Intro
.
.
.
.
"Bagaimana dengan dia, Sai?" Naruto bertanya, tungkai kaki panjangnya berjalan mendekat kearah kaca besar yang terpasang diruangannya, menjangkau siluet kota kedalam netranya hanya dengan berdiri ditempat itu. Ruangan tertinggi di perusahaannya, dan hanya dicipta untuk Namikaze tunggal tersebut.
Sai terdiam sejenak, berfikir sekiranya jawaban apa yang pas untuk menjabarkan bagaimana usahanya terdengar sia - sia. "Dia menolak, presdir."
Naruto tertawa sinis, "Kau tahu Sai, aku benci kegagalan."
Sai terdiam sekali lagi, tak paham mengenai tutur kata yang pas ketika menghadapi sosok Naruto yang ambisius melebihi siapapun. "Maafkan saya, presdir." Katanya penuh penyesalan.
Naruto berbalik, menghadap kearah kaki tangan yang bekerja dibawah kuasanya. Menatap remeh pada Sai yang menunduk dalam sebagai bentuk kegagalannya. Inilah sosok Naruto yang sesungguhnya, suka mengendalikan sesuatu dan tidak dikendali sesuatu.
"Bukan salahmu." Tutur Naruto penuh ketenangan. "Tapi kusarankan kali ini harus berhasil." Seringai licik tersemat dibibirnya.
Sai mengangguk patuh, sirine dikepalanya seolah memberitahu ia harus siaga ketika Naruto sudah mulai bertraformasi menjadi sosok iblis.
"Kalau tidak..."
"Baik, presdir." Sai menyela dengan cepat. Tahu kearah mana Naruto membawa perbincangan berbahaya ini.
Naruto terkekeh pelan, kembali menyerukan olokan lewat derai tawa yang berkumandang ketelinga Sai. "Aku tahu kau lebih paham dari yang seharusnya."
Naruto melirik Sai sekilas lalu mengisyaratkan lelaki itu untuk keluar.
Menyisakan Naruto dengan segudang pemikirannya yang kelewat berkelit hanya karena sebuah keinginan yang belum teraih. Yah, setidaknya belum. Naruto tak akan melewatkan apapun yang menarik matanya. Tak satupun, termasuk dia.
Sosok yang membawa Naruto menjadi pendosa besar hanya karena menyembunyikan rahasia kelam. Sebuah rahasia yang akan tetap jadi rahasia meski Naruto berniat berbagi. Dia akan selalu menjadi bagian dari Naruto, mengisi kekosongan dilorong hatinya meski diingkari jutaan kali.
Dia; yang terus berlari dari takdirnya; yang membakar Namikaze Naruto hingga hangus menjadi debu. Yang masih akan tertahan dan belum sempat di jangkau. Dia; Hyuga Hinata. Satu nama yang akan menjawab bagaimana hancurnya Naruto hanya karena sosok itu.
.
.
.
.
tbc...
