You're Mine
Disclaimer : Tadatoshi Fujimaki
Story By : YuuRein
Rate : M
(Re-upload)
.
.
Chapter 1
.
.
Hari ini adalah hari pertama seorang Kuroko Tetsuya menginjakkan kakinya di bangku SMU. Senang, itulah yang dirasakan Kuroko. Karena dia bisa masuk sekolah SMU Teiko, SMU swasta favorit. Meski tak semua siswa-siswi di kelasnya dia kenal, tapi Kuroko punya seseorang yang dia kenal saat upacara penerimaan siswa baru. Namanya Midorima Sintarou. Kuroko mengenalnya secara kebetulan saat bertemu, dan sedikit ada kecelakaan kecil.
Waktu itu, saat datang ke upacara penerimaan siswa baru, ia menabrak seseorang. Tidak, lebih tepatnya tertabrak. Cowok jakung berkacamata itu tak melihat Kuroko di depannya karena terburu-buru. Ah, mungkin perbedaan tinggi badan yang membuat cowok bersurai blue sky itu tak terlihat. Saat menabrak Kuroko, mereka berdua terjatuh. Saat Kuroko akan meminta maaf, cowok bersurai hijau itu sibuk mencari sesuatu di sekitarnya. Awalnya, Kuroko sedikit bingung melihat pemuda di depannya. Saat melihat kacamata yang ada di sampingnya, ia menanyakan pemuda yang ada di depannya.
Flash back
"Ano… apa kau mencari kacamata?" sambil menjulurkan kacamata ke arah pemuda di depannya.
Cowok tersebut diam. Sambil memicingkan matanya ia mengambil kacamatanya yang ada di tangan Kuroko, dan mengucapkan terima kasih. Di situlah mereka mulai berkenalan, dan ternyata mereka sekelas.
"Selamat pagi Midorima-kun."
"Se-se-selamat pagi. Tidakkah kau bisa muncul secara biasa, Kuroko?" kaget Midorima yang melihat Kuroko tiba-tiba ada di sampingnya, sambil menaikkan letak kacamatanya yang sedikit melorot.
"Aku datang secara biasa Midorima-kun. Aku datang lewat pintu kelas dan berjalan kemari seperti biasa." Jawab Kuroko datar.
"Tapi hawa keberadaanmu tipis sekali, sampai aku tak menyadarinnya, nodayo."
"Begitu kah Midorima-kun. Maaf."
"Kau tak perlu minta maaf. Cepat duduk, sebentar lagi wali kelas kita datang, nanodayo."
"Ya."
_oo0oo_
Bel istirahat siang akhirnya berbunyi, guru mereka pun ikut mengakhiri pelajarannya.
"Kuroko, apa kau mau makan siang bersamaku? Ma-maksudku, dari pada sendirian mau ikut makan siang bersamaku dan teman-temanku?" Tanya Midorima sambil menghampiri meja Kuroko yang ada di depannya.
"Ya, Midorima-kun."
Mereka berdua pun pergi ke atap gedung sekolah untuk makan siang di sana. Midorima juga sudah janji pada temannya untuk bertemu disana. Saat sampai di atap, Kuroko melihat dua cowok yang sudah duduk di dekat tralis pembatas pagar. Cowok bersurai ungu dan merah. Mereka berdua pun ikut bergabung dengan kedua cowok tersebut.
"Midorima, kau lama."
"Maaf Akashi, aku mampir ke kantin dulu untuk beli roti."
"Mido-chin siapa itu yang bersamamu?"
"Dia teman sekelas, namanya Kuroko Tetsuya. Kuroko, yang berambut merah itu Akashi Seijuurou dan yang berambut ungu itu Murasakibara Atsushi."
"Midorima, bisakah kau memperkenalkan kita dengan cara biasa." Ucap Akashi datar.
"Aku memperkenalkan kalian dengan cara biasa, nodayo." Sahut Midorima cuek.
"Salam kenal Akashi-kun, Murasakibara-kun." Kata Kuroko sambil sedikit membungkuk.
"Kau tak perlu formal seperti itu Kuroko, kemarilah." Sahut Akashi sambil menepuk lantai di sebelahnya.
Kuroko berjalan ke arah Akashi dan duduk di sebelahnya. Sedangkan Midorima sudah duduk di depan Murasakibara dan Akashi.
"Oi Murasakibara, itu rotiku, nodayo."
"Ayolah Mido-chin, aku cuma minta satu…"
"Kau sudah menghabiskan snack satu kresek tapi masih mau tambah, nodayo?!"
"Aku masih lapar…"
"Kalau lapar jangan beli snack tapi beli roti atau nasi!"
"Makanya itu aku mau makan roti ini."
"Aku lapar, nanodayo." Kata Midorima lagi sambil mengambil roti yang siap jadi santapan Murasakibara.
"Murasakibara-kun, ini kau bisa makan roti punyaku."
"Apa kau bilang Kuroko, lalu kau mau makan apa?"
"Aku beli dua Midorima-kun. Jadi Murasakibara-kun, ini kau boleh ambil." Kata Kuroko yang sudah ada di depan Murasakibara.
"Boleh Koro-chin?" Tanya Murasakibara sedikit tidak enak, meski matanya sudah berbinar-binar.
"Ya."
"Memangnya kau kenyang cuma dengan satu roti?" Tanya Akashi.
"Biasanya aku cuma makan satu roti, ini tak sengaja beli dua."
Akashi mengangkat sebelah alisnya heran, pernyataan yang ketahuan bohongnya. "Kalau begitu kau boleh coba ini." Sambil menyodorkan bekal makanannya.
Midorima dan Murasakibara dibuat terkejut oleh tawaran Akashi. Pasalnya, Akashi tak pernah menawarkan bekal makanannya. Tidak, sebenarnya pernah. Hanya saja Akashi dibuat kapok oleh mereka. Saat menawari Murasakibara, bekal itu ludes dalam sekejap mata dan terpaksa dia harus pergi ke kantin untuk mengisi perutnya. Sedangkan, saat Akashi menawarkan bekal makannya pada Midorima, awalnya cowok berkacamata itu hanya bilang cuma mencicipi, tapi malah keterusan sampai menghabiskan setengah bekal makanannya. Mulai dari situ, Akashi menyelamatkan bekalnya supaya tidak dieksploitasi oleh dua temannya.
Kuroko pun mencicipi bekal milik Akashi. "Ini… enak Akashi-kun."
"Benarkah, apa kau suka?"
"Hum. Apa ibu Akashi yang membuatkan bekalnya?"
"Tidak, aku yang membuatnya sendiri. Aku tinggal sendiri."
"Eh,…"
"Orang tuaku ada di Kyoto. Ayahku bekerja di sana, dan ibuku menemaninya."
"Hm… begitu."
"Kalau kau suka kau boleh ambil lagi makanannya Kuroko."
Apa?! Kenapa kau hanya menawari Kuro-chin/ Kuroko..! batin Murasakibara dan Midorima berteriak.
"Tidak Akashi-kun, kau lanjutkan makannya. Aku makan rotiku saja."
"Kuroko, ternyata kau berbeda dari dua makhluk yang ada di sini." Sambil melirik dua cowok di samping Kuroko dan di depannya. Akashi pun melanjutkan makan siangnya.
"Eh?" sahut Kuroko bingung.
"Ano… sejak kapan kalian kenal?" lanjut Kuroko mulai mengajak mereka mengobrol.
"Kami teman dari SMP." Sahut Midorima yang masih melirik bekal Akashi.
Akashi yang tahu, malah pura-pura tak melihat sambil makan pelan-pelan mengiming-iming, mengisyaratkan kalau bekalnya sangat enak. Midorima menelan ludahnya dengan susah payah. Ya, Akashi sangat pandai memasak. Mungkin karena hidup sendiri, jadi mau tak mau dia harus memasak makanannya sendiri. Dan dua orang temannya itu tahu kalau masakannya enak. Karena itu juga mereka sering berkunjung ke rumahnya. Bilangnya mau belajar bersama, tapi Akashi tahu kalau dua orang temannya tak hanya belajar bersama tapi numpang makan juga. Obrolan ringan pun menemani makan siang mereka berempat. Akashi dan Murasakibara sangat ramah pada Kuroko, jadi Kuroko dibuatnya nyaman oleh mereka.
_oo0oo_
Bel tanda berakhirnya pelajaran pun berbunyi. Saatnya para siswa dan siswi SMU Teiko untuk pulang. Begitu juga dengan Kuroko. Tidak seperti ketiga teman barunya yang ikut kegiatan sepulang sekolah. Akashi bergabung dengan anggota OSIS, Midorima ikut klub panahan, sedangkan Murasakibara ikut klub basket. Meski sempat ditawari oleh mereka untuk masuk ke klub yang mereka masuki, tetap saja Kuroko harus berpikir dua kali. Untuk OSIS, Kuroko tak berminat ikut menjadi anggota OSIS yang menurutnya super sibuk. Untuk klub panahan, Kuroko tak yakin bisa melakukannya, meski Midorima mencoba membujuknya agar mencobanya dulu baru memutuskan. Untuk basket, Kuroko sedikit tertarik tapi mengingat fisiknya yang sangat lemah, dia jadi ragu untuk ikut. Kuroko beranjak dari bangkunya dan berniat langsung pulang. Tapi sebelum itu, ia pergi ke toilet dulu sebelum pulang. Saat masuk ke toilet cowok, langkahnya terhenti.
"Mmmnn… nnnhh… ammnn…!"
Terdengar suara desahan dari dua orang lelaki yang saling berciuman. Tepat di depan mata Kuroko, mereka berciuman dengan sangat panas. Dua orang yang salah satu berkulit tan bersurai dark blue dengan rakusnya mencium cowok yang di rangkulnya. Lawannya, cowok bersurai pirang menyambutnya dengan antusias. Merasa diperhatikan, cowok pirang tersebut melirikkan mata madunya ke arah orang yang berani mengganggu kesenangan mereka. Cowok berkulit tan itu pun melepas ciumannya dengan terpaksa.
"Lihat apa kau brengsek!"
_Bersambung_
