Vampire Bride
.
.
.
Genshin Impact © Mihoyo Ltd.
.
Chapter 3
Inazuma
Perjalanan yang panjang itu akhirnya berakhir, kini mereka tinggal menyebrangi lautan untuk sampai ke Inazuma. Sebuah daerah kumpulan kerajaan yang sangat tertutup dari tempat lain.
"Jadi Signora-san, tugas ini tidak hanya Tsaritsa-sama yang memintanya. Bahkan Baal-sama pun memintanya?" kata Lumine sambil bersandar di pagar di geladak utama. Dia merasakan betapa hangatnya hawa lautan ini, dia bersyukur akhirnya bisa keluar dari Snezhnaya.
"Benar, ini sudah permintaan dua dari the seven, kuharap kita tidak mengacaukan hal ini. Dan persiapkan penyamaranmu Lumine, namamu selama di sana adalah Maria. Kau adalah salah satu putri Earl bawahan Tsaritsa," ujar Signora sambil menjelaskan lagi.
"Kelihatannya akan ada orang yang meninggal setelah ini," gumam Lumine sambil membenarkan wig nya, ini adalah kapal milik Tsaritsa. Jadi, mereka aman mendiskusikan hal ini.
"Bagaimana kau bisa yakin?" tanya Signora.
"Saat aku masih menjadi prajurit pengembara, aku pernah tinggal lama di Inazuma. Sudah lama sekali sejak kejadian itu, mungkin sudah tiga puluh tahun yang lalu. Baal adalah pemimpin tanpa ampun, siapapun yang bermain api di daerah kekuasaannya tidak akan bisa melihat hari esok," jelas Lumine. Signora kemudian mengangguk dan kembali masuk kedalam kabin kapal.
Lumine memandangi daratan yang mulai kelihatan dihadapannya, wig nya berwarna hitam dengan panjang hingga ke pinggang. Misi ini akan sedikit susah, tetapi, Lumine optimis misi ini akan berhasil. Sinar matahari hangat menyinari badannya, sudah lama dia tidak merasakan sinar matahari sehangat ini. Sinar matahari di laut sekarang dengan sinar matahari di Snezhnaya terasa berbeda. Sinar matahari yang ini terasa sangat hangat dan menyengat, sementara di Snezhnaya terasa lembut dan seakan-akan panasnya tidak bisa mengalahkan hawa dingin disana.
Signora adalah ahli strategis yang tidak perlu di ragukan, tidak ada misi yang tidak berhasil dibawah kendalinya. Daratan itu semakin jelas, Lumine memejamkan mata. Dia kembali mengingat saat dia mengembara di tempat ini, dirinya bersama Paimon saat itu.
Seorang peri yang berhasil dia pancing dari laut ketika dia baru sadar di dunia ini. Yap, asal dari Lumine masih belum ada orang yang mengetahuinya, bahkan dia sendiri. Paimon yang selama ini menuntunnya berkeliling dunia ini, hingga dia sampai di Snezhnaya. Dimana dia memutuskan bahwa pengembaraannya sekarang berakhir.
Yang dia ingat, daerahnya di serang habis-habisan. Kakaknya meninggal di hadapannya ketika melindunginya. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengembara dan meneruskan hidup disini.
Sepertinya dia terdampar dari laut jauh, tetapi, selama pengembaraannya, dia tidak pernah menemukan orang yang tahu tentang daerah yang memiliki masalalu seperti yang di katakan oleh Lumine. Hingga dia bertemu Tartaglia dan memutuskan untuk menetap bersama Tartaglia, suaminya, dan juga keluarganya.
Kapal lalu berhenti dan kini mereka saatnya mendarat, Signora sudah memesan hotel di dekat kerajaan itu, dan membutuhkan satu hari menggunakan kereta kuda. Kereta kuda yang mereka pakai dari Snezhnaya juga di angkut di kapal ini, sehingga mereka bisa menggunakannya lagi.
Tidak ada yang berubah di mata Lumine, Inazuma masih sama seperti yang dia kunjungi tiga puluh tahun yang lalu. Pohon-pohon sakura yang sekarang sedang mengeluarkan bunganya terlihat indah di Inazuma.
Lumine selalu kehabisan kata-kata bila harus mendeskripsikan tempat ini. Setiap sudut tempat ini sangatlah dipenuhi keindahan, sebuah keindahan yang tidak dapat dia temukan di negara lain. Selama perjalanan dengan kereta kuda, mereka di suguhi pemandangan yang membuat Lumine tidak bisa memalingkan muka dari jendela.
"Kalau kau sungguh menyukai tempat ini, kenapa kau tidak meminta kepada Childe untuk melakukan bulan madu disini? Kalian menghabiskan bulan madu di Snezhnaya bukan?" tanya Signora melihat kelakuan Lumine.
"Karena aku ingin menjelajahi Snezhnaya lebih dalam. Dan Tartaglia bisa menjadi pemandu yang baik bukan, mengingat dia asli warga sana," jawab Lumine, sementara Signora terkekeh. Bagi Signora, Lumine sudah seperti adiknya. Tidak banyak seorang wanita yang menjadi seorang Duke di kerajaan Tsaritsa, itu membuatnya kesepian. Dan ketika Tartaglia membawa Lumine ke kediamannya, dia tahu, dia dan Lumine akan cocok.
Signora bukanlah orang yang pemilih, dengan wanita lain yang ada di kerajaan dia bisa menanganinya. Selama wanita itu tidak menghalangi misinya, dia akan biasa saja. Tapi dalam hatinya seakan-akan menolak kehadiran satu orang, dan orang itu adalah Nimune. Kepala keluarga Nimune merupakan salah satu bangsawan bawahan Tsaritsa, tidak ada yang salah dengan keluarga itu. Namun, ia merasa sesuatu yang tidak beres dengan Nimune. sayangnya, dia tidak mengetahuinya.
"Lumine-chan, bila ada sesuatu yang tidak beres dengan Nimune, kau bisa berbicara kepadaku," ujar Signora memecah keheningan.
"Nimune? Oh, sang anak Earl itu? Memangnya kenapa?" tanya Lumine, dia melihat raut muka Signora yang biasanya santai menjadi serius. Gadis itu tahu, ada yang tidak beres.
"Aku tidak tahu pasti, tetapi, ada yang salah dengan gadis itu. Tidak banyak kejadian yang menargetkan keluarga Earl ataupun bangsawan lain selama mereka di bawah perlindungan Tsaritsa-sama. Kejadian ini sungguh mendadak, aku tidak bisa melihat polanya. Kalaupun mereka pencuri, aku sudah menyuruh beberapa bawahanku untuk mengecek pasar gelap. Hari pertama tidak ada hasil, dan aku terpaksa meninggalkan mereka. Tapi tenang, mereka akan mengirimiku surat bila memang mereka menemukan sesuatu yang masuk harta dari Earl. Maksudku, Tsaritsa bahkan tidak sedang dalam kondisi perdebatan diplomatik dimana bisa terjadi serangan terhadap para bangsawan. Tidak ada ketegangan di kerajaan, semuanya berjalan dengan lancar. Namun, kenapa ada hal ini? Kenapa tiba-tiba keluarga Earl dibunuh dengan di bakar hidup-hidup dan hanya anaknya yang selamat," jelas Signora sambil mencubit dagunya. Dia merasa penyerangan ini sungguh aneh.
"Kalau di pikir dan setelah Signora-san mengatakannya, itu sungguh aneh. Ketika aku pertama kali melihat Nimune-san, dia terlihat rapi. Aku memang tidak terlalu sering menyelamatkan seseorang dari kebakaran. Tapi, untuk ukuran seorang korban, dia terlihat rapi," jawab Lumine.
"Rapi huh, bisa saja itu dia lakukan demi menjaga image seorang bangsawan. Ketika di ruangan Tsaritsa aku tidak terlalu memperhatikan penampilannya, aku hanya terpaku pada mukanya. Biar aku menambahkan kesaksianmu sebagai tambahan. Kurasa Tsaritsa-sama tidak bisa menahan pemberitaan ini lebih lama lagi," kata Signora masih melakukan pose berfikirnya.
"Lagipula dia bersama dengan Tartaglia, dia tidak mudah untuk di apa-apakan," ujar Lumine sambil tersenyum. Namun, senyuman itu tidak mengubah raut muka serius dari Signora. Setelah rapat akbar itu, beberapa Duke keluar dari kerajaan untuk melakukan sesuatu yang gila. Signora memilih untuk diam di kerajaan, karena menurutnya tidak ada hal penting untuknya keluar dari kerajaan.
Lumine kembali memandangi kearah luar jendela. Pemandangan Inazuma masih menjadi candu baginya.
Tidak terasa matahari telah terbenam dan mereka telah sampai di hotel. Mereka tidur di kamar yang terpisah, dan Lumine masih memakai wig nya, dia setidaknya harus mengenakan Wig ini ketika dia keluar. Tidak ada yang boleh tahuh dirinya adalah Lumine, atau rencana ini akan berantakan.
Lumine sendirian di kamarnya, ketika dia merasa sepasang mata menatapnya. Dia langsung berlari kearah beranda sambil membuka pintu berandanya dengan paksa, dia yakin orang yang menatapnya itu ada di sana.
Tapi dia tidak menemukan siapapun disana, pintu beranda kamar Signora pun tertutup. Hingga bunyi pintu terbuka menarik perhatiannya.
"Ada apa? Aku mendengar suara pintu kasar dari kamarmu," tanya Signora keluar dari kamarnya, hanya separuh badan yang keluar.
"Tidak ada apa-apa, mungkin hanya perasaanku saja," jawab Lumine, Signora hanya mengangguk dan kembali menutup pintu beranda nya. Lumine bisa melihat kerajaan yang berdiri diatas bukit itu dari beranda hotelnya ini.
Gaya kerajaan tiap negara berbeda-beda dan gaya kerajaan Inazuma adalah yang paling eksentrik menurut Lumine. Gaya nya hampir sama dengan Liyue, tetapi, kerajaan mereka lebih tinggi dan lebar. Lalu mereka selalu ada di atas bukit dan di kelilingi oleh parit.
Bagunan kerajaan di Inazuma terasa menjulang dan mengintimidasi. Lumine kembali ke kamar dan mengunci pintu beranda nya. Pesta di adakan dua hari lagi, dan Lumine harus menemani Signora untuk sedikit mengumpulkan informasi disini.
Signora juga harus mengumpulkan bukti kuat bila ada hal yang mencurigakan disini. Bila tidak ada, maka Signora harus memiliki bukti bahwa tidak ada yang perlu di curigai disini dan itu semua hanyalah salah paham.
"Ah, anda datang untuk undangan pesta ya?" kata salah seorang pelayan ketika menyediakan makanan untuk Lumine, dia hanya mengangguk. Pelayan itu terlihat tua dengan keriput-keriput di muka dan tangannya. "Berhati-hatilah, pesta kemarin ada gadis muda nan cantik seperti anda yang menghilang setelah pesta. Dia menginap di penginapan yang berjarak dua penginapan dari sini, sungguh gadis yang malang. Keluarganya mencari-carinya di sekitaran Inazuma, tetapi tidak bisa menemukannya," jelas nenek itu.
"Bisa jelaskan lebih lanjut tentang hal itu Baa-ya?" tanya Signora tertarik.
"Tentu saja, kalau mau akan aku antar ke penginapan itu," ujar nenek pelayan itu dengan tersenyum lebar.
Gadis itu adalah salah satu gadis yang di bawa oleh salah satu bangsawan Natlan. Bangsawan itu juga merasa bersalah, dia yang membawanya ke Inazuma, dan gadis itu malah menghilang.
Bangsawan itu sudah membantu yang terbaik. Namun, tidak ada hasil. Seakan-akan pasukan keamanan daerah sini susah di ajak kerja sama soal ini. Karena, biasanya mereka akan kembali setelah setahun menghilang dengan keadaan linglung. Gadis Natlan itu juga pasti akan kembali.
Lumine menduga ada yang sengaja menutup-nutupi kejadian ini dan Signora pun juga berpendapat. Bukti bahwa ada sesuatu yang mencurigakan pun menguat.
Kini tinggal memastikan, untuk apa gadis itu di culik. Saat Signora menemui salah satu orang yang kembali, dia mengatakan bahwa dia tidak ingat sama sekali apa yang terjadi selama penculikan. Apalagi yang menculik dia siapa, dan apa tujuan penculikan ini.
Kabar pertama yang Signora terima adalah adanya dugaan penjualan wanita, tetapi, penjualan seperti apa yang mengembalikan barang yang dijual? Bahkan ketika Signora menanyai bidang keamanan, mereka mengatakan setahun mereka akan kembali.
Hal ini semakin rumit bagi Signora. Siapa yang melakukan perdagangan ini, bahkan bagian keamanan pun tidak ada yang peduli. Yang penting tinggal menunggu satu tahun, gadis yang hilang itu akan kembali sendiri.
Lumine memukul tembok kesal. Dia kenal salah seorang bangsawan yang selalu bertindak sendiri karena bagian keamanan negaranya sungguh tidak efisien. Dan dia tidak menyangka disini juga saking tidak efisien nya, bahkan terlihat lalai. Ironisnya, hal itu seakan tidak masalah!
Baal membutuhkan bukti kuat untuk menghukum seseorang. Maka dari itu beban misi ini semakin berat karena seakan-akan semua pihak mendorong dari kedua sisi. Sisi dimana ingin segera terungkap agar tidak ada korban lain lagi, dan juga sisi dimana ada beberapa pihak yang menginginkan hal ini tidak pernah terbongkar.
"Signora-san, aku tidak bisa menduga lebih lagi. Pikiranku tertuju kepada para bangsawan atau yang lebih parah adalah orang dalam istana sendiri," ujar Lumine sambil menyeduh teh hijau, mereka kini telah kembali ke penginapan dan memilih untuk beristirahat.
"Akan sangat sulit bila benar anggota kerajaan yang melakukannya, huuh … kuharap nanti pancingan kita akan berhasil Maria, kau adalah satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan bukti paling besar dan paling kuat," kata Signora, Lumine hanya mengangguk.
Yap, Lumine datang adalah sebagai umpan. Kenapa tidak orang lain yang di tunjuk Signora, karena wanita lain akan menjadi beban bagi Signora. Dan Lumine, asal dia di beri senjata maka dia akan mengalahkan satu ruangan penuh dengan bedebah dengan mudah.
Karena belum tentu Signora bisa meraih TKP tepat waktu, dan di saat itu diperlukan umpan yang bisa bertarung demi dirinya sendiri.
Lumine tentu tidak keberatan dengan misi, dia tidak memikirkan imbalan yang akan dia dapat. Toh dia sudah sangat tercukupi dengan Tartaglia di sebelahnya, dia hanya ingin tidak ada lagi gadis-gadis yang menjadi korban. Walapun mereka bukanlah vampir seperti Lumine dan Signora.
Sementara Signora? Dia hanya peduli kalau misi yang diberikan kepadanya berhasil, tidak perduli dia harus melakukan apa. Yang terpenting adalah dia bisa menyelesaikan misi.
Dan besok adalah saat dimana kedua gadis ini harus menjalankan misi paling krusial.
…
..
.
Di tempat lain.
"Oohh … jadi ini misi sebenarnya, kau berani membohongiku huh, Signora sialan," ujar seorang laki-laki sambil membuka sebuah surat. Dia memukul meja perlahan dan tangannya terkepal. "Kau beruntung ojou-chan, aku tidak akan meninggalkanmu di tempat jauh terlalu lama,"
.
.
.
TBC
