.
PLAK!
Aku merasakan pipiku memanas. Sebuah tamparan telak menghantam sisi kanan wajahku. Aku memegangi pipiku yang berdenyut menyakitkan itu seraya memandang nanar seseorang yang menamparku.
Dia bahkan tak memberiku kesempatan untuk mengatakan sesuatu. Selain dengan kasar menjambak rambutku. Menariknya kuat sampai kuyakin beberapa helai rambutku terlepas. Kini bibirnya tepat berada di depan telingaku. Bisa kurasakan kebencian dalam nada suaranya saat dia berbisik serak di telingaku.
"Bukankah sudah ku bilang untuk tidak mendekati suamiku, Jalang!"
"Ka-karin… I-ini tidak se-sepeti yang kau kira. Ka-kami ti-tidak—Arrghh!"
Jambakan tersebut semakin menguat hingga kurasa sanggup menarik lepas semua rambut dari kepalaku.
"Tidak seperti yang ku kira apa, hem? Lalu apa arti liontin ini?! Sasuke kan yang memberikannya padamu! Jawab! Jelas – jelas kau merayu suamiku, bitch!"
Tanpa ampun Karin menyentak keras cengkeramannya. Membuatku tersungkur jatuh sesudah menabrak meja di belakangku.
Sakit. Bukan sakit memar pada punggungku akibat tabrakan tadi yang aku khawatirkan. Sesuatu yang lebih darurat terjadi. Oh tidak! Hatiku mencelos.
Perutku sakit. Teramat sakit.
Ku mohon tolong aku, Karin…. Aku mengiba. Sambil memegang erat perutku yang kesakitan, Aku mendongak mencoba meraih simpati dari orang yang menjulang di depanku ini. Nihil. Hanya tatapan dingin yang aku dapatkan darinya.
Tuhan, kumohon…. Apapun selain perutku, kumohon….
BRAK!
Seseorang menjeblak pintu keras. Mata orang itu membola di depannya.
"Sa-sasuke," gagap Karin. Sepertinya dia tidak mengira Sasuke akan datang kesini.
Sasuke tak menghiraukan panggilan terbata Karin. Dia memilih bergegas menghampiriku.
"Sa-sakura, ka-kau baik – baik saja?" Tanyanya.
Bisa kulihat tangannya sedikit bergetar saat menyentuh pundakku.
"Sa-sakit…. Pe-perutku sakit, Sasuke. To-tolong—"
Tanpa perlu menunggu kelanjutan kalimatku, Sasuke segera mengangkat dan menggendongku. Namun sebelum kami berjalan lebih jauh keluar ruangan sebuah tangan menahannya.
"Lepas, Karin" desis Sasuke tanpa menoleh ke arah Karin yang mencengkeram lengannya.
Karin tak menyerah. Matanya terus mengejar manik Sasuke. Sasuke mengalah. Sudut Onyx-nya menatap Ruby Karin tajam.
"Aku harus segera membawa Sakura ke Rumah Sakit, Karin,"
Dan dengan kalimat dingin itu Karin merenggangkan genggamannya. Membiarkan Sasuke menyentak tangannya dan berlalu pergi.
Bisa kulihat dari balik bahu Sasuke. Karin yang terpaku di belakang kami. Ruby itu sedang memandang kami dengan kesenduan yang nyata. Terlalu nyata hingga aku pun serasa bisa ikut merasakan rasa sakit itu.
Tapi maaf...
Maaf Karin…. Aku juga tidak berdaya. Ini semua demi sesuatu yang berdetak berjuang untuk hidup di dalam perutku.
Sang pewaris Uchiha….
.
.
.
Sebuah prolog...
Illogically Loving
.
Disclaimer :
Naruto belongs to Masashi Kishimoto-sensei ever after
Starring:Uzumaki Karin, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura
also Hyuuga Hinata, Namikaze Naruto
.
Warning: AU, Typos, SasuKarin Slight SasuSaku
.
.
.
A/N:
Hallo hai :D
saya hadir dengan fic baru karena lagi WB di fic Heartbeat hehe ( maaf Hinata-hime sepertinya saya harus menduakanmu sebentar. Penokohanmu yang kubuat di Heartbeat dikecam banyak orang sih. Itulah yang membuat saya WB #duak #dijyuken xp )
walau saya adalah author Hinata-centric tapi kali ini saya hadir dengan main pairing SasuKarin :D
salahkan saja 'PUTIH'nya milik memoriyana-san yang keren abis dan begitu memukau saya hingga ikut2an ngefans SasuKarin hehe :D
meski begitu, karena saya ini hinata-centric jd kedepannya ceritanya akan banyak menggunakan sudut pandang Hinata, meski tidak sebagai peran utama.
And well, Karena seperti yang sudah saya bilang fic ini main pairingnya SasuKarin, jadi jangan terkecoh dengan PoV prolog diatas yang menggunakan sudut pandang Sakura. Semata2 hanya untuk kebutuhan cerita.
Sakura juga salah satu peran utama. dia baik kok tidak jahat. Namun maaf pairing SasuSaku hanya slight disini. Jadi bagi fans2 SasuSaku akut yang tidak bisa menolerir crackpair nggak usah dilanjut ke chap 1 juga gak apa2. hehe
Chap 1 sudah 80% jadi besok atau lusa akan saya update... hehe, jadi tunggu dengan sabar yaaa? ;)
.
.
. Oh ya, penulisan judul Illogically Loving sudah sesuai grammar belum ya? haha, RIP grammar XP
maksud saya itu mencintai tanpa logika, haha...
reader yang tahu boleh kok membetulkan hehe,
Last, hope you enjoyed... Keep ready... Stay tune for the next chap some momment later...
hoho,
.
.
.
hikarishe,
23.2.2016
.
