Playlist 001 :

Opening

.

.

BlackIDyeol

.

.

Main Cast :

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

etc.

.

.

Enjoy!

.

.

Seorang lelaki dengan rambut kecoklatan memasuki sebuah kafe dengan tulisan 'Be Humble' yang tertulis sangat rapih di depannya. Bau kopi yang khas namun tidak terlalu menusuk memasuki hidungnya dan itu cukup menyenangkan. Di luar sedang hujan, dan banyak pengunjung datang untuk berteduh sembari menikmati kopi atau coklat hangat terbaik di kafe ini.

Mendapati tempat duduk favoritnya telah diisi oleh sepasang kekasih, Baekhyun memilih untuk mendudukkan tubuhnya di tepi kafe yang memiliki pemandangan luar kafe itu. Meja kayu itu panjang dan kursi sofa berderet memanjang mengikuti meja. Dan kaca bening menjadi penghalang air hujan tidak memasuki kafe.

Tidak ada yang duduk di meja memanjang itu. Tentu saja, menatap air hujan di malam hari itu tidak terlalu menyenangkan.

"Handuk untukmu, Baekhyun" seorang wanita cantik dengan memakai apron hitam menyerahkan sepotong handuk kecil untuk Baekhyun.

Dengan sebuah senyuman, Baekhyun mengambil handuk itu dari tangan pelayan itu, "Terima kasih, Sooyoung" kemudian wanita itu membungkukkan tubuhnya dan segera pergi.

Setelah mengeringkan rambutnya, Baekhyun mulai membuka laptopnya dan menyamankan dirinya.

Baekhyun, pemuda itu, menghela nafasnya. Mungkin sudah lebih dari dua puluh kali jika kau menghitungnya dengan benar setelah sepuluh menit ia mendudukkan tubuhnya di kafe itu. Ia menumpukkan satu kakinya di atas kaki lainnya dengan jemari panjangnya menyentuh keyboard laptop di hadapannya.

Malam ini sangat ramai, dan itu adalah hal bagus. Namun tidak sepenuh hatinya menyukai hal itu. Baekhyun terganggu dengan mulut-mulut yang tak ada hentinya bersuara itu. Oh ayolah, ia tengah menulis dan itu merusak konsentrasinya.

Lelaki dengan rambut kecoklatan itu menatap refleksi dirinya di kaca di hadapannya. Ia terlihat sangat kacau dan itu membuat Baekhyun semakin mengacak-acak rambutnya lagi. "Ahh, aku tidak bisa melakukannya. Aku hilang"

Secara tiba-tiba seseorang memeluk pinggangnya dan segelas coklat hangat dengan krim kocok di atasnya tergeletak manis di samping laptop milik Baekhyun, "Writer's block, hn?" kemudian lelaki tinggi dengan apron di tubuhnya itu mengecup pipi Baekhyun.

Writer's block, atau blok penulis. Itu terjadi di mana seorang penulis tidak dapat menuangkan idenya ke dalam tulisan. Dan Chanyeol mengetahui betapa Baekhyun tidak menyukai itu.

"Kau mengejutkanku, Chanyeol"

Kekasih tingginya itu, Chanyeol, terkekeh dan mengambil duduk di samping kursi Baekhyun, "Maafkan aku, aku tidak bermaksud mengejutkanmu"

"Ada masalah, hn?" tanya Chanyeol dengan sebuah tangan menyangga dagunya dan tatapannya tertuju pada Baekhyun.

Baekhyun mengangguk kecil dengan kening tertekuk, "Ya, kafe milikmu sangat ramai dan aku sedikit terganggu"

"Bukankah itu hal yang bagus jika kafe milikmu ramai? Ini kafe milikmu juga, Baekhyun" tangan Chanyeol terulur untuk merapikan rambut Baekhyun yang berantakan. "Aku tahu kau bisa melakukannya"

Chanyeol meraih sebuah headset di meja dan memasangkannya pada masing-masing lubang telinga Baekhyun. Lalu lelaki tinggi itu merogoh celananya untuk meraih ponselnya dan menyambungkan ujung lainnya pada ponsel miliknya.

"Ku harap ini dapat membantumu keluar dari writer's block" Chanyeol memutarkan lagu dari sebuah playlist dari dalam ponselnya. "Aku mencintaimu, Baekhyun"

Setelah mengecup bibir Baekhyun, lelaki tinggi itu bangkit dan kembali ke balik konter di mana Minseok sudah menunggunya untuk meracik kopi lainnya.

Baekhyun adalah seorang penulis. Seorang penulis cerita sedih lebih tepatnya. Tanpa sadar semua yang ia tulis merupakan cerita dengan akhir yang tidak bahagia atau menyedihkan.

Berbanding balik dengan dunia yang ia miliki. Ia memiliki kekasih tinggi yang perhatian dan semua orang menyukainya. Terkadang Chanyeol akan cemburu karena banyak orang mencari Baekhyun ketika lelaki mungil itu tidak berada di sisi Chanyeol.

Oh, kau harus melihat betapa lucunya ketika kekasih tinggi Baekhyun cemburu.

Tentu saja Chanyeol mengetahui ketertarikan Baekhyun pada cerita dengan akhir tidak bahagia atau menyedihkan. Oleh karena itu Chanyeol selalu memberikan pelukan dan ciuman dan perhatian yang Baekhyun butuhkan, tidak ingin Baekhyun merasa seperti apa yang ia tulis.

Kini Baekhyun mendapatkan perasaan itu kembali. Ketika sebuah ide memasuki kepalanya dan menggugah rasa ingin menulisnya. Itu adalah lagu sedih yang ia dengar, dan playlist itu memainkan banyak lagu sedih.

Dari balik konter, Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang mulai menggerakan jemari panjangnya. Tak dapat membantu, namun ia tersenyum. Sedikit bangga telah membawa Baekhyun keluar dari suatu hal semacam writer's block.

Alis Baekhyun terangkat ketika ponsel Chanyeol memutar lagu yang ia kenal, "Oh aku tahu lagu ini" dan kemudian Baekhyun menggumamkan lagu itu. Menulis sembari menanti Chanyeol selesai bekerja menjadi menyenangkan.

.

.

.

NEXT SONG :

Little Mix - Secret Love Song, Pt. II

.

.

.

.

Note :

Hallo! Aku kembali dengan sebuah tulisan lainnya. Kurasa aku terlalu banyak mendapatkan inspirasi melalui lagu, maka ku putuskan untuk membuat sebuah tempat untuk Song-Fiction yang kubuat. Playlist ini adalah lagu-lagu yang kudengar saat menulis If We Love Again. Terima kasih untuk segala dukungan dan tinggalkan jejak yang mungkin dapat membuatku semangat untuk mengupdate cerita ini atau memperbaiki cerita ini