Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story by me

Don't like don't read

Happy reading ^^

"Ibu sudah bilang Himawari-chan, kau jangan sampai kalah dengan anak si jalang itu," ucap Naruko dengan muka masam, menatap putrinya yang saat ini tengah menunduk sembari memilin brokat birunya.

'Bagaimana anak ini bisa bertahan,ditambah lagi sekarang Yukimaru sudah kembali,' pikir Naruko dalam hati. Semakin dia berpikir, Himawari semakin membuatnya gemas.

"Jangan hanya menunduk, tatap mata ibu!" seru wanita berambut pirang itu mencengkeram bahu gadis kecil berambut hitam yang mengenakan jepit mutiara itu. Ketika iris birunya saling menatap, Naruko menghela napas lelah. Manik putrinya berkaca-kaca, menatap sang ibu takut-takut.

"Sudahlah ayo kita pergi sebelum Putri Yukimaru sampai," ujarnya sembari melepas lengan Himawari yang meninggalkan bekas kusut di pakaiannya. Wanita yang mengenakan brokat zamrud itu lantas melangkah meninggalkan kamar bernuansa jingga , diikuti pelayan setianya. Sementara Himawari sesaat termenung sebelum akhirnya menyusul ibunya ke Aula Kerajaan.

Pesta penyambutan kepulangan Yukimaru nampak sangat meriah, kerajaan diwarnai dengan dekorasi dan ornamen berwarna merah yang cantik. Sang putri tentu saja tak kalah cantik. Gadis berambut pirang itu mengenakan brokat berwarna merah yang indah, sangat kontras dengan kulit putihnya. Jepit rambut dengan ornamen mutiara merah tersemat di rambut indahnya. Gadis itu berdiri di depan Ibu suri yang nampak anggun dan Ratu-yang tak lain adalah ibunya-yang mengenakan brokat berwarna merah. Hari ini sang Ratu nampak lebih segar dan berseri daripada biasanya, mungkin karena hari ini adalah hari yang dia tunggu-kepulangan raja juga membentuk barisan yang berlawanan dengan sang ratu dan ibu suri.

Ibu suri membuka gulungan perkamen yang ada di tangannya.

"Hari ini, bulan ke 7 tahun ke 10 pemerintahan raja Sasuke, sudah diputuskan bahwa Uchiha Yukimaru bisa kembali memasuki dan tinggal di Istana Bulan (Harem)." Wanita yang mengenakan brokat merah itu lantas memberikan gulungan itu kepada gadis kecil bermata lavender, kemudian gadis itu ber-ojigi. "Terimakasih ibu suri," ujarnya penuh senyuman.

"Selamat datang yang mulia," ucap para pelayan serempak, sembari memberikan salam penghormatan.

"Hinata-san, aku dengar beberapa tahun lalu kau tinggal di desa. Apakah disana ada salon kecantikan juga?" ujar gadis beriris jade itu sembari menyeringai kecil, memasang wajah-yang menurut Hinata-sangat menyebalkan. Hinata hendak menjawab pertanyaan itu namun didahului Kushina.

"Tentu saja Haruno-san. Bahkan di pinggiran kerajaan Uchiha terdapat toko perhiasan yang menjual perhiasan cantik dan unik. Ah, tentu saja Haruno-san tidak pernah tahu. Kau kan puteri yang sangat terhormat, untuk apa menjejakkan kaki di pinggiran kerjaan seperti itu," ucap Kushina tak kalah sinis, wanita berambut merah itu menyeringai penuh kemenangan. Jari lentik wanita itu kemudian meraih cangkir berwarna biru, sebelum akhirnya menyesap teh yang ada di tangannya. Hinata diam-diam meneguk ludah dan tersenyum canggung. Di satu sisi ia merasa lega karena dia tidak perlu membuang tenaga untuk meladeni Sakura, karena Kushina selalu membalas perkataan Sakura.

Lamunan Hinata pecah mendengar suara Hisako. "Hinata-sama, ini kudapan khas Kerajaan Yamanaka.," ucap gadis pelayan itu sembari meletakkan piring berukuran sedang di meja dekat ranjang.

Hinata saat ini tengah merebahkan dirinya diranjang empuk kamar tamu miliknya. Iris lavender gadis itu menatap langit-langit kamar. Sembari mengingat kembali kejadian beberapa jam lalu. Sakura, gadis berambut bubble gum itu memang sangat menyebalkan, namun urung lebih dalam karena kedatangan Hisako. Membayangkan kejadian tadi membuat emosinya perlahan naik, selama mereka berada di taman gadis itu-Sakura-terus mengusiknya beberapa kali dan bahkan seperti memusuhinya tanpa sebab.

TBC

Halooo ….

Masih pada inget cerita ini nggak? Wkwk. Maaf banget nggak kerasa kalo ga update setahun lebih TT Semoga kalian suka ya sama ceritanya heheh. Aku juga mau usahain buat sampe tamat:")) Gais sarannya ya. ini terlalu lambat nggaksih alurnya? Maaf bnget aku agak buntu soalnya mau kaya gmn:"((

Saatnya balesin komentar ehehe

Special Thanks To :

Adriana :

Makasih banget udah mau baca, terharu aku TT

Frisky Sweet

Eheheh, itu murni random ajasih. Makasih udah baca