HEARTFILIA
DISCLAIMER HIROMASHIMA
FAIRY TAIL
DONT LIKE DONT READ
Namaku Lucy Heartfilia, saat ini umurku 21 tahun dan tinggal di kota Magnolia. Aku lahir dari keluarga bangsawan yang identik dengan aturan yang ketat. Sejak kecil aku selalu dituntut untuk bersikap seperti bangsawan Heartfilia, etika dan budaya selalu dijunjung tinggi. Keluarga Heartfilia terkenal akan cinta damai bahkan sejak zaman peperangan keluarga Heartfilia yang maju paling depan untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah. Namun di balik itu semua, keluarga kami tidak pernah rukun. Keluarga utama dan keluarga cabang sering bersitegang dikarenakan tekanan dari keluarga utama. Orang yang terlahir dari keluarga cabang sering dianggap sebagai pemain cadangan atau bisa dikatakan perlu hanya saat dibutuhkan saja. Ketika sudah tidak dibutuhkan maka keluarga cabang dibuang begitu saja. Semakin lama kondisi ini semakin parah, keluarga cabang mulai merencanakan kudeta dan mengambil alih kekuasaan keluarga utama. Bahkan lebih parahnya lagi terjadi penculikan dan penyiksaan yang dilakukan keluarga cabang, mereka menuntut untuk menyerahkan hak keluarga utama kepada mereka.
Sampai suatu ketika, terjadi serangan di rumah kami dan mengakibatkan 12 orang terluka dan 3 meninggal. Salah satunya adalah ibuku, usiaku saat itu baru genap 5 tahun dan belum memahami semua ini. Ayahku sejak saat itu menjadi pendiam dan penyendiri, ayahku memang berhasil menghentikan keluarga cabang bahkan mereka mau ikut bergabung kembali. Tapi ayahku telat menyelamatkan ibuku sehingga ia terus menyalahkan dirinya dan menyendiri di dalam ruangannya. Aku sangat terpukul dengan kepergian ibuku tapi ternyata ayahku lebih parah, sehingga pimpinan keluarga diambil alih oleh keluarga cabang Eusclife. Keluarga Eusclife lah yang paling dekat dan dipercaya karena sejak dulu mereka selalu patuh pada keluarga utama.
Skip time
Cuaca hari ini cerah sepertinya bakal masuk musim semi, aku merasa bosan mengikuti kelas. Setelah selesai mata kuliah yang diberikan dosen, aku segera beranjak pulang. Yah hari ini tidak ada mata kuliah lagi, jadi aku bebas seharian. Ah jika kalian berfikir aku hidup di zaman kuda dan pedang kalian salah besar, karena saat ini aku hidup di zaman teknologi serba canggih. Namun yang beda adalah sihir yang ternyata masih ada. Aku awalnya tidak percaya, tapi itulah kenyataannya, sihir masih melekat di kehidupan kami. Tunggu sebentar, aku merasa seperti ada seseorang yang selalu membuntutiku, apakah dia penguntit? Awas saja akan ku beri pelajaran.
Lucy POV end
Seorang lelaki tengah mengendap-ngendap mengikuti seorang gadis bersurai blonde, sikapnya sedkit mencurigakan. Gang itu sepi dan tidak banyak yang lewat, sehingga menjadi area yang berbahaya jika di lewati sendirian. Tiba lelaki itu kehilangan jejak targetnya, bagaimana bisa dia hilang secepat itu? Ini akibat dia terlalu sibuk dengan pikirannya. Setelah puas menyalahkan kebodohannya dia memutuskan untuk pulang.
"Pulang sajalah, lagian dia sudah dekat rumahnya"
"Siapa yang sudah dekat rumah, Natsu?" Lelaki itu yang ternyata bernama Natsu Dragneel sontak terkejut mendengar suara dibelakangnya.
"woaahhh, mengagetkan saja" Rupanya ucapan itu sedikit menyinggung lawan bicaranya.
"Apa maksudmu mengagetkan? Kau pikir aku hantu?" Seorang gadis bersurai blonde yang diikutinya tadi kini berada di hadapannya.
"Heheheh, ketahuan ya" nyengir Natsu nggak nyambung.
"huffft, Natsu kenapa sih kau selalu mengikutiku?" Kali ini Lucy merasa tidak punya privasi karena Natsu.
"Yah, Cuma mau aja. Aku gak bakal ngapa-ngapain kok"
"Mana ada yang percaya sama omonganmu, dasar mesum." Lucy memijit kepalanya yang terasa pening.
"Dengar Natsu, kalau kau selalu mengikutiku, aku bakal membencimu dan akan aku adukan kekeluargaku agar mengusirmu dari sini" Lucy sudah sampai pada batas kesabarannya. Lelaki ini salalu saja membuat Lucy kesal.
"Yah, aku hanya memastikanmu kalau kau tidak kenapa-kenapa." Lucy mencoba mencari kebenaran dari kalimat Natsu. Namun rasanya ia masih belum percaya karena gengsi yang tinggi.
"Kau lihatkan, tidak terjadi apa-apa padaku. Jangan sok perhatian padaku. Aku tidak butuh" Lucy menegang dan memuncak emosinya. Sedangkan Natsu hanya memandang lurus Lucy tanpa berkata apapun.
"Jangan pernah mencoba dekat padaku. Dan jangan sok kenal" Lucy pun pergi meninggalkan Natsu yang diam seribu bahasa.
"hemm, hati hati Lucy" Natsu mengucapkannya dengan keras sambil menampilkan grins khasnya namun sepertinya Lucy sudah tidak mendengarnya karena sudah menjauh.
Kota Magnolia
Di pusat kota berdiri sebuah bangunan megah yang berlambang peri dan bertuliskan Fairy Tail, bangunan tersebut sekilas mirip sebuah bar tapi berukuran besar kemudian di lantai 2 terdapat beberapa kamar tidur yang berfungsi sebagai tempat penginapan. Namun dibalik kemegahan bangunan tersebut sangat berbanding terbalik dengan penghuninya. Mereka sedang berpesta, ada yang sedang meneguk tong sake? Ada yang telanjang bulat, hah telanjang bulat? Ada yang selalu menyebut pria, entahlah itu disebut pesta atau kekacauan, sungguh aneh. Tiba-tiba pintu terbuka keras dan semua yang ada di dalam pandangannya tertuju pada pelaku penendang pintu.
"Yoo, minna" Seseorang dari balik pintu sedang menampilkan grins khasnya.
"woy Flame head, kalau masuk yang benar dikit dong" Seseorang bertelanjang dada memprotes Natsu.
"Heh, Ice princess kau ngajak ribut hah?" Natsu tiba-tiba menyerang gray dan terjadilah perkelahian bodoh diantara friend-nemy nya itu. Namun kemudian mereka berdua terhenti karena tanpa sengaja Natsu melempar boxer Gray ke piring cakenya cewek surai merah.
"Konoyaro" Geramnya dan segera menghajar dua cecunguk tadi.
"hahhh, masih ingin berkelahi?" Ucapnya menyilangkan dada.
"Ayee" Ucap dua friendnemy yang sudah bonyok sambil berpelukan.
"Yare-yare, mereka selalu bersemangat ya" Ucap seorang surai silver
"Itu baru lelaki, Natsuu" Seorang pria kekar bersurai perak berteriak gaje.
"Miraa, aku lapar" tiba-tiba Natsu membuyarkan lamunan surai perak itu.
"Hai, tunggu sebentar" Mirajane Strause kemudian kedalam membuatkan makanan untuk Natsu.
"Natsu, apa yang kau lakukan seharian ini, apakah kau sudah melakukan tugasmu dengan baik?" Makarov Dreyar tiba-tiba muncul dari belakang.
"Jiji, kau muncul tiba-tiba, Mengagetkanku saja. Dasar jiji cebol" Sesaat angin berhembus dan menghempaskan surai salmon ke dinding. Malang nian nasibmu Natsu.
"Dasar gak ada akhlak" kesalnya.
"Sabar Master, Natsu memang seperti itu" Mira kembali dari dalam dengan membawa nampan berisi makanan dan kemudian mendekati master untuk menyabarkan Makarov.
"Huaaa, aku mah celalu cabal kok, Mira chwann" Makarov mode love love.
"hentai, echhi" sungut anggota guild yang lain.
Ah ya, Fairy tail adalah serikat penyihir atau guild yang bertugas sebagai tim keamanan kota dan kerjanya mendamping setiap polisi ketika ada kasus berbau sihir.
"Jiji, kita dapat panggilan dari pihak penyidik terkait kasus pembunuhan dua hari yang lalu." Erza Scarlet datang dengan membawa piring cakenya.
"Baiklah, Erza, Gray dan Natsu kalian ku beri misi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan ini. Segera persiapkan diri kalian" Titah Master.
"Yokai" Jawab mereka bertiga serentak.
"Ah, Natsu. Untuk misimu sebelumnya, biar aku yang menanganinya." Lanjut Makarov
"Baiklah jiji, tolong jaga Lucy baik-baik" Kemudian mereka berempat pun berangkat menjalankan misi.
TBC
Adakah yang berminat untuk chap selanjutnya?
Mohon vote dan coment nya.
DLDR
