Disclaimer: Naruto punya Masashi Kishimoto-sensei.
Warning: Incest, Typo, Canon, Alive!Kushina, Smut, Lemon, Mature content, OOC, and many more.
...
..
.
Enjoy it!
Ujian Chuunin akan di adakan sebentar lagi, tetapi Tim Zero malah dipanggil oleh Sandaime Hokage untuk datang ke kantornya. Keduanya bingung kenapa Hiruzen memanggil mereka di saat yang lain akan mendaftar untuk menjadi peserta ujian tersebut. Hiruzen sendiri menatap Naruto serta Kushina secara bergantian, dia menyunggingkan sebuah senyuman di wajah tuanya.
"Aku senang kalian datang." Hiruzen nampak mengambil sesuatu dari dalam meja kerjanya. "Naruto, kemarilah!" kakek tua itu memberikan sebuah rompi Chuunin pada Naruto.
"Rompi Chuunin? Untuk apa?"
"Kau resmi menjadi seorang Chuunin."
Keduanya terdiam sejenak, mereka mencoba untuk mencerna perkataan dari Hiruzen. "Ta-tapi aku hanya melaksanakan misi rank D serta satu Rank B. Tak mungkin jika aku langsung dipromosikan menjadi Chuunin."
"Tentu ada alasan tertentu saat aku mengangkat seseorang untuk naik pangkat. Alasanku padamu adalah, kau punya kepintaran yang hampir setara dengan Minato, lalu beberapa jutsu yang di turunkan langsung padamu, salah satunya Rasengan yang hanya dikuasai oleh Minato serta Jiraiya, setelah itu, kau juga di ajari Fuin oleh Kushina, dan berhasil membuat beberapa Fuin baru."
"..."
"Terakhir, kau bisa saja menjadi salah satu kandidat dari topi yang sedang kupakai ini."
Kushina menganga lebar mendengar alasan dari Hiruzen. "A-apa ini tak berlebihan?! Mak-maksudku, kenapa Naruto yang harus mendahului para generasinya? Aku takutnya jika ada yang iri dengan pencapaian Naruto yang terlalu cepat ini." Di dalam hati, Naruto setuju dengan penjelasan yang baru saja Kushina katakan. Dia memang terlalu dini untuk menjadi seorang Chuunin.
"Kau ingat Kakashi? Dia menjadi Chuunin di usia yang masih sangat muda."
"Tapi kan dia mendapatkannya dengan cara ikut Ujian ini."
Hiruzen tertawa mendengar balasan dari Kushina. "Apa kau tidak senang, Kushina?"
"Bu-bukan begitu, Naruto masih terlalu dini."
Hiruzen beranjak dari singgasananya. "Tidak apa-apa, Naruto memang masih berumur tiga belas tahun, tetapi dia sudah menunjukkan kapasitasnnya sebagai seorang Shinobi. Aku mengawasi kalian dari bola tersebut, dan kalian melakukannya dengan hebat."
Wajah Kushina langsung merona mendengar penuturan Hiruzen barusan. "Ka-kau me-mengawasi ka-kami?!" dirinya tak menyangka jika Hiruzen akan mengawasi kegiatannya bersama Naruto. "Dasar kau pak tua mesum!"
...
..
...
"Misi pertamaku bersama kaasan?"
Kushina menoleh, dia melihat wajah bingung Naruto yang dimatanya terlihat imut. "Ya, begitulah. Kita diperintahkan untuk mengawasi para peserta," Ujar Kushina. Keduanya berjalan ke sebuah gang yang tak jauh dari mereka. Naruto merasakan hawa membunuh yang cukup kuat dari seseorang. "Kau merasakannya?"
"Ya, dia tak jauh dari sini."
Pasangan guru dan murid itu langsung melesat ke tempat dimana mereka merasakan hawa membunuh itu, kedua mata biru Naruto menatap Team 7 yang sedang berdiri berhadapan dengan tiga orang shinobi dari desa lain. Naruto berasumsi bahwa ninja tersebut berasal dari desa Suna, karena jika dilihat dari tanda di ikat kepalanya.
"Sensei?"
"Biarkan si anak manja itu merasakan hawa membunuh yang pekat!" Kushina menatap tajam keenam orang itu, terlebih sosok remaja berambut merah jabrik dengan tanda 'Ai' di dahinya. "Dia seorang Jinchuuriki."
"Aku bisa merasakannya, Kurama juga merasakannya. Yang ada di dalam tubuh remaja itu Shukaku namanya, Bijuu ekor satu." Kushina mengangguk mengerti. Keduanya pun saling pandang satu sama lain, mereka mengangguk bersamaan dan berjalan mendekati mereka berenam. Kushina memandangi mereka dengan pandangan biasa, dia tak terlalu terpengaruh akan hawa membunuh dari mereka semua, terutama dari remaja berambut merah. Sementara Naruto berada dibelakang Kushina untuk berjaga-jaga.
"Kalian! Kenapa kalian berkumpul seperti itu?"
Sasuke mendengar suara Kushina, dia langsung menatap wanita yang menjadi incarannya itu. "Mereka bertiga mau membuat masalah disini! Sensei bisa melihatnya!"
Kushina mengerjakan kedua matanya beberapa kali, dia mendengar seruan manja dari sosok Uchiha itu, rekan satu tim dari Sasuke menepuk dahinya mendengar ucapan dari pemuda Uchiha itu, sementara Sakura menatap tak suka Kushina seolah wanita itu adalah rival yang harus dia singkirkan. "Kau tahu Sasuke, mereka belum melakukan apapun. Terlebih, nanti akan ada ujian Chuunin untuk kalian."
"Apakah Sensei akan jadi pengawasnya?"
"Entahlah, Sensei mungkin tak akan ikut dalam perhelatan ini."
Decihan kesal keluar dari mulut Sasuke, dia tak bisa memamerkan kekuatannya pada Kushina hanya untuk membuatnya kagum padanya. Namun Kushina tahu maksud dari Sasuke barusan, dia menoleh ke belakang dan menatap Naruto yang sedang memasang wajah malas, wanita itu tertawa kecil melihatnya.
"Umm, untuk ketiga ninja dari Suna, mohon untuk tak membuat kekacauan disekitar sini, aku takutnya kalian akan di diskualifikasi oleh panitia," Jelas Kushina, dia kemudian berbalik membelakangi mereka berenam. "Okay, aku akan pulang terlebih dahulu, kalian semangat ya!" Kushina memamerkan senyuman manisnya serta sebuah kerlingan mata pada ketiganya, para lelaki kecuali remaja merah itu merona, kedua gadis yang ada di sana merengut kesal melihatnya.
Keduanya pun pergi meninggalkan mereka, Kushina sendiri merinding setelah melakukan hal yang tak pernah dia lakukan selama ini, dia dihadiahi sebuah tawa oleh Naruto.
"Jangan tertawa!"
"Tapi itu lucu sensei! Lihat wajah mereka, langsung merah seperti itu!" Naruto masih terus tertawa saat mengingat hal itu. "Tapi yang aku tak suka adalah, Sasuke yang seolah ingin pamer kekuatan."
"Huh, cemburu sekali anak kaasan ini."
"Mana mau cumdu-Ibuku di rebut oleh dia!"
Kushina menghentikan langkah kakinya, dia menoleh ke arah Naruto. "Cumd-apa? Kau mengatakan apa tadi?"
"Bu-bukannha apa-apa kok, ki-kita pulang ya?"
"Tidak, sebelum kaasan mendengar apa itu."
Naruto meneguk ludahnya, dia tak mau babak belur atau spermanya terkuras habishabis oleh wanita itu. "Cu-cumdumpku."
"Siap, waktunya menguras habis spermamu Naruto!"
Naruto berkeringat dingin saat mendengar perkataan dari Kushina.
...
..
.
TBC
