Sudah lima tahun sejak Eijun lulus dari Seidou. Sudah lima tahun sejak Eijun melupakan bisbol untuk selamanya. Dan sudah lima tahun sejak ia menjadi... seorang pembunuh untuk membunuh seseorang.
Disinilah Eijun, memegang pistol untuk diarahkan kepada musuh dan bukan pemukul ataupun bola. Berlari melewati peluru, bukan berlari dari satu base ke base yang lainnya. Mengucapkan kata-kata hinaan dan bukan merupakan kata-kata penyemangat untuk tim.
Eijun memandangi para mayat yang berserakan di sekelilingnya. Bekerja sebagai pembunuh memang sangat buruk. Tubuh-tubuhnya sakit penuh luka, pikirannya dipenuhi dengan kutukan untuk para musuh, serta rasa marah yang diprovokasi oleh beberapa musuhnya.
Eijun mengambil handphone yang berada di sakunya untuk memerintahkan seseorang memindahkan mayat yang dibunuhnya. Dia ingin segera mandi kemudian tidur. Rasa lelah menjalar ditubuhnya karena kekacuan yang didapatkannya tadi.
Di kota Kabukicho dengan banyaknya yakuza dan pembunuh berkumpul menjadi satu. Kota yang penuh dengan bahaya. Dan inilah tempat Eijun sekarang.
Eijun menghela nafas memikirkan bagaimana awal mula dirinya menjadi seorang pembunuh dikota ini. Dirinya diculik ketika lulus dari Seidou dan dibawa kemari hanya untuk dijadikan bawahan. Eijun tak bisa menyalahkan bosnya untuk itu, karena alasan dia membawanya kesini adalah karena ingin membantunya dengan alasan bahwa ada banyak sekali yang mengincarnya.
Keluarga Sawamura, ya, Sawamura Eitoku meninggal pada saat dirinya masih berada ditahun kedua sekolah menengah. Awalnya Eijun hanya mengira bahwa kakeknya sudah terlalu tua, tapi setelah masuk kedalam dunia baru ini, ia berpikir bahwa ada yang tidak beres. Ia diberi tahu oleh bosnya, Sorazawa Kenzo, bahwa keluarga Sawamura merupakan salah satu keluarga yakuza yang ada di jepang. Menilai bahwa kakeknya berada di Nagano, dia pasti sedang melarikan diri dari situasi tersebut.
Eijun meringis ketika ia mengingat bagaimana dia adalah satu-satunya anggota Sawamura yang tersisa. Dirinya ialah yatim piatu sejak kecil. Setiap kali ia bertanya pada kakek kenapa orang tuanya bisa meninggal, ia pasti akan dijawab dengan "Tapi kau punya kakek yang selalu ada untukmu, bukan?" Dan Eijun berhenti untuk bertanya tentang itu.
Eijun berjalan disekitar kota untuk kembali ke apartemennya sebelum terdengarnya suara keras di gang di samping tempat Eijun berada. Eijun tak mau mengurusi masalah orang seperti ini. Tapi entah kenapa kakinya malah tak mengikuti apa kata hatinya dan langsung menuju ke ujung gang. Disana ia dapat melihat bahwa ada tiga orang yang bersama-sama memukuli pria tua yang sedang mabuk.
Eijun mulai berpikir apakah dirinya akan membantu atau tidak. Jika itu adalah dirinya yang dulu, ia sudah pasti akan memukuli para pengganggu itu meski luka memar akan ada nantinya. Tapi mengingat bahwa ini adalah kota yakuza dengan banyaknya mafia berkeliaran, pemandangan seperti ini pastinya sudah biasa, kan?
Eijun tersentak ketika tiba-tiba dirinya didorong oleh seseorang kedinding. Ia menggeliat dan menatap orang yang saat ini sedang membawa sebuah pisau yang disodorkan di lehernya. Eijun meneguk ludah ketika meradakan darah mulai mengalir dilehernya disertai dengan rasa sakit.
Eijun menatap orang itu. Orang itu memakai jubah serba hitam dengan topi hijau tua yang dipakainya diatas rambut berwarna biru tuanya. Dia sedikit lebih tinggi dengan otot yang lumayan untuk seorang pria dan memiliki mata biru muda yang tajam sedingin es.
"Hahaha...Akhirnya aku bertemu denganmu juga, Sawamura Eijun. Apa kau tahu berapa banyak hari yang telah kubuang hanya untuk mencarimu?" Suaranya berat, dan jika Eijun merasa bahwa dirinya seperti familiar dengan itu.
"Mau apa kau?" Tanya Eijun, sedikit menetralkan suaranya agar tak terdengar gemetar.
Namun pria itu hanya tertawa sebelum menyeringai. "Kau tahu, Eijun. Sekarang kau akan menjadi milikku selamanya."
Eijun gagal paham dengan pria ini. "Apa yang ka-" Sebelum Eijun bisa bertanya kepadanya, sebuah pisau sudah berada di dadanya, menusuknya. Eijun membelalakan matanya dan jatuh berlutut sebelum benar-benar pingsan ditempat.
Yang Eijun tahu bahwa dirinya melihat pria itu tertawa dengan keras sebelum ia menutup matanya.
"-Wamura! Sawamura! Sawamura!"
Eijun terbangun dengan keringat dan gemetar ditubuhnya bersamaan dengan sakit kepala yang hebat. Dengan terengah-engah, ia mengubah ke posisi duduk, mengamati sekelilingnya.
"Sawamura! Oi, kau baik-baik saja?"
Eijun tersentak mengetahui bahwa dirinya tidak sendirian disini. Dia menoleh dan mendapati Kuramochi yang berdiri dengan cemas.
Ia sangat merindukan teman-teman setimnya. Setelah ia dibawa ke Kabukicho, ia memutuskan hubungan dengan mereka. Eijun takut itu membuat mereka khawatir.
Melihat Kuramochi disampingnya, Eijun bisa merasakan bahwa dirinya merindukan tawa hyena dari Kuramochi.
"Ku-kuramochi senpai? Apa yang kau lakukan disini?" Eijun beertanya, karena seingatnya dirinya sedang berada di sebuah gang di kabukicho. Apakah Kuramochi ada disana dan datang menyelamatkannya?
Eijun menggelengkan kepalanya, tidak mungkin bahwa Kuramochi berada di Kabukicho karena dia juga mempunyai pertandingan liga pada saat itu. Lalu ini apa?
"Kau bicara apa, Bakamura. Kau pingsan karena berlari ketika hari sudah hujan." Kuramochi mendengus. "Kau membuat tim khawatir karena kau tidak bangun selama 3 hari, kau tahu?"
"Latihan ap-" Ucapan Eijun terpotong ketika dia menyadari bahwa dirinya berada di asrama Seidou. Tata letaknya masih sama seperti yang diingatnya. Kalau Eijun memperhatikan Kuramochi lebih teliti, Kuramochi memang tampak lebih muda dari terakhir ia melihatnya.
"Kuramochi-senpai, sekarang tanggal berapa?" Tanya Eijun memastikan.
"Ha?! Sekarang tanggal 8 Mei xxxx kenapa?"
'Are, 8 Mei. Apa aku berada di masa lalu? Apa aku di masa depan sudah mati?' Pikir Eijun dengan tangan bergetar.
"Oi, oi, Kau kenapa? Aku akan memanggil pelatih." Kuramochi dengan cepat berjalan menuju ke kantor meninggalkan Eijun yang sedang sibuk dengan pikirannya.
'Apa aku benar-benar dibunuh? Dan siap orang itu? Apakah dia saat ini akan mengincarku?' Eijun tersentak ketika mendapati tepukan di bahunya.
"-Wamura, kau baik-baik saja?" Kazuya bertanya dengaan khawatir. Setelah mendapat kabar bahwa Eijun sudah bangun ia merasa lega. Tapi mendapati Eijun yang gemetar seperti ini membuatnya khawatir. Kazuya sedang berada di kantor pelatih sebelum Kuramochi datang untuk menceritakan keadaan Eijun. Ia langsung datang bersama dengan pelatih kesini.
Eijun yang mendengar suara Kazuya segera menoleh. Dirinya merasa rindu dengan Kazuya. Eijun sebenarnya sangat mencintai Kazuya. Ketika Kazuya lulus, ia sering sekali berkunjung ke apartemennya. Dan ketika dirinya lulus, ia memutuskan semua hubungan dengan Kazuya. Bahkan rasa cinta ia lupakan untuk kegidupannya.
Eijun hanya mengangguk pelan sebelum tersenyum untuk menandakan bahwa ia baik-baik saja. Kazuya yang melihatnya merasa merasa sedikit lega.
"Ini akan menjadi peringatan untukmu karena telah berlari meskipun hari sedang hujan." Kata pelatih tegas.
Eijun terkekeh mendapati peringatan dari pelatih. Rasanya sudah lama ia dimarahi tanpa banyak luka ditubuhnya.
"Tenang, Bos. Sawamura Eijun ini berjanji untuk tidak berlatih terlalu keras." Kata Eijun menyakinkan.
Pelatih yang mendengarnya menganggukkan kepalanya sebelum pergi dari ruangan.
"Jadi Sawamura, aku akan mengambilkan makanan untukmu." Ucap Kuramochi dan pergi meninggalkan Eijun dan Kazuya disana.
Eijun hanya mengamati sekeliling ruangan dengan linglung. Ia sekarang kembali ke tahun keduanya. Berarti ini masa ketika Kazuya menjadi Kapten, kan? Dan seharusnya mereka saat ini sedang berlatih, kan?
"Tenang, latihan sekarang sedang diurus oleh Zono. Lebih baik kau khawatirkan keadaan dirimu dulu. Sebentar lagi akan ada pertandingan, lho." Kazuya yang tampaknya tahu apa yang dipikirkan Eijun, menjelaskan.
Eijun menganggukkan kepalanya sebelum berbaring kembali ketempat tidurnya. Sudah lama dia bisa tidur seperti ini. Biasanya, ia akan tidur dilantai atau disofa sebelum menjalankan misi yang lain.
Ia menutup mata dengan membayangkan rencana masa depan yang akan datang.
'Akan kah aku bisa mengubah masa depan itu? Bisakah aku menjauhkan kakek dari pembunuhan? Bisakah aku tetap berhubungan dengan semua orang disini?'
Bersambung...
Sampai jumpa di episode berikutnya!!!
