Anak-anak Tomioka-Kocho

Kimetsu no Yaiba © Gotouge Koyoharu

Saya tidak mengambil keuntungan dalam pembuatan fanfiksi ini, kecuali kesenangan semata.

Warn : AU! OOC, typos, alur maju mundur seperti hubunganku dengan dia/apaan sih, humor receh, bahasa gak baku dan kekurangan lainnya. So, Don't like don't read


Chapter 1 : Perkenalan


Anak Pertama : Ryota Tomioka

Secara penampilan Ryota Tomioka itu fotokopi Tomioka Giyuu kecuali mata keunguan warisan dari Shinobu. Jadi bisa dibayangkan Ryota Tomioka yaitu si lelaki ganteng dengan rambut hitam agak mencuat ala Tomioka Giyuu tak lupa mata tajam keunguan ditambah senyum sejuta watt yang dapat membuat perempuan ber-Kyaahh ria. Tapi kalau bicara soal sifat, si sulung Tomioka cenderung ke Shinobu, tapi gak Shinobu-Shinobu banget. Alasannya karena "Ini nih, gara-gara hamil kamu benci banget sama Douma" Giyuu mulai memaparkan pendapatnya melihat album keluarga berisi foto baby Ryota yang sedang mengedipkan matanya melakukan aksi yang disebut mata genit.

"Dari bayi bisa mata genit tanpa diajarkan, sudah besar mau jadi apa?" Giyuu berkata lagi. Membuat siapaun yang mendengar meyakini Tomioka Giyuu yang mendadak bawel pasti karena salah makan.

"Ya jadi orang pemes gak kayak Papa" anak yang dibicarakan menjawab tak lupa dengan penekanan kata pemes membuat Giyuu tak berkutik ditempat. Sifat Shinobu yang diturunkan pada Ryota yaitu mulut bak Samyang extra hot spicy. Kemudian pelaku yang membuat Giyuu kicep tak mampu berkata lagi, kembali asik dengan handphonenya.

"Wahai manusia. Siapa coba yang gak kesal?" Shinobu datang dari dapur. "Istrinya digoda setan macem Douma malah santuy aja" setelah selesai membuat kopi dan menaruhnya di meja ruang tamu Shinobu mendudukan pantatnya di sofa sebelahan dengan Giyuu. "Cemburu kek" ujar Shinobu keki.

Menurut pamali(?), orang hamil gak boleh terlalu membenci sesuatu karena anak yang lahir akan mirip dengan hal yang dibenci. Dikarenakan saat hamil Ryota, Shinobu kesal setengah mati dengan tetangga sebelah yang selalu menggodanya yaitu Douma. Sehingga rasa kesel setengah matinya itu berpengaruh kepada si janin. Padahal manusia bernama Douma itu umurnya sudah cukup untuk menggendong cucu walau mukanya nipu ̶ awet muda ̶ membuat Shinobu tak habis pikir. Mungkin itulah yang dinamakan tua-tua keladi, makin tua makin jadi.

"Udah ya Ma, Pa. Aku ada janji ketemu cewek nih" Ryota cium tangan ke kedua orang tuanya lalu langsung starter motor siap-siap ketemu cewek. Kepergian remaja 17 tahun itu meninggalkan bau-bau menyengat minyak wangi yang Shinobu namakan sebagai minyak nyongnyong.

"Anak kita jadi genit dan ganjen gara-gara kamu benci Douma waktu hamil"

"Gimana gak benci, waktu aku digoda Douma kamu santuy aja. Aku istrimu lho"

Tomioka Ryota menurunkan sifat ganjen dan genit dari Douma karena sang ibu membenci yang bersangkutan saat hamil.

.

.

Anak kedua : Mizu Tomioka

Mizu Tomioka begitu nama lengkapnya, merasa bahwa hanya dirinya saja yang waras dalam kediaman keluarga Tomioka-Kocho. Alasannya? Mari kita simpulkan dari drama berikut ini.

"Mizu-chan! Maafin Mama ya!" Shinobu Kocho istri Tomioka Giyuu dan juga mamanya berkata sambil berurai air mata (yang jika dilihat dari netra biru Mizu merupakan air mata bohongan) mulai berkata ̶ atau lebih tepatnya siap memulai drama. "Karena Mama nikah sama Papa yang punya kutukan dibenci banyak orang kamu juga ikut kena kutukannya" ujar sang mama sambil memeluknya cukup kuat. Cukup kuat sehingga membuat Tomioka Mizu mendelik kepada sang mama karena dirinya mulai merasa sulit bernafas.

Kalau sang Mama bertingkah begini, Mizu yakin pasti Mamanya sedang kesal akan kelakuan Papanya sehingga melampiaskan dengan meledek sang kepala rumah tangga dibelakangnya.

"Bahkan saat kamu lahir tanggal pun gak mau mendekatimu, jadi kamu lahir di tanggal kabisat! Huaaa!". Untuk sekedar informasi ya, kata-kata dari Shinobu soal tanggal kabisat dan kutukan dibenci orang seperti sang ayah barusan sudah mejadi favorit Shinobu jika mulai mendrama, jadi Mizu Tomioka hanya menatap jengah wanita yang berpfofesi sebagai apoteker itu. Dikarenakan Shinobu semakin mejadi-jadi, putra sulung Tomioka-Kocho tak bisa tinggal diam.

Setelah melempar handphonenya (ketempat tidur sih) dan sedikit berlari sehingga surai hitam legamnya melambai dengan indah membuat kesan dramatis, si putra sulung Tomioka-Kocho ikut memeluk sang korban ̶ Tomioka Mizu ̶ sambil memainkan dialog drama "Huaa! Mizu-chan adikku yang paling manis tapi tetap manisan Onii-chan" ujar kakaknya lalu mengelap ingus sebentar "Onii-chan ikut berduka atas dirimu yang terkena kutukan Papa Giyuu! Huaaa!" Tomioka Ryota anak tertua keluarga Tomioka-Kocho yang narsisnya tiada tara turut prihatin sambil menatap Mizu berurai air mata (bohongan) sama seperti sang ibu.

Mizu cuma bisa pasrah saat tubuh mungilnya dipeluk dan diguncang-guncang oleh dua orang ̶ yang sebenarnya ia tak mau akui ̶ keluarganya itu tanpa berkata apapun. Sifat pasrah dan tatapan matanya yang selalu memancarkan kesantuy'nan ala Tomioka Giyuu membuat dirinya sebagai orang nomor dua yang selalu dibully dalam keluarga ini. Orang nomor satunya siapa? Tentu saja sang kepala keluarga Tomioka Giyuu.

"Mama tau gak, ada hal yang lebih menyedihkan dari pada hal yang menimpa Mizu-chan!" Ryota berujar dengan kilatan mata menghentikan tangisnya. Membuat Mizu menoleh dan berkenyit pada sang kakak yang berhenti menangis secepat ini, gak yakin drama picisan antara kakak dan ibunya hanya berlansung sebentar saja.

"Hiks.. Apa nak?" Shinobu Kocho yang sekarang telah berganti nama menjadi Shinobu Tomioka bertanya tak lupa dengan sesenggukannya dan tisu ditangannya untuk mengelap cairan bening yang mengalir dari hidung.

"Mama salah pilih pasangan hidup sehingga bukannya memperbaiki keturunan malah memperburuk keturunan!" cowok berumur 17 tahun yang menurunkan sifat Shinobu Kocho itu kembali memeluk Mizu dengan sungai deras dipipi dan hidungnya membuat Mizu menggeplak kepala kakanya agar segera menjauh serta memberi pandangan jijik. Sedangkan respon sang ibu saat anak sulungnya meledek sang ayah adalah ber"Huaaa!" ria menambah kesan haru biru.

"Selain memperburuk keturunan, mama juga ditinggal kerja selama tiga minggu tanpa kabar! Hua!" tangis Tomioka Ryota memberitahu apa alasan mereka seperti ini.

"Seperti lagu ya Ma"

"Apa tuh?"

"Bang Toyib"

Dan kedua semakin mengeratkan pelukannya pada anak tak bersalah ̶ Mizu Tomioka ̶ yang entah kenapa selalu menjadi korban drama picisan seperti ini. Asal kalian tahu, yang terjadi tadi itu baru pemanasan saja karena setelahnya Anak-Ibu tersebut kompak meledek kepala keluarga Tomioka sepuasnya mereka.

Jadi sekarang tau kan, kenapa Mizu Tomioka merasa dirinya paling waras dirumah ini sekarang?

xxx

Setelah kurang lebih dua jam puas saling bersaut-sautan mengenai fakta-fakta yang dilebih-lebihkan dari Tomioka Giyuu tak lupa diomongkan dengan diksi yang penuh sarkasme, akhirnya Mizu bisa terbebas dari pelukan kedua pelaku yang sekarang malah asyik menonton televisi dengan hidung dan mata yang merah. Walau sudah terbebas dari 'kegilaan mendadak' ibu dan kakaknya, Mizu memiliki suatu hal yang harus dikerjakan untuk ketenangan hidupnya yaitu menghubungi orang yang menjadi biang keladi dramna picisan barusan, siapa lagi kalau bukan Tomioka Giyuu.

"Halo?" Mizu mendekatkan handphonenya ke telinga saat bunyi 'tutt' sudah tak ada. Tapi memang dasarnya si ayah yang irit-pelit-medit-koret kata jadi tak ada balasan disebrang sana. Mizu melanjutkan "Pa, tahu kan bagaimana kelakuan orang yang 'obatnya habis'?" Mizu bertanya dan Tomioka Giyuu menggangguk diseberang sana.

Sadar akan kebodohannya bahwa sang anak tak akan tahu responnya dengan anggukan, Tomioka Giyuu langsung berkata "Ya" dan putrinya melanjutkan "Tolong kabari mama kapan pulang. Untuk ketenangan hidup aku pa" penuturan singkat-jelas-padat Tomioka Mizu. Kemudian sambungan telepon dengan sepihak karena tugas mulia Tomika Mizu selesai.

Mizu Toimioka selalu punya tugas mulia untuk mengingatkan sang Ayah yang selalu lupa mengabarkan keluarga jika sedang bekerja.

.

.

Anak Ketiga : Kentaro Tomioka

Berbeda dengan kelahiran Ryota dan Mizu, kelahiran Kentaro Tomioka disambut dengan suasana yang agak.. suram?

Awalnya keadaan adem ayem, namun suasana mencekam timbul saat teman-teman Shinobu dan Giyuu datang coretmeyerangcoret menjenguk si jagoan yang baru lahir. Aura mencekam ini dikarenakan kakak ipar yang datang menjenguk ke rumah dengan yang mulut yang seenak jidat itu ̶ Sanemi ̶ memecah keheningan dengan berkata "Oh, jagoan kecil mau sama kakek Giyuu ya?" disaat Tomioka Kentaro menangis digendongannya dan jangan lupakan penekanan kata kakek.

Ya gimana gak dipanggil kakek kalau Kentaro lahir saat Giyuu berumur 47 tahun. Sedangkan Kocho ̶ Tomioka Shinobu usianya sudah 45 tahun sehingga harus dibantu operasi agar bisa bersalin dengan selamat. Walau usia Giyuu dan Shinobu belum termasuk tua banget, usia seangkatan Giyuu dan Shinobu harusnya bersiap untuk menggendong cucu, bukan anak. Oleh karena itu ̶

"Nih kakek Giyuu, cucunya" kata Sanemi sambil serah terima Tomioka Kentaro kepada coretkakekcoret ayahnya.

̶ mereka sering diledek kakek dan nenek dari Tomioka Kentaro. Walau sebenarnya yang diledek itu Giyuu saja.

"Aku datang mau lihat cucu Tomioka-san, nih" Obanai muncul didepan pintu kamar dengan Kanroji dibelakangnya.

Tapi dikarenakan Shinobu yang beberapa hari lalu baru selesai melahirkan sehingga membuat emosinya tak terkontrol dan gampang tersinggung dikarenakan hormaon yang belum stabil. Ledekan yang ditujukan pada Giyuu membuat wanita berumur 47 tahun tapi bak wanita umur 20an itu memunculkan perempatan siku dikeningnya. Dengan senyum seperti biasa, netra ungunya menatap Tomioka Giyuu "Gara-gara kamu sih! Kan aku udah bilang kalau aku gak bawa pil KB! Eh tetap nyosor aja" Shinobu meumpahkan emosinya membuat Sanemi, Kanae, Obanai dan Kanroji ̶ yang berada dalam ruangan ̶ menonton serial mini drama Tomioka Family dengan khidmat.

"Kamu juga nikmati kok. Buktinya ada Kentaro" Giyuu menjawab gak terima disalahkan sepihak.

"Malu Giyuu! Malu"

"Anak sendiri kenapa malu?"

"Malu udah tua masih aja produksi"

Disaat drama semakin memanas Uzui berdehem. "Ehm" Uzui Tengen yang menahan langkah didepan kamar menyita atensi. "Yang kita ledek cuma Tomioka-san aja kok Shinobu-san" Uzui menjelaskan membuat Sanemi dan Obanai ̶ pelaku peledekan Tomioka Giyuu ̶ mengganguk.

"Justru itu. Karena Giyuu gak tahu malu jadi aku yang malu!"

"Udah Om Uzui, gak usah dilerai. Adu bacot adalah jalan pernikahan mereka" Ryota Tomioka masuk ke medan tempur ̶ kamar Kentaro ̶ dengan membawa beberapa popok bayi.

Yah begitulah kehadiran jagoan terakhir Tomioka-Kocho bagai tamu tak diundang, mewarnai kehidupan Tomioka-Kocho dengan perdebatan soal kelahirannya tak jauh dari "Kamu sih nyosor aja. Udah tahu aku gak pake pil KB" dan "Kamu juga nikmati buktinya Kentaro lahir"

Tomioka Kentaro adalah anak yang lahir karena kebobolan.


Saya buat apa yaampun..

Semoga siapapun yang baca suka dan semoga diriku tak menelantarkan karya ini..

Maapkeun jika OOC dan garing. Jangan bosen ya jika diriku jadi sering nyampah di KnY.

Bersediakah untuk mereview?