibuk itukah dirimu?" Gaara tidak menjawab, entah karena sibuk atau sedang malas gaara selalu menolak ajakan teman-temannya ketika di ajak main sehabis sekolah.

Bell masuk pun berbunyi membuat semuanya pergi ke kelas masing-masing, maklum saja kelas mereka berbeda-beda. Sasuke dan Kiyomi duduk di kelas XI A-2. Gaara, Ino, dan Sakura di kelas XI B-1. sementara Sai dan Naruto di kelas XI C-2. nampak ada gadis yang terlihat terburu-buru menabrak salah satu dari grup populer tersebut. Beberapa buku yang ia bawa terjatuh begitu pun dirinya.

"M-maaf-kan s-saya" ucap gadis itu sambil mengambil buku yang terjatuh tadi. Gaara hanya diam sambil memperhatikan penampilan gadis yang menabraknya itu. gadis itu mengenakan kemeja putih yang sedikit kebesaran, roknya sebatas lutut mungkin lebih, kaos kaki panjang serta mengenakan kacamata seperti seorang kutu buku. Tubuhnya berkulit putih pucat, rambutnya berwarna indigo yang sangat jarang dimiliki orang lain, poninya hampir menutupi seluruh dahinya sementara rambut belakangnya diikat dua, mata nya berwarna seperti bulan. Setelah meminta maaf dia pun langsung pergi, sebelum bisa pergi gaara menahan lengannya.

"siapa namamu?" tanya gaara.

Hi-hinata hyuuga hinata.. sabaku-san" jawab hinata terbata, gadis itu tentu tau nama orang yang ia tabrak karena dia salah satu dari grup populer sekolahnya, semua orang mengenal mereka tak terkecuali hinata.

Gaara pun melepas tangan gadis itu, 'hinata hyuuga' batinnya, rasanya ia pernah mendengar nama itu sebelumnya tapi entah dimana. Gaara coba mengingat-ingat memori dikepalanya, tapi percuma gaara tak ingat apapun yang ada kini kepalanya pusing karena terus memikirkan itu. Tak ingin ambil pusing gaara pun berhenti mengingat isi kepalanya dan berjalan menuju ruang kelasnya.

.

.

Setelah dua matapelajaran yang telah mereka terima. membuat semua orang keluar untuk makan siang nampak ada tiga gadis cantik yang menghampiri kelompok populer, ino gadis berambut pirang panjang yang diikat seperti ekor kuda adalah kekasih dari sai, sakura gadis berambut merah muda pendek sebahu adalah kekasih naruto, sementara kiyomi gadis berambut hitam panjang adalah adik dari sasuke. mereka menghabiskan waktu istirahat di taman sekolah sambil makan untuk mengganjal perut yang lapar.

Kiyomi yang seperti biasa menghabiskan makanannya dekat dengan gaara walaupun mereka hanya berteman tapi sepertinya kiyomi menaruh rasa kepadanya melihat tingkah kiyomi yang selalu mencoba untuk lebih dekat bersama gaara. Gaara yang lupa untuk membeli minuman kembali pergi ke kantin sekolah walaupun kiyomi menawarkan untuk membeli minumannya tapi gaara menolak. Setelah membeli minumannya gaara mencoba kembali ke teman-temannya tapi sebelum sampai gaara melihat gadis yang tengah duduk sendirian dibawah sebuah pohon samping gedung sekolah, gaara menghampiri gadis tersebut ternyata itu adalah gadis yang menabraknya tadi pagi.

Gaara pun berjalan lalu duduk di samping gadis tersebut, ketika ada orang yang menghampirinya hinata pun menoleh kearahnya, mata hinata pun terbelalak melihat siapa orang tersebut, dengan muka yang memerah hinata pun menundukan kepalanya mencoba agar orang itu tidak melihat wajahnya yang sudah merah padam.

Hinata hyuuga adalah gadis yang pemalu dan pendiam, dengan sifatnya itu ia tidak memiliki cukup banyak teman karena ia tidak pandai berinteraksi dengan orang lain. Dulu saat kelas satu ia bersyukur karena masih ada neji sepupunya yang selalu menemaninya saat berada di sekolah. Tapi sekarang orang itu sudah tidak ada karena telah lulus dan saat ini tengah kuliah. Kini hinata hanya sendirian tanpa ada orang yang menemaninya bicara.

"apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya gaara untuk memecah keheningan. Hinata yang mendengar lelaki itu bicara padanya lalu menjawab dengan muka yang masih ditundukan.

"A-ano s-saya s-sedang makan s-siang" jawabnya dengan gagap.

"maksudku kenapa kau disini sendirian?" tanya gaara sambil menatap gadis di sebelahnya.

"eh s-saya senang duduk d-disini sabaku-san" jawab hinata yang masih tergagap. Gaara melihat gadis itu dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan gadis tersebut 'apakah dia sedang memiliki masalah' tanyanya dalam hati ngomong-ngomong sejak kapan gaara peduli dengan masalah orang lain.

"panggil saya gaara, kita kan seumuran" gaara pun mengalihkan pandangannya ke depan.

"oii gaara apa yang sedang kau lakukan" tanya orang dikejauhan yang ternyata adalah naruto.

"aku pergi dulu" ucap gaara sambil berdiri.

"i-iya gaara-san" jawab hinata. Setelah gaara pergi dia pun kembali mengangkat wajahnya dan melihat punggung orang yang semakin menjauh meninggalkannya. Setelah menghabiskan makanannya ia menutup kembali kotak makanan dan memasukannya ke dalam tas lalu berjalan ke lokernya untuk mengambil beberapa buku yang akan di pelajari pada pelajaran berikutnya.

.

.

Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 02:00 siang waktunya untuk pulang. Gaara pun pergi meninggalkan kelasnya ternyata dia telah di tunggu oleh seseorang.

"gaara-kun kita jadi pergi kan?" tanya gadis berambut hitam padanya.

"aku tidak bisa kiyomi, sebaiknya kau pergi bersama sasuke dan yang lain saja". Setelah sekian kalinya kiyomi gagal mencoba untuk mengajak gaara.

"tapi aku ingin kau juga ikut" jawab kiyomi dengan wajah yang cemberut.

"maaf aku ada urusan yang penting" jawab gaara, Dengan wajah kecewa kiyomi pun meninggalkan gaara.

Setelah sampai rumah gaara pun pergi menuju kamarnya untuk membaringkan tubuhnya setelah berjam-jam duduk. Rupanya gaara hanya mencari alasan untuk tidak ikut pergi bersama teman-temannya, sambil menutupkan matanya tiba-tiba terlintas di pikirannya gadis berambut indigo itu. Gadis itu terlihat misterius seperti ada sesuatu yang iya tutupi 'ada apa dengan dirinya' pikir gaara dalam hati.

.

.

"tadaima!" hinata membuka pintu rumahnya.

"ah! Okaeri nee-san" ucap gadis kecil melihat kakaknya pulang. "nee-san ayo kita pergi main".

"maaf kakak tidak bisa hanabi, sebentar lagi kakak harus pergi lagi", "lebih baik kamu main dengan neji-nii saja ya" Jawab hinata.

"tapi aku kan ingin main diluar dengan nee-san" jawab hanabi dengan wajah murung. Hanabi tentu lebih nyaman jika bermain dengan kakak perempuannya dibanding sepupu laki-lakinya. Hinata bukannya tidak mau bermain bersama adiknya tapi kesibukanlah yang menghalanginya ia kini tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersama adik tercinta. Ayahnya mungkin bisa dibilang kejam memaksa anak sulungnya untuk mengikuti tiga les sekaligus. Dalam seminggu hinata harus mengikuti dua kali per lesnya jadi hinata hanya memiliki waktu luang di akhir pekan saja, bisa di bayangkan betapa lelahnya dia.

Waktu hampir menujukkan pukul 03:00 hinata bersiap untuk pergi les matematika. Ayahnya 'Hyuuga Hiasi' adalah orang yang sangat sibuk dengan pekerjaanya, dia pulang hanya sekali dalam seminggu, karena ia memiliki beberapa anak cabang perusahaan di luar kota. Walaupun keluarganya kaya tapi hinata selalu pergi dengan angkutan umum, hiashi selalu mengajarkan untuk mandiri kepada anak-anaknya. Dia tidak pernah menyuruh supir pribadi untuk mengantar jemput anak nya kecuali jika anaknya pergi bersama dengan dirinya.

Hinata pun tidak keberatan toh hinata merupakan tipikal orang sederhana dan mandiri tidak seperti teman sebayanya di sekolah yang berlomba-lomba memamerkan kekayaan.

.

.

TBC

.

.

Nah, itu dia ceritanya para readers, bagaimana? Saya masih newbie jadi butuh banyak masukan dari kalian.

Mohon kritik dan juga saran agar fic ini bisa lebih baik kedepannya. ohh iya untuk karakter kiyomi adalah fanart buatan seseorang di luar sana, mungkin para readers sudah tahu itu saya hanya mengingatkan saja.

Akhir kata,,, mohon maaf kalau banyak kesalahan di fic ini dan sampai bertemu lagi di fic berikutnya.