Love Scenario

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

RnR!

Happy Reading!^^

Mereka menyebutnya sebagai Cinta Palsu.

Demi popularitas yang akan didapat Park Chanyeol rela bermain Cinta Palsu dengan pasangan yang sudah dipilihkan oleh Agensi. Ya. Park Chanyeol seorang Aktor pendatang baru yang sedang naik daun setelah menjadi pemeran kedua di dalam drama Lie to me.

Seharusnya pihak agensi tidak perlu repot-repot mendongkrak popularitas Chanyeol. Karena tanpa mereka sadari Chanyeol sudah memiliki tempat di dalam dunia entertainment. Tapi mereka akan tetap melakukan itu demi membuat nama Park Chanyeol melambung lebih tinggi lagi.

"Kau pasti tidak percaya, Yeol." Seru Jongin. Tangannya masih sibuk mengetik membalas pesan masuk dari kekasihnya.

"Yap. Aku memang tidak mempercayaimu. Hyung." Sahut Chanyeol.

Lelaki dengan suara baritone itu menyahut acuh. Kedua jempol tangannya sibuk memencet-mencet layar smartphonenya. Desahannya keluar karena hero yang dia pakai mati. Chanyeol sibuk bermain mobile legend, game yang sedang booming di korea selatan. Anak kecil, muda, hingga orang tua mereka sedang terkena virus mobile legend termasuk Chanyeol.

"Ini semua karena kau Hyung." Chanyeol mengerang kesal. Jongin mendesah karena Chanyeol selalu menyalahkan dirinya ketika ia kalah dalam permainan bodoh itu.

"Lihat aku kalah." Ucap Chanyeol.

Chanyeol melempar ponsel ke arah jongin. Tentu dengan senang hati Kim Jongin selaku manajer Park Chanyeol akan menangkap ponsel yang Chanyeol lempar tadi. Setidaknya Jongin berhasil memecah konsentrasi Chanyeol dalam bermain game.

"Byun Baekhyun yang akan menjadi pasanganmu." Jongin berdiam menunggu reaksi dari Chanyeol. Lelaki berkulit tan tapi masih terlihat tampan dan menawan itu menaruh ponsel milik chanyeol dan miliknya di atas meja. Jongin melemparkan tatapan bingung karena Chanyeol belum memberikan reaksi apapun bahkan penolakan saja tidak ada, dia hanya sedang diam.

"Kau menolaknya? Kau serius?" Jongin melemparkan pertanyaan lagi.

Park Chanyeol masih terdiam.

Tidak ada yang tahu kalau Park Chanyeol seorang penggemar berat dari Aktris cantik Byun Baekhyun. Jongin bilang yang akan menjadi pasangan palsunya adalah seorang Byun Baekhyun wanita bertubuh kecil dengan mata yang indah. Chanyeol merasa ini sebuah mimpi yang indah. Baru mendengar namanya saja sudah menjadi mimpi yang indah apalagi jika mereka sudah bertemu? Chanyeol rasa tidak ingin bangun dari tidurnya.

"Byun Baekhyun" Chanyeol mengangkat kedua alisnya. Sepertinya Chanyeol sedang menimbang-nimbang akan menolaknya. Eit, tapi itu semua hanya akting untuk menutupi rasa gugupnya.

"Iya. Byun Baekhyun." Seru Jongin. Tangannya meraih ponsel miliknya ketika jongin melihat ada pesan masuk dari kekasihnya.

"Kau mau atau tidak Yeol. Aku butuh jawaban cepat darimu. Kau bahkan sudah menolak beberapa artis cantik dan sekarang kau mau menolak Baekhyun. Kau yakin akan menolaknya?"

Ya.

Chanyeol sudah menolak beberapa artis seperti Choi Sulli, Bae Suzy, dan Jung Krystal yang sempat menjadi kekasih dari manajernya Kim Jongin. Tapi bagaimana mungkin Chanyeol bisa menolak kalau yang dipasangkan dengannya adalah artis idolanya Byun Baekhyun.

"Ya sudah kalau tidak boleh menolaknya lagi. Dan kurasa Byun Baekhyun tidak terlalu buruk." Sahut Chanyeol. Chanyeol berusaha setengah mati tidak terlihat gugup di depan jongin.

"Whoa, ternyata kau memiliki selera yang tinggi ya Yeol." Ucap Jongin diiringi dengan kekehannya yang terdengar garing.

"Tentu." seru Chanyeol acuh.

"Hanya untuk mendongkrak popularitas dirimu saja kau bahkan memilih pasangan yang terbaik. Kau tau Baekhyun memiliki citra yang baik, bahkan dia tidak pernah terlibat skandal dengan aktor manapun. Dispatch saja sudah pernah membuntutinya tapi mereka tidak mendapatkan apapun dari Byun Baekhyun. Kau tahu Yeol, yang mereka dapatkan hanya gambar Byun Baekhyun yang sedang melukis di tengah-tengah taman."

"Kau harusnya lebih tahu hyung, aku sama sekali tidak tertarik dan tidak ingin tahu tentang Byun Baekhyun itu saja"

Sekarang ini Chanyeol sibuk menetralkan degup jantungnya, selain itu Chanyeol juga sibuk mengontrol senyumannya yang sedari tadi ingin terus lelaki itu pasang di wajahnya. Chanyeol tidak dapat membohongi dirinya sendiri begitu juga jongin yang sudah mengetahui kalau Chanyeol merasa sangat senang ketika dirinya memberitahu bahwa Baekhyun Lah yang akan menjadi pasangan palsunya Chanyeol.

"Kalau begitu kita harus cepat bertemu dengan sajangnim agar beliau tidak lagi mengganti nama artis yang akan dipasangkan denganmu." Jongin tersenyum simpul. Lelaki itu segera menyeret Chanyeol dari zona nyamannya saat ini.

.

.

Mereka berdua sudah berada di dalam gedung agensi. Saat ini Jongin sedang sibuk menggoda sekretaris Do Kyungsoo sedangkan Park Chanyeol lebih memilih menenggelamkan pikirannya yang sedang melambung tinggi. Apalagi yang sedang Chanyeol kerjakan jika bukan sedang bermain mobile legend maka menghayal bukanlah sesuatu yang berdampak buruk baginya. Chanyeol sedang menghayalkan pertemuannya nanti dengan Byun Baekhyun. Dia sedang memikirkan apakah dirinya akan terlihat bodoh di mata Baekhyun saat pertemuan nanti. Semua itu masih menjadi rahasia milik Tuhan.

Jongin mendekatkan wajahnya pada telinga Kyungsoo. Mereka berdua ternyata asyik membicarakan Park Chanyeol. "Kau benar sayang, lihat sih Angkuh itu bisa terlihat sebodoh itu." Bisik Jongin sambil terkekeh pelan.

"Hei tuan. Biarpun dia Angkuh dan Sombong menurutku wajar-wajar saja, karena dia itu tampan. Tidak seperti kau hitam dan playboy." Mati kau Kim Jongin kekasihnya sendiri saja sudah berani membela Park Chanyeol.

Jongin menggeram kesal. Bagaimana tidak kesal kalau pujaan hatinya sedang membela Park Chanyeol. Si Bodoh yang angkuh dan sombong itu ternyata memiliki banyak penggemar yang rela membela dirinya termasuk Kyungsoo. Jongin tidak tahu kalau Kyungsoo itu penggemar beratnya Park Chanyeol. Mungkin karena Jongin terlalu sibuk bekerja kesana-kemari menemani Park Chanyeol hingga dia tidak bisa memperhatikan dengan benar tentang orang yang berada di sekelilingnya.

"Apa sajangnim ada?" Tanya Jongin mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Jongin malas mendengar Kyungsoo membela Park Chanyeol terus menerus.

"Tentu. Sajangnim sudah menunggu kedatangan Park Chanyeol keruangannya sejak kemarin." Sahut Kyungsoo. Mata gadis itu tidak bisa melepaskan pandangannya dari sosok Park Chanyeol. Ia merasa kagum dengan postur tubuh Chanyeol yang pas dilihat.

"Oh kalau begitu aku masuk dulu." Seru Jongin. Wajahnya berubah menjadi lesu, ya jongin tahu dirinya bukan siapa-siapa jika berhadapan dengan Park Chanyeol. Walaupun mereka pacaran, Jongin akui dirinya cemburu jika Kyungsoo terus menerus menatap Chanyeol dengan tatapan penuh kekaguman seperti itu.

"Hei, Yeol. Cepat kemari" teriakan Jongin memecahkan khayalan Chanyeol tentang Byun Baekhyun.

"Hn."

Chanyeol dan Jongin sudah duduk berhadapan dengan Sajangnim. Wajah tua itu seolah mengejek Park Chanyeol yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan mereka tanpa ada penolakan sedikitpun yang biasanya Chanyeol keluarkan dari mulutnya. Umpatan-umpatan kecil yang Chanyeol ucapkan biasanya akan terdengar ketika Chanyeol tidak menyetujui tindakan manajer dan Sajangnimnya tapi kali ini berbeda menurutnya mendengarkan dan menerima rencana yang sudah diatur oleh beliau itu lebih baik daripada harus merubah dan mendiskusikannya membuat Chanyeol akan tertahan lebih lama lagi di ruangan yang seperti neraka ini.

"Jongin kau sudah mendidik laki-laki brengsek ini dengan benar. Lihat sekarang saja dia hanya diam dan menerima rencana kita dengan baik." Kata sajangnim yang mempunyai nama asli Kwon Jiyong.

Jongin hanya terkekeh pelan. Aneh memang jika Chanyeol berdiam diri seperti ini. Jongin sendiri tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang Jongin tahu tentu diamnya seorang Park Chanyeol karena Byun Baekhyun mungkin.

"Hei dude. Apa kau menyetujui rencana sajangnim?" Tanya Jongin memecahkan lamunan Chanyeol.

Ya. Lagi-lagi Chanyeol melamunkan Baekhyun.

"Memangnya apa yang sedang kalian bicarakan berdua?" Chanyeol mengernyitkan dahi.

"Oh astaga. Kau melamun?" Jongin menatap Chanyeol. Ia benar-benar tidak percaya bahwa seorang Park Chanyeol bisa melamun. Biasanya Chanyeol lebih senang bermain mobile legend saat Jongin sedang mendiskusikan sesuatu dengan sajangnim, tapi kali ini Chanyeol melamun?

"Oh baiklah." Ucap Kwon Jiyong. Lelaki setengah tua namun tidak terlihat menua itu tertawa, dia memperhatikan Chanyeol. Kwon Jiyong tahu Chanyeol mengidolakan Byun Baekhyun. Makanya Jiyong memberikan kesempatan emas pada Chanyeol menjadikan Baekhyun sebagai Pasangan Palsu untuk mendongkrak karir Chanyeol di dunia entertainment.

"Aku tahu semua tentangmu, Nak. Kau mungkin saja bisa membohongi manajer mu yang bodoh ini, tapi kau tidak bisa membodohiku." Kalimat yang Jiyong ucapkan memang benar. Jiyong paham betul tentang Chanyeol. Bahkan tingkat kepahaman Jiyong lebih tinggi dibanding Chanyeol.

Jongin membeo, mulutnya menganga. Oh ini tidak bisa di percaya. Barusan sajangnimnya berbicara mengenai kebodohan dirinya.

"Oh ayolah. Aku sudah menurutimu brengsek. Aku bahkan diam saat kalian merencanakan sesuatu pekerjaan yang menurutku memuakkan." Chanyeol membela dirinya. Ingat akting Chanyeol sangat bagus, kalau ia berhasil membuat sajangnimnya percaya mungkin Chanyeol memang benar-benar pintar berakting.

"Kau harusnya bersyukur. Apa kau mau pasanganmu di ganti lagi?" Jiyong mengangkat sebelah alisnya. Dagunya menunjuk foto di sebelah foto Baekhyun.

Chanyeol kehilangan kata-kata untuk membela dirinya. Dia tidak mau pasangannya diganti lagi. Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.

Chanyeol berdehem, kemudian berbicara."Aku tidak mau melakukannya jika Kau Sajangnim mengganti pasanganku lagi. Menurutku, dan menurut Hyung." Chanyeol menjeda. Tangan lelaki itu menunjuk pada dirinya dan Jongin yang duduk disebelahnya. "Byun Baekhyun mempunyai citra yang baik bahkan tidak pernah terlibat skandal. Namanya begitu bersih dan hanya aku yang akan menjadi kotoran di dalam karirnya" sambung Chanyeol.

Kwon Jiyong tertawa keras. Lelaki itu mengerti betapa Chanyeol mengidolakan Byun Baekhyun. Berbeda dengan Jongin yang salah menafsirkan kalimat terakhir yang Chanyeol ucapkan tadi. Jongin berpikir kalau Chanyeol terlalu brengsek untuk Baekhyun.

"Baiklah. Aku akan mengatur semuanya dengan baik. Kau tenang saja, Nak." Jiyong masih tidak bisa menyembunyikan kesenangannya. Chanyeol begitu munafik dimatanya.

"Tentu saja. Anda harus mengaturnya sebaik mungkin. Karena aku akan membalasmu dengan menghasilkan uang yang banyak untukmu. Bukan begitukah yang kau mau, Sajangnim?" Ucap Chanyeol menyeringai puas.

"Baiklah… baiklah. Dan aku juga memberikanmu sedikit kelonggaran. Kalau kalian berdua memang nantinya Jatuh Cinta, aku tidak akan melarangnya. Kalau perlu kalian menikah juga boleh. Kupikir Baekhyun adalah gadis yang cocok untuk pria Brengsek sepertimu. Chan Yeol." Jiyong tidak mau mengalah. Mereka berdua saling membalas, tapi sekali lagi. Jiyong memang sangat menyayangi Park Chanyeol buktinya hanya Chanyeol yang diberi kelonggaran seperti ini. Bahkan Jiyong mendukungnya untuk menikahi Baekhyun.

"Oh astaga." Dungus Chanyeol pelan. "Kau baru saja menyuruhku menikahi Byun Baekhyun. Lihat saja Sajangnim, aku akan menghasilkan uang yang banyak untukmu. Biar kau Puas." Sahut Chanyeol.

Chanyeol sebenarnya sudah tidak bisa lagi menahan rasa senangnya yang membuncah di hatinya, dia bahkan merasa seperti ada banyak kupu-kupu yang terbang mengelilingi kepalanya.

Jiyong jalan mendekati Chanyeol yang duduk di depan mejanya. Lelaki itu memeluknya, menepuk pundaknya sambil berbisik,"Kau tidak akan bisa menolaknya, Yeol. Kau sangat mengidolakan Byun Baekhyun bukan? Aku tahu semua tentangmu."

"Sial." Chanyeol menggeram.

.

.

"Apakah itu benar eonnie?" Si mungil berdiri dari duduknya, ia bahkan menghentikan acara melukis yang sudah dikerjakannya sejak pagi tadi.

"Sajangnim bilang seperti itu. Kemungkinan besar ini semua sudah direncanakan sejak lama, B." Sahut gadis bermata panda berdarah chinese itu. Namanya Huang Zitao manajer artis Byun Baekhyun.

"Memangnya Park Chanyeol itu yang mana eonnie, apakah manusia itu tampan?" Mungkin ini pertanyaan bodoh yang Baekhyun lontarkan untuk pertama kalinya. Gadis itu memang tidak mengetahui siapa Park Chanyeol, Chanyeol itu orang seperti apa? Itu semua karena kesibukan Baekhyun yang akhir-akhir ini tidak memberikannya waktu untuk melihat-lihat aktor pendatang baru.

"Dia itu cukup tampan. Dan dia juga Aktor pendatang baru. Dia baru saja selesai bermain drama Lie to me." Tao menjelaskan sedikit profil Park Chanyeol.

Baekhyun hanya ber-oria. Dia benar-benar tidak tahu, bahkan menonton drama Lie to me saja ia belum pernah.

"B. Apakah kau tidak apa-apa jika citramu dihancurkan begitu saja dengan sajangnim?" Wajah penuh kekhawatiran tao terlihat jelas.

Byun Baekhyun seorang artis papan atas korea selatan yang benar-benar bersih dari skandal. Jika benar apa yang akan di lakukan oleh sajangnimnya kemungkinan besar citra Byun Baekhyun sebagai artis yang bersih dari skandal akan hilang begitu saja. Hal itu sama saja sajangnimnya sedang berusaha merusak reputasi Baekhyun.

Byun Baekhyun tersenyum simpul. Dirinya merasa tidak ada yang salah dengan rencana sajangnimnya. Baekhyun berpikir ia akan baik-baik saja, bahkan lebih bahagia jika namanya sudah mulai meredup nantinya. Ya. Baekhyun sudah sangat lelah dengan dunia entertainment ini, Baekhyun ingin beristirahat sejenak. Dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang Byun Baekhyun. Bukan sebagai Aktris Byun Baekhyun lagi.

"Tentu saja, eonnie. Kau tahu aku sudah merasa sangat lelah dengan jadwalku yang padat. Aku ingin berhenti sejenak, mungkin saja sajangnim sudah mengabulkan permintaanku." Lagi-lagi Baekhyun tersenyum. Ia melanjutkan melukis pemandangan pada kain kanvas yang sudah dipenuhi dengan coretan warna-warni.

"Setelah karir ku meredup sebagai Aktris. Aku hanya ingin mengadakan pameran dan setelah itu aku hanya akan menghabiskan waktuku bersama keluargaku." Ternyata Baekhyun sudah merencanakannya sejauh ini. Sama seperti sajangnimnya yang sudah merencanakan skandal untuk dirinya.

"Oke. Baiklah. Jika itu maumu." Tao merasa kalah dengan Baekhyun. Itu artinya Tao harus siap berhenti menjadi manajer Byun Baekhyun jika sampai hal itu terjadi.

"Sore ini sajangnim ingin bertemu denganmu. Mungkin ingin membicarakan tentang rencana skandal itu." Seru Tao. Wajah gadis itu mendadak lesu mengingat hari ini seharusnya jadwal Baekhyun kosong.

"Oh baiklah. Eonnie kalau kau memang tidak bisa menemaniku tidak apa-apa. Aku tahu kau pasti lelah dan ingin beristirahat." Ujar Baekhyun lembut.

"Tidak B. Aku akan menemanimu kesana nanti. Tapi aku ingin pergi ke salon dulu, kurasa aku harus menenangkan diri ku sebentar." Tao terkekeh pelan. Ya kepalanya jadi pusing setelah mengetahui rencana skandal.

"Kalau begitu pergilah." Usir Baekhyun. Tangannya mengibas ke udara memperbolehkan Tao untuk pergi dari disisinya.

Kupikir ini adalah suatu Akhiran yang baik.

.

.

Papan nama bertuliskan Wu Yi Fan berada di atas meja. Ruangan itu bersih dan rapi, tak ada noda debu sedikitpun. Seorang pria tinggi, sedang duduk membelakangi meja, di tangannya menggenggam gelas wine yang masih penuh. Tangan kanannya menggoyangkan gelas itu pelan membuat permukaan wine yang tadinya tenang berubah menjadi sedikit bergelombang. Tangan kirinya sibuk memegangi ponsel pintar yang kini diapit disela-sela bahu dan telinganya.

"Whoa, bagus kalau begitu." Seru Wu Yi Fan.

"Aku bahkan menyuruhnya menikahi Baekhyun. Bukankah itu lucu. Ah…"

"Kau keterlaluan sekali, Jiyong." Yifan sedikit tidak percaya dengan kelakuan sahabatnya ini.

"Eit, ayolah Kris. Kau harus tahu saat aku mengatakan kalau aku tahu Chanyeol sangat mengidolakan Byun Baekhyun. Wajahnya merona Hahahaha."

Wu Yi Fan menjauhkan ponsel dari telinganya saat Kwon Jiyong tertawa dengan sangat keras. Lelaki yang biasa dipanggil Kris itu menggeleng pelan.

"Sudahlah jangan menggodanya. Aku yakin betul Baekhyun tidak mengenal Park Chanyeol." Ucap Yifan dengan kekehan khasnya.

"Tentu saja. Itu karena Chanyeol Aktor pendatang baru Bodoh."

"Itu juga karena jadwal Baekhyun yang sangat padat." Yifan menjeda. Dia teringat permintaan Baekhyun yang ingin mengundurkan diri dari dunia hiburan yang sudah membesarkan namanya. Lelah adalah alasan yang masuk akal bagi Yifan. Yifan melihat setiap harinya jadwal Baekhyun yang semakin padat belum lagi banyaknya tawaran iklan, drama yang terus menerus Baekhyun dapatkan.

"Itu juga."

"Kau tahu… permintaan Baekhyun adalah mengundurkan diri. Dia sudah merasa lelah, dia sudah banyak bekerja keras untukku." Mata Yifan menerawang. Ingatannya kembali saat pertama kali dirinya menerima Baekhyun.

Waktu itu Baekhyun masih berusia 8 tahun. Dan untuk pertama kalinya Yifan mendorong Baekhyun memasuki dunia akting. Awalnya Baekhyun hanya mendapatkan peran sebagai pemeran pendukung, karena kerja kerasnya Baekhyun berhasil mendapatkan tawaran sebagai pemeran utama di dalam drama School 2015: Who Are You. Saat itu Baekhyun berusia 18 tahun. Baekhyun berhasil membawa nama perusahaan Yifan dengan baik. Gadis itu berhasil membawa pulang piala Aktris pendatang baru terbaik. Setelah itu Agensi Yifan banyak mendapatkan kepercayaan dari beberapa Artis papan Atas seperti Gong Hyo Jin dan Gong Yoo.

"Dan kau ingin membuat skandal yang terbaik juga untuknya."

"Tentu saja. Hanya itu yang bisa kulakukan untuknya." Sahut Yifan sambil menghela nafas.

Tok!

Pintu ruangan Yifan diketuk oleh Tao. Wanita itu membuka pintunya, kepalanya lebih dulu terlihat. Wanita itu terkekeh mendapati kekasihnya sedang frustasi. "Kau baik." Tanya tao setelah berada disamping Yifan.

Yifan memutarkan bola matanya. "Kekasihku sudah sampai, sebentar lagi Baekhyun pasti datang. Kututup." Yifan menutup sambungan teleponnya.

"Aku tidak baik, sayang. Kau tahu ini semua memusingkan kepalaku." Seru Yifan. Tangannya memeluk tubuh ramping Tao.

"Tidak baik. Kalau Baekhyun melihat kita seintim ini." ujar Tao. Tangan nakalnya bermain di atas pucuk kepala Yifan. Ia mengelusnya pelan mencoba memberi ketenangan pada Yifan.

"Hn, Baiklah."

Tok!

Pintu kembali terbuka. Kali ini yang datang dari balik pintu besar adalah Byun Baekhyun. Gadis rambut panjang itu baru saja merubah warna rambutnya menjadi pink pastel. Matanya yang sipit dibubuhi eyeliner tipis membuatnya makin terlihat cantik. Bibirnya hanya diolesi lipbalm. Senyumannya mereka kala menangkap hubungan sajangnim dan manajernya semakin membaik saja.

"Sajangnim." Pekik Baekhyun. Gadis itu sedikit berlari ke arah sajangnimnya.

"Oh Baekhyun. Hentikan teriakan itu." Tao menutup kedua telinganya. Baekhyun memang selalu seperti itu.

"Moodmu sedang baik?" Tanya Yifan. Yifan masih memeluk Tao.

"Lepaskan aku sajangnim." Seru Tao dengan nada penuh penekanan. Ia merasa tidak enak dengan Baekhyun.

"Eit, anggap saja aku lalat eonnie." Baekhyun terkekeh. Gadis itu sudah duduk di sofa, menyamankan posisi tubuhnya. "Tangan ku lelah sekali." Eluh Baekhyun sambil memijat pergelangan tangan.

"Cih, sudah kubilang manfaatkan waktu liburmu dengan beristirahat." Yifan melepaskan pelukan dari tubuh Tao. Ia menggandeng kekasihnya itu untuk ikut duduk di sofa bersamanya menemani Baekhyun yang lebih dulu duduk disana.

"Ne, sajangnim." Sahut Baekhyun pelan.

Hening.

Mereka bertiga diam.

"Baek. Dengarkan aku baik-baik." Suara Yifan memecahkan keheningan yang terjadi. Sementara Tao dan Baekhyun masih mendengarkan. "Begini. Aku sudah membuatkan skandal untukmu. Ini tidak terlalu sulit, kalian hanya perlu pergi makan keluar bersama beberapa kali saja. Sampai media membuntuti kalian berdua dan biarkan saja mereka yang bekerja." Sambung Yifan.

"Hn, kupikir tidak terlalu sulit. Hanya makan bersama saja? Tidak perlu skinship?" Goda Baekhyun.

Pipi Tao merona. Wanita itu tahu Baekhyun sedang menyinggung kejadian tadi.

"Whoa, Baekhyunie kita sudah besar ternyata." Pekik Yifan kaget kemudian tertawa.

Tao yang tidak tahan, ia merasa gemas dan ingin mencubit bagian pinggang kekasihnya itu.

"Kau boleh melakukannya jika skinship itu memang benar-benar dibutuhkan."

"Tidak boleh. Kau tidak boleh melakukan skinship B." Sahut Tao tegas.

"Boleh."

"Tidak."

"Boleh."

"Kubilang Tidak. Ya tidak ge!"

"Hei, kalian tidak usah bertengkar." Tao dan Yifan diam seketika. Baekhyun memajukan bibirnya. Moodnya hancur sudah. Helaan nafas kasar keluar dari bibirnya. "Okay, aku tidak akan melakukan skinship. Aku hanya akan pergi makan bersamanya. Itu saja." Baekhyun berbicara tidak kalah tegasnya dari Tao. Gadis itu memang benar-benar di penuhi kejutan. Buktinya saat ini Baekhyun berhasil membuat Yifan dan Tao terkejut.

.

.

Baekhyun sudah bersiap diri untuk melakukan rencana skandal. Malam ini rencananya Baekhyun akan makan malam bersama Chanyeol di salah satu restoran yang cukup mewah di daerah distrik cheongdamdong.

Sesuai skenario yang diberikan oleh Tao. Baekhyun hanya memakai pakaian biasa saja. Dress putih dibalut dengan jaket kulit berwarna hitam, dan sepatu kets berwarna putih. Rambutnya digelung seperti biasa, dan tidak memakai make up.

"Begini saja eonnie?" Seru Baekhyun setelah selesai bercermin.

"Begitu saja sudah cukup. Kau akan tetap cantik meskipun tanpa make up." Tao memujinya. Memang benar Baekhyun memang akan tetap cantik walaupun tanpa make up.

"Baiklah kita jalan saja. Lagi pula hanya makan malam biasa saja." Ajak Baekhyun.

Baekhyun mengenggam tangan Tao, telapak tangannya dingin sekali, seperti Baekhyun baru saja memengang balok es ditangannya. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Baekhyun tahu media itu sangat jahat. Makanya Baekhyun sudah terbiasa untuk hati-hati dalam setiap langkahnya.

"Tanganmu dingin sekali."

"Aku terlalu gugup dan takut eonnie." Baekhyun sudah mengakuinya.

Tao menghentikan langkah kakinya membuat langkah kaki Baekhyun juga ikut terhenti. Wanita tinggi itu menatap dalam-dalam ke mata gadis bertubuh pendek. "Tidak apa-apa B. Semua akan berjalan dengan baik." Ucap Tao seraya mengelus surai rambut pink pastel milik baekhyun.

Baekhyun tersenyum. Beruntung sekali dirinya mendapatkan manajer sebaik Tao. Tao adalah manajer artis yang paling baik. Tao tidak pernah meninggalkannya walaupun keadaan keduanya susah.

"Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi."

"Baik eonnie."

.

.

Rupanya Chanyeol sudah datang lebih dulu. Ya. Bagaimana mungkin Chanyeol membiarkan idolanya menunggu kedatangan dirinya. Itu bukan gaya Chanyeol membiarkan wanita menunggu.

Gugup sudah pasti Chanyeol rasakan. Gugup bukan karena rencana skandal mereka, melainkan gugup karena bertemu dengan idolanya.

Semasa trainee dulu, Chanyeol pernah menghadiri acara fanmeet Byun Baekhyun. Ia pergi ke acara itu untuk pertama dan terakhir kalinya, karena manajernya Kim Jongin yang terlalu bawel melarangnya untuk pergi ke acara itu lagi. Jongin bilang pergi ke acara itu sama saja membunuh diri sendiri karena disana tentu banyak media yang akan meliputnya.

Itu Baekhyun.

Baekhyun berdiri di pintu masuk. Seorang pegawai restoran menghampirinya dan mengantarkan Baekhyun pada Chanyeol. Chanyeol berdiri menyambut Baekhyun dengan baik. Ia menarik kursi, membiarkan si gadis duduk kemudian mendorongnya. Seperti pasangan biasa yang sering ia lakukan di dalam drama.

"Byun Baekhyun-ssi." Panggil Chanyeol dengan suara baritone yang sudah menjadi ciri khasnya.

Baekhyun mengulum senyum, "Park Chanyeol-ssi"

Mereka saling bertukar pandang. Saling membalas senyum satu sama lain. Sama seperti pasangan lain yang sedang di mabuk cinta.

Seorang lelaki pegawai restoran datang memberikan mereka buku menu. Chanyeol mendengus kesal, pegawai restoran itu sangat mengganggu. Sementara Baekhyun hanya tersenyum kecil. Tangan kecil itu sudah membolak-mbalik membaca buku menu, tapi tampaknya si gadis tidak menyukai deretan menu yang tersedia di restoran itu.

"Hng, kau mau pesan apa Chanyeol-ssi?" Tanya Baekhyun. Gadis itu menutup buku menunya.

"Tidak tahu. Kau sendiri?" Bodohnya Chanyeol bukannya menjawab dia malah balik bertanya pada Baekhyun.

Baekhyun mempoutkan bibirnya, kemudian menghela nafasnya, dalam hatinya gadis itu sedang mendumal. Bodoh.

"Aku belum mau memesan, nanti saja." Seru Baekhyun sambil mengembalikan buku menu pada pegawai restoran.

"Kalau begitu aku juga." Chanyeol mengikuti Baekhyun memberikan buku menu pada pegawai restoran. Kemudian mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.

"Kenapa?" Tanya Chanyeol bingung.

"Sebenarnya aku tidak suka berada disini, lagi pula aku baru saja selesai makan malam bersama managerku." Baekhyun menjelaskan. Ia menunduk malu. Tapi sebenarnya ia sedang berbohong tentang makan malamnya, gadis itu tidak menyukai makanan jepang.

Seolah baru tersadar Chanyeol mengamati seisi restoran. Cukup jelas ini adalah restoran jepang dan Baekhyun tidak menyukai masakan jepang. Tentu itu adalah poin utama mengapa Baekhyun menolak memesan makanan.

"Bagaimana kalau keluar saja? Kurasa cuaca di luar cukup bagus malam ini." Seru Chanyeol.

"Itu lebih menyenangkan." Sahut Baekhyun.

.

.

"Sepertinya aku pernah melihatmu. Tapi dimana ya?" Pikiran Baekhyun melayang mencoba mengingat-ingat kapan pernah bertemu dengan Chanyeol.

"Kurasa kita tidak pernah bertemu Baekhyun-ssi." ucap Chanyeol. Lelaki itu masih memusatkan perhatiannya, Chanyeol sedang mengemudikan mobilnya menuju mansion miliknya di kawasan distrik cheongdamdong, tempatnya tidak terlalu jauh dari restoran tadi.

"Tidak. Aku yakin pernah bertemu denganmu beberapa tahun yang lalu Chanyeol-ssi." Baekhyun masih kekeh pada pendiriannya.

Benar Baekhyun. Kita pernah bertemu sebelumnya di acara fanmeet mu apa kau lupa? Aku adalah penggemar beratmu. Semoga saja setelah kau ingat, kau tidak akan menertawaiku.

Mobil yang Chanyeol kemudikan sudah memasuki pekarangan rumah elit di daerah Cheongdamdong. Chanyeol turun lebih dulu kemudian berlari kecil ke arah tempat duduk penumpang tentunya ia ingin membukakan pintu untuk Baekhyun.

Oh manisnya.

Baekhyun tersenyum manis saat melihat Chanyeol memperlakukan dirinya dengan manis. Contohnya seperti membukakan pintu, dan menyambutnya dengan baik. Baekhyun rasa ia bisa jatuh cinta dengan Chanyeol jika lelaki itu terus melakukan hal-hal manis seperti ini.

Chanyeol menggenggam tangan kecil milik Baekhyun. Keduanya merasakan tautan tangan mereka yang mereka rasa sangat pas. Ini tidak kebetulan bukan tangan besar Chanyeol bertemu dengan tangan yang lebih kecil milik Baekhyun.

Saat masuk kedalam Baekhyun disambut dengan hangat oleh maid yang sedari tadi menunggu tuan mudanya pulang. Chanyeol menuntunnya ke masuki rumah kaca yang berada tepat di belakang rumah Chanyeol.

"Whoa." Baekhyun tidak percaya seorang lelaki seperti Chanyeol memiliki rumah kaca yang berisi tanaman hias dan yang lebih menarik lagi Chanyeol memiliki deretan tanaman stroberi di pojok sebelah kanan rumah kaca itu.

"Chanyeol-ssi apakah itu stroberi asli?" Tanya Baekhyun dengan polosnya. Gadis itu yang lebih dulu melepaskan tautan tangan mereka, Baekhyun berjalan menuju deretan pot tanaman stroberi.

"Tentu, kau boleh mencicipinya jika kau mau." Sahut Chanyeol. Lelaki itu lebih memilih duduk dari pada mengikuti Baekhyun.

"Bolehkah?" Tanyanya lagi.

"Tentu saja Baekhyun-ssi."

Walaupun Chanyeol tidak mengijinkannya Baekhyun pasti akan memetik beberapa stroberi dan memakannya di depan mata Chanyeol. Ia memilih stroberi yang besar dan pastinya berwarna merah, kemudian memakannya langsung. Stroberi milik Chanyeol memang lebih manis dari stroberi yang ada di swalayan. Mungkin stroberi yang dimiliki Chanyeol berbeda jenisnya dengan yang dijual dipasaran.

"Apakah manis?" Tanya Chanyeol. Baekhyun hanya mengangguk dan tidak menjawabnya, gadis itu lebih memilih kebun stroberi dibandingkan Chanyeol.

"Apa kau sangat menyukai stroberi?" Chanyeol berdiri kemudian lelaki itu berjalan menuju Baekhyun yang masih asyik mencicipi stroberi.

"Tentu." Jawab Baekhyun acuh.

"Oh ya, Baekhyun-ssi. Apa alasanmu menerima skandal ini?" Gadis itu berhenti memetik stroberi, pandangannya teralihkan, kemudian tersenyum manis pada Chanyeol.

"Baiklah. Pertama kau menginginkan popularitas dan aku juga sudah tidak menginginkan popularitas. Kau sudah mengertikan Park Chanyeol-ssi."

Next or not?

Mau untuk menreview?

Tbc!